Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakta Unik dan Menakutkan Seputar Madu

Anehdidunia.com - Siapa yang tidak tahu madu? Senyawa yang diproduksi oleh lebah madu ini amat digemari oleh manusia karena rasanya yang manis dan manfaatnya yang besar jika dikonsumsi secara teratur. Namun hal-hal menarik seputar madu bukan hanya terbatas sampai di sana. Berikut ini adalah 5 fakta seputar madu yang bakal membuat anda takjub sekaligus ngeri.

Madu Mengandung Air Liur Lebah

Madu Mengandung Air Liur Lebah
Madu Mengandung Air Liur Lebah via sainspop.com

Madu dibuat oleh lebah sudah menjadi pengetahuan umum. Namun tahukah anda bagaimana cara lebah membuat madu? Jika memakai sudut pandang manusia, cara lebah dalam membuat madu terbilang menjijikan karena turut melibatkan air liur.

Lebah memiliki 2 jenis lambung dalam tubuhnya : lambung untuk menyimpan nektar dan lambung untuk makan. Saat lebah hinggap pada bunga untuk menghisap nektar, lebah akan menyimpan nektar tersebut dalam lambung nektarnya.

Lebah yang sudah menghisap nektar selanjutnya akan terbang kembali ke sarangnya. Setibanya di sarang, ia sudah ditunggu oleh lebah pekerja lain. Lebah yang baru kembali dari luar sarang kemudian akan memuntahkan nektar tersebut ke dalam mulut lebah yang sudah menunggunya tadi.

Lebah yang menerima muntahan nektar tadi kemudian akan pergi mencari bilik sarang yang kosong. Di sana, lebah akan memuntahkan sebagian nektar ke dalam bilik. Saat nektar tersebut mengalami kontak dengan udara, terjadi reaksi kimia yang mengubah komposisi zat gizi dalam nektar.

Lebah kemudian akan menghisap kembali nektar yang sudah dimuntahkannya tadi supaya bercampur dengan nektar yang belum ia muntahkan. Sesudah itu, lebah akan kembali memuntahkan sebagian nektar dan menelannya kembali. Proses ini dilakukan berkali-kali oleh lebah selama beberapa menit.

Langkah berikutnya yang perlu dilakukan oleh lebah adalah mengurangi kadar air dalam nektar. Untuk melakukannya, lebah akan mengipasi nektar dalam bilik supaya airnya menguap. Sesudah itu, lebah akan menutup pintu bilik dengan zat lilin. Pada tahap ini, nektar sudah berubah sepenuhnya menjadi madu yang siap dimakan oleh seluruh penghuni sarang.

Orang yang Memakan Madu Ini Bisa Jadi Gila

Orang yang Memakan Madu Ini Bisa Jadi Gila
Orang yang Memakan Madu Ini Bisa Jadi Gila via yukepo.com

Rasanya tidak akan ada orang yang menolak jika ditawari madu. Rasanya yang manis dan kandungan gizinya yang tinggi menyebabkan madu banyak dikonsumsi oleh manusia di berbagai belahan dunia. Namun bukan berarti semua madu bisa dikonsumsi dengan aman.

Madu gila adalah madu yang dimaksud di sini. Istilah “madu gila” diberikan karena jika madu ini sampai dimakan oleh manusia, maka orang yang memakannya bisa bertingkah liar bak orang gila. Madu gila sendiri aslinya adalah madu lebah yang nektarnya berasal dari bunga beracun, misalnya Rhododendron ponticum.

Madu gila nampak serupa dengan madu biasa. Hal tersebut lantas dimanfaatkan oleh Kerajaan Pontus – suatu kerajaan kuno yang wilayahnya berada di tepi Laut Hitam – dalam perang melawan bangsa Romawi di tahun 65 SM.

Saat pasukan Romawi yang dipimpin oleh Pompey sampai di pesisir selatan Laut Hitam, mereka menemukan sarang lebah yang penuh berisi madu. Pasukan Romawi spontan langsung menyantap madu tersebut. Mereka tidak tahu kalau sarang lebah tersebut berisi madu beracun dan sengaja ditinggalkan di sana oleh pasukan Pontus.

Tidak lama kemudian, para prajurit Romawi tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri. Momen tersebut lantas dimanfaatkan oleh pasukan Pontus untuk menghabisi pasukan Romawi. Sebanyak 1.000 tentara Romawi dikabarkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Madu Bisa Meledak

Madu Bisa Meledak
Madu Bisa Meledak via liputan6.com

Meskipun madu memiliki rasa yang enak dan membawa banyak manfaat, bukan berarti madu tidak memiliki bahaya sama sekali. Bahkan madu yang tidak mengandung racun sekalipun tetap bisa membahayakan manusia jika tidak disimpan sebagaimana mestinya.

Madu yang terpapar suhu hangat atau terkena sinar matahari dalam rentang waktu yang terlalu lama bisa mengalami fermentasi. Saat madu mengalami fermentasi, maka madu tersebut cenderung terasa masam saat dicicip.

