Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gara-Gara Perang, Saudara Kandung Ini Terpaksa Membela Kubu yang Berbeda

Anehdidunia.com - Perang melahirkan permusuhan. Pasalnya saat perang meletus, mereka yang membela kubu berbeda bakal saling bunuh hingga salah satu pihak menyerah atau kalah.

Ironisnya, tidak jarang mereka yang bermusuhan dalam perang aslinya masih berstatus sebagai saudara yang notabene harusnya memiliki hubungan harmonis. Berikut ini adalah contoh kasus-kasus pilu tersebut.

Akune Bersaudara dalam Perang Dunia Kedua

Akune Bersaudara dalam Perang Dunia Kedu
Akune Bersaudara dalam Perang Dunia Kedu via discovernikkei.org

Jauh sebelum Perang Dunia Kedua meletus, sudah banyak orang Jepang yang bermigrasi dan menetap di wilayah Amerika Serikat (AS). Saat Perang Dunia Kedua meletus, mereka pun langsung terjebak dalam kondisi rumit.

Jepang adalah negara asal leluhur mereka, namun AS adalah negara tempat mereka tinggal sekarang. Orang-orang keturunan Jepang kini dipaksa membuat pilihan sulit karena dalam Perang Dunia Kedua, Jepang dan AS saling bermusuhan.

Hal itulah yang menimpa Akune bersaudara. Ayah mereka adalah pria asal Jepang yang membuka bisnis toko sayuran di AS. Saat ibu mereka meninggal, keluarga Akune memutuskan untuk kembali ke Jepang.

Sekembalinya di Jepang, Harry dan Ken Akune memutuskan untuk pergi kembali ke AS dengan maksud mencari pekerjaan. Namun saat mereka sudah berada di sana, keduanya malah ditahan oleh aparat AS karena mereka dicurigai sebagai mata-mata Jepang.

Di Jepang sendiri, adik-adik Harry dan Ken yang bernama Saburo dan Shiro Akune ternyata sekarang menjadi tentara Jepang. Saburo bertugas sebagai pengintai untuk pilot, sementara Shiro bertugas mewawancarai tentara angkatan laut Jepang yang hendak direkrut.

Harry dan Ken nantinya juga bergabung dalam ketentaraan, namun sebagai bagian dari militer negara musuh Jepang. Ken bertugas mengurusi divisi propaganda di Burma (Myanmar), sementara Harry sempat ikut serta dalam pertempuran di Pulau Papua.

Saat Perang Dunia Kedua berakhir dengan kekalahan Jepang, Harry dan Ken sama-sama dikirim ke Jepang untuk membantu menjaga keamanan. Di sana, Harry dan Ken akhirnya bisa bertemu kembali dengan kedua adiknya.

Pertemuan tersebut sayangnya nyaris berakhir kisruh karena adik-adik Harry dan Ken menuduh kedua kakaknya sebagai pengkhianat. Untungnya, perkelahian antar saudara tersebut tidak sampai membesar setelah ayah mereka ikut campur tangan.

Lama kelamaan, hubungan antara Akune bersaudara akhirnya membaik kembali. Mereka berempat bahkan setuju untuk pindah bersama-sama ke AS.

Crittenden Bersaudara dalam Perang Saudara Amerika

Crittenden Bersaudara dalam Perang Saudara Amerika
Crittenden Bersaudara dalam Perang Saudara Amerika via kompas.com

Perang saudara adalah sebutan untuk perang yang terjadi antara penduduk di negara yang sama. AS di masa lampau juga pernah dilanda perang saudara.

Perang saudara di AS terjadi antara kubu Union (pemerintah pusat) melawan kubu Konfederasi yang terdiri dari negara-negara bagian AS di sebelah selatan. Perang ini terjadi karena negara-negara anggota Konfederasi ingin mempertahankan sistem perbudakan.

Dalam perang ini, banyak rakyat AS yang dipaksa memilih harus membela kubu Union atau kubu Konfederasi. Dan hal itulah yang menimpa keluarga Crittenden yang tinggal di negara bagian Kentucky.

Saat perang saudara meletus, anak tertua keluarga Crittenden yang bernama George memutuskan untuk bergabung menjadi tentara Konfederasi.

Namun keputusan berbeda diambil oleh adik-adik George yang bernama Thomas dan Eugene. Alih-alih mengikuti jejak kakaknya, keduanya memutuskan untuk bergabung menjadi tentara Union.

George menjadi tentara Konfederasi hingga tahun 1862. Pada tahun tersebut, George yang merasa frustrasi setelah pasukannya mengalami kekalahan pada bulan Januari ditahan akibat mabuk berat pada bulan Maret. Ia sempat dibebaskan sebulan kemudian, namun memutuskan untuk keluar dari militer Konfederasi tak lama kemudian.

