PLARIUSMODIFIKASI101

Senjata Lempar Unik dari Berbagai Belahan Dunia

Thursday, April 25, 2019
Perang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah manusia. Pasalnya kendati dianggap kejam dan acap kali menimbulkan korban jiwa, perang juga dianggap sebagai jalan pintas ketika ada dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam bentrokan kepentingan. Sebagai akibat dari seringnya terjadi perang di muka bumi, terciptalah senjata dengan bentuk dan fungsinya masing-masing. 

Senjata lempar adalah contoh dari senjata tersebut. Walaupun senjata jenis ini pada umumnya tidak memiliki jangkauan serang sejauh senjata busur atau senjata api, senjata lempar tetap memiliki keunggulannya sendiri karena fungsi penggunannya lebih beragam. Berikut ini adalah 10 contoh senjata lempar terkenal dari berbagai belahan dunia:

Bumerang

Bumerang

Jika diminta menyebutkan senjata khas suku Aborigin Australia, maka nama ‘bumerang’ bakal melintas secara otomatis di benak orang-orang. Senjata yang aslinya merupakan sejenis batang kayu melengkung ini begitu terkenal karena kemampuannya untuk kembali ke asalnya setiap kali dilemparkan.

Bumerang sendiri pada dasarnya bisa dibagi ke dalam dua macam: bumerang yang bisa kembali dan yang tidak bisa kembali. Sahabat anehdidunia.com bumerang yang bisa kembali adalah bumerang yang paling lazim dikenal oleh orang-orang. Bumerang yang tidak bisa kembali di lain pihak bentuknya cenderung lebih lurus dan berukuran lebih besar. Fungsi utama bumerang jenis ini adalah untuk membunuh hewan-hewan kecil dari jauh, sekaligus sebagai senjata jarak dekat dalam pertarungan antar suku.

Shuriken

Shuriken

Senjata tradisional khas Jepang yang lazim digunakan oleh prajurit ninja. Bentuknya yang kecil dan tajam menyebabkan senjata ini begitu praktis digunakan sebagai senjata jarak jauh. Saat mendengar kata ‘shuriken’ sendiri, orang awam umumnya akan membayangkan senjata cakram yang bentuknya menyerupai bintang.

Faktanya, shuriken sendiri sebenarnya terdiri dari dua tipe berdasarkan bentuknya: shuriken tongkat (bo) dan shuriken cakram (kurumaken). Shuriken bo lebih mudah dibuat karena bentuknya yang lebih sederhana. Namun kurumaken lebih lazim digunakan oleh para ninja karena shuriken tipe ini memiliki lebih banyak sisi tajam. Supaya shuriken lebih sulit dilihat oleh musuh pada malam hari, shuriken hampir selalu dibuat dengan warna hitam.

Chakram

Chakram

Chakram atau chakra adalah senjata lempar khas India yang bentuknya menyerupai gelang raksasa. Bagi anda yang hobi menonton serial televisi Xena di tahun  90-an, maka senjata ini pastinya bukanlah senjata yang asing bagi anda. Bergantung dari fungsinya, chakram bisa memiliki permukaan yang mulus atau penuh dengan ornamen.

Kendati terlihat tidak berbahaya, chakram memiliki daya tebas yang tinggi saat dilemparkan. Dalam salah satu episode serial dokumenter Deadliest Warrior, chakram ditampilkan bisa menebas potongan daging yang tebalnya sama dengan leher manusia dengan mudah. Seorang pengguna chakram bisa membawa hingga 8 buah chakram sekaligus, di mana senjata ini dikalungkan di leher atau diselipkan pada tali selempang.

Kunai

Kunai

Senjata lain yang juga kerap diidentikkan dengan ninja. Kunai sendiri pada dasarnya adalah sejenis pisau kecil dengan cincin di bagian pangkalnya. Bentuknya tersebut menjadikan kunai memiliki fungsi yang beragam. Selain bisa digunakan sebagai senjata lempar maupun senjata jarak dekat, kunai juga bisa digunakan untuk memanjat tembok. 

Untuk keperluan yang satu ini, pengguna kunai akan menancapkan kunai di tembok sambil mengikatkan tali pada bagian cincinnya. Sebelum digunakan secara luas sebagai senjata, kunai pada awalnya merupakan alat multifungsi yang bisa digunakan dalam aktivitas pertanian serta pertukangan.

Bolas

Bolas

Bolas adalah seutas tali dengan pemberat berbentuk bulat di kedua ujungnya. Saat dilemparkan, senjata ini akan melayang berputar-putar di udara. Sahabat anehdidunia.com ketika mengenai sasarannya, pemberat yang ada di kedua ujung tali akan melayang ke arah yang saling berlawan, sehingga kemudian sasarannya tidak bisa lagi bergerak. 

Bolas merupakan senjata yang cocok digunakan jika penggunanya ingin menangkap lawannya hidup-hidup. Namun bukan berarti bolas bukanlah senjata yang mematikan. Jika bagian pemberatnya dihantamkan dengan keras, bolas juga bisa menimbulkan cedera serius dan patah tulang pada sasarannya.

Atlatl



Senjata tombak lempar khas Amerika Tengah dan Selatan. Senjata ini pada dasarnya merupakan gabungan dari ketapel dan lembing. Mula-mula, pengguna atlatl akan memasang pangkal lembing pada bagian atas ketapelnya. Karena ketapelnya dibuat dari bahan yang fleksibel, ketapel tadi dapat dibengkokkan sedikit ke belakang.

