PLARIUSMODIFIKASI101

Fakta Menarik Body Farm, Ladang Mayat Yang Berisi Sejuta Informasi

Friday, June 01, 2018
Nama Body Farm mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun bagi kalangan peneliti khususnya di bidang kesehatan dan forensik, nama Body Farm tentu sudah tak asing lagi. Bagi mereka Body Farm merupakan ladang ilmu dimana mereka bisa bebas mempelajari seluk-beluk tentang mayat manusia. Apa Mayat? ya mayat kalian tak salah dengar kok, sesuai dengan namanya Body Farm merupakan tempat dimana para peneliti "Menanam" mayat manusia untuk diteliti.

Fasilitas yang pertama kali digagas oleh Universitas of Tennessee ini merupakan yang dibangun untuk mengfasilitasi penelitian di bidang Antropologi, khususnya tentang proses pembusukan tubuh manusia. Terdengar menyeramkan memang, terlebih tempat ini berisi puluhan mayat dalam kondisi yang telah membusuk.

Tapi di balik segala segala kesan seram yang ada, Body Farm sebenarnya merupakan fasilitas yang telah banyak memberikan sumbangan yang besar bagi bidang ilmu antropoligi. Fasilitas ini juga membantu memajukan pengetahuan di bidang forensik yang telah membantu banyak pengungkapan kasus kriminal.

Dan jangan juga membayangkan fasilitas ini sebagai tempat yang berhantu, karena tiap harinya banyak peneliti yang berseliweran untuk meneliti mayat yang ada. Jadi tempat ini sebenarnya jauh dari kesan seram.

Selain itu masih ada beberapa fakta menarik lain, dari tempat yang yang unik dan tak ada duanya ini. Fakta menarik inilah yang akan anehdidunia.com bagikan kisahnya kali ini, berikut ini adalah fakta menarik dari body farm yang wajib kalian tahu..

Sejarah Body Farm


Untuk lebih bisa memahami kenapa ladang mayat ini ada dan untuk apa, pertama kita tentu harus mengetahui lebih dulu sejarah terbentuknya Body Farm. Fasilitan ini pertama digagas oleh seorang pria bernama William M. Bass yang merupakan seorang Doktor dalam bidang ilmu antropologi. Ide awal untuk membuat Body Farm pertama kali muncul pada tahun 1972, ketika William merasa perlunya ada fasilitas yang khusus mempelajari tentang proses membusuknya mayat manusia. 

Namun ide awal sempat mendapat banyak pertentangan karena dianggap tak wajar, meski begitu William tetap bersikeras karena menganggap fasilitas ini akan banyak menyumbang banyak data penting perkembangan ilmu antropologi. Karena itu meski ditentang ia tepat melanjutkan idenya dan mulai membangun Body Farm pertamanya. Wiliam memulai fasilitas ini hanya dengan sepetak tanah kecil dan satu mayat yang berhasil ia dapatkan dari salah satu mayat yang biasa disumbangkan untuk fakultas kedokteran.

Dari sinilah kemudian fasilitas ini berkembang hingga mencapai luas 3 hektar saat ini. Namun uniknya fasilitas ini sebenarnya awalnya sama sekali tak memiliki nama. Baru pada tahun 1995, nama Body Farm muncul setelah kisah dari fasilitas penelitian mayat ini dianggat dalam sebuah novel yang berjudul "The Body Farm".

Asal-Usul Mayat Di Body Farm


Sebagai fasilitas yang meneliti mayat, Body Farm tentu membutuhkan mayat untuk diteliti. Tapi dari mana mayat ini berasal dan apakah sulit untuk mendapatkanya? jawabanya ternyata tidak, karena saat ini justru banyak orang yang telah mendaftarkan diri sebagai pendonor mayat untuk digunakan di Body Farm. Saat iniBody Farm setidaknya telah memiliki 1.000 mayat yang siap untuk diteliti, selain itu masih ada 2.000 orang lagi yang telah terdaftar dan siap untuk dijadikan obyek penelitian setelah meninggal.

Terdengar aneh memang di telinga orang timur seperti kita untuk menyumbangkan tubuh kita hanya untuk ditunggu membusuk di sebuah tempat antah berantah. Namun di barat, hal ini sudah menjadi hal yang biasa, bagi mereka yang peduli terhadap sains menyumbangkan tubuh untuk diteliti jauh lebih dianggap berguna daripada hanya sekedar membiarkan tubuh mereka membusuk di liang lahat. Selain itu Body Farm kadang juga mengambil mayat yang tak dikenal untuk diteliti, namun hal itu hanya mereka lakukan jika membutuhkan mayat dengan karakteristik tertentu saja.

