Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Teknik Pengobatan Menakutkan yang Masih Digunakan Hingga Sekarang

Kian majunya ilmu pengetahuan menyebabkan teknik pengobatan yang digunakan di masa kini cenderung tidak sesakit dan sesadis metode pengobatan di masa lampau. Namun dalam perjalanannya, metode-metode yang di masa lampau dianggap berbahaya dan tidak manusiawi kini malah digunakan kembali untuk mengobati gangguan-gangguan kesehatan tertentu. Berikut ini adalah 5 contoh metode pengobatan tersebut.

1. Bloodletting
Bloodletting
Bloodletting via history.com
Jika seseorang terluka hingga mengeluarkan darah, maka tindakan pertama yang segera dilakukan adalah segera menambal luka tersebut supaya darahnya tidak lagi mengucur. Alasannya sederhana saja. Jika darah dibiarkan terus menerus mengalir tanpa henti, maka orang tersebut bisa meninggal akibat kehabisan darah. Namun tahukah anda kalau ternyata ada metode pengobatan di mana darah pasien dikeluarkan secara sengaja?

Bloodletting adalah nama dari metode pengobatan tersebut. Kata “bloodletting” sendiri secara harfiah memiliki makna “membiarkan darah mengalir keluar”. Dan memang begitulah mekanisme pengobatan yang satu ini. Darah pasien akan dikeluarkan secara sengaja. Entah dengan memakai alat khusus atau bahkan dengan bantuan hewan lintah.

Di masa kini, bloodletting digunakan untuk mengobati hemokromatosis, suatu gangguan kesehatan genetis yang ditandai dengan kadar zat besi yang berlebihan dalam tubuh. Zat besi memang berguna sebagai bahan baku sel darah merah. Namun jika kadar zat besi terlalu tinggi, organ-organ tubuh seperti hati, jantung, pankreas, dan persendian bisa mengalami keracunan.

Supaya hal tersebut tidak sampai terjadi, metode bloodletting pun digunakan kepada penderita hemokromatosis. Saat melakukan bloodletting, dokter akan menusuk kulit pasien dengan memakai jarum steril hingga berdarah. Darah pasien dikeluarkan hingga kadar zat besi dalam darahnya sudah berada dalam ambang batas yang aman. 

Terapi bloodletting ini dilakukan setiap satu hingga dia minggu sekali selama beberapa bulan. Karena pasien kehilangan sejumlah darah lewat metode ini, pasien yang baru saja menjalani bloodletting akan merasakan gejala-gejala anemia untuk sementara waktu, misalnya merasa lemas.

2. Trepanasi
Trepanasi
Trepanasi via liputan6.com
Trepanasi adalah metode pengobatan yang bakal membuat siapapun bergidik ngeri. Pasalnya dalam metode pengobatan ini, tengkorak pasien akan dilubangi. Trepanasi tergolong sebagai praktik yang amat tua karena sudah dipraktikkan sejak 7.000 tahun yang lalu. Fosil-fosil manusia purba dengan lubang di tengkoraknya menunjukkan kalau nenek moyang kita pada masa itu sudah mempraktikkan trepanasi.

Alasan mengapa trepanasi dilakukan sendiri berubah-ubah dari waktu ke waktu. Ada trepanasi yang dilakukan untuk menyembuhkan gangguan mental. Ada pula trepanasi yang dilakukan untuk menghilangkan sakit kepala migrain. Karena teknologi pada masa lampau belum semaju sekarang, trepanasi pada masa itu dilakukan dengan peralatan sederhana yang terbuat dari kayu dan batu.

Walaupun terlihat mengerikan, trepanasi ternyata masih dilakukan hingga sekarang. Bedanya adalah peralatan yang digunakan adalah peralatan yang sudah canggih dan lebih akurat. Trepanasi yang dilakukan pada masa kini juga tidak sampai menyentuh bagian otak. 

Biasanya trepanasi dilakukan untuk mengurangi tekanan yang ada pada bagian tertentu di kepalanya. Misalnya karena seseorang mengalami cedera di kepala sehingga ada darah yang menumpuk di bawah tengkorak. Namun jika tidak benar-benar terpaksa, trepanasi biasanya tidak akan dilakukan karena resikonya yang tinggi mengingat operasi ini bisa berdampak pada otak pasiennya.

3. Lobotomi
Lobotomi
Lobotomi via akurat.co
Lobotomi adalah metode bedak yang kontroversial dalam bidang ilmu kejiwaan. Dalam metode ini, dokter akan membuat lubang kecil pada tengkorak pasien. Tujuannya adalah untuk memutus jaringan syaraf yang menghubungan frontal lobe dengan bagian otak yang lain.

Lobotomi mulai banyak digunakan sejak akhir tahun 1930-an untuk mengobati masalah-masalah kejiwaan berat seperti epilepsi, schizophrenia, dan gangguan bipolar. Namun dalam praktiknya, lobotomi juga digunakan kepada orang-orang yang memiliki keterbelakangan mental, kecemasan berlebihan, serta sakit kepala kronis.