Rai Bersaudara dalam Perang Saudara Nepal

Rai Bersaudara dalam Perang Saudara Nepal
Rai Bersaudara dalam Perang Saudara Nepal via dw.com

Nepal adalah negara yang menjadi lokasi dari Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia. Nepal dulunya adalah negara kerajaan. Namun perang saudara yang melanda Nepal menyebabkan negara tersebut berubah menjadi republik hingga sekarang.

Saat perang saudara Nepal masih berlangsung, wilayah Nepal menjadi arena konflik antara pasukan pemerintah Nepal melawan kelompok pemberontak komunis Maois.

Kelompok pemberontak menjanjikan kebebasan dan keadilan sosial bagi rakyat Nepal yang bersedia mendukung perjuangan mereka. Merasa tertarik akan janji tersebut, Juna Rai yang baru menempuh pendidikan setingkat SMP nekat bergabung dengan kelompok pemberontak pada tahun 2003.

Juna sendiri berhasil ditahan oleh pasukan Nepal pada tahun 2009. Saat itulah, Juna baru tahu kalau saudaranya yang bernama Bhuwan ternyata berprofesi sebagai tentara.

Juna beserta para tahanan perang lainnya kemudian menjalani penyuluhan dan terapi supaya tidak lagi tertarik untuk mendukung pemberontakan. Tahun 2013, Juna direkrut dalam angkatan bersenjata Nepal. Setelah awalnya bertempur sebagai musuh, Juna dan Bhuwan kini bisa bahu membahu membela kubu yang sama.

Samacumbi Bersaudara dalam Perang Saudara Angola

Samacumbi Bersaudara dalam Perang Saudara Angola
Samacumbi Bersaudara dalam Perang Saudara Angola via medcom.id

Angola adalah negara yang terletak di pantai barat Benua Afrika. Karena di masa lampau pernah dijajah oleh Portugal, Angola pun sekarang menjadi satu dari sedikit negara Afrika yang menggunakan bahasa Portugis sebagai bahasa resminya.

Tanah Angola kaya akan barang tambang berlian yang harganya amat mahal. Ironisnya, sengketa atas berlian pulalah yang kemudian menjadi penyebab kenapa Angola sempat terjerumus ke dalam perang saudara.

Perang saudara Angola terjadi pada tahun 1975 hingga 2002 antara kelompok MPLA (didukung oleh Uni Soviet) melawan kelompok UNITA (didukung oleh AS). Selama berlangsungnya perang, kedua belah pihak sama-sama merekrut anak-anak secara paksa untuk dijadikan tentara.

Amaral dan Luis Samacumbi adalah kakak beradik yang menjadi korban dari fenomena tersebut. Saat pasukan UNITA mendatangi perkampungan mereka, Luis dan ibunya melarikan diri ke hutan.

Namun nasib Amaral tidak seberuntung mereka berdua. Amaral berhasil ditangkap oleh pasukan UNITA. Amaral kemudian dipaksa menjadi prajurit baru UNITA kendati usianya baru belasan tahun.

Nasib Luis sendiri pada akhirnya tidak jauh berbeda dari kakaknya. Pada tahun 1987, Luis yang baru berusia 14 tahun dipaksa menjadi tentara baru MPLA.

Meskipun masih berusia muda, Luis dengan cepat menunjukkan kepiawaiannya di medan perang. Pada tahun 90-an, Luis bahkan dipercaya memimpin pasukan beranggotakan 150 orang tentara dan 10 unit tank.

Tahun 1991, pasukan yang dipimpin oleh Luis diserang oleh pasukan UNITA. Akibat serangan tersebut, sebanyak 9 unit tank milik MPLA harus hancur.

Serangan yang sama juga menewaskan hampir seluruh rekan-rekan Luis. Luis sendiri berhasil selamat setelah ia bersembunyi selama beberapa hari di dlam tank.

Peristiwa tadi membuat Luis begitu trauma. Dampaknya, Luis pun memutuskan untuk keluar dari MPLA setahun kemudian.

Tahun 2002, perang saudara Angola berakhir dengan kemenangan MPLA. Dua tahun kemudian, Luis akhirnya bisa bertemu kembali dengan kakaknya, Amaral.

Amaral diketahui kehilangan sebelah kakinya akibat tidak sengaja menginjak ranjau. Namun kejutan untuk Luis belum berhenti sampai di sana. Ternyata pasukan UNITA yang dulu nyaris menewaskan Luis di tahun 1991 salah satu personilnya adalah Amaral.

Sumber :
https://listverse.com/2014/10/14/10-sibling-soldiers-who-fought-on-opposite-sides/