Berita Aneh Unik

Daftar Tradisi Seksual Paling Ekstrim Suku-Suku Di Dunia

28 Aug 2016

Tradisi adalah aktivitas sosial yang tak akan pernah bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari cara berbahasa, berpakaian, makan, pernikahan bahkan tradisi seksual dan lain sebagainya. Masing-masing tradisi pun biasanya lahir buah dari peristiwa-peristiwa unik atau kepercayaan leluhur terhadap sesuatu hal yang kemudian diwariskan dan dilestarikan kepada generasi penerusnya secara turun temurun.

Di Indonesia sendiri, tiap daerah memiliki budaya tradisi yang beraneka ragam. Hal ini bisa dipengaruhi oleh lingkungan geografis, status sosial dan lain sebagainya. Tradisi tersebut pun juga diperkenalkan sebagai suatu hal yang bermacam-macam. Ada beberapa daerah yang menganggap suatu tradisi hanyalah sebagai bentuk warisan budaya dari nenek moyang dan ada juga yang meyakini bahwa tradisi adalah sesuatu yang wajib dilakukan sebagai bagian dari sarana kehidupan. Dan inilah daftar tradisi seksual paling ekstrim suku-suku di dunia versi anehdidunia.com.

Tradisi Mardudjara – Suku Aborigin (Australia)

Suku Aborigin adalah suku penduduk asli yang berasal dan hanya hidup di Australia. Meskipun populasi mereka saat ini sudah sangat kecil, namun ternyata tidak ada yang lupa dengan tradisi unik nan ekstrim yang dimiliki oleh suku berkulit hitam ini. Tradisi tersebut tak lain adalah tradisi seksual yang diterapkan oleh Suku Aborigin dan diberi nama Mardudjarna. Tradisi Mardudjarna adalah tradisi dimana para pria Suku Aborigin akan dipotong kemaluannya. Tradisi ini sangat jauh berbeda dengan tradisi khitan, karena Mardudjarna bisa dibilang jauh lebih ekstrim. Alat vital tiap pria Suku Aborigin akan disunat memanjang hingga sampai pada bagian scrotum (kulit bagian bawah Mr.P yang berfungsi sebagai pembungkus testis). Membayangkannya saja sudah bisa membuat bulu kuduk merinding. Kemudian dalam prosesi Mardudjara tersebut, darah-darah yang keluar akibat sunat ekstrim tersebut sengaja diteteskan diatas api. Hal tersebut bukan tanpa alasan, menurut mereka darah-darah yang menetes diatas api tersebut sama halnya dengan pemurnian. Tradisi ekstrim ini dilakukan sebagai simbolisasi laki-laki Suku Aborigin menuju kedewasaan yang sesungguhnya dalam hal seksual. Namun sepertinya tujuan tersebut sedikit bertentangan jika menyadari bahwa tradisi yang berkaitan justru seolah merusak “aset” milik mereka. Pasalnya untuk buang air kencing saja, para laki-laki Suku Aborigin yang telah melakukan tradisi Mardudjara ini terpaksa harus melalui bawah Mr.P bukan bagian uretra seperti pria normal pada umumnya. Baca juga Cara Sunat Suku Madudjara

Tradisi Minum Air Mani – Suku Sambian (Papua Nugini)

Pada umumnya seorang anak laki-laki dikatakan baligh jika anak laki-laki tersebut sudah selesai dikhitan atau sudah pernah mengalami mimpi basah. Dua hal itulah yang biasanya disebut sebagai kriteria pubertas anak laki-laki pada umumnya. Namun ternyata tak semua di belahan dunia ini memiliki anggapan yang sama, salah satunya adalah warga Suku Sambian yang mendiami salah satu wilayah di daratan Papua Nugini, negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia bagian timur. Seluruh anak laki-laki Suku Sambian yang telah menginjak usia 7 tahun akan dijauhkan dari penduduk perempuan baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa. Kemudian para bocah laki-laki tersebut akan “diungsikan” di sebuah wilyah khusus dan hidup dengan para pria dewasa yang dianggap sebagai tetua adat. Lamanya mereka hidup bersama untuk dilatih sebagai pria sesungguhnya adalah 10 tahun. Prosesi yang berlangsung selama satu dekade ini tidak bisa disepelekan karena anak laki-laki tersebut harus mengikuti rangkaian ritual tradisi seksual mereka salah satunya adalah dengan meminum air mani para tetua adat setiap hari! Membayangkannya saja sudah bikin muntah, namun semua pria Suku Sambian ini dulunya sewaktu kecil semuanya melakukan hal yang sama selama 10 tahun. Ritual meminum air minum para tetua adat ini dianggap mampu memberikan kekuatan dan keperkasaan bagi anak laki-laki yang akan menginjak fase usia pria dewasa. Tak cukup itu saja, selama 10 tahun itu juga kulit mereka akan ditindik dengan alasan menghilangkan jejak kontaminasi dari perempuan. Aneh dan menjijikkan bukan?

