PLARIUSMODIFIKASI101

Artefak Yang Ditemukan Tidak Sengaja Oleh Bukan Ilmuwan

Tuesday, March 20, 2018
Artefak biasanya ditemukan oleh orang – orang profesional yang memang bekerja dan mendedikasikan waktunya untuk menemukan artifak ataupun hal – hal kuno lainnya untuk menguak fakta di masa lalu dan pengetahuan bagi masa sekarang. Dari sebuah artifak, para Arkeolog mampu mencari tahu dari era manakah artifak ini berasal, membaca kecenderungan masyarakat di masa itu, dan informasi penting lainnya. Namun, ternyata artifak pun juga pernah ditemukan (secara tidak sengaja) oleh orang – orang biasa saat sedang melakukan kegiatan mereka, seperti sedang berjalan – jalan, menggali parit, membangun gedung, ataupun dalam kegiatan traveling. Dimana temuan – temuan mereka ini tidak kalah luar biasanya dari artifak temuan para profesional. Berikut adalah Artefak Yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja Oleh Orang Biasa versi anehdidunia.com

Koin Trajan - Augustus


Pada tahun 2016, seorang pejalan kaki kawakan bernama Laurie Rimon sedang berjalan – jalan di Galilea Timur. Ketika dia sedang melewati sebuah situs arkeologi, Laurie melihat suatu kilauan kuning yang menarik perhatiannya. Ternyata, ada sebuah koin tua di rerumputan, dan ia pun menyerahkannya kepada pihak yang berwenang. Rimon terkejut, setelah ia mengetahui bahwa koin yang ia temukan adalah koin kuno berusia 2.000 tahun, dan hal paling luar biasa dari penemuan ini adalah, koin itu adalah satu – satunya koin yang pernah ditemukan, tidak ada lagi koin sejenis yang ditemukan. Koin yang sangat langka ini rupanya dibuat di Roma pada tahun 107 Masehi. Dimana pada kedua sisi koin ini terdapat timbulan dua wajah kaisar Romawi. Cetakan luar biasa ini adalah perintah dari kaisar Trajan untuk menghormati para pendahulunya.

Tengkorak Kuno Somerset


Pada tahun 2017, Roger Evans sedang mengajak anjingnya berjalan – jalan di sepanjang sungai Sowy di Somerset, dimana ia melihat sekelompok polisi yang menemukan tengkorak manusia di dalam air.
Para polisi tersebut meyakini bahwa tengkorak ini adalah tengkorak seorang wanita berusia 45 tahun, yang dipenggal oleh seseorang. Meski para polisi merasa yakin, mereka tetap tidak bisa berbuat apa-apa, karena berdasarkan hasil pemeriksaan tengkorak tersebut, wanita ini telah meninggal di zaman yang berbeda, yakni di “Zaman Besi”.

Tidak ada yang pasti, namun para ahli telah memiliki gambaran kasar tentang apa yang terjadi pada wanita ini. Wanita ini hidup disekitar tahun 380 – 190 Sebelum Masehi, dan kepalanya terbelenggu. Bekas tanda ditengkoraknya menunjukan bahwa pembelengguan tersebut adalah tindakan yang disengaja, tapi belum dapat dipastikan apakah wanita ini dibelenggu saat ia masih hidup atau saat sudah meninggal. Tubuh wanita ini dan tubuh – tubuh lainnya tidak ditemukan. Namun, tengkorak yang dipenggal lainnya telah ditemukan ditempat yang berbeda, namun tetap ditemukan di dalam air. Ada kemungkinan bahwa kepala yang diletakan disungai ini adalah bentuk dari pemujaan di zaman itu, dimana temuan ini pun memperkuat keyakinan bahwa “Pemujaan Kepala” bangsa Celtic dilakukan selama zaman besi.

Goa Penyimpanan


Setelah kematian Alexander yang Agung, para ahli warisnya saling bertengkar untuk memperebutkan kekuasaan dalam perang Diadochi. Pada waktu itu, sekitar 2.300 tahun yang lalu, seseorang telah menyembunyikan beberapa barang berharga disebuah goa di utara. Barang – barang yang disembunyikan tetap aman sampai tahun 2015, saat goa penyimpanan ini ditemukan. Reuven Zakai beserta anak laki – lakinya yang bernama Hen (21 tahun) dan teman menjelajahnya sedang melakukan latihan untuk mempersiapkan ekspedisi berikutnya. Lalu, Hen secara tidak sengaja menemukan persembunyian barang berharga ini saat ia terjepit disebuah cela yang sempit.

