PLARIUSMODIFIKASI101

Metode Transaksi Unik Dan Canggih Yang Ada Di Dunia

Wednesday, September 05, 2018
Dalam melakukan transaksi jual beli, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia masih menggunakan metode konvensional, yaitu dengan membawa uang tunai untuk bisa membeli barang yang kita inginkan. Selain metode konvensional, negara kita dan negara-negara lain juga sudah memberlakukan metode non tunai, yaitu dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debet, sehingga transaksi jadi lebih praktis. Rupanya, metode transaksi tak hanya dengan memakai metode konvensional berupa uang tunai atau kartu kredit saja, karena ada metode yang lebih canggih, dan metode pembayaran yang terbilang unik ini sudah diterapkan di berbagai negara. Berikut ini adalah metode transaksi terunik dan canggih yang ada di dunia.

Bayar dengan senyum (Smile to Pay)


Metode ini terbilang unik dan menarik. Jika biasanya untuk transaksi membutuhkan kartu kredit atau kartu debet, maka untuk transaksi yang dilakukan untuk membeli makanan di gerai KFC di Tiongkok adalah dengan senyuman, yang dinamakan dengan Smile to Pay. Sahabat anehdidunia.com cukup senyum saja, maka kalian sudah bisa membayar menu makanan yang dipesan. PRaktis, dan tak ribet. Smile to Pay ini dikembangkan oleh Yum China Holdings Inc. bekerja saja dengan Ant Financial. 

Lalu, bagaimana cara metode pembayaran ini? Sistem pembayaran ini ternyata menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition system. Pertama, sebelum memilih menu makanan yang diinginkan, sistem perlu memindai wajah konsumen terlebih dulu. Setelah itu, nomor ponsel konsumen juga perlu dimasukkan dengan tujuan terhindar dari penipuan serta pemalsuan identitas. Alat pemindai di gerai tersebut memakai kamera 3D dan deteksi algoritma, sehingga Smile to Pay ini hanya bisa digunakan oleh identitas yang bersangkutan, tak bisa digunakan orang lain.

Kabarnya, teknologi alat pemindai di gerai tersebut cukup canggih dan akurat, sehingga meskipun orangnya sama, namun jika dia memakai make up yang berbeda atau bahkan memakai wig alias rambut palsu, maka alat tersebut akan mengenalinya sebagai orang lain, dan tak bisa melanjutkan transaksinya. Sepertinya, metode pembayaran yang satu ini cocok bagi orang yang memang gemar selfie. Selain bisa bergaya di depan kamera, bisa juga sekalian membayar makanan yang sudah dimakan di gerai tersebut. Praktis!

Bayar pakai chip (SJ Microchip Implants)


Mungkin kalian pernah melihat adegan dalam film, ada benda kecil seperti sekring atau chip yang ditanamkan di dalam tubuh, biasanya di pergelangan tangan, dengan tujuan untuk melacak orang tersebut sehingga bisa terus diawasi. Metode pembayaran menggunakan chip yang satu ini memakai konsep yang sama dengan penggunaan chip pelacak dalam film tersebut. Metode pembayaran bernama SJ Microchip Implants dengan menggunakan chip yang ditanam di dekat pergelangan ini akan memudahkan transaksi.

Meski belum dipakai di semua negara, salah satu negara yang sudah mulai menggunakan metode pembayaran ini adalah Swedia, tepatnya dipakai untuk pembayaran SJ Rail. Metode pembayaran ini ternyata sudah diperkenalkan sejak tahun 2015 lalu. Untuk membayar tiket keretanya, petugas cukup memindai tangan penumpang kereta, karena chip itu sudah menyimpan informasi akun tiket pribadi.
Kemungkinan besar metode pembayaran ini akan jadi metode pembayaran yang kurang populer, mengingat proses implan chip-nya sendiri terbilang merepotkan dan berisiko. Ditambah lagi masih banyak orang yang takut dengan jarum suntik. 

Selain itu, risiko lainnya yang dihadapi adalah teknologi ini bisa saja disalahgunakan dan malah merugikan banyak orang. Ditambah lagi terdapat masalah kesehatan saat melakukan implan, seperti infeksi atau reaksi negatif pada sistem kekebalan tubuh. Chip-nya sendiri berukuran sangat kecil, yaitu hanya ukuran satu butir beras. Chip itu ditanam dengan menggunakan jarum suntik ke bagian belakang telapak tangan. Beberapa perusahaan di Swedia sudah menerapkan teknologi ini pada karyawannya, dengan tujuan mempercepat akses masuk gedung, dan untuk membayar makanan di kantin.

