Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Warna Terlarang Paling Misterius di Dunia yang Penggunaannya Dilarang hingga Kini

Anehdidunia.com - Kamu mungkin berpikir bahwa dirimu dapat menggunakan warna apa pun yang ada di dunia tanpa ada batasan sama sekali. Tetapi nyatanya terdapat beberapa warna yang bisa sangat sulit untuk kamu dapatkan dan bahkan hampir mustahil untuk digunakan.

Entah karena warna tersebut mengandung racun sehingga berbahaya bagi kesehatan penggunanya, atau kerena berbagai alasan lain, mulai dari, ketinggalan jaman, ilegal, atau memiliki hak cipta, nyatanya memang ada beberapa warna yang dilarang di dunia ini.

Jika kamu penasaran dengan warna apa saja yang terlarang untuk digunakan secara umum dengan berbagai alasan unik, berikut kami telah merangkum beberapa di antaranya.

1. “Mummy Brown” atau Mumi coklat

“Mummy Brown” atau Mumi coklat
“Mummy Brown” atau Mumi coklat via painterest.com

Pada abad ke-16 akhir, warna baru cat cokelat mulai muncul dalam berbagai karya seni Eropa yang disebut "Mummy Brown". Kamu mungkin berpikir bahwa warna ini hanyalah sebuah nama dengan nama yang unik dan kreatif, tetapi sebenarnya, cat ini memang benar-benar terbuat dari remahan mayat orang Mesir kuno yang dihancurkan.

Pada abad ke-19, "Egyptomania" atau kepopuleran berbagai hal berbau mesir diketahui mulai menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Serikat, karena orang-orang mulai kerap menggunakan mumi sebagai dekorasi, obat-obatan, kertas, dan bahkan permainan pesta di acara pembukaan mumi.

Sementara itu, teknik yang tepat untuk menyiapkan warna ini diketahui cukup bervariasi, dan hari ini hampir tidak mungkin untuk mengetahui apakah sebuah lukisan menggunakan warna Mumi Coklat bahkan dengan melalui analisis apa pun.

Namun kasus unik terjadi ketika seorang pelukis, Edward Burnes-Jones, mengaku berhasil menemukan asal-usul sebenarnya dari bahan yang telah dia gunakan pada lukisannya. Dan bahkan dengan bangganya pelukis satu ini mengadakan pemakaman dadakan untuk mumi di halaman belakang rumahnya untuk seakan menegaskan bahwa warna yang dia dapat selama ini berasal dari sesuatu yang telah mati tersebut.

Sementara itu pada tahun 1964 pencipta cat warna cokelat mumi melaporkan bahwa mereka telah kehabisan mumi, dengan mengatakan dalih bahwa

"Kami mungkin memiliki beberapa anggota badan aneh dan mati yang tergeletak di suatu tempat tetapi tetap saja tidak cukup untuk membuat cat lagi warna ‘itu’ lagi". Sehingga hal ini juga dapat berarti jika kamu memang ingin membuat ulang warna cat ini, akan sangat sulit karena ‘bahan alami’ yang digunakan hampir tidak ada.

2. Vantablack

Vantablack
Vantablack via kompasiana.com

Vantablack adalah salah satu warna paling gelap yang pernah dikenal oleh umat manusia. Dikembangkan oleh perusahaan Inggris Surrey NanoSystems pada awal 2000-an, Vantablack diketahui memiliki kemampuan untuk dapat menyerap 99,965% cahaya yang tampak oleh tampak.

Dengan kemampuannya, warna Vantablack pun memegang Rekor Dunia Guinness untuk zat buatan manusia yang paling gelap sampai bahan dengan nama yang jauh lebih menarik yang dikenal sebagai "dark chamaleon dimers" menjatuhkan Vantablack dari posisi teratas pada tahun 2015.

Uniknya, belakangan ini keberadaan Vantablack kerap memicu perseteruan, terlebih di kalangan para seniman dunia. Hal ini berawal dari seorang seniman India bernama Anish Kapoor, yang diketahui memegang lisensi eksklusif untuk menggunakan produk Vantablack untuk karya seni miliknya seorang. Kapoor, yang terkenal karena menciptakan patung "Gerbang Awan" berbentuk kacang di Chicago ini, nyatanya telah menerima puluhan kritik tajam dari rekan atau rival sesama seniman, karena telah berusaha mempertahankan seluruh warna seni untuk dirinya sendiri.

Bahkan untuk mengejek perbuatan Kapoor atau sebagai balasan terhadap tindakan egoisnya, sesama rekan senimannya yaitu Stuart Semple diketahui menciptakan beberapa warna lain, termasuk "Pinkest Pink", "Black 2.0", "Black 3.0", dan "Diamond Dust", yang boleh digunakan oleh setiap orang di dunia, siapa pun itu kecuali satu orang, ya tentu saja Anish Kapoor.

Di lain pihak, salah satu Perusahaan bernama Massachusetts NanoLab diketahui juga telah menciptakan zat yang mirip dengan Vantablack yang dikenal sebagai Singularity Black dan tersedia untuk umum, jadi jika kamu menginginkan sesuatu yang segelap mungkin untuk kebutuhan tertentu, produk dari NanoLab ini dapat menjadi pilihanmu.