Alasan kenapa lobotomi sempat banyak dilakukan adalah karena metode ini dianggap bisa menyembuhkan pasien dari perilaku abnormalnya. Lobotomi paling sering dilakukan di rumah-rumah sakit jiwa yang mengalami masalah kelebihan pasien. Supaya pasien-pasien tersebut tidak lagi membuat keributan, mereka pun dilobotomi secara beramai-ramai. 

Lobotomi sendiri diketahui memiliki efek samping yang amat serius karena pasien yang baru saja menjalani lobotomi akan berubah menjadi amat pasif dan bahkan terkesan memiliki perilaku menyerupai anak-anak. Sebagai akibatnya, sejak tahun 1950-an lobotomi tidak lagi dilakukan karena dokter lebih suka menggunakan obat-obatan khusus untuk menangani penderita gangguan jiwa.

Lobotomi sendiri pada akhirnya tidak ditinggalkan sepenuhnya karena belakangan, lobotomi kembali dilirik untuk mengobati pasien dengan masalah gangguan obsesif kompulsif. Dalam lobotomi yang satu ini, dokter akan menghancurkan jaringan kecil otak yang dianggap menjadi penyebab kenapa pasien bereaksi secara berlebihan.

4. Terapi Lintah
Terapi Lintah
Terapi Lintah via halodoc.com
Ada sejumlah hewan yang diketahui menghisap darah manusia. Lintah adalah salah satu contoh hewan tersebut. Karena lintah memiliki gigi kecil di mulutnya, lintah bisa melubangi kulit korbannya untuk menghisap darahnya. Lintah juga memiliki penghisap supaya ia bisa berpegangan pada korbannya.

Karena lintah bisa melukai korbannya sambil membuat lukanya tidak cepat kering, lintah pun di masa lampau banyak digunakan untuk keperluan bloodletting. Seiring dengan kian majunya ilmu dan teknologi kedokteran, penggunaan lintah untuk keperluan pengobatan perlahan-lahan ditinggalkan.

Namun belakangan, lintah kembali digunakan untuk mengobati penyumbatan urat darah, suatu kondisi yang bisa terjadi ketika darah mengumpul pada bagian tubuh tertentu dan tidak bisa mengalir secara normal. Penyumbatan urat darah bisa terjadi ketika seseorang baru saja menjalani oeprasi-operasi tertentu, misalnya operasi untuk menyambungkan jari atau telinga.

Lintah memiliki cairan antikoagulan dalam air liurnya. Cairan tersebut membuat darah yang awalnya berada dalam kondisi menggumpal bisa kembali mengalir dan oksigen bisa kembali mencapai bagian tubuh tersebut. Seekor lintah diketahui bisa mengeluarkan darah dalam jumlah besar hanya dalam rentang waktu beberapa menit.

Karena terapi lintah pada dasarnya adalah terapi mengeluarkan darah pasien secara sengaja, maka pasien yang menjalani terapi ini bisa mengalami anemia untuk sementara waktu. Jika lintah yang digunakan untuk terapi ini tidak berada dalam kondisi yang bersih, pasien juga bisa tertular penyakit berbahaya secara tidak sengaja.

5. Elektrokonvulsif
Elektrokonvulsif
Elektrokonvulsif via id.thpanorama.com
Bagi mereka yang pernah tersetrum secara tidak sengaja, pengalaman tersebut tentunya sama sekali bukan pengalaman yang menyenangkan. Namun percaya atau tidak, nyatanya menyetrum pasien hidup-hidup merupakan salah satu metode pengobatan yang pernah (dan masih) dipraktikkan oleh para dokter.

Terapi elektrokonvulsif atau ECT adalah nama dari teknik pengobatan tersebut. Terapi ini dilakukan dengan cara memasang kabel-kabel pada kepala pasien supaya listrik bisa mengalir melalui kabel dan menyetrum pasien hingga pasien merasa pusing. Pasien yang sudah menjalani ECT akan menampakkan perubahan pada mood, pola tidur, hingga nafsu makan.

ECT pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Mereka yang pernah menjalani terapi ini akan merasakan efek samping seperti kebingungan, sakit otot, dan hilang ingatan yang bisa berlangsung hingga beberapa bulan. Karena efek sampingnya itulah, ECT sempat tidak lagi digunakan.

Namun belakangan, ECT kembali digunakan untuk penderita gangguan kejiwaan yang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan metode pengobatan yang lain. Supaya terapinya nampak lebih manusiawi, mereka yang hendak menjalani terapi ini akan dibius terlebih dahulu.

Sumber :
https://www.livescience.com/55667-barbaric-medical-treatments-still-used.html
https://listverse.com/2013/02/02/10-medical-treatments-you-wont-believe-are-still-used/