PLARIUSMODIFIKASI101

Efek Samping Aneh yang Disebabkan Gigitan Laba-Laba

Monday, March 25, 2019
Siapa sih yang tidak kenal dengan Spider-Man? Tokoh komik asal Amerika ini begitu terkenal karena sudah begitu sering diangkat di berbagai media hiburan. Mulai dari komik, kartun, game, hingga film live action. Di komiknya sendiri, Peter Parker selaku identitas asli Spider-Man diceritakan berhasil memperoleh kekuatan laba-laba setelah dirinya digigit oleh laba-laba yang mengalami mutasi.

Lain komik, lain pula realita. Jika seseorang benar-benar tergigit oleh laba-laba di dunia nyata, maka bukannya mendapatkan kekuatan super, orang tersebut justru malah akan mendapatkan aneka efek samping yang tidak diinginkan. Mulai dari yang hanya sebatas bekas luka, hingga yang menimbulkan bahaya amputasi. Berikut ini adalah 6 contoh efek samping aneh yang ditimbulkan oleh gigitan laba-laba:

Efek Samping Aneh yang Disebabkan Gigitan Laba-Laba

1. Merangsang Gairah Seksual
Laba-laba pengelana Brazil adalah jenis laba-laba yang bisa membuat bulu kuduk anda berdiri. Panjang badannya memang hanya sekitar 5 cm, namun rentang kakinya bisa mencapai 15 cm. Namun bukan cuma gara-gara ukurannya, laba-laba ini lantas begitu ditakuti. Laba-laba ini merupakan salah satu jenis laba-laba yang paling beracun di dunia.

Akibat racunnya itu pula, laba-laba ini dalam klasifikasi ilmiah digolongkan dalam genus Phoneutria. Nama yang dalam bahasa Yunani berarti “wanita pembunuh”. Kenyataannya, racun laba-laba ini memang bisa menimbulkan dampak fatal bagi manusia. Namun untungnya, penawar racun laba-laba ini sudah ditemukan. Jadi mereka yang tergigit tetap bisa lolos dari maut.

Biarpun mematikan, namun racun laba-laba pengelana Brazil ternyata memiliki khasiat lain. Pada tahun 2007, ilmuwan menemukan kalau salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh gigitan laba-laba pengelana Brazil pada pria adalah terus menegangnya alat kemaluan dalam kurun waktu yang lama.

Efek samping itu sendiri terjadi karena racun laba-laba yang bersangkutan meningkatkan kadar oksida nitrit, yang pada gilirannya meningkatkan laju aliran darah. Ilmuwan yang meneliti racun ini lantas menamai senyawanya dengan sebutan PnTx2-6. Sahabat anehdidunia.com jika penelitian ini berjalan sesuai harapan, mereka berharap kalau racun ini bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan orang-orang dengan gangguan seksual.

2. Membusuknya Anggota Badan
Nekrosis adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh seseorang mengalami pembusukan sehingga bagian yang membusuk harus diamputasi. Gigitan laba-laba diketahui bisa menyebabkan nekrosis pada anggota badan yang tergigit. Laba-laba dengan kemampuan menakutkan tersebut adalah laba-laba petapa dari famili Sicariidae.

Contoh kasus nekrosis akibat gigitan laba-laba petapa cokelat pernah terjadi pada tahun 2013 di Italia. Saat itu, seorang wanita mendadak merasakan sakit pada telinganya saat ia baru bangun tidur. Dokter yang memeriksanya awalnya mengira kalau wanita tersebut hanya sedang menderita alergi dan memberinya antihistamin. 

Namun bukannya membaik, kondisi wanita tersebut justru semakin memburuk. Sekarang rasa sakitnya menjalar ke bagian wajah. Daun telinganya juga terlihat berubah warna menjadi hitam. Pertanda kalau sel-sel di telinganya mengalami kematian. Barulah diketahui kalau wanita tersebut mengalami kondisi demikian akibat digigit oleh laba-laba pertapa. Supaya kondisinya tidak memburuk, dokter terpaksa mengangkat sel-sel mati di tulang rawan telinganya dan menggantinya dengan tulang rawan dari rusuk. 

Kendati gigitan laba-laba petapa memang bisa menimbulkan nekrosis, kasus tersebut sebenarnya tergolong amat langka. Menurut Scott Weinstein – pakar racun dari rumah sakit di Adelaide, Australia – kasus di mana gigitan laba-laba petapa menimbulkan nekrosis pada korbannya adalah 5.000 : 1. 

3. Bisul yang Bertambah Banyak
Selain menimbulkan rasa sakit biasa, gigitan laba-laba juga bisa menimbulkan bisul aneh pada kulit korbannya. Di Perancis, seorang pria berusia 66 tahun menunjukkan gejala ruam yang aneh usai digigit oleh laba-laba. Awalnya bisul seukuran kepala paku muncul di lengan atasnya sebelum kemudian menyebar ke bagian lain tubuhnya.

