PLARIUSMODIFIKASI101

Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Tuesday, July 28, 2020
Jam merupakan benda yang amat penting bagi aktivitas harian orang-orang. Jika tidak ada jam, maka seseorang tidak akan bisa menjalankan aktivitasnya secara teratur dan tepat waktu. Tidak mengherankan jika kemudian jam memiliki perjalanan sejarah yang amat panjang seiring dengan perjalanan sejarah manusia. Berikut ini adalah 5 fakta menarik seputar jam yang mungkin belum anda tahu.

Ada Jam Kukuk yang Lebih Besar dari Manusia
jam kukuk terbesar didunia
ilustrasi jam kukuk terbesar didunia via eropa.panduanwisata.id
Jam kukuk (cuckoo clock) adalah sebutan untuk jam yang akan mengeluarkan patung burung kecil secara otomatis pada waktu-waktu tertentu. Meskipun jam kukuk bukanlah jam yang lazim ditemui di Indonesia, jam ini tetaplah bukan jam yang asing bagi kita karena jam ini kerap muncul dalam film-film buatan luar negeri.

Jam kukuk normalnya berukuran kecil supaya jam ini bisa dipasang di dinding dan bandul di bawahnya bisa berayun bebas. Sementara burung kecil yang menjadi ciri khas jam ini memiliki bobot yang ringan supaya mudah keluar masuk.

Namun hal tersebut berlaku untuk jam kukuk yang satu ini. Sebabnya adalah karena jam ini memiliki ukuran yang amat besar. Bayangkan saja, burung kukuk pada jam ini beratnya mencapai 149 kilogram, sementara jamnya sendiri berukuran 60 kali lebih besar dibandingkan jam kukuk biasa. 

Ukurannya tersebut sekaligus menjadikan jam kukuk raksasa ini nampak seperti rumah sungguhan. Jika anda merasa tertarik untuk melihat jam kukuk raksasa ini, anda bisa berkunjung ke Triberg, Jerman.

Jam Ini Membangungkan Pemiliknya Memakai Aroma Kopi
jam weker dengan konsep ini diberi nama Sensorwake
jam weker dengan konsep ini diberi nama Sensorwake via mldspot.com
Bagi banyak orang, jam weker merupakan benda yang membantu sekaligus menjengkelkan. Membantu karena jam ini membuat banyak orang di berbagai belahan dunia bisa terbangun tepat waktu. Namun jam ini juga dipandang sebagai benda yang menjengkelkan karena saat sedang nikamt-nikmatnya menikmati tidur, tiba-tiba saja ada suara keras yang membuat pemiliknya mau tidak mau harus bangun.

Lantas, adakah cara untuk membuat jam weker bisa membangunkan pemiliknya tanpa membuatnya merasa jengkel? Mahasiswa asal Perancis ini nampaknya memiliki jawabannya. Pada tahun 2016, ia menciptakan jam weker yang bisa mengeluarkan aneka macam aroma seperti roti croissant, cokelat, peppermint, hingga kopi.

Oleh penciptanya, jam weker dengan konsep ini diberi nama Sensorwake. Harapannya adalah jika pemiliknya mencium bau makanan atau minuman kesukannya pada pagi hari, maka pemiliknya akan merasa lebih nyaman saat bangun.

Efektifitas bau dalam membangunkan seseorang sendiri sebenarnya masih diperdebatkan. Saat ilmuwan melakukan percobaan untuk membandingkan mana yang lebih efektif antara bau dan suara dalam membangunkan seseorang, ternyata bau cenderung lebih sering gagal dalam membangunkan seseorang.

Pencipta Sensorwake sendiri sadar akan keterbatasan bau dalam membangunkan seseorang. Itulah sebabnya selain menggunakan bau, ia juga melengkapi jam weker buatannya dengan perangkat suara. Jadi jika orang tersebut masih belum bangun saat bau keluar dari jam wekernya, 3 menit kemudian jam weker tersebut akan berbunyi.

Jam Tertua di Dunia yang Masih Beroperasi Hingga Sekarang
Jam Tertua di Dunia yang Masih Beroperasi Hingga Sekarang
ilustrasi Jam Katedral Salisbury via tourkeeropa.com
Di masa kini, jam umumnya memiliki ukuran yang kecil. Namun tidak demikian halnya jika kita mundur hingga ratusan tahun yang lalu. Pasalnya jam pada masa itu memiliki ukuran yang besar dan memerlukan perawatan khusus sehingga tidak semua tempat memiliki jam.

Katedral Salisbury yang terletak di Inggris adalah satu dari sedikit tempat di Abad Pertengahan yang memiliki jamnya sendiri. Gereja tersebut pertama kali memiliki jam pada tahun 1386. Hebatnya, jam tersebut masih beroperasi hingga sekarang sehingga jam di Katedral Salisbury kini menyandang rekor sebagai jam tertua di dunia yang masih beroperasi.

