Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Hal Unik Seputar Ikan yang Dipelihara Manusia

Anehdidunia.com - Ikan merupakan hewan yang banyak dipelihara oleh manusia. Biasanya ikan peliharaan ditempatkan dalam akuarium, bak, atau kolam. Karena ikan peliharaan jenisnya amat banyak dan lingkungannya juga beragam, ada banyak kisah menarik yang melibatkan ikan peliharaan.

Ikan Akuarium Ini Usianya Sudah Lebih dari 80 Tahun

Ikan Akuarium Ini Usianya Sudah Lebih dari 80 Tahun
Ikan Akuarium Ini Usianya Sudah Lebih dari 80 Tahun via zoo-leipzig.de

Ikan paru (lungfish) adalah ikan yang diberi nama demikian karena ikan ini memiliki organ menyerupai paru-paru dalam tubuhnya.

Berkat keberadaan organ tersebut, ikan paru bisa tetap hidup saat perairan tempatnya tinggal sedang kering akibat musim kemarau.

Karena keunikannya tersebut, ikan paru pun menjadi salah satu ikan yang kerap dipajang oleh kebun binatang khusus ikan air tawar. Akuarium Steinhart di Akademi Sains California adalah contoh kebun binatang yang memiliki koleksi ikan paru.

Yang mengagumkan, ikan paru milik akuarium tersebut ternyata sudah berusia amat tua. Ikan paru tersebut diberi nama Methuselah dan pertama kali tiba di California pada tahun 1938.

Methuselah sekarang memiliki panjang 1,2 meter dan masih hidup hingga sekarang. Dengan melihat tahun kedatangannya, Methuselah pun diketahui sudah berusia lebih dari 80 tahun. Usia yang amat panjang untuk ukuran ikan.

Methuselah selama ini diberi makan udang dan buah ara. Ia juga memiliki perilaku yang amat bersahabat dengan manusia.

Namun Methuselah juga diketahui memiliki sifat posesif. Ia tidak menyukai keberadaan ikan lain di akuariumnya. Saat akuariumnya diberi 2 ikan paru yang ukurannya lebih kecil, Methuselah terlihat menjadi lebih lesu. Ia baru kembali aktif saat ikan-ikan kecil tadi dipindahkan ke akuarium lain.

Terkena Penyakit Kuku Akibat Terapi Ikan

Terkena Penyakit Kuku Akibat Terapi Ikan
Terkena Penyakit Kuku Akibat Terapi Ikan via petpintar.com

Garra rufa adalah ikan kecil yang banyak digunakan dalam terapi pedikur ikan. Dalam terapi ini, orang yang menjalani terapi akan merendam kakinya di dalam kolam berisi kawanan ikan Garra rufa.

Ikan-ikan tersebut kemudian akan mengerubungi kaki orang ini sambil memakan sel-sel mati yang menempel pada kulit kaki.

Orang yang kakinya dikerubungi oleh ikan tidak akan merasakan sakit. Justru mereka akan merasakan geli karena kakinya dikerubungi oleh ikan-ikan kecil. Atas sebab itulah, terapi ini pun kian banyak diminati.

Meskipun terapi memakai ikan Garra rufa normalnya tidak berbahaya, ternyata terapi ini diam-diam menyimpan bahaya terselubung.

Pada tahun 2018, seorang wanita asal New York, Amerika Serikat, menjalani terapi ikan Garra rufa. Namun sekitar beberapa bulan sesudah ia menjalani terapi, kulit kukunya pecah dengan sendirinya.

Karena ia tidak merasakan sakit saat kukunya pecah, awalnya wanita tersebut tidak segera memeriksakan diri. Namun karena masalah kesehatannya ini tidak kunjung hilang, ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Saat itulah, dokter pun menyatakan kalau sang wanita terkena onychomadesis, suatu kondisi di mana kukunya berhenti tumbuh dan lepas dengan sendirinya.

Karena wanita tersebut tidak memiliki riwayat cedera kaki maupun riwayat penyakit serupa pada anggota keluarganya yang lain, dokter pun menyimpulkan kalau wanita ini mengalami onychomadesis akibat kemasukan mikroorganisme yang dibawa oleh ikan Garra rufa.

Ikan Garra rufa normalnya memang tidak berbahaya bagi manusia. Namun hasil studi menunjukkan kalau ikan ini bisa menjadi perantara bagi banyak bakteri penyebab penyakit kulit dan jaringan.

Masalah lain dari terapi pedikur ikan adalah kolam kecil yang digunakan dalam terapi ini bisa digunakan oleh beragam orang. Jika kebetulan ada di antara mereka yang kebetulan sedang menderita penyakit, maka orang tersebut bisa menularkan penyakitnya secara tidak sengaja melalui perantaraan kolam.

