Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Suku Aneh yang Konon Pernah Dijumpai oleh Penjelajah di Masa Lampau

Di masa lampau, masih terbatasnya teknologi transportasi dan komunikasi menyebabkan tidak semua tempat di dunia bisa dijamah oleh orang-orang Eropa. Oleh karena itulah, setiap kali mereka berhasil mencapai daratan baru, mereka bakal merasa takjub saat menemukan hal-hal baru yang ada di sana, misalnya mengenai penduduk asli di tempat tersebut.

Untuk membuat orang-orang di negara asalnya merasa terkesan, tidak jarang mereka sengaja melebih-lebihkan apa yang mereka lihat sehingga muncullah klaim mengenai suku berpenampilan aneh yang menghuni suatu tempat jauh di luar Eropa. 

Mengenai benarkah klaim mereka mengenai ciri-ciri fisik aneh yang dimiliki oleh suku tersebut, tidak ada yang bisa memastikan. Berikut ini adalah 5 contoh suku berpenampilan aneh yang konon pernah dijumpai oleh orang-orang Eropa (serta Cina) saat melakukan perjalanan jauh ke luar negeri.

1. Suku Dengan Wajah di Badan
Suku Dengan Wajah di Badan
Suku Dengan Wajah di Badan via livestream.com
Di Libya timur pada abad ke-5 SM, ada suatu suku yang tidak memiliki kepala di atas lehernya. Namun suku tersebut memiliki mata dan mulut yang berfungsi normal di bagian dadanya. 

Terdengar mengada-ada? Tidak demikian halnya bagi Herodotus, sejarawan Yunani Kuno yang mengaku bisa menulis seperti itu karena ia mendapatkan informasi langsung dari mereka yang tinggal di Libya.

Karena Herodotus hanya menuliskan informasi tersebut dengan mengutip dari orang lain, maka selalu ada kemungkinan kalau informasi tersebut tidaklah benar dan hanya merupakan hasil rekaan dari orang yang menjadi sumber informasinya. Namun ternyata Herodotus bukanlah satu-satunya orang Eropa yang meyakini kalau suku tersebut benar-benar ada.

Kurang lebih 4 abad kemudian, sejarah Romawi yang bernama Pliny the Elder menyatakan kalau suku tanpa kepala memang benar-benar ada. Pliny menjelaskan kalau suku tersebut bernama Belmmyae dan mereka memiliki pola hidup berpindah-pindah (nomad). Pliny menambahkan kalau suku tersebut memiliki perilaku yang ganas dan sudah bermigrasi ke Ethiopia.

Tahun 1211, seorang penjelajah yang bernama Fermes menjelaskan kalau ia menemukan suku tanpa kepala di sebuah pulau di Ethiopia. Fermes juga menjelaskan kalau suku tersebut memiliki tinggi 3 meter lebih. Kemudian lebih dari 1 abad kemudian, giliran penjelajah John Mandeville yang mengaku pernah melihat suku tanpa kepala.

2. Suku Berkepala Anjing
Suku Berkepala Anjing
Suku Berkepala Anjing via livestream.com
Seorang pakar kesehatan Yunani Kuno yang bernama Ctesias mengaku pernah menjumpai suku dengan penampilan aneh saat melakukan perjalanan ke India pada abad ke-5 SM. Menurut kesaksiannya, suku tersebut bernama Calystrii dan mereka memiliki kepala menyerupai anjing.

Ctesias menambahkan kalau suku tersebut hanya bisa berkomunikasi dengan cara menggonggong. Anggota suku Calystrii dikabarkan bisa memahami perkataan sesama penduduk India, namun mereka hanya bisa membalasnya dengan cara menggonggong atau melakukan bahasa isyarat. 

Oleh karena itulah, mereka yang ingin berkomunikasi dengan Calystrii harus menggunakan metode komunikasi serupa. Ctesias menambahkan kalau Calystrii memiliki populasi yang cukup besar. Ia memperkirakan kalau suku tersebut beranggotakan 120.000 orang dan tinggal di kawasan pegunungan India.

Ctesias bukanlah satu-satunya orang dari luar India yang mengaku pernah melihat manusia anjing di kawasan tersebut. Penulis asal Cina di masa Dinasti Tang juga mengklaim kalau manusia anjing benar-benar hidup di suatu lokasi di dekat Tibet dan mereka dikenal sebagai Supana. 

Yang menarik, penjelajah terkenal Marco Polo juga mengaku pernah menjumpai Calystrii saat singgah di pulau bernama Anganamain. Dalam catatan perjalanannya, Marco Polo menjelaskan kalau semua penduduk Pulau Anganamain memiliki kepala menyerupai anjing.

3. Suku Bertelinga Besar
Suku Bertelinga Besar
Suku Bertelinga Besar via livestream.com
Menurut catatan sejarawan Romawi Pliny the Elder, ada suku bernama Panotti yang tinggal di Pulau Scythia. Suku Panotti digambarkan memiliki penampilan yang amat aneh karena mereka memiliki daun telinga yang amat besar.

