PLARIUSMODIFIKASI101

Makhluk Kecil yang Bisa Membuat Manusia Kehilangan Dagingnya

Thursday, August 20, 2020
Makhluk hidup terdiri dari beragam bentuk dan ukuran. Banyak makhluk berukuran kecil hidup sebagai parasit pada makhluk lain yang ukurannya lebih besar. Hal yang sama juga berlaku pada manusia yang tubuhnya kerap menjadi inang dari parasit-parasit kecil pemakan daging. Berikut ini adalah 4 contoh makhluk yang ukurannya kecil, namun cukup kuat untuk menggerogoti daging manusia.

Bakteri
Bakteri Grup A Streptococcus
Bakteri Grup A Streptococcus via brankaspedia.com
Bagi manusia, bakteri ibarat dua sisi mata uang. Banyak bakteri yang membawa manfaat bagi manusia. Misalnya bakteri yang membantu proses penguraian di usus. Atau bakteri yang membantu proses fermentasi sejumlah makanan dan minuman.

Namun di luar manfaat-manfaat yang dimiliki oleh sejumlah bakteri, ada pula bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada manusia. Bakteri Grup A Streptococcus adalah contoh dari bakteri merugikan tersebut.

Grup A Streptococcus masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka. Saat sudah berada di dalam, bakteri tersebut kemudian menginfeksi jaringan tubuh dan menimbulkan necrotizing fasciitis, suatu kondisi di mana jaringan tubuh mengalami pembusukan. Oleh karena itulah, bakteri Grup A Streptococcus juga dikenal dengan sebutan bakteri pemakan daging.

Jika kondisi bagian tubuh yang mengalami pembusukan sudah terlampau parah, bagian tersebut harus diamputasi. Di Australia, saetiap tahunnya ada sekitar 400 orang yang didiagnosis mengalami necrotizing fasciitis.

Jika bakteri penyebab necrotizing fasciitis sampai menginfeksi jaringan tubuh yang berada di sekitar pembuluh darah dan syaraf, orang yang terserang bakteri ini bisa meninggal. Sahabat anehdidunia.com dari sekian banyak kasus necrotizing fasciitis yang tercatat, sebanyak 30 persen di antaranya berakhir dengan kematian korban.

Necrotizing fasciitis bukanlah satu-satunya penyakit yang ditimbulkan oleh Grup A Streptococcus. Golongan bakteri yang bersangkutan juga menjadi penyebab timbulnya penyakit-penyakit lain seperti penyakit kulit impetigo, demam jengkering, hingga selulitis.

Laba-Laba
genus Loxosceles
genus Loxosceles via boldsystem.org
Hampir semua laba-laba memiliki racun, namun hanya sebagian di antara mereka yang racunnya cukup kuat untuk membunuh manusia. Laba-laba dari genus Loxosceles adalah contoh dari laba-laba yang racunnya berbahaya bagi manusia. 

Laba-laba Loxosceles memiliki persebaran habitat yang luas. Mereka dapat ditemukan mulai dari Australia hingga Amerika Serikat. Salah satu spesies laba-laba ini juga dikenal dengan nama laba-laba petapa cokelat.

Racun laba-laba umumnya merupakan racun jenis neurotoxin yang berfungsi memutus aliran gelombang pada jaringan syaraf. Dampak, korban akan mengalami kejang-kejang dan kelumpuhan sehingga lebih mudah dimangsa oleh laba-laba. Namun untuk laba-laba Loxosceles, racun yang mereka miliki juga memiliki efek nekrosis atau menimbulkan pembusukan pada jaringan tubuh korbannya. 

Saat seseorang terkena racun laba-laba Loxosceles, pada awalnya luka gigitannya hanya nampak seperti luka kecil. Namun setelah beberapa lama, luka bekas gigitannya akan membesar dan penuh dengan jaringan sel mati.  

Untungnya, pembusukan jaringan yang timbul akibat gigitan laba-laba Loxosceles tergolong sebagai hal yang langka. Sahabat anehdidunia.com dari sekian banyak kasus gigitan Loxosceles yang tercatat, hanya sekitar 10 persen di antaranya yang diikuti dengan kasus pembusukan jaringan di sekitar luka.

Kalaupun ada seseorang yang lukanya mengalami pembusukan usai digigit oleh laba-laba Loxosceles, bisa saja pembusukan terjadi bukan akibat efek racun laba-laba, melainkan akibat infeksi yand ditimbulkan oleh bakteri yang masuk melalui luka.

Amoeba
Amoeba
Amoeba via amongguru.com
Amoeba adalah organisme bersel satu yang tubuhnya nampak menyerupai gumpalan lumpur yang tidak berbentuk. Makhluk ini bukanlah makhluk asing bagi kita semua mengingat seringnya hewan ini dibahas dalam pelajaran ilmu alam, khususnya mengenai makhluk bersel satu dan reproduksi aseksual.

Namun tidak banyak yang tahu kalau amoeba juga bisa menimbulkan kematian pada manusia. Amoeba dengan kemampuan menakutkan tersebut adalah amoeba dari spesies Naegleria fowleri. Amoeba ini dapat ditemukan di seluruh dunia dan mendiami air tawar bersuhu hangat.

