PLARIUSMODIFIKASI101

Kisah Hilangnya Pauline Picard dan Kembarannya yang Misterius

Friday, August 02, 2019
Kisah misterius yang melibatkan dua orang berpenampilan serupa bukan hanya bisa terjadi di dalam film-film horor atau thriller. Insiden hilangnya Pauline Picard ini adalah contohnya. Gadis berusia 2 tahun asal Perancis tersebut secara tiba-tiba menghilang dari ladang milik orang tuanya. Pauline pada akhirnya memang berhasil ditemukan. Namun setelah itu justru muncul rentetan kejadian aneh yang bakal membuat siapapun kebingungan.

Kisah Hilangnya Pauline Picard

Semuanya bermula ketika pada bulan April 1922, Pauline secara tiba-tiba menghilang dari kediaman keluarganya di Goas Al Ludu. Setelah menerima laporan dari keluarganya, polisi pun melakukan pencarian untuk menemukan gadis kecil tersebut. Para relawan juga turut dilibatkan dengan harapan Pauline bisa lebih cepat ditemukan. Namun semua usaha tadi terkesan sia-sia saja. Pauline tetap tidak ditemukan seolah-olah ia hilang ditelan bumi.

Sejumlah orang menduga kalau Pauline menghilang akibat diculik oleh orang-orang Gipsi yang kebetulan memang memiliki kebiasaan hidup berpindah-pindah antar kota memakai kereta karavan. Mereka kemudian membawa Pauline ke seberang lautan sehingga hal tersebut bisa menjelaskan kenapa Pauline terkesan lenyap tanpa jejak begitu saja.

Ketiadaan petunjuk menyebabkan upaya pencarian Pauline nampaknya harus berakhir dengan tangan kosong. Namun beberapa minggu setelah Pauline dinyatakan hilang, muncul berita kalau ada gadis dengan penampilan yang sangat mirip dengan Pauline terlihat berjalan sendirian di Cherbourg.

Kendati kabar tersebut nampaknya merupakan kabar yang menggembirakan, pertanyaan baru timbul dari kabar tersebut. Cherbourg berjarak 300 mil lebih dari lokasi hilangnya Pauline. Bagaimana bisa gadis kecil tersebut bisa kesasar hingga sejauh itu? Dan yang lebih penting lagi, apakah gadis itu benar-benar Pauline?

Ibu Pauline yang melihat foto gadis tersebut pada awalnya mengiyakan kalau gadis tersebut memang merupakan anaknya yang hilang. Polisi pun kemudian menjemput gadis tadi dan mempertemukannya dengan keluarga Picard. Sampai di sini, kasus hilangnya Pauline nampaknya sudah usai kendati teka-teku mengapa Pauline ditemukan di tempat yang jauh masih belum terjawab.

Keluarga Picard awalnya tidak memperdulikan hal tersebut karena bagi mereka, yang terpenting gadis kecil itu sudah kembali ke pelukan orang tuanya. Namun seiring berjalannya waktu, mulailah timbul keanehan. Gadis tadi bertingkah seolah-olah ia tidak mengenal orang tuanya. Ia juga tidak menjawab ketika ditanya dengan memakai bahasa daerah Bretont.

Pada awalnya orang tua Pauline tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Mereka berkilah kalau Pauline mungkin bertingkah seperti itu akibat trauma dan amensia setelah berada jauh dari rumah untuk waktu yang lama. Kasus ditemukannya Pauline ini juga sempat menjadi pusat pemberitaan media-media Perancis dan bahkan AS karena kronologi penemuannya yang terkesan aneh sekaligus ajaib.

Beberapa minggu berlalu, orang tua Pauline mulai dilada keheranan. Mereka kini tidak lagi yakin apakah gadis kecil ini memang benar-benar Pauline putri kandung mereka. Pada periode ini pulalah, muncul lagi peristiwa aneh. 

Seorang petani lokal yang bernama Yves Martin bertanya kepada keluarga Picard apakah gadis tersebut memang benar-benar anak mereka. Mendadak sikap Yves berubah dan ia berlari sesudah berteriak, “Ya Tuhan, tolongkah aku. Aku bersalah”. Yves sendiri kelak dibawa ke rumah sakit jiwa dan tidak pernah lagi terdengar kabarnya sesudah itu.

Seolah-olah peristiwa tadi belum cukup aneh, muncul lagi peristiwa baru yang benar-benar membuat siapapun yang mengikuti kasus ini merasa takjub bukan main. Awalnya, seorang petani yang bertetangga dengan keluarga Picard berjalan-jalan di dekat ladang mereka untuk menjalani rutinitasnya.

