PLARIUSMODIFIKASI101

Kuliner Ekstrim Khas Vietnam yang Terbuat dari Hewan

Saturday, February 06, 2021

Vietnam merupakan negara Asia Tenggara yang berada jauh di sebelah utara Indonesia. Selain terkenal karena pernah menjadi lokasi Perang Vietnam, negara ini juga terkenal akan sejumlah hidangannya yang cenderung ekstrim. Berikut ini adalah  hewan yang banyak dikonsumsi di Vietnam sebagai kuliner ekstrim.

Anjing

Thit cho
Thit cho via nickspic.net

Anjing dikenal sebagai hewan sahabat manusia. Sifatnya yang mudah dilatih dan mudah akrab dengan majikannya menyebabkan hewan ini banyak dipelihara di mana-mana. Namun kalau di Vietnam sana, anjing bukan hanya dipelihara untuk dijadikan hewan penjaga atau sahabat manusia, tetapi juga untuk dikonsumsi sebagai makanan.

Thit cho adalah sebutan orang Vietnam untuk hidangan yang menggunakan daging anjing. Biasanya orang Vietnam memakan daging anjing sambil dikombinasikan dengan saus udang, bihun, dan sayuran.

Orang Vietnam diketahui sudah mengkonsumsi daging anjing sejak 1.000 tahun yang lalu. Kebiasaan tersebut konon dimulai saat Vietnam masih berada di bawah kekuasaan dinasti Cina. Sekarang ada sekitar 5 juta ekor anjing yang dikonsumsi setiap tahunnya di Vietnam. Hanya Cina yang menjadi negara dengan tingkat konsumsi daging anjing lebih tinggi dibandingkan Vietnam.

Kebiasaan orang Vietnam mengkonsumsi daging anjing sendiri bukanlah hal yang bebas dari kontroversi. Sahabat anehdidunia.com praktik ini sudah lama dikecam oleh orang-orang di luar Vietnam karena sebagai hewan sahabat manusia, anjing tidak sepantasnya dibunuh untuk dijadikan makanan.

Alasan lain mengapa makanan berbahan anjing memiliki citra yang kontroversial adalah akibat asal-muasal daging anjing itu sendiri. Akibat tingginya tingkat permintaan daging anjing di Vietnam, banyak anjing peliharaan yang diculik tanpa sepengetahuan majikannya dan kemudian dibawa ke tempat-tempat penjagalan hewan.

Ulat Kelapa

duong dua
duong dua via bazantravel.com

Ulat kelapa (atau duong dua kalau dalam bahasa Vietnam) adalah sebutan untuk sejenis larva kumbang yang tinggal di dalam batang kelapa. Oleh petani dan pemanen kelapa, ulat ini dianggap sebagai hama karena bisa merusak kelapa dengan cara menghisap zat hara dari dalam batang tanaaman.

Karena sifatnya itulah, ulat kelapa pun dianggap hama yang senantiasa coba dibasmi. Namun seiring dengan semakin banyaknya ulat kelapa yang berhasil dikumpulkan, warga di delta Sungai Mekong lantas memutuskan kalau hewan ini bisa diberdayakan menjadi hidangan baru.

Ulat kelapa memiliki tubuh gemuk berwarna pucat dengan kepala kecil berwarna hitam. Karena penampilannya yang nampak seperti belatung besar itulah, mereka yang baru pertama kali melihat ulat kelapa mungkin bakal merasa jijik dan keburu enggan memakannya. 

Ada beberapa cara yang biasa digunakan oleh orang Vietnam untuk menyantap ulat kelapa. Cara tercepat adalah dengan mencelupkan ulat kelapa ke dalam alkohol supaya bersih. Sesudah itu, ulat kelapa bisa dicampur dengan saus ikan sebelum kemudian dimakan. Menurut orang-orang yang pernah memakannya, ulat kelapa rasanya seperti campuran telur dan keju.

Untuk yang tidak berminat memakan ulat kelapa dalam kondisi masih mentah, ulat kelapa juga bisa digoreng terlebih dahulu. Sahabat anehdidunia.com selain dengan kedua cara tadi, ulat kelapa juga bisa diolah menjadi sate yang dibumbui rempah-rempah.

Tikus Sawah

Thit chuo dong
Thit chuo dong via baophapluat.vn

Tikus merupakan hewan yang amat dibenci oleh kalangan petani. Seringnya hewan tersebut memakan biji-bijian hasil panen menjadi penyebabnya. Tikus juga bisa menyebarkan penyakit-penyakit pada manusia seperti pes dan leptospirosis.

Seperti halnya di Indonesia, tikus juga dipandang sebagai hewan hama yang harus segera dibasmi. Bedanya adalah jika kaum petani Vietnam berhasil menangkap tikus dalam jumlah banyak, tikus-tikus tersebut bakal diolah untuk dijadikan makanan.

Thit chuo dong adalah sebutan yang diberikan oleh orang Vietnam pada hidangan berbahan tikus. Hidangan ini merupakan hidangan khas Vietnam bagian selatan. Sebelum diolah, tikus yang hendak dimakan bakal dibakar terlebih dahulu supaya rambut dan parasit yang ada di kulitnya menghilang.