Amoeba N. fowleri masuk ke dalam tubuh manusia korbannya melalui hidung. Di dalam rongga hidung, amoeba tersebut akan merembes melalui membran sinus dan kemudian berkembang biak. Dari sana, amoeba ini akan menyebar hingga sampai ke bagian otak dan kemudian memakan sel-sel otak.

Saat seseorang terinfeksi oleh N. floweri, orang tersebut akan mengalami penyakit yang dikenal dengan sebutan primary amebic meningoencephalitis (PAM). Orang yang terserang penyakit ini akan mengalami gejala-gejala seperti pusing dan pembengkakan di bagian kepala. Jika penyakitnya tidak diobati, maka orang tersebut bisa meninggal.

PAM merupakan penyakit yang amat berbahaya karena meskipun penyakit ini tergolong jarang, namun resiko kematian akibat penyakit ini sangatlah tinggi. Sahabat anehdidunia.com jika seseorang didiagnosis terserang PAM, metode pengobatan yang bisa diberikan mencakup pemberian obat antijamur serta menurunkan suhu tubuh untuk mengurangi resiko kerusakan otak.

Di habitat aslinya sendiri di perairan, N. fowleri hidup dari memakan bakteri di sekitarnya. Saat N. fowleri tanpa sengaja masuk ke dalam tubuh manusia, N. fowleri pun terpaksa memakan sel-sel otak inangnya supaya bisa bertahan hidup. Sejak pertama kali diketahui pada tahun 1962, sudah ada sekitar 130 kasus infeksi N. fowleri yang dilaporkan pernah terjadi di Amerika Serikat.

Lalat
Lalat
Lalat via kaskus.co.id
Lalat sudah lama dikenal sebagai hewan pemakan daging. Sebabnya tidak lain karena hewan ini kerap terlihat beterbangan di sekitar mayat manusia dan hewan yang sudah mati. Jika mayat sudah berada di tempat terbuka selama beberapa hari, tidak jarang ada belatung atau larva lalat yang nampak menggeliat-geliat di dalamnya.

Lalat sendiri ternyata bukan hanya menyukai makhluk yang sudah mati. Bahkan orang yang masih hidup pun tetap tidak aman dari lalat. Pada tahun 2013, seorang wanita asal Inggris yang baru saja pulang dari Peru merasakan keanehan pada dirinya. Ia mengaku kerap merasakan sakit kepala sebelah dan mendengar suara-suara aneh yang sumbernya tidak jelas.

Saat wanita tersebut memeriksakan diri pada dokter spesialis, dokter tersebut menemukan kalau di dalam telinga wanita tersebut terdapat belatung atau larva lalat cacing sekrup (Cochliomyia hominivorax). Lalat betina memang diketahui memiliki kebiasaan menaruh telur-telurnya pada luka dan cekungan hewan berdarah panas.

Telur-telur dari lalat tersebut hanya membutuhkan waktu 24 jam untuk menetas. Sesudah itu, belatung yang baru menetas akan memakan daging inangnya dari dalam. Larva lalat ini memiliki ruas-ruas yang bentuknya menyerupai sekrup untuk membantunya menerobos masuk ke dalam daging inangnya.

Wanita itu sendiri mengaku kalau telinganya memang sempat kemasukan lalat saat ia sedang menyusuri dataran tinggi di Peru. Namun setelah ia mengusir lalat tersebut, ia tidak memikirkan hal tersebut – sebelum kemudian dokter menemukan tamu tak diundang di dalam telinganya. Sahabat anehdidunia.com setelah dokter mengeluarkan belatung-belatung tersebut dari telinganya, wanita tersebut mengaku kalau kondisinya sudah jauh lebih baik.

Lalat sekrup bukanlah satu-satunya serangga yang jenis lalat yang larvanya hidup sebagai penyusup di dalam tubuh manusia. Lalat spesies Dermatobia hominis atau botfly juga hidup sebagai parasit pemakan daging manusia. 

Tidak seperti lalat sekrup yang betinanya bertelur langsung pada tubuh manusia, botfly memanfaatkan perantaraan hewan lain semisal nyamuk untuk memasukkan telurnya ke dalam tubuh manusia. 

Saat nyamuk sedang menghisap darah manusia, telur-telur botfly yang ada di dalam tubuh nyamuk kemudian akan masuk ke dalam aliran darah. Telur tersebut kemudian akan menetas begitu merasakan panas tubuh inang manusianya. 

Seseorang yang tubuhnya kemasukan larva botfly akan mengalami furuncular myiasis, suatu kondisi di mana bagian tubuhnya mengalami pembengkakan akibat adanya belatung yang berkumpul di lokasi tersebut.

referensi :
https://www.livescience.com/52687-flesh-eating-monsters-superbugs.html
https://www.livescience.com/38897-how-to-survive-a-brain-eating-amoeba.html
https://www.livescience.com/38204-flesh-eating-worms-maggot-therapy-screwworm-fly.html


close