Cinta

Kisah Nyata Wanita Secantik Bidadari Menikah dengan Suku Pedalaman

05 Nov 2016

Indonesia adalah termasuk salah satu negara agraris yang memiliki cakupan wilayah sangat luas dengan ribuan pulau yang tersebar di seluruh nusantara. Itu artinya keberagaman suku dan budaya juga sangat banyak. Itulah mengapa negara ini memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua. Suku-suku yang ada di Indonesia bisa dibilang adalah paling banyak di dunia, dalam satu pulau saja puluhan suku tersebar. Bahkan beberapa wilayah di Indonesia masih ada suku-suku yang tinggal di pedalaman. Hidup mereka mungkin terisolir dari dunia luar namun tak berarti mereka hanya hidup dengan “dunianya” saja. Ada beberapa pria suku pedalaman yang bahkan “sempat” menikah dengan orang-orang biasa. Seperti kisah nyata gadis cantik menikah dengan orang pedalaman berikut ini:

Wyn Sargent Menikah dengan Kepala Suku Dani Papua

Wyn Sargent Menikah dengan Kepala Suku Dani Papua


Cerita ini memang telah terjadi puluhan tahun yang lalu. Namun banyak diantara masyarakat Indonesia yang tidak tahu bahwa salah satu kepala suku Dani yang ada di Papua pernah menikah dengan seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat! Yup, kisah berawal dari seorang jurnalis cantik asal California, Amerika Serikat yang berniat membuat penelitian terkait dengan suku asing yang berada di belantara Papua, Indonesia di tahun 1973. Jurnalis tersebut tak lain adalah Wyn Sargent, sebenarnya tujuan awal suku yang ia teliti adalah suku Analaga. Tentu saja pendekatan yang dilakukan Sargent membutuhkan strategi khusus. Ia menyediakan alat-alat kesehatan untuk memeriksa warga suku tersebut. Namun cara ini tak disukai oleh Kepala Suku Dani yang bernama Obahorok. Hingga muncullah pertikaian perang suku hingga Sargent menjadi penengah dan mencari jalan keluar dengan bersedia menikah dengan Obahorok! Keputusan tersebut disambut gembira oleh Obahorok dan para istrinya (ada yang menyebutkan Obahorok telah beristri 10 – 40 orang).

 

Pernikahan digelar secara “mewah” selama 10 hari 10 malam di pedalaman tersebut. Wyn Sargent menjalani kehidupannya sebagai istri Kepala Suku Dani. Disinilah kontroversi muncul, ada yang mengatakan bahwa pernikahan ini dilakukan secara simbolis hanya untuk meredamkan ketegangan perang suku tanpa ada hubungan intim layaknya suami istri, namun ada juga yang mengatakan Wyn Sargent berlaku selayaknya suami istri dan tidur bersama Obahorok juga. Sahabat anehdidunia.com kabar pernikahan warga asing Indonesia dengan kepala suku Dani ini menimbulkan polemik di masyarakat Indonesia karena dianggap “tipuan” untuk kepentingan penelitian dan komersialisasi. Selang dua bulan pernikahan, Wyn Sargent menghilang di belantara Papua karena “katanya” diusir polisi da nada juga yang mengatakan dia dideportasi dan dilarang ke Indonesia lagi. Sepertinya benar jika Wyn Sargent menggunakan pernikahannya sebagai alat untuk mengumpulkan data-data terkait kehidupan suku Dani karena pada tahun 1974 dia meluncurkan buku berjudul People of the Valley.

Cheryl Mason Menikah dengan Prajurit Suku Maasai Kenya

Cheryl Mason Menikah dengan Prajurit Suku Maasai Kenya


Suku Maasai merupakan salah satu suku prajurit semi – nomaden yang berada di daerah Kenya dan Tanzania, Afrika. Suku Maasai mendadak menjadi lebih dikenal dari sebelumnya setelah ada salah satu anggotanya menikahi wanita cantik asal Inggris. Berbeda dengan pernikahan Wyn Sargent yang kental dengan spekulasi kepentingan penelitian, pernikahan yang terjadi antara Cheryl Mason dan Daniel Lekimenju benar-benar pernikahan yang dilandaskan cinta. Bermula dari perjalanan liburan Mason ke Kenya saat itu dia bertemu dengan suku Maasai dan jatuh cinta pada salah seorang diantara prajurit disitu bernama Lekimenju yang dikabarkan 10 tahun lebih muda daripada dia. Mason yang saat itu masih berstatus sebagai istri seseorang dan memiliki tiga orang anak rela bercerai dan menikah dengan Lekimenju. Pernikahan mereka mengundang kontroversi karena dianggap tidak legal di Inggris sehingga Lekimenju dideportasi kembali ke Kenya. Selama proses pembuatan visa, Mason mengunjungi suaminya di Kenya sebanyak lima kali selama kurang lebih 2 tahun.