Jam Katedral Salisbury beroperasi dengan memakai jalinan roda gigi dan tali panjang yang dilengkapi dengan pemberat. Setiap pagi, tali tersebut akan menarik pemberat hingga ke atas. Kemudian sesudah itu, pemberatnya secara perlahan akan turun kembali ke bawah secara otomatis.

Jam Katedral Salisbury ini memang memiliki cara kerja yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan jam modern. Waktu yang ditampilkan jam ini juga tidak sepenuhnya akurat. Namun untuk masanya, jam ini tergolong sebagai terobosan di bidang teknologi. Jam ini juga membantu warga lokal untuk mengetahui apakah sudah waktunya mereka harus makan siang, pergi ke gereja, dan lain sebagainya.

Seperti halnya mesin dan peralatan di masa modern, ada waktunya komponen di jam ini harus diganti. Pada tahun 1950-an, sejumlah komponen di jam ini sempat diganti dengan komponen yang lebih baru supaya jam ini tetap bisa beroperasi.

Jam di Era Kuno Menggunakan Air Sebagai Penggeraknya
Jam di Era Kuno Menggunakan Air Sebagai Penggeraknya
Jam di Era Kuno Menggunakan Air Sebagai Penggeraknya via hurahura.wordpress.com
Di masa kini, jam menggunakan jalinan komponen mesin yang rumit. Karena teknologi manusia pada masa lampau masih belum cukup canggih untuk menciptakan mesin serumit jam, mereka pun harus menggunakan cara lain untuk mengetahui waktu supaya bisa melakukan aktivitas hariannya tepat waktu.

Pada awalnya, manusia menggunakan jam matahari sebagai cara untuk mengetahui waktu. Dengan melihat bayangan yang tercipta pada jam matahari, seseorang bisa mengetahui waktu pada momen tersebut. Namun karena jam matahari mengandalkan bayangan dari sinar matahari sebagai penanda waktunya, jam ini menjadi tidak berguna pada malam hari atau ketika hari sedang mendung.

Untuk mengatasinya, manusia pun menciptakan jam yang terbuat dari air sebagai penggeraknya. Keberadaan jam air konon sudah dikenal sejak abad ke-15 SM di Mesir Kuno. Apa yang disebut sebagai jam air pada dasarnya adalah sejenis corong yang bagian bawahnya sudah dilubangi supaya air bisa menetes keluar sedikit demi sedikit.

Bagian tepi corong tersebut dilengkapi dengan semacam skala untuk menandai waktu. Dengan melihat posisi ketinggian air pada corong, seseorang bisa mengetahui waktu pada momen tersebut. 
Dalam perkembangannya, desain jam air semakin lama menjadi semakin rumit. Namun saat manusia sudah bisa menciptakan jam yang terbuat dari mesin, keberadaan jam air secara berangsur-angsur kemudian ditinggalkan.

Perancis Pernah Mengubah Satu Hari Menjadi 10 Jam
Perancis Pernah Mengubah Satu Hari Menjadi 10 Jam
ilustrasi Perancis Pernah Mengubah Satu Hari Menjadi 10 Jam via batam.tribunnews.com
Di masa sekarang, kita mengenal satu hari sebagai 24 jam. Itulah sebabnya jam dibuat dengan memiliki 12 angka sebagai penanda waktunya. Namun di tahun 1793, Perancis pernah mencoba menghilangkan tradisi tersebut dan menggantinya dengan standar waktu versi mereka. Standar waktu versi baru ini juga dikenal dengan sebutan Waktu Revolusi Perancis.

Dalam standar waktu versi Revolusi Perancis, 1 hari bakal terdiri dari 10 jam di mana 1 jam terdiri dari 100 menit, sementara 1 menit terdiri dari 100 detik. Dampaknya, jam yang digunakan di Perancis pada periode tersebut pun sempat mengalami perubahan. Alih-alih menampilkan angka 1 sampai 12, jam versi standar waktu baru ini hanya menampilkan angka 1 hingga 10.

Pemerintah Perancis berharap kebijakan baru ini bisa membuat orang-orang bisa menggunakan bahasa yang lebih sederhana saat ingin mengatakan waktu. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Orang-orang justru merasa kebingungan saat harus menyesuaikan diri dengan sistem waktu yang baru ini.

Kendala lainnya adalah standar waktu yang baru ini mengharuskan orang-orang untuk menggunakan jam versi baru. Padahal mengganti setiap jam yang ada di seantero Perancis bukanlah perkara mudah. Sebagai akibatnya, pada tahun 1795 kebijakan standar waktu versi baru ini ditinggalkan dan rakyat Perancis kembali menggunakan sistem waktu yang lama.

referensi:
https://listverse.com/2020/06/09/top-10-bizarre-facts-about-clocks/
https://www.forbes.com/2008/02/28/oldest-work-clock-oped-time08-cx_po_0229salisbury.html
https://www.smithsonianmag.com/smart-news/the-bird-in-the-worlds-largest-cuckoo-clock-weighs-330-pounds-180947699/
https://www.ancient-origins.net/ancient-technology/ancient-invention-water-clock-001818
https://www.mentalfloss.com/article/32127/decimal-time-how-french-made-10-hour-day





close