Jika kulit luar tikus sudah dibersihkan, tikus tadi kemudian dibelah supaya isi perutnya bisa dikeluarkan. Sesudah itu, barulah daging tikusnya diolah dengan cara dipanggang hingga kering. Biasanya daging tikus disajikan bersama dengan sayuran, jahe, atau jus lemon. 

Menurut mereka yang pernah memakannya, daging tikus terasa padat dan manis. Namun karena tikus adalah hewan bertulang belakang yang berukuran kecil, daging tikus juga mengandung banyak tulang.Selain dengan cara digoreng, daging tikus juga bisa disajikan sebagai daging rebus atau sebagai hidangan kari.

Embrio Telur Bebek

hot vit lon
hot vit lon via magazibe.foodpanda.my

Makan telur bebek bukanlah hal yang aneh. Namun bagaimana jika telur yang dimakan bagian dalamnya sudah berubah menjadi embrio atau bayi bebek? Apakah anda masih ingin memakannya? Jika anda menanyakan hal ini kepada orang Vietnam, maka mereka sangat mungkin bakal menjawab ya. Pasalnya di Vietnam, memakan embrio bebek sama sekali bukanlah hal yang aneh maupun menjijikan.

Di kalangan penduduk Vietnam, makanan embrio telur bebek dikenal sebagai hot vit lon. Karena makanan ini memiliki kadar protein yang tinggi, makanan ini pun banyak dikonsumsi oleh anak-anak Vietnam. Warung-warung yang menjajakan embrio telur bebek bisa ditemukan dengan mudah di pusat-pusat keramaian Vietnam.

Embrio telur bebek sendiri didapat dari telur bebek yang sudah dibuahi sehingga kuning dan putih telur di dalamnya berkembang menjadi embrio. Sahabat anehdidunia.com sekitar 2 minggu sejak mulai dierami, telur bebek diambil dan kemudian direbus hingga matang. 

Sesudah itu, telur ini bisa dikonsumsi layaknya telur rebus biasa. Perbedaannya tentu saja ada pada sesuatu yang tersembunyi di balik kulit telurnya. Saat kita mengupas kulit telur rebus biasa, kita hanya akan disuguhi bulatan telur yang sudah mengeras. Namun saat kita mengupas embrio telur rebus ini, kita bakal disuguhi oleh pemandangan bayi bebek. 

Selain dimakan tanpa tambahan apa-apa, orang Vietnam juga biasa mengkonsumsi embrio telur ini dengan cara melubangi kulit telurnya, kemudian memasukkan campuran garam, lada, serta jeruk nipis ke dalam telur. Embrio telur sesudah itu bisa dinikmati dengan cara menyeruput cairan yang keluar lewat lubang telur.

Kucing

daging kucing
daging kucing via intisari.grid.id

Di banyak negara, kucing identik sebagai hewan yang lucu dan manja sehingga banyak dipelihara. Namun di Vietnam, kucing juga memiliki peran tambahan sebagai bahan makanana. Ya, anda tidak salah baca. Selain anjing, tikus, dan hewan-hewan lain yang sudah disebutkan sebelumnya, orang Vietnam juga gemar menyantap kucing.

Seperti halnya daging-daging hewan lainnya, daging kucing juga disajikan dengan beragam metode. Ada daging kucing yang diolah dengan cara dipanggang dan disajikan dalam kondisi sudah terpotong-potong. Ada juga daging kucing yang disajikan dalam bentuk kari yang sudah dicampur dengan bumbu rempah-rempah.

Karena daging kucing biasanya tidak disajikan dalam kondisi utuh atau bersama bagian kepalanya, mereka yang baru pertama kali menyantap hidangan daging kucing di Vietnam tidak akan menyangka kalau daging yang dimakannya berasal dari kucing. Menurut mereka yang pernah mencobanya, daging kucing terasa lembut dan manis.

Seperti halnya daging anjing, penyajian daging kucing juga sarat akan kontroversi. Di luar Vietnam, praktik menjadikan kucing sebagai bahan makanan dianggap sebagai bentuk kekejaman terhadap kucing.

Di Vietnam sendiri, tingginya tingkat permintaan daging kucing menyebabkan banyak kucing peliharaan yang diculik dan kemudian dijual ke restoran tanpa sepengetahuan pemiliknya. Pemerintah Vietnam juga menganjurkan warganya untuk berhenti atau setidaknya mengurangi konsumsi daging kucing supaya populasi hama tikus menjadi lebih terkendali.

referensi :

https://onemoredestination.com/en/vietnams-10-strangest-dishes/ https://hanoi.for91days.com/eating-dog-vietnam/ https://www.theguardian.com/world/2013/sep/27/eating-dog-vietnam-thailand-kate-hodal https://www.itourvn.com/blog/challenge-yourself-with-coconut-worms-mekong-delta-s-signature-dish https://www.vietnamcoracle.com/rat-meat/ https://www.vietnamcoracle.com/fetal-duck-egg/ https://www.vietnamcoracle.com/cat-meat/ https://www.scmp.com/news/asia/article/1561037/its-sweeter-and-tenderer-dog-meat-vietnams-taste-cat-leaves-pets-peril



close