Motivasi

Mengharukan Kisah Orang Yang Berhasil Melawan Kanker Ganas

03 Nov 2016

Kanker memang dianggap oleh sebagian besar orang sebagai penyakit yang mengerikan, karena penyakit ini memiliki resiko kematian yang besar. Selain itu, kanker juga merupakan penyakit yang sulit untuk disembuhkan, walaupun penderitanya sudah melakukan usaha pengobatan. Tetapi, apabila gejala-gejala dari kanker sudah dapat di deteksi sejak dini, peluang bagi penderita untuk sembuh akan semakin besar. Namun, mereka yang mengalami gejala dari penyakit kanker juga harus melakukan konsultasi dengan dokter spesialis yang tepat dalam menangani kanker, agar tidak sembarangan. Karena penyakit ini  bukan penyakit biasa yang butuh penangananan khusus.

Meskipun mematikan, penderita kanker selalu memiliki harapan untuk sembuh. Mereka yang mau berjuang untuk melawan kanker juga akan bisa melawan kematiannya, sehingga dapat mempertahankan hidupnya. Selain usaha dari dirinya sendiri, penderita kanker juga membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya agar mereka tetap semangat memperjuangkan penyakit mereka. Berikut ini adalah beberapa cerita mengenai perjuangan penderita kanker yang pernah ada.

Perjuangan Martini LimMelawan kanker Payudara

Perjuangan Martini Lim

Martini Lim (48) adalah seorang Direktur Keuangan PT. Eskimo. Beliau juga merupakan seseorang yang pernah berjuang melawan penyakit kanker payudara. Pada awalnya, Martini sering merasakan nyeri di payudara sebelah kirinya. Namun, ia tidak pernah menganggap hal tersebut serius. Kemudian, saat ia melakukan SADARI (periksa payudara sendiri), ia merasa heran ketika menemukan ada sebuah benjolan yang besarnya kira-kira sebesar biji salak di payudaranya saat ia sedang mandi. Saat itu kira-kira bulan Maret tahun 2002 lalu. Ia kemudian mencoba untuk menekan benjolannya, namun tidak terasa sakit dan benjolannya tidak berpindah tempat. Martini kemudian memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit (RS) Graha Medika, Jakarta dan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dokter pun akhirnya melakukan USG dan mamorgafi, kemudian mendiagnosisnya sebagai kanker payudara yang tergolong ganas. Martini segera dirujuk ke dokter bedah untuk segera dilakukan operasi. Martini sempat merasa putus asa karena ia pernah mendengar bahwa banyak penderita kanker yang akhirnya meninggal meski telah melakukan operasi. Namun, semua keluarganya memberinya dukungan agar ia tetap semangat dan mau melanjutkan pengobatan. Martini akhirnya memutuskan untuk melakukan mastektomi, atau pengangkatan seluruh bagian payudara yang terkena kanker di Singapura. Berkat semangat dan dukungan yang ia dapatkan di support group dari sesama survivor kanker, Martini memiliki semangat dan tidak takut lagi akan kematian yang sebelumnya ia bayangkan karena penyakit yang ia derita. Saat ini, ia sudah kembali normal dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Perjuangan Dr. Felicia Zahida, M Sc

Perjuangan Dr. Felicia Zahida, M Sc

Felicia Zahida (46) adalah seorang dosen di Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Beliau juga merupakan seseorang yang pernah divonis menderita kanker payudara pada bulan Juni tahun 2009 lalu. Ibu Felicia merasa tertekan saat pertama kali ia mengetahui bahwa ia mengidap kanker payudara, dan dokter menyarankannya untuk segera melakukan operasi pengangkatan payudara dalam waktu dekat, dan akhirnya beliau memutuskan untuk segera menjalani operasi di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Operasi berjalan lancar, dan beliau menjalani perawatan pasca operasi selama 8 hari sampai kemudian beliau diizinkan untuk pulang. Ibu Felicia masih harus menjalani beberapa serangkaian proses pengobatan seperti kemoterapi yang harus beliau jalani sebanyak 6 kali, lalu beliau juga harus menjalani radioterapi dan operasi histerektomi (pengangkatan rahim) yang bertujuan untuk memutus adanya asupan estrogen pada sel kanker yang masih tersisa, agar tidak dapat berkembang. Sampai saat ini, Ibu Felicia masih menjalani proses pengobatan dengan terapi hormon dan beliau dapat menjalani kehidupan sehari-harinya dengan baik semua juga berkat semangat dari dirinya sendiri dan semua orang-orang terdekat yang selalu memberinya dukungan untuk kembali sembuh dan pulih.

