Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebelum Columbus, Ternyata Mereka Ini Lebih Dulu Berlayar ke Amerika

Christopher Columbus di masa kini dikenang sebagai penemu Benua Amerika. Faktanya adalah jauh sebelum Columbus melakukan pelayarannya yang legendaris di abad ke-15, sebenarnya sudah ada orang-orang Eropa dan Afrika yang melakukan ke Benua Amerika. 

Alasan kenapa Columbus yang dikenang sebagai penemu Benua Amerika adalah karena berkat pelayaran yang dilakukannya, semakin banyak orang Eropa yang menyadari keberadaan Amerika dan kemudian berduyun-duyun bermigrasi ke sana. Berikut ini adalah orang-orang yang sudah terlebih dahulu melakukan pelayaran ke Amerika jauh sebelum Columbus melakukannya:

Madoc

Pangeran Madoc

Bangsa Eropa sudah lama menduga kalau di sebelah barat daratan yang mereka tinggali, terdapat daratan yang belum pernah mereka jamah sebelumnya. Hal itulah yang lantas mendorong Pangeran Madoc untuk melakukan pelayaran ke sebelah barat. Jauh sebelum Christopher Columbus melakukan pelayaran ke Benua Amerika, Madoc dan rombongannya sudah melakukan pelayaran ke arah Amerika pada abad ke-12.

Madoc adalah pangeran sekaligus anak haram dari raja Wales, Owain Gwynedd. Selain Madoc,  Owain juga memiliki 18 orang anak yang sebagian di antaranya juga merupakan hasil hubungan di luar nikah seperti halnya Madoc. Ketika Owain meninggal dunia di tahun 1169, Wales langsung terjerumus ke dalam perang saudara karena anak-anaknya sama-sama berambisi untuk menjadi penerus tahtanya.

Alih-alih ikut serta dalam konflik perebutan tahta tersebut, Madoc lebih memilih untuk merencanakan ekspedisi pelayaran ke sebelah barat dengan harapan bisa menemukan daratan baru yang belum terjamah sebelumnya. Untuk mewujudkan rencananya tersebut, Madoc mengumpulkan sejumlah orang yang enggan terlibat dalam perang saudara di Wales.

Menurut cerita yang dimuat dalam manuskrip buatan abad ke-16, Madoc dan rombongannya melakukan pelayaran dan tiba kembali ke Wales pada tahun 1171. Sekembalinya mereka di Wales, orang-orang menunjukkan ketertarikannya akan ekspedisi yang dipimpin oleh Madoc sehingga mereka untuk ikut serta dalam ekspedisi pelayaran kedua. Namun dalam ekspedisi kali ini, Madoc dan rombongannya tidak pernah kembali lagi ke Wales.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Madoc dan rombongannya. Ada yang menduga kalau Madoc dan rombongannya terkena musibah dan tenggelam di laut. Ada juga yang berpendapat kalau mereka berhasil mendarat di Amerika dan kemudian hidup membaur bersama suku Indian Amerika.

Abu Bakr II

Abu Bakr II

Bukan hanya bangsa Eropa yang pernah melakukan pelayaran ke arah barat. Bangsa Afrika atau tepatnya bangsa Mali diketahui juga pernah melakukannya. Di Abad Pertengahan, Mali dikenal sebagai salah satu kerajaan terkaya di dunia pada masanya berkat cadangan emas yang dimilikinya dan wilayahnya yang membentang di seantero barat Gurun Sahara.

Besarnya wilayah yang sudah dikuasai oleh Mali lantas mengundang rasa penasaran dari raja Mali, Abu Bakar II. Ia ingin tahu apakah samudera memiliki ujung. Untuk menjawab rasa penasarannya tersebut, Abu Bakar pun menyiapkan armada berisi 200 kapal untuk melakukan pelayaran ke arah barat melintasi Samudera Atlantik.

Dari rombongan kapal yang menyusun armada tersebut, hanya satu kapal yang berhasil kembali ke Mali. Menurut laporan kapten kapal tersebut, di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan air terjun raksasa yang menurutnya merupakan ujung batas lautan. Ia juga menjelaskan kalau kapal-kapal lain yang menyusun rombongan semuanya terhisap oleh air terjun tersebut. Kapalnya menjadi satu-satunya kapal yang selamat karena ia memerintahkan para awaknya untuk mendayung kapal ke arah belakang.

Cerita tersebut tidak dipercaya oleh Abu Bakar begitu saja. Kini ia menyiapkan armada berjumlah 3.000 kapal di mana ia sendiri yang memimpin armada ini. Sebelum pergi berlayar, Abu Bakar menunjuk putranya yang bernama Mansa Musa untuk memimpin kerajaan selama ia pergi berlayar.