Saking besarnya daun telinga yang mereka miliki, suku Panotti tidak perlu mengenakan pakaian. Mereka hanya perlu melilitkan telinganya di sekujur tubuh sebagai pengganti pakaian. Kemudian saat waktunya tidur, mereka bisa menggunakan telinganya sendiri sebagai selimut.

Catatan dari Pliny tersebut terdengar begitu konyol, namun ternyata Pliny bukanlah satu-satunya orang yang meyakini keberadaan Panotti. Penulis Romawi Pomponius Mela merasa yakin kalau apa yang ditulis oleh Pliny memang benar adanya.

Namun tidak seperti Pliny, Mela menulis kalau Panotti aslinya tidak tinggal di Scythia, melainkan di suatu pulau yang sekarang terletak di lepas pantai Skotlandia. Selain bisa menggunakan telinganya sebagai pakaian, suku Panotti juga digambarkan bisa menggunakan telinganya sebagai payung saat cuaca terik.

Mela menambahkan kalau Panotti tidak tinggal sendirian di pulau tersebut. Di pulau yang sama, suku Panotti diklaim tinggal bersama dengan suku Hippopodes yang penampilannya tidak kalah aneh. Pasalnya suku Hippopodes diceritakan memiliki telapak kaki menyerupai kaki kuda.

4. Suku Tanpa Laki-Laki
ilustrasi Suku Tanpa Laki-Laki
ilustrasi Suku Tanpa Laki-Laki via makassar.tribunnews.com
Pada abad ke-5, seorang pemuka agama Cina yang bernama Hui Shen melakukan pelayaran ke sebelah timur untuk mencari tahu ada apa di seberang sana. Saat ia kembali ke Cina, ia mengaku menjumpai hal-hal aneh.

Hui mengklaim kalau dalam pelayarannya, ia mendarat di suatu tempat yang bernama Fusang. Jika merujuk pada deskripsinya, maka apa yang disebut sebagai Fusang kemungkinan terletak di pantai barat Amerika Utara. Di Fusang, Hui mengaku menjumpai suku yang semua anggotanya berjenis kelamin perempuan.

Hui menambahkan kalau suku wanita di Fusang tubuhnya dipenuhi oleh rambut, namun memiliki wajah yang cantik. Ia juga mengklaim kalau di suku tersebut, tidak ada laki-laki dan kaum perempuannya bisa berkembang biak secara mandiri.
Menurut penjelasan Hui, anggota suku tersebut akan berjalan ke dalam air jika ingin berkembang biak. Kemudian sesudah kurang lebih 3 atau 4 bulan, wanita tersebut akan melahirkan bayi. Hui juga mengklaim kalau bayi suku Fusang mendapatkan air susu dari menghisap rambut di leher ibunya.

Hui sendiri ternyata bukanlah satu-satunya orang pada masa itu yang pernah menjumpai suku demikian. Seorang astronom India yang bernama Varahamihira mengaku juga pernah menjumpai suku tersebut. Namun Varahamihira mengklaim kalau suku tersebut tidak tinggal di Benua Amerika, melainkan di suatu lokasi di dekat Tibet.

5. Suku Berkaki Kambing
Satyr
Satyr via saigongeeks.com
Satyr adalah makhluk mitologi yang digambarkan memiliki tubuh bagian atas layaknya manusia, namun kaki layaknya kambing. Namun kalau menurut sejumlah penulis Romawi dan Yunani Kuno, satyr bukanlah makhluk mitologi semata, tapi benar-benar ada di dunia nyata!

Herodotus dan Xenophon adalah 2 dari sekian banyak orang yang mengaku pernah melihat kulit satyr dengan mata kepala mereka sendiri. Keduanya mengaku pernah melihat kulit Satyr di suatu kota di dekat Sungai Meander.

Pliny the Elder juga mengklaim kalau satyr benar-benar ada. Dalam tulisannya, ia menjelaskan kalau ada kawanan satyr yang hidup di bagian barat Ethiopia. Sejumlah orang Romawi selain Pliny juga mengaku pernah melihat satyr yang sudah ditangkap oleh manusia.

Pausanias adalah salah seorang di antaranya. Ia mengaku kalau dirinya pernah melihat seekor satyr yang dibawa ke kota Roma setelah ditangkap di Libya. Sementara Plutarch mengaku kalau ia pernah melihat satyr yang didatangkan dari Albania. Seorang tentara Romawi yang bernama Sulla bahkan mengaku pernah menangkap satyr yang sedang terlelap.

Hingga berabad-abad kemudian, klaim penampakan satyr masih tetap bermunculan, namun satyr diklaim sudah mengalami kepunahan pada abad ke-4. Meskipun begitu, orang-orang yang hidup di masa sesudahnya mengaku masih menjumpai satyr dalam kondisi mati dan diawetkan. Saint Jerome misalnya, ia mengaku pernah melihat tubuh satyr yang sudah mati dan diawetkan dalam timbunan garam.

Sumber :
https://listverse.com/2018/05/06/10-strange-tribes-ancient-explorers-insisted-were-real/