Ladang Pauline Picard

Saat itulah ia menemukan sesuatu yang benar-benar tidak ia duga. Di ladang milik keluarga Picard, ia menemukan mayat gadis kecil dalam kondisi telanjang dan terpotong-potong dengan tengkorak di dekatnya. Ia pun kemudian melaporkan temuan tadi kepada polisi. Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari tahu identitas mayat tersebut.

Mayat yang mereka periksa sudah berada dalam kondisi yang begitu membusuk sehingga identitasnya tidak bisa lagi dikenali. Namun ibu Pauline meyakini kalau mayat tersebut adalah mayat putrinya karena mayat yang bersangkutan terlihat mengenakan pakaian yang wujudnya serupa dengan pakaian Pauline di hari ketika ia menghilang.

Yang lebih membingungkan adalah saat Pauline pertama kali dinyatakan hilang, polisi sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan pada tempat ditemukannya mayat ini. Namun mereka pada waktu itu tidak menemukan apa-apa. Polisi pun lantas menduga kalau mayat tadi sebelumnya disimpan di tempat lain sebelum kemudian dibuang di ladang milik keluarga Picard.

Hasil autopsi yang dilakukan pada tengkorak bukannya membantu memberikan titik terang, tapi malah semakin menambah rumit penyelidikan. Tengkorak tersebut ternyata bukanlah tengkorak milik gadis tadi karena ukurannya yang terlalu besar, melainkan berasal dari seorang pria dewasa. 

Dengan berbekal hasil autopsi tadi, muncullah dugaan baru kalau pelaku di balik kasus ini sudah melakukan penculikan dan membunuh setidaknya dua orang berbeda. Dan pelaku masih berkeliaran dengan bebas di luar sana.

Kendati polisi sudah berusaha keras melakukan penyelidikan, pada akhirnya kasus ini harus berakhir secara menggantung. Pelaku penculikan Pauline tidak pernah tertangkap. Motifnya pun tidak pernah diketahui. 

Pauline Picard

Yang tersisa hanyalah pertanyaan demi pertanyaan yang nampaknya tidak akan pernah terjawab. Apakah Yves aslinya memang merupakan sosok di balik penculikan dan pembunuhan Pauline? Siapakah pemilik asli tengkorak di samping mayat gadis kecil tersebut? Apakah pembunuh Pauline juga membunuh pemilik tengkorak tersebut? Atau jangan-jangan pemilik tengkorak itulah orang yang aslinya sudah membunuh Pauline, tapi kemudian ia malah ganti dibunuh?

Pada akhirnya, misteri terkait hilangnya Pauline masih belum dapat dipecahkan hingga sekarang. Bahkan masih belum diketahui apakah mayat tersebut aslinya memang benar merupakan mayat Pauline, bukan orang lain yang juga menjadi korban pembunuhan dan kemudian diberikan pakaian Pauline. 

Keputusan berat pun terpaksa diambil oleh orang tua Pauline kendati nasib putrinya masih belum jelas hingga sekarang. Gadis yang ditemukan di Cherbourg tadi diserahkan ke panti asuhan. Dan hingga akhir hayatnya, mereka tidak pernah lagi bisa bertatap muka langsung dengan putri tercintanya.

Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, Yves yang sempat memberikan pertanyaan kepada orang tua Pauline dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Banyak orang yang meyakini kalau Yves-lah pelaku asli di balik hilangnya Pauline. Namun sesudah dimasukkan ke rumah sakit jiwa, kelanjutan nasib Yves sendiri tidak pernah lagi diketahui.

Lantas, bagaimana dengan tengkorak itu sendiri? Seperti halnya nasib Pauline, identitas asli pemilik tengkorak tersebut juga tidak kalah misterius. Dengan membandingkan tengkorak tadi dengan laporan masuknya orang-orang hilang, polisi tidak berhasil menerka siapa aslinya pemilik tengkorak tersebut semasa masih hidup. Pun perihal apakah tengkorak tersebut aslinya memang merupakan korban pembunuhan. Bukan sekedar tengkorak yang diambil dari kuburan.

Kendati kasus hilangnya Pauline Picard tidak berhasil dipecahkan hingga sekarang (dan mungkin memang tidak akan pernah terpecahkan), kasus ini juga bisa memberikan pelajaran moral bagi kita semua. Jika anda memiliki anak atau kerabat yang masih kecil, jangan pernah melepaskan pengawasan anda darinya untuk mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sumber :
http://www.theoccultmuseum.com/mysterious-disappearance-little-pauline-picard/


close