Bayar pakai tatapan mata (Retinal Scan Payment)


Metode yang satu ini tak kalah unik dengan metode Smile to Pay. Jika Smile to Pay menggunakan senyuman untuk bisa melakukan transaksi, maka kali ini yang digunakan adalah tatapan mata, dengan nama Retinal Scan Payment. Sesuai namanya, hanya dengan tatapan mata saja, kalian sudah bisa melakukan transaksi. Negara yang sudah menerapkan metode pembayaran ini adalah Jepang.
Retinal Scan Payment ini terdapat dalam smartphone buatan Jepang, yang teknologinya disebut pengenalan selaput pelangi mata (iris recognition). 

Tentu saja, para pengguna smartphone di Jepang itu harus mengunduh aplikasinya terlebih dulu. Saat ingin melakukan transaksi, cukup menyorotkan pandangan mata di layar kamera smartphone saja, karena smartphone ini juga telah dilengkapi dengan fitur biometric eye print. Kemungkinan metode ini akan jadi populer nantinya, tentunya jika aplikasinya tak hanya eksklusif untuk smartphone Jepang saja. Jika aplikasinya hanya diperuntukkan ke smartphone Jepang saja, maka bisa dipastikan negara-negara lain, termasuk Indonesia, tak akan bisa menerapkan metode pembayaran ini.

Bayar dengan gelang atau cincin


Buat yang tidak ingin ribet, namun masih bisa tetap bergaya, maka metode pembayaran ini bisa jadi pilihan. Metode pembayaran yang berfungsi mirip seperti kartu kredit ini menggunakan teknologi NFC (Near Field Communication), yang kini sudah mulai diterapkan di berbagai smartphone. Saat ingin membayar barang yang ingin dibeli, cukup dekatkan gelang yang dipakai ke mesin scan NFC-nya, dan otomatis barang yang mau dibeli sudah terbayar, asalkan saldonya mencukupi. Dengan begitu, setiap orang tak perlu lagi repot-repot membawa kartu atau dompet, cukup dengan menunjukkan gelangnya saja. Selain praktis, gelangnya bentuknya kece, dan cocok untuk ergaya bagi anak-anak muda.

Aturan serupa juga berlaku pada cincin. Cincin pintar ini nantinya akan terhubung ke kartu kredit konsumen, jadi sebenarnya fungsi dari cincin ini sama dengan kartu kredit. Untuk sementara metode pembayaran menggunakan cincin ini hanya dilakukan pengguna kartu Visa di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, metode pembayaran semacam ini sudah ada, seperti misalnya memakai kartu untuk pembayaran tiket kereta, Bus Rapid Transit, sampai membayar tol. Mungkin saja nantinya Indonesia juga akan menerapkan pembayaran dengan gelang atau cincin ini untuk lebih memudahkan orang yang malas membawa-bawa kartu. Dengan memakai gelang atau cincin, risiko ketinggalan jadi lebih berkurang.

Bayar dengan sidik jari


Sidik jari biasanya dipakai oleh kepolisian sebagai identitas dari pelaku-pelaku criminal. Sidik jari juga perusahaan atau kantor untuk daftar kehadiran karyawan atau absensi. Selain dipakai untuk absensi, ternyata sidik jari juga punya fungsi lain yaitu untuk melakukan transaksi jual beli atau pembayaran. Negara yang telah menerapkan metode pembayaran menggunakan sidik jari ini adalah Jepang. Sahabat anehdidunia.com caranya mirip dengan pembayaran dengan menggunakan gelang atau cincin di atas, cukup memakai sidik jari saja untuk melakukan berbagai transaksi. Nantinya, metode ini juga akan digunakan Jepang untuk mengambil uang di mesin ATM.

Sebagai percobaan sistem tersebut, pada tahun 2016 lalu pemerintah Jepang meletakkan 300 alat pemindai sidik jari yang tersebar di berbagai pusat wisata, seperti toko souvenir, restoran, hotel, dan lain-lain. Meski sudah memakai sensor sidik jari, konsumen juga masih harus membutuhkan paspor ketika ingin memesan kamar di hotel. Itu artinya, sistem pembayaran sidik jari ini masih belum bisa diterapkan di semua layanan.

Dari semua metode pembayaran di atas, mana yang menurut kalian paling canggih dan bisa diterapkan di Indonesia? Metode pembayaran manapun, sebaiknya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para konsumen, agar tak terjadi penyalahgunaan di masa depan.

referensi 
https://www.brilio.net/creator/9-pembayaran-unik-dan-canggih-di-dunia-120768.html
https://www.msn.com/id-id/ekonomi/other/3000-orang-swedia-ditanami-microchip-ini-risikonya/ar-AAxkO2s


close