Virus Penyakit Paling Mematikan di Dunia - Berita Aneh dan Unik Di Dunia
PLARIUSMODIFIKASI101

Virus Penyakit Paling Mematikan di Dunia

Sunday, February 11, 2018
Di dunia ini, dari jaman dahulu hingga sekarang, penyakit merupakan salah satu fenomena alam yang masih menjadi siklus dari kehidupan manusia. Ada jenis-jenis penyakit yang sifatnya ringan dan bisa disembuhkan dalam hitungan hari saja, namun tidak sedikit juga beragam jenis penyakit yang sifatnya sangat kuat, sehingga membutuhkan waktu lama untuk bisa menyembuhkannya. Yang paling mengerikan, sampai pada saat ini juga ada banyak jenis penyakit berbahaya yang belum bisa disembuhkan, karena memang belum diketemukan obatnya. Penyakit–penyakit yang belum bisa disembuhkan itu sampai saat ini masih diteliti secara terus menerus oleh para ahli, dan tentunya penyakit-penyakit berbahaya itu masih menjadi musuh besar peradaban manusia sampai kapanpun. Penyakit-penyakit berbahaya yang belum ada obatnya itu semakin banyak jenisnya, dan bisa jadi virus-virus penyebab penyakit itu bisa terus berevolusi. Di bawah ini bisa anda simak jenis-jenis virus dari beragam penyakit berbahaya yang belum ada obatnya tersebut :

Virus HIV


Tentunya kita sudah tahu, bahwa virus yang satu ini punya reputasi yang sangat mengerikan dalam sejarah manusia. HIV ini merupakan jenis virus yang bisa menimbulkan serangan AIDS. Virus HIV ini spesialis menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh manusia, sehingga kondisi tubuh orang yang terinfeksi akan menjadi kian lemah serta tidak sanggup lagi melawan gejala infeksi. Jika tidak dilakukan pengobatan, maka seseorang yang sudah terkena HIV ini dapat bertahan hidup kurang lebih hanya selama 8 sampai 11 tahun saja. Kehadiran jenis virus ini di dalam tubuh pasti akan membuat kondisi tubuh menjadi kekurangan sitem kekebalan, atau bisa disebut dengan defisiensi imun. Penyaluran atau penularan jenis virus HIV ini dapat melalui saluran sistem reproduksi, tranfusi darah, melalui cairan dari vagina, dan juga dari ASI. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sejumlah sel yang memang perannya penting dan dibutuhkan tubuh manusia.

Pada awal tahun 2014, UNAIDS (United Nation Program on HIV-AIDS) telah memberi peringatan dan penilaian buruk pada negara Indonesia terkait penanganan pada kasus HIV-AIDS. Pasien menjadi meningkat sebanyak 45 % terhitung semenjak tahun 2005. Dampak kematian akibat virus HIV di negara Indonesia masih tergolong tinggi. Di dunia modern, virus HIV masih menjadi jenis virus pembunuh terbesar dan terganas di dunia. Diperkirakan ada sebanyak 35 juta penduduk bumi meninggal gara-gara virus HIV ini. Dan sebuah survei membuktikan bahwa jenis penyakit menular dengan predikat yang paling berdampak parah kepada manusia sampai saat ini yaitu tetap virus HIV.  Di mana obat sejenis antivirus yang sangat kuat telah berhasil memungkinkan untuk para pengidap HIV-AIDS dapat bertahan hidup lebih lama. Dan penyakit ini ternyata masih menjadi penyakit pembunuh utama pada negara-negara yang masih berkembang, Contohnya adalah nyaris 1 dari  jumlah 20 orang pada wilayah Sahara Afrika telah mengidap positif HIV, itu adalah data yang dilansir oleh WHO.

Virus Ebola


Virus ini telah menginfeksi manusia hingga mencapai 98 orang per tahunnya, dan hampir mencapai 90 % para pasiennya akan meninggal dikarenakan keganasan dari virus Ebola ini. Virus ini dengan waktu cepat sanggup melumpuhan zat tetherin, yaitu zat yang sejenis protein yang tugasnya adalah mencegah beragam virus lainnya berkembang di dalam sel-sel yang lainnya. Bahkan gejalanya pun bisa menyebar dengan sangat cepat, yang kemudian bisa menyebabkan kondisi pendarahan, disusul dengan demam yang sangat tinggi, dan akhirnya bisa berujung pada kematian. Di mana masa inkubasi dari virus Ebola adalah di antara 2 hingga 21 hari setelah terinfeksi.