Orang Ini Harus Dibedah Karena Memakan Ikan Akuarium Hidup-Hidup

Terkena Penyakit Kuku Akibat Terapi Ikan
Terkena Penyakit Kuku Akibat Terapi Ikan via dream.co.id

Ikan yang hendak dimakan sebaiknya diolah dan dimasak terlebih dahuli. Salah satu alasannya jelas supaya ikan tersebut bebas dari parasit dan kuman penyakit saat dimakan.

Alasan lainnya adalah supaya ikan tersebut tidak sampai menimbulkan ancaman kematian pada orang yang memakannya. Contohnya seperti kasus yang menimpa orang ini.

Pada tahun 2016, seorang pria asal Rotterdam, Belanda, menggelar pesta dengan teman-temannya. Saat sedang berada dalam kondisi mabuk berat, mereka kemudian nekat menggelar kontes menelan ikan mas hidup-hidup. Ikan-ikan tersebut diambil dari akuarium.

Pada awalnya ia bisa menelan ikan-ikan tersebut tanpa masalah. Di akuarium tadi, ternyata masih ada ikan lele kecil. Ataa hasutan temannya, ia pun menelan ikan lele tersebut.

Apa yang terjadi kemudian langsung membuat mereka merasa panik. Saat ditelan, ikan lele tersebut langsung menegakkan sirip beracunnya. Akibatnya, ikan tersebut kini tersangkut di kerongkongan orang tadi.

Orang yang menelan ikan tersebut kemudian muntah-muntah hingga bercampur darah, namun ikan lele tadi masih menyangkut di tenggorokannya. Ia lantas menelan bir dan es krim, namun ikan lelenya lagi-lagi masih tetap menyangkut.

Dalam kondisi cemas karena ikannya tidak kunjung lepas, pria tersebut dilarikan ke rumah sakit. Karena mustahil mengeluarkan ikan ini dengan cara biasa, dokter terpaksa membedah tenggorokan sang pria supaya ikannya bisa diambil.

Ikan lele tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dalam kondisi sudah mati. Sekarang, ikan ini terpajang di Museum Sejarah Nasional Rotterdam untuk mengabadikan peristiwa interaksi dramatis antara manusia dan hewan. Mungkin memang ada bagusnya aksi pria tadi diabadikan supaya tidak ada orang lain yang membuat kekonyolan serupa.

Ilmuwan Ini Membuat Rumah Hantu Khusus Ikan

Ilmuwan Ini Membuat Rumah Hantu Khusus Ikan
Ilmuwan Ini Membuat Rumah Hantu Khusus Ikan via berkeluarga.id

Mungkin ada di antara anda yang pernah mendengar atraksi rumah hantu. Atau mungkin justru anda malah pernah mencobanya.

Rumah hantu adalah semacam wahana hiburan berisi boneka dan orang yang didandani supaya menyerupai hantu. Saat pengunjung memasuki wahana rumah hantu yang serba gelap, mendadak bakal ada penampakan hantu yang muncul di hadapan pengunjung.

Jika kebetulan pengunjung adalah orang yang penakut, maka orang tersebut spontan bakal langsung berteriak panik atau malah lari terbirit-birit.

Rumah hantu sendiri ternyata bukan hanya digunakan oleh manusia. Ikan pun juga memiliki rumah hantunya sendiri.

Pada tahun 2015, sekelompok ilmuwan yang dipimoin oleh Tom Houslay membuat rumah hantu untuk ikan guppy. Apa yang dimaksud sebagai rumah hantu di sini aslinya adalah akuarium yang letaknya bersebelahan dengan hewan pemangsa guppy.

Bukan untuk iseng semata, Tom dan rekan-rekannya sampai repot-repot membuat rumah hantu khusus ikan. Mereka ingin tahu apakah ikan akan selaku menunjukkan perilaku yang sama saat merasa ketakutan.

Untuk percobaan ini, Tom dan koleganya menyiapkan 2 jenis akuariun, yaitu akuarium biasa dan akuarium rumah hantu.

Masing-masing ikan guppy akan ditempatkan dalam akuarium rumah hantu selama 5 menit, lalu ikan guppy tadi akan dipindahkan kembali ke akuarium asalnya.

Setelah melakukab pengujian kepada 105 ekor ikan guppy, Tom dan rekannya menyimpulkan kalau ikan guppy menunjukkan respon yang berbeda satu sama lain saat merasa ketakutan.

Ada ikan yang spontan berenang menjauh saat melihat ikan pemangsa. Ada ikan guppy yang mencoba bersembunyi. Ada pula ikan guppy yang diam saja saat berhadapan dengan ikan pemangsa.

Sumber :
https://listverse.com/2019/02/26/top-10-weird-stories-involving-aquarium-fish/
https://www.atlasobscura.com/articles/oldest-aquarium-fish-lungfish-methuselah.amp
https://www.sciencealert.com/scientists-spent-a-month-scaring-guppies-to-prove-that-fish-have-personalities