Awalnya, mereka hanya menemukan dua koin, cincin, gelang, dan anting yang sebagian besar terbuat dari perak. Lalu mereka melaporkan penemuan mereka dan kembali ke tempat tersebut bersama beberapa anggota dari Otoritas Barang Antik Israel, dan pencarian terhadap sisa barang – barang temuan ini pun dilanjutkan. Setelah mereka memasuki goa tersebut, ternyata medannya sangat sulit untuk dilalui, dimana mereka menemukan lebih banyak artefak dan juga keramik yang berasal dari 3.000 sampai 6.000 tahun yang lalu.

Reptil Era Gzhelian


Mendapat inspirasi dari film Jurassic Park pada tahun 1995, dua orang bocah laki-laki berniat untuk mencari fosil dinosaurus di pinggiran pantai. Dan saat sibuk melakukan pencarian, salah satu anak bernama Michael Arsenault terjatuh ke batuan pasir, yang saat ia mencoba untuk bangun, ia melihat sebuah kerangka kecil dibalik pasir. Mereka pun menceritakan temuan mereka kepada orang tua mereka, butuh waktu lama bagi para orang tua ini untuk merasa yakin dan akhirnya mereka memutuskan untuk melihat temuan fosil yang telah ditemukan oleh anak mereka. Setelah mereka sampai di lokasi, mereka memutuskan bahwa kerangka besar yang terlihat berkelok ini kemungkinan adalah kerangka dinosaurus, dan mereka mencoba untuk mengeluarkannya dari dalam pasir secara perlahan agar fosil tersebut tetap utuh didalam batu. 

Meskipun tidak pernah ada fosil dinosaurus yang ditemukan di pantai Cape Egmont (nama pantai tersebut), namun Arsenault meyakini bahwa fosil itu memang ia temukan di pantai tersebut. Saat kurator museum melihat fosil tersebut, ia mengatakan pada Arsenault bahwa itu bukanlah fosil dinosaurus, tetapi itu adalah satu – satunya fosil reptil pada era Gzhelian (sekitar lima juta tahun yang lalu) yang pernah ditemukan. Dengan usia fosil yang mencapai 250 – 300 juta tahun lalu, reptil ini lebih tua dari pada dinosaurus, dan menjadikan penemuan fosil ini menjadi penemuan paling luar biasa dan penting dalam penelitian sejarah evolusi.

Petroglif Pertama di Montserrat


Pada tahun 2016, sekelompok pejalan kaki memutuskan untuk melakukan perjalanan kedalam hutan lebat di pulau Montserrat, Karibia. Namun ternyata, perjalanan kelompok ini tidak menjadi sekedar penjelajahan alam yang belum terjemah (masih asli), karena mereka menemukan bukti kalau pulau ini sudah pernah di jelajah (atau bahkan dihuni) oleh sekelompok manusia, mereka menemukan beberapa Petroglif, dimana ini adalah Petroglif pertama di pulau ini.

Ukiran di batu purba memang banyak ditemukan di kepulauan Karibia, namun belum pernah ditemukan di pulau Montserrat ini. Pulau ini juga termasuk dalam wilayah Laut Inggris. Ukiran pada batu purba yang ditemukan ini menyerupai bentuk geometris dan suatu makhluk. Para periset tidak merasa yakin apakah simbol itu memiliki sebuah arti, tetapi mereka setuju kalau ukiran ini adalah simbol suci milik penduduk asli pulau Montserrat yang diukir pada 1.000 – 1.500 tahun yang lalu.

referensi
theguardian.com/world/2016/jun/03/montserrat-petroglyphs-ancient-stone-carvings-hikers
cbc.ca/m/touch/technology/story/1.2913126
livescience.com/50084-cavers-find-ancient-coins-jewelry.html
telegraph.co.uk/science/2018/01/22/iron-age-skull-found-somerset-could-linked-ancient-head-cult/
telegraph.co.uk/news/newstopics/howaboutthat/12193887/Hiker-stumbles-upon-extremely-rare-2000-year-old-ancient-gold-coin.html