Fermentasi bukan hanya berdampak pada berubahnya rasa madu. Jika madu tersebut kebetulan berada dalam wadah yang tertutup rapat, maka gas karbon dioksida yang ada di dalam wadah akan terakumulasi.

Jika gas yang terkumpul sudah terlampau banyak, wadah tersebut akan meledak. Jika kebetulan ada orang yang berada di dekat wadah, maka orang tersebut bisa terluka akibat terkena tutup atau serpihan wadah yang terpental akibat ledakan. Madu yang mengandung terlalu banyak air atau tidak mengalami proses pasteurisasi juga cenderung lebih mudah mengalami fermentasi.

Untungnya, proses fermentasi pada madu bisa dicegah dengan memakai cara yang mudah. Jika madu tersebut disimpan di suhu yang dingin (misalnya lemari es), maka madu tersebut tidak akan mengalami fermentasi.

Madu Ini Sudah Berusia Ribuan Tahun, Namun Masih Enak Dimakan

Madu Ini Sudah Berusia Ribuan Tahun
Madu Ini Sudah Berusia Ribuan Tahun via patchpuppy.com

Bangsa Mesir Kuno dikenal dengan peninggalannya yang berumur panjang. Mulai dari piramida, patung Sphinx, hingga mumi. Di makam Mesir Kuno pulalah, ilmuwan pernah menemukan madu yang tetap berada dalam kondisi awet meskipun sudah berusia ribuan tahun.

Madu-madu tersebut ditemukan tersimpan dalam kendi. Bangsa Mesir Kuno sendiri meninggalkan madu di makam karena adanya kepercayaan bahwa saat seseorang meninggal dunia, benda-benda yang disimpan dalam makamnya akan turut dibawa oleh arwah orang tersebut saat menuju alam sesudah kematian.

Lantas, bagaimana cara bangsa Mesir Kuno menjaga supaya madu tersebut tetap berada dalam kondisi awet? Penyebab pertama ada pada metode penyimpanan yang digunakan oleh bangsa Mesir Kuno. Karena madu-madu tersebut disimpan dalam kendi yang tertutup rapat, madu tersebut tidak bisa dimasuki oleh organisme pengurai.

Penyebab kedua ada pada madu itu sendiri. Madu memiliki kadar air yang rendah dan tingkat keasaman yang tinggi. Kedua hal tersebut menyebabkan bakteri yang ada di dalam madu tidak akan bisa bertahan hidup.

Karena faktor yang terakhir pulalah, madu banyak digunakan oleh bangsa Mesir Kuno sebagai obat. Selain untuk diminum, bangsa Mesir Kuno kerap menggunakan madu untuk mengobati penyakit mata dan luka pada kulit.

Madu Bisa Digunakan Sebagai Metode Hukuman Mati yang Brutal

Madu Bisa Digunakan Sebagai Metode Hukuman Mati yang Brutal
Madu Bisa Digunakan Sebagai Metode Hukuman Mati yang Brutal via wowmenariknya.com

Madu memiliki rasa yang manis. Itulah sebabnya manusia gemar mengkonsumsi madu, baik dengan cara diminum langsung ataupun dijadikan campuran pada hidangan lain. Dan bukan hanya manusia yang menyukai madu. Hewan-hewan seperti semut, ngengat, hingga beruang semuanya gemar memakan madu.

Di lain pihak, banyaknya hewan yang gemar mengkonsumsi madu menyebabkan benda ini di masa lampau juga pernah digunakan sebagai alat untuk menyiksa orang hingga mati. Bagaimana cara kerjanya?

Bangsa Persia adalah bangsa yang diketahui pernah menggunakan metode eksekusi ini. Mula-mula, korban akan diikat dan kemudian disirami dengan madu serta susu. Korban juga bakal disuapi dengan madu hingga korban merasa kekenyangan.

Sampai sini, hal tersebut tidak nampak sebagai siksaan. Namun apa yang terjadi kemudian bakal membuat siapapun merasa ngeri. Karena sekujur tubuh korban kini dilumuri oleh madu, hewan-hewan seperti semut dan tikus pun kemudian akan berdatangan mengerubungi tubuh korban.

Hewan-hewan tersebut selanjutnya akan menggerogoti tubuh korban dari luar dan dalam. Yang bisa dilakukan korban kini hanyalah pasrah menanti ajalnya sambil menahan rasa sakit yang tidak kunjung hilang. Sesudah 2 minggu lebih, biasanya korban sudah meninggal dunia dalam kondisi tercabik-cabik.

referensi :
https://www.perfectbee.com/beekeeping-articles/outside-the-swarm/a-closer-look-at-how-bees-make-honey
https://history.howstuffworks.com/historical-events/history-hallucinogenic-mad-honey-warfare.htm
https://www.benefits-of-honey.com/ask/
https://www.highgroundorganics.com/uncategorized/note-about-honey-fermentation/
https://www.smithsonianmag.com/science-nature/the-science-behind-honeys-eternal-shelf-life-1218690/
https://en.wikipedia.org/wiki/Scaphism