PLARIUSMODIFIKASI101

Hal Unik yang Tercipta Akibat Wabah Virus Corona

Saturday, December 26, 2020

Wabah COVID-19 yang tengah melanda dunia menimbulkan dampak yang begitu besar bagi manusia. Namun selain dampak negatif, wabah ini juga mendorong munculnya orang-orang dengan otak kreatif. Mereka menciptakan aneka macam inovasi supaya bisa tetap bertahan hidup di tengah pandemi ini. Berikut ini adalah benda-benda unik yang terinspirasi dari wabah mematikan ini.

Helm Virus Corona

Helm Virus Corona
Helm Corona Virus via kabar24.bisnis.com

Virus penyebab wabah COVID-19 digambarkan memiliki bentuk menyerupai bola dengan duri-duri menyerupai jarum pentul di permukaannya. Karena duri-duri tersebut nampak menyerupai mahkota, virus yang bersangkutan pun diberi nama virus corona. Kebetulan dalam bahasa Latin, kata “corona” memang memiliki makna “mahkota”.

Virus dengan bentuk demikian sebenarnya bukan hanya dapat dijumpai pada virus penyebab COVID-19. Virus penyebab SARS diketahui juga memiliki wujud serupa. Namun karena belakangan yang sedang mewabah adalah COVID-19, orang pun seketika langsung membayangkan COVID-19 ketika melihat gambar ilustrasi COVID-19.

Hal tersebut lantas menjadi sumber ide bagi kalangan penegak hukum di India untuk menciptakan helm yang bentuknya menyerupai virus COVID-19. Saat sedang bertugas, polisi India memakai helm yang bagian luarnya sudah dimodidikasi hingga bentuknya nampak menyerupai virus corona yang penuh dengan duri.

Tindakan polisi memakai helm macam itu tak pelak bakal menarik perhatian pengguna jalan yang kebetulan sedang melintas. Dan memang itulah tujuan pemakaian helm ini. Polisi berharap dengan memakai helm yang bentuknya menyerupai virus corona, pengguna jalan seketika bakal langsung teringat akan wabah COVID-19 dan kemudian menjadi lebih jarang bepergian keluar rumah supaya penyebaran virusnya terhambat.

Tindakan memakai helm yang bentuknya menyerupai virus corona sendiri ternyata bukan hanya terjadi di India. Di kota Pasurua, Jawa Timur, sejumlah polisi juga sengaja mengenakan helm berbentuk virus corona untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan akan bahaya virus corona.

Kalung Penangkal Virus Corona

Kalung Penangkal Virus Corona
Kalung Penangkal Virus Corona via farmasetika.com

Virus corona diketahui bisa menyebar lewat sentuhan. Itulah sebabnya seseorang dianjurkan untuk menjaga jarak satu sama lain dan tidak bersentuhan secara langsung dengan orang lain supaya virusnya tidak bisa menular. Sejumlah tempat juga melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala untuk menghilangkan virus corona dan kuman penyakit lain yang menempel di sana.

Meskipun larangan untuk sering-sering menyentuh diri sendiri di bagian wajah terdengar sepele, faktanya adalah menahan diri untuk tidak menyentuh diri merupakan hal yang jauh lebih sulit dilakukan. Terlebih jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan.

Untuk mengatasi hal tersebut, ilmuwan di NASA lantas menciptakan alat khusus supaya pemakainya tidak sering-sering menyentuh dirinya sendiri. Alat tersebut memiliki bentuk menyerupai kalung dan diberi nama PULSE.

Kalung PULSE bekerja dengan memakai sistem sensor otomatis. Ketika pemakainya mendekatkan tangannya ke arah wajah, maka kalung ini secara otomatis bergetar. Dengan begitu pemakainya akan langsung sadar kalau ia seharusnya tidak boleh menyentuh wajahnya sendiri memakai tangan dan langsung membatalkan tindakannya.

Menonton Konser di Dalam Mobil

Menonton Konser di Dalam Mobil
Menonton Konser di Dalam Mobil via hot.detik.com

Industri hiburan merupakan salah satu industri yang paling terpukul akibat wabah COVID-19. Pasalnya dalam acara-acara hiburan semisal konser, seseorang yang berkumpul secara beramai-ramai di tempat yang sama merupakan pemandangan yang jamak. Namun akibat munculnya wabah COVID-19, kini orang-orang tidak bisa lagi menghadiri konser dengan leluasa seperti sebelumnya. 

Pasalnya virus corona dilaporkan bisa menyebar ketika seseorang berada terlalu dekat dengan orang lain yang kebetulan sudah terjangkit. Jika jumlah orang yang tersentuh oleh pembawa virus tersebut berjumlah banyak, maka jumlah orang yang bakal terjangkit oleh virus ini tentu bakal meningkat.

Meskipun begitu, larangan untuk menghadiri konser seperti sebelumnya tidak lantas membuat konser musik tidak digelar sama sekali. Di Cologne, Jerman, sebuah konser musik pernah digelar meskipun wabah COVID-19 masih menerpa Eropa.