Begitu pengguna atlatl menemukan sasarannya, ia akan langsung membuat gerakan melempar ke depan sambil tetap memegang ketapelnya. Akibat menerima daya dorong tambahan dari ketapel tadi, lembing atlatl akan terlontar lebih jauh ketimbang saat dilemparkan tanpa memakai ketapel. Supaya atlatl bisa melayang lebih jauh, tidak jarang bagian pangkal atlatl dipasangi dengan bulu-bulu layaknya pangkal anak panah.

Kpinga

Kpinga

Senjata khas Afrika Tengah yang bentuknya terlihat seperti gabungan antara kapak dan bumerang. Faktanya, kpinga atau hunga munga aslinya adalah sejenis belati yang ditempa sedemikian rupa supaya senjata ini bisa digunakan sebagai senjata lempar sekaligus senjata jarak dekat. Ukurannya yang besar dan sisi-sisinya yang tajam menyebabkan senjata ini bisa membunuh targetnya seketika usai dilemparkan. Sahabat anehdidunia.com bentuknya yang unik juga menyebabkan senjata ini bisa berubah arah saat dilemparkan, sehingga musuh jadi semakin sulit untuk menghindarinya.

Kpinga memiliki bentuk yang beragam antar suku. Namun kpinga hampir selalu dibuat sebagai belati yang bercabang di bagian atasnya. Tujuannya jelas supaya senjata ini bisa melayang dengan lebih akurat, serta menambah daya tebasnya saat mengenai sasaran. Selain untuk bertarung, suku Zande di Afrika juga memandang senjata ini sebagai simbol kejantanan. Ketika hendak melamar seorang wanita, mempelai pria suku Zande akan mempersembahkan kpinga miliknya sebagai mas kawin.

Tomahawk

Tomahawk

Senjata kapak lempar khas suku Indian Amerika Utara. Namun selain untuk dilemparkan, tomahawk juga bisa digunakan senjata jarak dekat. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, suku Indian belum mengenal teknik penggunaan logam baja. Sebagai akibatnya, tomahawk yang mereka gunakan pada awalnya menggunakan batu runcing atau tanduk rusa sebagai mata kapaknya.

Selain untuk senjata, tomahawk juga digunakan oleh kaum pendatang Amerika Utara sebagai hadiah dan simbol persahabatan kepada orang India. Tomahawk untuk keperluan yang satu ini biasanya sudah ditambahi dengan motif berwarna-warni. Kendati sekarang tomahawk tidak pernah lagi digunakan untuk keperluan perang, penduduk AS dan Kanada masih menggunakan tomahawk secara luas sebagai alat olah raga ketangkasan layaknya panahan.

Plumbata

Plumbata

Senjata tombak lempar khas Romawi Kuno. Dibandingkan dengan tombak biasa, plumbata dapat dikenali dengan melihat ukurannya yang lebih pendek dan bagian tengahnya yang terlihat lebih membengkak. Kadang-kadang plumbata juga dilengkapi dengan semacam tonjolan menyerupai ekor anak panah di bagian belakangnya supaya bisa melayang lebih jauh dan lebih akurat.

Plumbata memiliki teknik penggunaan yang kurang lebih serupa dengan lembing, yaitu dengan cara dilemparkan dengan posisi mata tombak menghadap ke depan. Menurut catatan penulis Romawi Kuno yang bernama Vegetius, masing-masing prajurit Romawi bakal membawa setidaknya 5 buah senjata ini dan menyimpannya di bawah tameng. Sahabat anehdidunia.com di medan perang, prajurit Romawi akan melemparkan plumbatanya terlebih dahulu sebelum kemudian melanjutkan pertempuran dalam jarak yang lebih dekat.

Arambai



Senjata lempar khas suku Manipur di Myanmar. Arambai sendiri pada dasarnya adalah sejenis tongkat kayu pendek dengan bagian runcing di salah satu sisi, dan bulu-bulu tebal di sisi yang lain. Bulu-bulu tersebut berfungsi untuk memudahkan arambai melayang sejauh mungkin di udara saat dilemparkan. Karena bentuknya yang ringkas, arambai bisa dibawa dalam jumlah yang banyak oleh penunggang kuda. 

Di masa perang, pasukan berkuda akan melumuri arambainya dengan racun sebelum kemudian melemparkannya. Sesudah itu, pasukan berkuda tadi kemudian akan langsung melarikan diri ke arah yang berlawanan. Ketika mereka merasa sudah berada dalam jarak yang aman, taktik tadi kembali diulangi hingga pasukan musuh berhasil dikalahkan sepenuhnya.

referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Bolas
https://en.wikipedia.org/wiki/Plumbata
https://en.wikipedia.org/wiki/Tomahawk
https://entertainment.howstuffworks.com/boomerang.htm
http://web.prm.ox.ac.uk/weapons/index.php/tour-by-region/africa/africa/arms-and-armour-africa-18/index.html
http://www.akban.org/wiki/Kunai
https://www.hollowtop.com/atlatlbob.htm
http://www.horse-sports.co.uk/Arambai_Humba.html
http://www.mitsubishicarbide.com/en/magazine/article/wa_vol05
https://www.rom.on.ca/en/blog/weapon-wednesday-chakram-from-india


close