PLARIUSMODIFIKASI101

Bencana Serangan Komputer Paling Fenomenal yang Pernah Terjadi

Thursday, September 12, 2019
Di era yang canggih seperti sekarang, teknologi komputer menjadi bagian yang nyaris tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Pasalnya komputer menawarkan begitu banyak kemudahan di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin ketat. 

Namun di balik kemudahan yang ditawarkannya, komputer juga rentan mengalami gangguan yang pada gilirannya turut berimbas pada penggunanya. Berikut ini adalah 5 contoh kasus bencana terkait komputer yang pernah terjadi di dunia. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari akibat serangan virus hingga akibat kesalahan dalam komputer itu sendiri.

Stuxnet

Stuxnet

AS dan Iran dikenal memiliki hubungan yang kurang bersahabat. Buruknya hubungan antara kedua negara lantas turut menjalar juga ke dunia maya. Pada tahun 2010, beredar sebuah malware atau program perusak yang bernama Stuxnet. Program ini diperkirakan merupakan hasil pengembangan militer AS dan Israel sejak tahun 2005 untuk keperluan perang cyber.

Jika program perusak macam virus normalnya hanya berdampak negatif pada piranti lunak komputer korbannya, maka Stuxnet juga bisa memberikan kerusakan pada piranti keras. Stuxnet lantas dianggap sebagai malware pertama yang diciptakan untuk memberikan kerusakan pada perangkat fisik di dunia nyata.

Sasaran utama Stuxnet adalah reaktor nuklir Iran beserta fasilitas-fasilitas pendukungnya. Program ini diperkirakan pertama kali menyusup ke kompleks pembangkit nuklir di Natanz dengan memakai perangkat colokan USB. Sahabat anehdidunia.com Stuxnet yang sudah berhasil disusupkan kemudian menjangkiti jaringan komputer yang ada di sana dan menimbulkan kerusakan hebat.

Stuxnet bekerja dengan cara memaksa mesin pemutar yang ada di reaktor berputar lebih cepat dibandingkan kecepatan normal Sesudah itu, Stuxnet akan mengubah kecepatan putar mesin tadi menjadi lambat. Karena mesin harus mengubah-ubah kecepatan putarannya secara mendadak, mesin yang bersangkutan pun kemudian mengalami kerusakan.

Antara bulan November 2009 hingga Januari 2010, Stuxnet diperkirakan sudah menyebabkan setidaknya 1.000 komponen putar yang ada di reaktor-reaktor Iran mengalami kerusakan. Akibatnya, aktivitas pengayaan nuklir yang sedang dilakukan oleh Iran jadi ikut terganggu dan mengalami penurunan efisiensi hingga 30 persen.

Spectre

Spectre Serangan

Spectre adalah sebutan untuk celah keamanan yang terdapat pada komputer-komputer di seluruh dunia. Celah ini pertama kali ditemukan pada tahun 2018, namun belum diketahui secara pasti berapa banyak pengguna komputer di dunia yang pernah mengalami kerugian akibat menjadi korban Spectre.

Spectre bekerja dengan cara mengelabui program tertentu untuk mengakses sesuatu yang nampak seperti memori komputer biasa. Namun begitu “memori” tersebut aktif, pengguna Spectre bisa memanfaatkannya untuk menyusup ke dalam komputer korban dan mengambil data yang tersimpan di dalamnya. Di tangan orang yang berbahaya, celah ini bisa digunakan untuk mencuri informasi penting dan rahasia.

Hanya sedikit komputer yang kebal terhadap serangan Spectre. Bahkan komputer generasi terbaru pun dikabarkan tetap rentan menjadi korban Spectre. Sejauh ini, satu-satunya cara yang bisa digunakan untuk melindungi suatu komputer agar tidak terjangkit oleh Spectre adalah dengan memasang patch keamanan khusus.

Namun patch ini juga membawa dampak negatif jika digunakan. Patch ini akan membuat performa komputer nampak lebih lambat akibat mengalami penurunan hingga 30 persen. Patch ini dikabarkan juga bakal membuat komputer melakukan restart secara tiba-tiba.

Iloveyou

Virus Iloveyou

Bagi mereka yang tinggal sendirian dan terobsesi untuk mendapatkan pasangan, kalimat “I love you” (aku cinta kamu) nampak begitu membius. Hal tersebut lantas dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan salah satu virus dengan dampak kerusakan terdahsyat yang pernah dikenal oleh pengguna komputer di masa lampau.

Kasus serangan Iloveyou dianggap bermula pada tanggal 5 Mei 2000. Pada awalnya, korban akan menerima e-mail dengan subjek “Iloveyou”. Dalam e-mail tersebut, orang yang membuka e-mail diminta membuka file lampiran yang disamarkan sebagai surat cinta. Jika lampiran tersebut dibuka, maka virusnya akan langsung aktif.

Irus Iloveyou ini akan merusak file-file yang tersimpan di komputer korban dengan cara mengubahnya secara acak. Dari sana, virus ini kemudian menggandakan diri secara otomatis dan menyebar melalui e-mail. 