Tradisi Seksual Dengan Voodoo – Saut d’Eau (Haiti)

 

Negara Haiti adalah salah satu negara kecil di wilayah Oceania yang masih kental dengan praktik mistiknya. Salah satunya yang populer adalah praktik Voodoo. Di Indonesia sendiri praktik Voodoo biasanya lebih sering disamakan dengan praktik santet. Meskipun sedikit berbeda, akan tetapi kedua praktik mistik ini memiliki tujuan khusus yang hampir sama yakni “menyetir” kehidupan orang lain. Namun ada satu ritual di Haiti yang cukup aneh dan ekstrim karena melibatkan Voodoo dalam tradisi seksual di negara tersebut. Tiap bulan Juli, sebuah air terjun bernama Saut d’Eau akan terlihat ramai dengan adanya banyak orang yang berada di tempat tersebut. Setiap orang baik perempuan maupun laki-laki (meskipun notabene lebih banyak perempuan) akan melakukan praktek Voodoo dengan bergumul di sekitar air terjun tersebut sebagai bukti persembahan juga kepada dewi cinta. Namun yang aneh bukanlah “hanya” karena mereka berVoodoo bersama di air terjun, melainkan mereka melakukan itu semua dengan telanjang! Dalam keadaan telanjang mereka akan tampak menggeliat-geliat, memutar-mutar, berguling-guling di air terjun bercampur dengan darah kambing atau sapi. Darah kedua hewan tersebut merupakan hewan kurban yang dijadikan persembahan untuk dewi mereka! Uniknya, ritual yang berhubungan dengan seksual ini bisa disaksikan langsung atau bahkan juga bisa diikuti langsung oleh para turis yang sedang menikmati liburan di negara Haiti tersebut.

Tradisi Homoseksual –  Yunani

LGBT atau lesbian, gay, biseksual dan transgender saat ini tengah menjadi isu paling kontroversial di dunia. Begitu kontroversinya hingga menimbulkan banyak sekali pro dan kontra di lingkungan masyarakat. Meski baru-baru ini lebih sering dibahas dan diperdebatkan, namun ternyata hal tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yunani Kuno. Yup, zaman dulu masyarakat Yunani Kuno khususnya laki-laki banyak yang melakukan praktik paiderastia. Praktik tradisi ini tak lain adalah hubungan seksual antara pria dewasa dengan anak laki-laki yang lebih muda alias remaja. Hubungan yang dijalin tak semata antara pria dewasa dengan remaja pria bak ayah dengan anak namun hubungan yang mengarah kepada hal seksual. Pria dewasa yang menjalani hubungan “terlarang” ini biasa disebut dengan erastes sedangkan remaja laki-laki disebut dengan eromenos. Hubungan kedua orang ini dianggap sebagai “latihan” awal bagi eromenos sebelum beranjak menjadi pria yang sesungguhnya. Dan hubungan erotis ini dapat diakhiri ketika sang anak laki-laki atau eromenos mulai tumbuh bulu-bulu jenggotnya. Tidak ada penjelasan mulai usia berapakah eromenos dapat “dimiliki” oleh erastes, hanya saja meskipun secara umum melihat seorang pria menyukai bocah laki-laki berusia dibawah 12 tahun kurang pantas namun tidak ada undang-undang yang legal untuk mengatur larangan tersebut.

Tradisi Seksual Di Usia Dini – Suku Trobriander (Papua Nugini)

Jika Suku Sambia di Papua Nugini melakukan ritual meminum air mani tetua adat pria bagi anak laki-laki mereka selama 10 tahun sebagai bentuk latihan untuk kematangan seksualitas. Lain halnya dengan yang dilakukan oleh Suku Trobiander yang juga mendiami salah satu wilayah di negara Papua Nugini. Suku ini memiliki ritual tradisi seksual lain yang mengizinkan bahkan mengharuskan anak-anaknya melakukan hubungan seks sejak usianya masih sangat muda bahkan terhitung terlalu dini. Ritual seks tersebut bukanlah isapan jempol semata, karena sudah banyak studi kasus yang meneliti dan menemukan praktik ini masih berjalan hingga saat ini. Mungkin sahabatanehdidunia.com akan dibuat heran jika mengetahui berapa rata-rata usia anak Suku Trobiander yang melakukan hubungan seksual di usia dini. Rata-rata usia mereka adalah 10 hingga 12 tahun untuk anak laki-laki dan 6 sampai 8 tahun untuk anak perempuan! Sungguh berbalik dengan anak-anak seusia tersebut yang hidup di lingkungan lebih modern yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain atau bahkan bersekolah. Walaupun ritual tradisi ini wajib diikuti bagi seluruh masyarakat Suku Trobiander, bukan berarti hal ini tidak memancing kontroversi. Ritual wajib atas nama tradisi ini ternyata menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat Papua Nugini lain yang menganggap prosesi tersebut sangatlah sayang jika dilakukan. Apalagi ditambah dengan banyaknya penyakit seksual hingga AIDS yang bermunculan semakin membuat banyak orang merasa ritual seksual pada Suku Trobiander ini sangat ekstrim!

Sahabatanehdidunia.com itulah beberapa tradisi seksual ekstrim paling ekstrim yang dilakukan oleh suku-suku yang ada di dunia. Meskipun ekstrim, menjijikkan dan bahkan terkesan sangat aneh namun para masyarakat suku tersebut akan dengan senang hati melakukan karena dipercaya sebagai sarana mewarisi tradisi-tradisi leluhur mereka. Biasanya mereka pun juga beranggapan jika ritual seks ekstrim tersebut dilanggar atau tidak dilakukan, mereka bisa mendapatkan musibah atau petaka sebagai hukuman dari dewa bagi mereka!

Sumber referensI:
http://www.oddee.com/item_98435.aspx
http://m.infospesial.net/59596/10-tradisi-seks-aneh-tak-masuk-akal-di-dunia_2/
https://en.wikipedia.org/wiki/


Related Article

Paling Aneh