3. Ungu Tirus

Ungu Tirus
Ungu Tirus via dreamtime.com

Warna ungu kerajaan dalam sejarahnya telah dikaitkan dengan bangsawan selama berabad-abad dan keberadaannya hingga kini tetap masih ada dan cukup populer. Diketahui selama Kekaisaran Romawi berkuasa, setiap non-bangsawan yang berani mencoba memakai warna ungu bisa saja mendapat hukuman berat berupa eksekusi. Sementara itu di Inggris, Ratu Elizabeth I diketahui melarang siapa pun kecuali keluarganya untuk memakai warna ini sebagai bagian dari Undang-undang Sumptuary yang mengatur apa yang bisa dikenakan oleh setiap kelas sosial.

Warna Ungu Kerajaan ini bahkan dianggap mirip dengan darah kering, yang kemudian menghubungkan bangsawan dengan kepercayaan mengenai garis keturunan murni. Kepercayaan ini pun menjadi populer di kalangan kelas atas para penguasa di Mesir, Persia, dan Kekaisaran Romawi bahkan ikut terbawa hingga pertengahan 1500-an.

Alasan mengapa pewarna ungu sangat langka adalah karena sangat sulit dan mahal untuk diproduksi. Kota Fenisia diketahui merupakan produsen utama pewarna, khususnya yang disebut sebagai ungu Tyrian atau ungu kerajaan atau Imperial ungu dengan cara mengekstrak pigmen, dari ratusan ribu siput laut yang dikumpulkan dikumpulkan, diretakkan, dan kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari. Proses ini saja diketahui membutuhkan hingga 250.000 siput untuk satu ons pewarna, yang membuatnya sangat mahal untuk hampir semua orang, dan siput hanya asli Mediterania saja yang diketahui mampu menghasilkan warna ini.

Selain itu, pakaian yang terbuat dari pewarna ungu kerajaan ini berkualitas tinggi dan tidak pernah pudar. Sementara itu, pewarnaan sejenis ini baru mulai populer di kalangan masyarakat umum ketika pada tahun 1856, seorang kimiawan remaja William Henry Perkin secara tidak sengaja menemukan pewarna ungu yang jauh lebih murah saat mengerjakan pengobatan anti-malaria. Pewarna baru ini, yang akhirnya disebut "mauve", kemudian berhasil membantu warna ungu untuk kemudian tersedia bagi semua orang dan golongan.

4. Vermillion

Vermillion
Vermillion via koningenart.com

Vermillion juga dikenal dengan nama cinnabar atau merah China, merupakan salah satu bahan perwarna yang dilarang untuk digunakan. Warna Vermillion diketahui mendapatkan rona merah-oranye yang khas dari merkuri, dan semakin kecil partikel merkuri, maka akan semakin terang warna vermillion merah tersebut.

Uniknya, warna ini diketahui telah digunakan selama hampir 8.000 tahun lamanya. Sejak Romawi Kuno mengambilnya dari Spanyol dan menggunakannya dalam kosmetik dan seni budaya mereka. Warna ini juga digunakan untuk menerangi manuskrip di abad pertengahan.

Sayangnya, para tahanan dan budak diberi pekerjaan berbahaya untuk menambang cinnabar di tambang Spanyol di Almadén, dan kemudian dipanaskan hingga dihancurkan untuk membentuk pigmen warna yang diinginkan.

Kehadiran warna ini juga terlihat pada berbagai lukisan Renaissance dan tentu saja di Cina sesuai dengan nama alternatifnya. Di sana warna ini diketahui sengaja dicampur dengan getah pohon dan digunakan untuk kuil, tinta, dan tembikar. Orang China kuno bahkan hari ini diketahui menyukai berbagai hal dengan warna ini karena memiliki perlambangan keberuntungan dan kebahagiaan.

5. Hijau Scheele

Hijau Scheele
Hijau Scheele via twitter.com

Pada awal 1800-an, pewarna baru mendadak menemukan kepopulerannya di kalangan masyarakat kelas atas Victoria. Pembuat warna Jerman Carl Wilhelm Scheele pada saat itu diketahui merilis warna hijau yang begitu cerah sehingga menjadi pilihan hampir semua wanita yang menghadiri pesta di seluruh Eropa Barat.

Teknologi lampu gas baru bahkan berhasil berkolaborasi hingga mampu membuat acara malam hari lebih cerah dan warna hijau zamrud ini akan terlihat sangat cocok untuk membuat seorang wanita tampil sebagai sosok wanita modern dan modis.

Akibatnya, kehadiran warna hijau Sheele ini pun makin populer dan bahkan terlihat hampir di seluruh Inggris dalam bentuk gaun, wallpaper, karpet, hingga tanaman buatan. Sayangnya, saat itu banyak yang tidak mengetahui bahwa warna pewarna baru ini dibuat dengan campuran bahan arsenit tembaga, yang mengandung unsur arsenik mematikan. Wanita yang memakainya diketahui mengalami penyakit kulit kronis. Efek berbahaya ini pun diketahui ikut menimpa anggota keluarga lain dengan gejala muntah dan pusing.

Sementara itu, takdir lebih buruk bahkan menunggu para para pekerja pabrik yang menggunakan pewarna yang sama setiap harinya hingga harus mengalami kegagalan organ. Salah satu pembuat bunga palsu bernama Matilda Scheurer bahkan mengalami kematian yang mengerikan, muntah hijau, dengan kondisi bagian putih matanya berubah menjadi hijau, dan memberitahu orang lain bahwa semua yang dilihatnya berwarna hijau.

Terlihat seperti mimpi buruk bukan?

Namun anehnya, meskipun para dokter dan media dengan cepat mengetahui dan mengumumkan efek berbahaya dari penggunaan warna ini, namun nyatanya orang-orang tetap menolak demi menjunjung tinggi mode berpakaian mereka hingga tahun 1895.

Sumber :
https://listverse.com/2020/09/17/top-10-forbidden-colors/