Perjuangan Ibu Indah Melawan Kanker Indung Telur

Perjuangan Ibu Indah

Ibu Indah (57) adalah seorang instruktur budi pekerti di Panti Sosial Karya Wanita, Yogyakarta. Beliau pernah menderita kanker indung telur pada tahun 1997, dan dinyatakan sembuh total pada tahun 2002 lalu, berkat perjuangan dan semangatnya melawan kanker yang di deritanya. Gejala awal kanker indung telur yang ia rasakan adalah seringnya merasakan rasa kembung di perut seperti masuk angin sejak tahun 1992. Namun beliau tidak pernah merasakan gejala-gejala yang menyakitkan, sampai suatu hari ia menyadari bahwa perutnya semakin membesar. Ibu Indah kemudian memutuskan untuk periksa ke dokter, dan divonis menderita kanker indung telur. Dokter pun juga menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim. Awalnya beliau tidak mau, dan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif dan tidak membuahkan hasil. Beliau akhirnya memutuskan untuk operasi pengangkatan rahim, dan menjalani proses pengobatan pasca operasi. Ibu Indah berhasil berjuang dan benar-benar dinyatakan sembuh dari hasil tes CA125 di laboratorium. Ibu Indah merupakan seseorang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, apalagi dengan sesama penderita kanker. Pada akhirnya, beliau dipercaya untuk menjadi Ketua Paguyuban Relawan Yayasan Kanker Indonesia cabang Yogyakarta.

Perjuangan Zainudin Melawan Kanker Laring

Perjuangan Zainudin

Zainudin (39) adalah salah seorang korban asap rokok. Dikatakan begitu, karena ia menjadi penderita kanker laring (kotak suara) karena ia adalah seorang perokok pasif. Zainudin memang pernah menghisap rokok, namun hanya saat ia menghormati teman-temannya saat ia berkumpul di suatu acara. Tetapi Zainudin bukanlah seseorang yang terpengaruh untuk menjadi pecandu rokok, dan sama sekali tidak pernah merokok saat ia dirumah. Pada awalnya, ia mengalami gejala suara menjadi serak, sering batuk-batuk, dan merasa sesak nafas karena ia merasakan ada benjolan di pita suaranya. Ternyata, ia di diagnosa menderita kanker laring (kotak suara) pada bulan Desember 1995, dan segera memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan pita suara pada bulan Februari 1996 lalu. IA SEMPAT DIKIRIM KE Jepang untuk melatih kemampuan berbicara melalui saluran makan. Kini, Zainudin menjadi relawan yang mengajarkan berbicara kepada orang-orang yang juga pernah menderita kanker laring karena telah kehilangan pita suara di Speech Training RSCM.

Perjuangan Emi Pada Kanker Kelenjar Getah Bening

Perjuangan Emi Pada Kanker Kelenjar Getah Bening

Pada tahun 2004 lalu saat ia berusia 32 tahun, Emi pernah di diagnosa kanker kelenjar getah bening. Awalnya, pada bulan April 2004, Emi menemukan adanya benjolan di payudara. Sebenarnya ia merasa biasa-biasa saja, namun ternyata benjolan tersebut tumbuh pesat. Selain itu, munculnya benjolan di tubuh Emi juga disertai adanya gejala lain, seperti demam, batuk, sariawan, dan tubuhnya menjadi merasa mudah lelah. Emi kemudian memeriksakan dirinya ke dokter. Tiga dokter yang ia datangi mendiagnosanya menderita penyakit kanker payudara, namun ia masih belum puas dan mendatangi dokter yang keempat, yang mendiagnosanya menderita penyakit kanker kelenjar getah bening, dimana kanker jenis ini agresif karena cepat menyebar. Dua tahun Emi melakukan perjuangan melawan penyakit tersebut dan ia akhirnya berhasil berkat pengobatan yang ia lakukan, dan tentunya karena semangat serta dukungan dari orang-orang terdekatnya. Meskipun telah dinyatakan bebas dari kanker, Emi tetap melakukan kontrol yang rutin pada dokternya dan memeriksa kondisinya agar penyakit tersebut tidak datang lagi kembali.

Itulah cerita dari pengalaman mantan penderita kanker yang telah berhasil berjuang melawan penyakit kanker yang mereka derita, dimana pada awalnya hanya ada sedikit harapan untuk mereka sembuh. Namun, karena adanya semangat dan dukungan, mereka kemudian bisa bangkit dan mencoba untuk tetap melanjutkan hidupnya kembali agar bisa terbebas dari penyakit yang mereka derita dan mereka anggap mematikan pada awalnya.

Sumber Referensi:
http://health.detik.com/read/2012/06/27/160048/1952327/775/kisah-orang-orang-yang-berhasil-melawan-kanker
http://health.detik.com/read/2013/07/12/065828/2300183/763/kisah-pasien-3-kanker-kronis-yang-sembuh-dengan-menjadi-vegetarian
http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=11353


Related Article

Paling Aneh