Gejala lainnya biasanya akan dimulai dengan kondisi influenza, di mana tiba-tiba manusia yang terinfeksi itu akan semakin merasa lemah dan lemas, kemudian dia akan mengalami demam yang tinggi,  nafsu makan juga semakin berkurang, setelah itu disusul dengan nyeri hebat pada otot, kemudian juga kadang adan sakit pada bagian kepala, serta perih pada bagian tenggorokan. Demam si penderita biasanya akan mencapai suhu 38 °C. Sang penderita juga akan mengalami mual dan muntah-muntah tiada henti, kemudian akan mengalami diare juga. Pada banyak kasus, juga ada ditemukan pasien yang juga mengalami sesak nafas, bagian dada menjadi sakit, juga adanya pembekakan serta kesadaran yang semakin berkurang.

Di sejumlah kasus, juga ada kondisi pendarahan di bagian dalam dan luar tubuh, dan itu bisa terjadi selama 5 sampai 7 hari lamanya. Para penderita yang sudah terinfeksi tentunya akan mengalami semacam pembekuan pada darahnya. Pendarahan juga akan sering terjadi dari bagian selaput mulut, bagian hidung, dan juga bagian tenggorokannya. Kondisi itu akan menyebabkan sang pasien muntah darah, juga kadang batuk darah serta berak darah. Pendarahan di bagian kulit akan menyebabkan sakit petechiae, sakit purpura, dan juga sakit ecchymoses. Setelah itu, mata pasien akan berwarna merah, dikarenakan kondisi pendarahan pada pembuluh darahnya.

Virus diteliti bisa ditularkan dengan melalui kontak atau tranfusi darah serta transfusi cairan dari tubuh seekor hewan terinfeksi. Hewan yang bisa terinfeksi adalah monyet dan juga kelelawar. Jenis kelelawar buah terbukti bisa membawa serta menyebarkan jenis virus ini dengan tanpa terjangkit oleh sang virus itu sendiri. Pada saat mulai adanya infeksi di dalam tubuh manusia, virus ini bisa menyebar kepada orang lain dengan cepat.

Virus Rabies



  • Virus ini telah membunuh manusia hingga mencapai 55.000 nyawa setiap tahunnya.
  • Virus ini menyerang sel-sel syaraf yang ada di sekitar otak.
  • Gejalanya adalah seperti produksi liur yang berlebihan, kemuidan biasanya disusul dengan mulut mengeluarkan semacam busa.
  • Gejalanya yang paling khasnya yaitu encephalitis, yang mencakup rasa marah berlebihan, rasa gelisah yang over, kemudian juga pasien menjadi lebih agresif serta sangat mudah menyerang orang lain.

Rabies merupakan sebuah penyakit yang memiliki tingkat infeksi yang akut, itu terjadi pada bagian susunan syaraf pusat manusia. Kemudian penyakit yang satu ini sifatnya adalah zoonotik, atau bisa ditularkan dari tubuh hewan ke tubuh manusia. Virus rabies ini bisa ditularkan menuju manusia dengan melalu gigitan dari hewan, misalnya adalah gigitan anjing, gigitan kucing, gigitan kera, gigitan rakun, dan juga gigitan kelelawar.

Penyakit rabies juga sering disebut dengan penyakit anjing gila. Jenis-jenis hewan yang didapati bisa menularkan rabies di antara lain adalah rakun,  sigung, rubah merah, kemudian juga anjing. Benua Afrika, benua Asia, dan wilayah Amerika Latin tercatat punya tingkat resiko penularan virus rabies yang cukup tinggi. Penularanya adalah adanya infeksi dari inang virus yang dapat berupa gigitan. Infeksi itu juga bisa terjadi dengan melalui jilatan pada kulit terluka dari si hewan yang sudah terinfeksi.  Setelah si manusia terinfeksi virus, maka sang virus akan memasuki sistem saraf yang menuju bagian sumsum tulang bagian belakang. Kemudian virus itu akan berpindah menuju jaringan non saraf, seperti menuju kelenjar air liur sang manusia. Meskipun sangat amat jarang untuk terjadi, penyakit rabies ini dapat menginfeksi ke manusia dengan melalui hirupan udara yang sudah terlanjur tercemar oleh si virus rabies.

Referensi :
https://www.suara.com/health/2017/01/30/071000/hati-hati-ini-10-virus-paling-berbahaya-di-dunia
http://www.pasiensehat.com/2015/01/11-virus-paling-mematikan-di-dunia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_virus_Ebola
https://id.wikipedia.org/wiki/HIV
https://id.wikipedia.org/wiki/Rabies


close