PLARIUSMODIFIKASI101

Cerita Kelam Di Balik Taman Hiburan yang Sudah Tutup

Tuesday, December 10, 2019
Mendengar soal taman hiburan, maka orang lazimnya bakal langsung membayangkan suatu tempat yang penuh dengan wahana-wahana permainan yang menyenangkan. Sayangnya tidak semua taman hiburan memiliki kesan demikian. Ada pula taman hiburan yang justru lebih diingat sebagai tempat yang suram akibat peristiwa-peristiwa tragis yang pernah mengambil tempat di sana. Berikut ini adalah 5 contoh taman hiburan macam itu.

Taman Hiburan Lake Shawnee, AS

Taman Hiburan Lake Shawnee, AS

Kondisi wahana-wahana di Taman Hiburan Lake Shawnee yang sudah berkarat dan tidak terurus menjadi saksi bisu kalau di tempat ini, pernah berdiri taman hiburan yang sekarang sudah tidak beroperasi. Namun jauh sebelum taman hiburan didirikan di tempat tersebut, lokasi yang sama sudah dikenal dengan keangkerannya.

Sebelum taman hiburan ini didirikan, lokasi yang sama diketahui pernah digunakan sebagai tempat pemakaman orang-orang Indian setempat. Arkeolog pernah menemukan 13 jasad manusia di tempat tersebut di mana sebagian besarnya adalah anak-anak.

Namun penemuan tersebut mungkin tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kisah yang menimpa keluarga Mitchell Clay pada abad ke-18. Sahabat anehdidunia.com Clay adalah orang Eropa pertama yang bermukim di wilayah tersebut di mana wilayah yang sama diketahui masih banyak dihuni oleh suku Indian Shawnee.

Saat Clay sedang pergi ke kota, kawanan Indian mengepung 3 anak Clay yang sedang bekerja di ladang. Bartley menjadi korban pertama setelah ia tewas ditembak. Mendengar suara tembakan, saudari Bartley yang bernama Tabitha kemudian langsung berlari ke arah sumber suara. Namun ia langsung dicegat oleh kawanan Indian tadi dan tewas dibunuh dengan cara ditusuk.

Setelah Tabitha meninggal, kawanan Indian tadi masih belum puas. Mereka memotong-motong mayat Tabitha dan mengambil potongan kulit kepalanya. Nasib yang tak kalah naas kemudian turut menimpa Ezekiel. Ia ditangkap dan dibakar hidup-hidup oleh kawanan Indian.

Entah ada hubungannya atau tidak, namun peristiwa naas kemudian banyak terjadi di Taman Hiburan Lake Shawnee. Setidaknya 6 orang dilaporkan pernah meninggal di taman hiburan tersebut. Karena taman hiburan tersebut dianggap tidak menguntungkan lagi, taman itu pun ditutup pada tahun 1966. Menurut pengakuan warga sekitar, taman tersebut konon masih dihantui hingga sekarang.

Gulliver’s Kingdom, Jepang

Gulliver’s Kingdom, Jepang

Jepang terkenal dengan ide-idenya yang unik dan terkesan nyeleneh. