PLARIUSMODIFIKASI101

Kemampuan Hebat Laba-Laba yang Tidak Banyak Diketahui Manusia

Monday, July 27, 2020
Laba-laba bukan hanya bisa menghasilkan jaring. Hewan berkaki delapan ini ternyata memiliki kemampuan lain yang tidak banyak diketahui manusia. Dengan kemampuan tersebut, laba-laba pun bisa tinggal dan bertahan hidup di berbagai macam habitat dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa contoh kemampuan unik tersebut.

Menyelam
laba laba menyelam
laba laba menyelam via livescience.com
Selama ini kita mengenal laba-laba sebagai hewan darat. Namun ternyata selain yang hidup di darat, ada pula laba-laba yang hidup di bawah air dan mahir menyelam. Laba-laba bel penyelam (Argyroneta aquatica) adalah nama dari laba-laba tersebut.

Laba-laba bel penyelam hanya memiliki panjang antara 10 hingga 15 cm. Hewan ini sebenarnya tidak bisa mengambil oksigen secara langsung dari dalam air. Namun sebagai gantinya, laba-laba ini bisa menciptakan tabung oksigennya sendiri supaya bisa bernapas sambil menyelam di bawah air.

Laba-laba bel penyelam memiliki kemampuan menciptakan gelembung udara dan melekatkannya di sekeliling perutnya. Dengan cara ini, laba-laba bel penyelam bisa berenang sambil bernapas di bawah air. 

Gelembung tersebut cukup untuk membantu laba-laba bernapas di bawah air selama seharian penuh. Saat kadar oksigen dalam gelembungnya menipis, laba-laba bel penyelam harus memperbarui gelembungnya dengan cara pergi ke permukaan air.

Laba-laba bel penyelam membangun sarang jaringnya di bawah air. Sarangnya dibangun di antara tanaman air dan dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai lonceng. Tujuannya supaya jaring tersebut bisa digunakan untuk menampung udara di bawah air. Dengan cara itu, laba-laba bel penyelam bisa sekalian menggunakan sarangnya untuk memperbarui gelembung oksigennya sebelum pergi berenang.

Memancing
Laba-laba bolas
Laba-laba bolas via dictio.id
Memancing merupakan aktivitas menangkap ikan dengan menggunakan umpan dan tali pancing. Dengan memancing, maka seseorang bisa menangkap ikan tanpa harus bersusah payah mengejar ikan yang hendak ditangkap ke sana kemari. 

Memancing sendiri ternyata bukan hanya dilakukan oleh manusia. Laba-laba juga ada yang mencari makanan dengan cara memancing. Bedanya adalah jika yang dipancing oleh manusia biasanya adalah ikan, maka yang dipancing oleh laba-laba adalah ngengat.

Laba-laba bolas dari genus Orgarius adalah nama dari laba-laba tersebut. Hewan ini diberi nama demikian karena tali jaring dan umpan yang digunakannya untuk memancing mangsa nampak seperti bolas, nama dari sejenis senjata yang terdiri dari tali dan bola pemberat di ujungnya. 

Karena laba-laba ini menggunakan umpan yang bentuknya menyerupai bola pemberat pada bolas, laba-laba ini pun diberi nama laba-laba bolas. Pada siang hari, laba-laba ini bersembunyi di antara tanaman.

Saat malam tiba, barulah laba-laba ini berburu dengan caranya yang unik sekaligus khas. Laba-laba ini akan memegang benang panjang dengan umpan berbentuk bola di ujungnya. Umpan tersebut memiliki bau yang serupa dengan bau ngengat betina sehingga ngengat jantan yang terkecoh akan hinggap pada umpan tadi. Karena umpan tersebut juga dilengkapi dengan cairan yang lengket, ngengat jantan yang sudah menempel pada umpannya tidak akan bisa melarikan diri.

Saat laba-laba bolas merasakan getaran pada benang dan umpannya, laba-laba tersebut akan langsung menarik umpan beserta ngengatnya ke atas. Ngengat malang tersebut kemudian akan dimakan oleh laba-laba bolas.

Salto
laba-laba salto
laba-laba salto via iflscience.com
Salto adalah sebutan untuk gerakan akrobatik di mana pelakunya melompat sambil membuat gerakan berputar di udara. Gerakan ini merupakan gerakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mereka yang belum terlatih karena jika salah melakukan gerakan, orang yang melakukannya bisa terjatuh dan terancam mengalami cedera parah.

Namun jika seseorang berhasil melakukan salto, siapapun yang menyaksikannya hampir pasti bakal berdecak kagum. Gerakan salto sendiri ternyata bukan hanya bisa dilakukan oleh manusia. Laba-laba juga ada yang melakukan gerakan salto.

Laba-laba dengan kemampuan hebat tersebut adalah laba-laba roda pedati (Cebrennus rechenbergi) yang berasal dari kawasan gurun di Maroko, Afrika Utara. Saat laba-laba ini berpapasan dengan musuhnya, laba-laba ini bisa melakukan gerakan salto supaya bisa melarikan diri dengan cepat dari musuhnya.

Gerakan salto yang dilakukan oleh laba-laba ini begitu enerjik karena ia bisa bergerak hingga kecepatan 2 meter per detik. Selain melakukan salto, laba-laba ini juga bisa melindungi diri dengan cara membangun sarang berbentuk menara kecil. Dengan cara yang kedua pulalah, laba-laba ini bisa melindungi diri dari panas matahari gurun.

Kemampuan spektakuler laba-laba ini dalam melakukan salto lantas seorang ilmuwan bernama Ingo Rechenberg untuk membuat robot yang bisa melakukan gerakan serupa. Rechenberg meyakini kalau di masa depan, robot dengan konsep serupa bisa digunakan untuk melakukan penjelajahan di dasar laut atau bahkan di Planet Mars.

Membuat Pintu
laba laba Membuat Pintu
laba laba Membuat Pintu via animalcorner.org
Pintu merupakan bagian yang hampir tak terpisahkan dari setiap bangunan. Berkat adanya pintu, seseorang bisa keluar masuk suatu bangunan dengan mudah. Jika pintu tersebut juga dilengkapi dengan daun pintu, maka bangunan yang bersangkutan menjadi semakin aman dan tidak bisa dimasuki sembarangan oleh orang atau hewan.

Yang menggunakan daun pintu ternyata bukan hanya manusia. Laba-laba juga ada yang membuat sarang dengan daun pintu. Laba-laba pintu jebakan dari famili Ctenizidae adalah nama dari laba-laba tersebut.

Tidak seperti laba-laba pada umumnya yang membuat sarang jaring di tempat-tempat tinggi, laba-laba pintu jebakan atau trapdoor membangun sarangnya di dalam tanah. Saat membuat sarangnya, mula-mula laba-laba ini membuat terowongan berbentuk tegak. 

Di bagian lubang masuk terowongan itulah, laba-laba pintu jebakan membuat pintu berbentuk bundar. Pintu tersebut kemudian dilekatkan pada bagian mulut terowongan dengan memakai benang sutra. Hasilnya, terciptalah daun pintu yang bisa membuka dan menutup layaknya daun pintu buatan manusia.

Karena pintu jebakaran tersebut nampak serupa dengan tanah di sekelilingnya, hewan yang kebetulan lewat di dekat pintu tidak akan tahu kalau ada laba-laba yang bersarang di dekatnya. Jika yang melintas adalah serangga, laba-laba akan langsung melesat keluar dari pintunya, menyergap mangsanya, kemudian menyeretnya masuk ke dalam sarang.

Terbang
laba laba terbang
laba laba terbang via biodiversitywarriors.org
Serangga yang bisa terbang sudah bukan hal yang aneh bagi manusia. Tetapi bagaimana jika yang terbang adalah laba-laba? Biarpun terdengar mustahil, nyatanya benar-benar ada laba-laba yang bisa terbang alias bergerak di udara. 

Bayi laba-laba diketahui memiliki kemampuan untuk terbang di udara. Perilaku terbang  ini dikenal dengan sebutan “ballooning” (bertingkah seperti balon). 

Seekor laba-laba bisa menghasilkan telur hingga ratusan butir. Jika semua telurnya menetas, hanya masalah waktu sebelum bayi-bayi tersebut merasa kelaparan karena tempatnya yang sekarang tidak menyediakan makanan yang cukup. Sejumlah bayi bahkan tidak segan-segan memakan saudaranya sendirinya yang lebih lemah.

Bagi bayi laba-laba yang lain, solusi untuk mengatasi masalah kelangkaan makanan ini adalah dengan cara terbang ke tempat lain yang makanannya lebih melimpah. Untuk melakukannya, bayi laba-laba akan mengarahkan kepalanya ke bawah dan mengeluarkan jaring dari ujung ekornya.

Saat terkena angin, laba-laba beserta benangnya tadi kemudian akan ikut terbawa oleh aliran angin. Jadilah kemudian bayi laba-laba tersebut melayang bebas layaknya balon atau layang-layang. Jika angin yang membawa laba-laba ini berkekuatan besar, seekor bayi laba-laba bahkan bisa terbang hingga melintasi lautan.   

Sumber :
https://www.livescience.com/14517-diving-bell-spiders-underwater-bubbles.html
https://australian.museum/learn/animals/spiders/magnificent-spider/
https://www.iflscience.com/plants-and-animals/cartwheeling-spider-discovered/
https://animalcorner.org/animals/trapdoor-spider/
https://www.nationalgeographic.com/news/2018/04/spider-silk-ballooning-flying-animals-spd/



close