Karena pada masa itu pemahaman publik mengenai modus dan bahaya virus komputer masih belum sebaik sekarang, Iloveyou pun menyebar dengan amat cepat. Sahabat anehdidunia.com awalnya menjangkiti pengguna komputer di Filipina, virus ini kemudian turut menyebar ke negara-negara lain. Sebanyak 10 persen pengguna komputer di seluruh dunia pada masa itu dikabarkan menjadi korban keganasan Iloveyou.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh Iloveyou masih belum berhenti sampai di sana. Virus ini diperkirakan menyebabkan para korbannya mengalami kerugian total 8 milyar dollar beserta 15 milyar dollar untuk membersihkan virus ini dari jaringan komputer mereka.

Wannacry

Wannacry

Jika bicara soal serangan besar-besaran di dunia maya, maka Wannacry menjadi kasus yang bakal diingat banyak orang mengingat jangkauannya yang luas dan kasusnya yang belum begitu lama terjadi. Wannacry adalah ransomware atai virus penyandera komputer yang menjangkiti jaringan komputer dunia pada bulan Mei 2017.

Saat suatu komputer terjangkit oleh Wannacry, komputer tersebut tidak akan menampilkan layar sistem operasi seperti biasa, tetapi menampilkan layar berisi pesan peringatan kalau komputer yang bersangkutan sudah diblokir aksesnya. Sahabat anehdidunia.com pemilik komputer kemudian diminta mengirimkan uang tebusan memakai mata uang virtual bitcoin.

Jika korban tidak mengirimkan uang tebusan tepat waktu, maka ransomware yang menjangkiti komputer korban akan menghapus data yang ada di dalam komputer. Dikabarkan sebanyak lebih dari 200.000 komputer yang tersebar di lebih dari 150 negara menjadi korban serangan Wannacry. Fasilitas publik semisal rumah sakit menjadi salah satu yang paling dirugikan akibat serangan Wannacry karena perangkat-perangkat berbasis komputer semisal pemindai MRI jadi tidak bisa digunakan.

Para pengguna sistem operasi Windows XP menjadi korban utama serangan Wannacry karena ransomware ini bekerja dengan memakai celah keamanan yang ada di sistem operasi tersebut.  Wabah serangan Wannacry ditengarai merupakan hasil kerja dari kawanan peretas Korea Utara.

Meskipun begitu, badan intelijen AS juga dianggap ikut bersalah dalam wabah Wannacry ini. Pasalnya Wannacry awalnya merupakan hasil pengembangan lembaga intelijen AS yang kemudian bocor ke internet. Hal itu pula yang menjadi penyebab kenapa dari sekian banyak negara yang menjadi korban serangan Wannacry, Rusia menjadi negara dengan jumlah serangan terparah.

Kecelakaan Boeing 737 MAX

MCAS

Sejauh ini kasus-kasus gangguan keamanan komputer yang sudah dibahas belum sampai berdampak pada hilangnya nyawa manusia dalam jumlah besar. Namun tidak demikian halnya dengan kasus ini. Pasalnya gara-gara adanya malfungsi dalam sistem komputer, nyawa ratusan orang harus melayang secara sia-sia.

Boeing 737 MAX adalah varian dari pesawat Boeing 737 yang aslinya dibuat pada tahun 1960-an. Supaya Boeing 737 bisa tetap digunakan sesuai dengan kondisi terkini, Boeing 737 pun rajin diperbarui secara berkala. Boeing 737 MAX adalah contoh dari hasil kebijakan tersebut yang sayangnya berujung fatal.

Boeing 737 MAX pada dasarnya adalah pesawat yang didesain untuk menggunakan bahan bakar sesedikit mungkin. Untuk keperluan itu, 737 MAX pun dilengkapi dengan mesin yang berukuran lebih besar dan normalnya tidak bisa dipasang pada sayapnya. Untuk mengakalinya, mesin pada sayap 737 MAX pun dipasang lebih ke depan.

Perubahan tersebut pada gilirannya membawa masalah bagi pilot yang belum terbiasa dengan desain baru 737 MAX. Sahabat anehdidunia.com supaya pilot tidak perlu bersusah payah mempelajari ulang 737 MAX, sebuah sistem otomatis berbasis komputer yang bernama MCAS pun dipasang pada pesawat. Setiap kali pesawat sudah mencapai sudut tertentu, MCAS akan menurunkan moncong pesawat secara otomatis.

Tidak ada yang menyangka jika kemudian MCAS malah menjadi biang kerok kecelakaan pesawat yang menimpa 737 MAX. Insiden pertama terjadi pada bulan Oktober 2018 di Indonesia dan menimpa maskapai Lion Air nomor penerbangan 610. Kurang dari setahun kemudian, bencana yang jauh lebih fatal menimpa maskapai Ethiopia Airlines nomor penerbangan 302 pada bulan Maret 2019.

Kedua kecelakaan tersebut jika dikombinasikan jumlah korban tewasnya mencapai lebih dari 300 jiwa. Sejak terjadinya kedua peristiwa tersebut, pesawat 737 MAX pun tidak boleh lagi digunakan untuk mengangkut penumpang sipil.

referensi:
https://listverse.com/2019/07/30/top-10-most-catastrophic-computer-failures-in-history/


close