Supaya konsernya tetap bisa digelar di tengah pandemi, sejumlah peraturan baru pun diterapkan sesuai dengan pedoman mengenai cara mencegah penyebaran virus corona. Konser ini tidak dimainkan secara langsung di hadapan penonton, melainkan di tempat lain sambil direkam dan ditayangkan secara langsung melalui layar raksasa.

Mereka yang tertarik menyaksikan konser ini akan berkumpul di dena layar raksasa tadi sambil tetap berada di dalam mobilnya. Suara dari konser tersebut kemudian akan dikirimkan ke speaker masing-masing mobil melalui jaringan nirkabel. Sebagai akibatnya, saat konser digelar, bagian depan panggung pun nampak seperti halaman parkir raksasa. 

Namun hal tersebut tidak lantas mengurangi kemeriahan konser ini. Saat band yang mengisi konser ini tampil di panggung, penonton tetap menunjukkan antusiasmenya dengan cara mengedip-ngedipkan lambu mobil, membunyikan klakson, serta melambaikan tangan di dalam mobil.  

Topi Social Distancing

Topi Social Distancing
Topi Social Distancing via kompas.com

Di tengah pandemi seperti sekarang, himbauan untuk melakukan social distancing menjadi hal yang semakin sering kita dengar. Social distancing sendiri adalah istilah untuk menjaga jarak satu sama lain karena virus corona hanya bisa menyebar jika orang yang terjangkit virus berada terlalu dekat orang lain.

Meskipun terdengar sepele, fakta di lapangan menunjukkan kalau social distancing ternyata cukup sulit dilakukan di setiap keadaan. Terlebih lagi jika yang harus melakukan social distancing adalah anak-anak mengingat anak-anak masih belum paham mengenai mekanisme penyebaran virus corona.

Untuk mengatasi hal tersebut, para orang tua murid di SD Yangzheng, Cina Timur, memiliki ide kreatif untuk menerapkan social distancing. Murid-murid di SD tersebut memakai topi dengan aksesoris sepanjang 1 meter di atasnya. Jadi ketika topi mereka saling bersenggolan, mereka langsung tahu kalau mereka tidak boleh berada terlalu dekat satu sama lain.

Penggunaan topi ini juga menjadi cara bagi masing-masing murid dan orang tua untuk menunjukkan kreativitasnya. Pasalnya masing-masing topi memiliki bentuk dan bahan pembuat yang berbeda. Ada topi yang menggunakan gabus sebagai bahan pembuat tanduknya. Ada pula topi yang bagian tanduknya terbuat dari balon berwarna warni.

Ide memakai topi social distancing ini sendiri terinspirasi dari topi serupa yang pernah digunakan oleh para pejabat Dinasti Song, dinasti yang pernah berkuasa di Cina pada abad ke-10 hingga abad ke-13. Para pejabat konon mengenakan topi tersebut saat sidang supaya mereka tidak bisa berbisik-bisik dan merencanakan hal yang tidak baik.

Kue Virus Corona

Kue Virus Corona
Kue Virus Corona via travel.kompas.com

Wabah virus corona kerap dianggap sebagai bencana bagi industri makanan. Pasalnya gara-gara virus ini, banyak rumah makan yang sepi pembeli dan terpaksasa tutup. Namun hal tersebut tidak membuat bisnis kuliner mati sepenuhnya karena orang-orang tetap banyak yang memesan makanan lewat perantara kurir.

Wabah ini juga menciptakan berkah terselubung bagi pembuat kue. Pasalnya bentuk virus corona yang unik menyebabkan orang-orang terinspirasi untuk membuat kue yang bentuknya menyerupai virus corona.

Di kota Cremona, Italia, toko kue setempat menjajakan kue yang bentuknya menyerupai virus corona. Kue tersebut memiliki bentuk setengah bola dengan hiasan berbentuk menyerupai duri-duri pipih di bagian atasnya.

Andrea Schiroli adalah orang di balik munculnya kue dengan desain unik ini. Pemilik toko kue tersebut menjelasakan bahwa alasan ia menjual kue macam ini bukanlah untuk menganggap remeh wabah ini, melainkan supaya orang-orang tidak bersikap terlalu tegang sambil tetap mengikuti imbauan pemerintah mengenai cara menangkal penyebaran virus ini.

Sumber :

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4963542/viral-polisi-india-pakai-helm-corona-takuti-warga-agar-dirumahaja

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4963037/memakai-helm-corona-polisi-turun-jalan-ingatkan-bahaya-covid-19

https://www.usatoday.com/story/tech/2020/06/29/dont-touch-your-face-nasa-developed-necklace-remind-you/3277469001/

https://www.euronews.com/2020/04/18/let-s-party-people-attend-german-concert-drive-in-cinema-style

https://www.cnet.com/news/kids-in-china-head-back-to-school-wearing-social-distancing-hats/

https://www.scmp.com/news/world/europe/article/3052976/coronavirus-cake-anyone-italians-fight-fear-silliness-cases-jump




close