Rombongan pimpinan Abu Bakar pada akhirnya tidak pernah kembali ke Mali sehingga Musa sejak itu menjadi raja baru Mali menggantikan ayahnya. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana nasib Abu Bakar dan rombongannya. Menurut cerita turun temurun di antara suku Taino (penduduk asli Pulau Hispaniola di sebelah timur Benua Amerika), leluhur mereka pernah bertemu rombongan pelaut berkulit gelap yang datang sambil membawa senjata berhiaskan emas. 

Sejumlah sejarawan pun berspekulasi kalau rombongan yang dimaksud dalam cerita ini adalah rombongan pimpinan Abu Bakar. Namun sebagai akibat dari tidak adanya bukti peninggalan dan artefak yang mendukung cerita ini, spekulasi tersebut hanya dianggap sebagai opini semata. 

Kalaupun rombongan Abu Bakar pada akhirnya memang benar-benar pernah mendarat di Hispaniola, maka hal tersebut bakal memunculkan pertanyaan baru. Apa yang terjadi pada rombongan tersebut sesudah itu? Kenapa mereka tidak pernah lagi kembali ke Afrika? Atau jika mundur lebih jauh, apakah sebenarnya “air terjun” yang dimaksud oleh kapten kapal yang berhasil kembali ke Mali?

John Cabot

John Cabot

John Cabot adalah pria asal Inggris yang di masa kini dikenang sebagai orang Eropa pertama sesudah bangsa Viking yang pernah mencapai daratan Amerika Utara. Ia juga dianggap sebagai tokoh yang mempelopori kolonisasi Inggris di Amerika. Cabot pertama kali mendarat di Bonavista (sekarang termasuk dalam wilayah Kanada) pada tahun 1497.

Saat Cabot dan awak kapalnya merapat di daratan Amerika, mereka turun sejenak untuk menancapkan bendera dan mengumumkan kalau daratan yang mereka singgahi ini adalah daratan milik Inggris. Sesudah itu, mereka kembali naik ke kapal dan menyusuri garis pantai dari laut hingga beberapa hari berikutnya.

Saat Cabot tiba kembali di Inggris, ia disambut bak pahlawan dan dihadiahi uang 10 pound. Sekedar informasi, pada masa itu uang 10 pound kurang lebih setara dengan gaji 2 tahun pekerja di Inggris. Namun semua itu masih belum membuat Cabot merasa puas. Kini ia berencana melakukan pelayaran kedua ke Amerika.

Pelayaran yang dimaksud akhirnya terjadi pada bulan Mei 1498 setelah rombongannya yang terdiri dari 5 buah kapal berlayar meninggalkan pelabuhan kota Bristol menuju daratan Amerika. Nasib Cabot dan rombongannya tidak diketahui lagi sesudah itu. 

Ada yang berteori kalau Cabot sebenarnya selamat usai pelayaran tersebut, namun ia memilih untuk kembali ke Inggris secara diam-diam dan menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang. Dasar pendapat ini adalah karena Lancelot Thirkell – salah seorang awak kapalnya dalam ekspedisi yang kedua – diketahui masih hidup di London pada tahun 1501. 

Leif Erikson

Leif Erikson Penjelajah

Bangsa Viking dikenal sebagai bangsa yang mahir berlayar. Leif Eriksson adalah contoh nyata mengenai bagaimana terampilnya bangsa Viking saat harus mengarungi lautan. Sekitar 5 abad sebelum Columbus dan rombongannya berlayar menuju Amerika, Leif beserta rombongannya sudah terlebih dulu berlayar ke sana. 

Hebatnya, tidak seperti Columbus yang tidak sadar kalau daratan yang dijamahnya adalah daratan yang sama sekali baru, Leif bisa langsung tahu kalau daratan yang didaratinya adalah daratan yang tidak diketahui oleh orang Eropa sebelumnya. Leif diketahui melakukan pelayaran ke Amerika pada tahun 1000 dari Pulau Greenland dengan ditemani oleh 35 orang awak kapal.

Dalam pelayarannya ini, rombongan pimpinan Leif sempat singgah di daratan es yang sekarang dipercaya sebagai Pulau Baffin (sekarang terletak di Kanada bagian utara). Dari sana, Leif dan rombongannya kemudian melanjutkan perjalanan ke arah selatan hingga akhirnya tiba di daratan Amerika Utara. Sesudah melakukan pengamatan singkat dan mengumpulkan buah-buahan yang ditemukannya di sana, Leif dan rombongannya kembali ke Greenland.

Kendati Leif merupakan orang Eropa pertama yang berhasil mendarat di Benua Amerika, Leif tidak pernah berniat menjadikan Amerika sebagai tempat bermukim yang baru sehingga tidak banyak orang Eropa yang mengetahui keberadaan Benua Amerika hingga beberapa abad kemudian. Tahun 1964, untuk menghormati kontribusi bangsa Eropa Utara terhadap sejarah bangsa Amerika, presiden AS menetapkan tanggal 9 Oktober sebagai Hari Leif Eriksson.

referensi:
https://listverse.com/2019/07/20/10-expeditions-that-mysteriously-disappeared/
https://exploration.marinersmuseum.org/subject/leif-eriksson/