Dokter yang memeriksa pria ini kemudian menyimpulkan kalau pria yang bersangkutan menderita suatu kondisi yang dikenal dengan istilah acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP). Normalnya kasus AGEP hanya dijumpai pada orang-orang yang sedang mengkonsumsi antibiotik. Dokter kemudian memberikan obat kortikosteroid pada korban dan sesudah lima hari, kondisinya sudah jauh membaik.

4. Gangguan Darah dan Ginjal
Masih berkaitan dengan kasus pria yang tadi. Saat darahnya diperiksa, ternyata pria yang bersangkutan memiliki gejala penyakit darah yang bernama periarteritis nodosa (PAN). PAN sendiri adalah suatu gangguan di mana pembuluh arteri kecil mengalami penyumbatan dan kemudian rusak. 

Dokter memperkirakan kalau kasus PAN yang menimpa pria ini disebabkan oleh gigitan laba-laba petapa cokelat. Saat racunnya masuk ke dalam pembuluh darah, sel-sel darah merah yang terpapar oleh racun kemudian meledak sehingga muatannya tersebar ke dalam cairan plasma darah. Karena sel-sel darah merahnya berkurang, orang yang bersangkutan pun bakal menderita anemia hingga beberapa hari berikutnya.

Hancurnya sel-sel darah merah akibat racun laba-laba lantas menimbulkan efek samping pada organ tubuh yang lain. Sahabat anehdidunia.com ginjal yang memproses sisa-sisa metabolisme tubuh adalah contohnya. Karena zat-zat yang awalnya dikandung oleh sel darah merah menyebar dalam aliran darah, zat-zat tersebut akan menumpuk dan keluar dari ginjal dalam wujud air seni yang berwarna gelap. Efek samping lain yang bisa timbul dari kasus ini adalah gangguan pada ginjal dan berubahnya warna kulit penderita menjadi kekuningan.

5. Keringat Berlebihan
Beberapa orang yang menjadi korban gigitan laba-laba janda hitam Australia dilaporkan mengucurkan keringat yang begitu banyak, sampai-sampai keringatnya terlihat membentuk genangan air di lantai. Menurut Rick Vetter – pakar laba-laba dari California, AS – mengeluarkan keringat yang berlebih merupakan pertanda kalau racun laba-laba mempengaruhi kerja syaraf orang yang tergigit.

Saat racun laba-laba masuk ke dalam jaringan syaraf, racunnya menghalangi aliran sinyal menuju otot. Sebagai akibatnya, otot korban terus menerus menegang sehingga korban merasa lebih cepat lelah. Korban gigitan laba-laba janda hitam juga bakal menunjukkan gejala-gejala lain terkait sistem syaraf seperti rasa gelisah yang berlebihan, kejang-kejang pada wajah, dan meningkatnya tekanan darah.

6. Tidak Bisa Kencing
Di Kanada, seorang pria berusia 50 tahun tanpa sengaja digigit oleh laba-laba janda hitam. Awalnya ia merasa cuek usai digigit karena ia mengira laba-laba yang menggigitnya hanyalah laba-laba hitam biasa. Normalnya, laba-laba janda hitam memang hanya bisa ditemukan di kawasan beriklim tropis. Namun meningkatnya suhu akibat pemanasan global diduga membuat persebaran laba-laba ini kian luas di Benua Amerika.

Keesokan paginya, barulah pria tersebut merasakan keanehan pada dirinya. Luka bekas gigitan di kakinya terasa kian sakit dan perutnya terasa kram. Keesokan harinya, rasa sakit di perutnya kian menghebat. Ia bahkan tidak bisa lagi buang air kecil kendati kandung kemihnya berada dalam kondisi amat penuh.

Pria itu pun lantas dibawa ke unit gawat darurat. Saat diperiksa, pria tersebut dilaporkan memiliki tekanan darah yang amat tinggi. Kelopak mata dan ginjalnya juga terlihat membengkak. Dokter lantas menduga kalau pria ini baru saja digigit oleh laba-laba janda hitam. 

Pria tersebut terpaksa menjalani rawat inap selama dua hari. Selama dirawat, dokter menggunakan bantuan kateter supaya air seninya bisa dikeluarkan. Ketika pria tersebut selesai menjalani rawat inap, kondisinya sudah jauh membaik dan ia sudah bisa kembali buang air seni secara normal.

Sumber :
https://www.livescience.com/45329-spider-bites-weird-effects.html
https://www.livescience.com/64386-black-widow-bite-urinary-retention.html



close