Bagaimana Mayat Diteliti Di Body Farm


Meski tujuan utama fasilitas ini adalah untuk meneliti proses pembusukan mayat manusia, tapi bukan berarti mereka hanya menaruh mayat di tempat terbuka kemudian mengamati proses pembusukanya. Di Body Farm mayat akan ditempatkan dalam berbagai kondisi, ada yang di taruh di tempat terbuka dan ada pula yang di tempatkan di rumah kaca. Selain itu mereka juga biasanya akan menempatkan mayat di berbagai lokasi dengan kelembaban udara yang berbeda untuk mengamati perbedaan proses pembusukan dari berbagai kondisi yang ada.

Misalnya bagaimana perbedaan antara mayat yang membusuk di dalam ruangan dengan yang diluar ruangat, atau apa perbedaan antara mayat yang terkena banyak sinar matahari atau yang berada di tempat yang lembab. Jenis variable dari kondisi mayat dan tempatnya yang diteliti ini sendiri jumlhanya sudah tak terhitung. Para peneliti di Body Farm mungkin bahkan nyaris mencoba berbagai jenis dan kondisi mayat untuk diteliti. Berbagai jenis penelitian ini bertujuan untuk menambah informasi tentang pembusukan mayat sekaligus untuk lebih memahami bagaimana mayat manusia akan membusuk dalam berbagai macam kondisi lingkungan.

Menjadi Fasilitas Pelatihan Tim Forensik


Jika dibandingkan dengan masa awal pembangunanya, Body Farm kini sudah jauh berkembang. Fasilitas ini kini tak hanya digunakan oleh para peneliti saja, sejak awal tahun 2006, body Farm juga menjadi fasilitas pelatihan bagi tim Forensik Polisi untuk lebih mempelajari tentang mayat manusia yang membusuk. Tujuan dari pelatihan ini sendiri adalah untuk membuat mereka terbiasa dengan berbagai kondisi mayat, dengan begitu mereka bisa lebih memahami TKP suatu pembunuhan. Program ini sepertinya cukup berhasil karena pada tahun 2016 yang lalu, Universitas Tennessee kemudian membuat fasilitas khusus, sebagai area pelatihan untuk Tim Forensik. Dalam fasilitas ini mereka tak hanya meneliti bagaimana mayat membusuk, tapi juga bisa melakukan berbagai rekostruksi kondisi mayat dari berbagai kasus kejahatan. Dengan cara ini mereka akan mendapatkan data yang lebih akurat tentang suatu peristiwa pembunuhan.

Selain itu Body Farm juga menjadi tempat pelatihan bagi anjing pelacak khusus yang dilatih untuk bisa membedakan berapa lama mayat telah mati. Pelatihan ini merupakan upaya Polisi untuk melatih anjing pelacak mereka untuk bisa membedakan mayat. Hal ini bertujuan untuk menghadapi masa krisis seperti saat terjadinya bencana alam seperti gempa bumi dimana banyak orang kadang terjebak dalam bangunan yang runtuh. Dengan melatih anjing untuk memahami bau mayat, mereka akan bisa membedakan mana orang yang sudah meninggal dan korban yang selamat. Selain itu hal ini juga akan membantu tugas tim forensik dalam memilah korban jiwa saat bencana alam terjadi.

Penemuan Terbesar Di Body Farm


Selama puluhan tahun telah banyak informasi dan temuan yang dihasilkan di Bodi Farm. Namun jika harus memilih penemuan terbesar yang berhasil ditemukan di body farm, mungkin itu adalah ditemukanya fakta bahwa kita bisa menemukan DNA manusia dari nyamuk dan serangga yang pernah menggigit mayat. Tes DNA merupakan sesuatu yang sangat penting bagi tim forensik untuk mengidentifikasi mayat yang tak dikenal. Hal ini sebenarnya bisa dengan mudah dilakukan jika mayat masih tergolong baru dan belum hancur sepenuhnya.

Namun beda lagi kasusnya jika mayat sudah tergolong sangat rusak atau bahkan tinggal tulang belulang saja. Untungnya para peneliti di body farm telah berhasil menemukan fakta bahwa kita bisa menemukan DNA manusia lewat serangga yang memakan mayat. Caranya adalah dengan membedah tubuh serangga yang memakan mayat, dalam tubuh serangga inilah bisa ditemukan DNA yang cukup untuk diteliti dan dicocokan dengan database polisi. DNA ini sendiri bisadidapat dalam tubuh serangga karena adanya bakteri khusus dalam tubuh serangga yang bisa menguraikan rangkaian DNA manusia.

Sahabat anehdidunia.com itulah fakta menarik dari body farm, dari sini kita bisa belajar bahwa meski tergolong sebagai tempat yang tak lazim dan menyeramkan. Namun body farm sejatinya merupakan fasilitas penelitian yang telah berhasil memberi banyak kontribusi khususnya dalam bidang antropologi dan forensik yang telah banyak membantu dalam berbagai pemecahan kasus kejahatan serta memberi banyak informasi bagi dunia medis.

Referensi:
http://listverse.com/2018/03/24/10-creepy-facts-about-body-farms-the-graveyards-of-science/
https://www.ranker.com/list/body-farm-discoveries/amandasedlakhevener
https://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
https://en.wikipedia.org/wiki/Body_farm


close