 

Hingga akhirnya Lekimenju disetujui dan menetap di Inggris tepatnya di Isle of Wight. Setelah pernikahan terjadi mereka hidup “normal” seperti orang biasa dan Lekimenju bekerja di sebuah pertokoan sementara sang istri Cheryl Mason sering diundang di televisi, radio untuk menceritakah pengalaman hidupnya menikah dengan Daniel Lekimenju - orang dari suku pedalaman Afrika. Tiga tahun menjalani biduk rumah tangga, Mason seperti merasakan titik balik kehidupannya dan merasa ada yang salah dengan apa yang telah ia lakukan terlebih menurutnya bahwa Lekimenju tak mampu membaur dengan anak-anak tirinya dan terlalu egois. Sahabat anehdidunia.com konflik batin yang mulai menentang realita kehidupannya semakin bertambah seiring kehamilan yang ia alami dan tekanan media yang selalu ingin tahu kehidupan pribadinya. Meskipun buah hati mereka lahir dan diberi nama Misty, tak mampu menyembuhkan kerenggangan rumah tangga mereka. Hingga pada tahun 2000 mereka memutuskan untuk bercerai. Selang setahun, Cheryl Mason dan anak-anaknya pindah ke Newquay dan Lekimenju tetap tinggal di Isle of Wight. Hingga saat ini hubungan pertemanan mereka tetap berjalan baik.

Sarah Begum Menikah dengan Kepala Suku Huaorani Amazon

Sarah Begum Menikah dengan Kepala Suku Huaorani Amazon


Salah satu suku yang terkenal dan berdiam di hutan hujan Ekuador adalah suku Huaorani. Suku ini dikenal sebagai suku paling berbahaya di belantara hutan Amazon. Menggantungkan hidupnya dari berburu, memetik buah dan menyusuri sungai untuk minum suku ini terkenal gemar tak memakai busana dan sering membawa sumpit beracun dengan panjang hampir dua meter. Cerita tentang wanita cantik yang menikah dengan kepala suku Huaorani ini dialami oleh Sarah Begum adalah wanita berkebangsaan Inggris yang pergi ke hutan Amazon untuk menikmati liburan, membuat film dokumenter perihal suku Huaorani serta menguji ketahanan serta kemampuan dirinya tinggal di hutan belantara.

 

Sarah Begum memutuskan untuk tinggal selama dua minggu di dalam hutan tersebut dan menjalani kehidupan layaknya orang-orang suku Huaorani. Hingga pada akhirnya dia dekat dengan salah seorang “ksatria” dari suku tersebut bernama Ginkto yang usianya terpaut sangat jauh dengan dirinya. Sahabat anehdidunia.com kronologis pernikahan itu terjadi lantaran pada sutu malam Sarah diundang untuk menemui para sesepuh suku tersebut dan diminta untuk telanjang seperti penampilan mereka, Sarah yang awalnya keberatan pun pada akhirnya mengiyakan dengan maksud menghormati mereka sebagai tuan rumah. Hingga para sesepuh tersebut memahkotai Sarah sebagai bentuk percaya dengan Sarah dan terjadilah pernikahannya bersama Ginkto. Dikabarkan Sarah sering mondar-mandir London – Hutan Amazon. Namun belum ada informasi lagi terkait pernikahan mereka berdua masih berjalan atau sudah bercerai.


Sahabatanehdidunia.com begitulah sekelumit cerita dari beberapa suku-suku pedalaman yang ada di dunia yang mungkin banyak dari anda belum mengetahui sebelumnya. Cerita ini juga membuktikan bahwa suku-suku yang hidupnya di dalam hutan tersebut tak selalu terisolir dari dunia luar. Pernikahan antara wanita-wanita dengan orang suku pedalaman tersebut sah-sah saja asal tak ada niat buruk yang terselubung semisal hanya sebagai “alat” atau objek sesuatu yang menghasilkan keuntungan sendiri. Yang paling terpenting adalah mari hidup selaras berdampingan dengan mereka tanpa mengusik atau merusak hutan sebagai tempat tinggal mereka.

Sumber referensi:
http://www.jpnn.com/berita.detail-14042
http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-wyn-sargent-antropolog-asing-yang-nikahi-kepala-suku-di-papua.html
http://www.staustellvoice.co.uk/news/6/article/2029/
http://www.akulebay.com/kisah-nyata-traveller-inggris-nikah-dengan-kepala-suku-amazon/
http://travel.detik.com/read/2016/01/20/124708/3122710/1520/suku-paling-berbahaya-di-hutan-amazon


Related Article

Paling Aneh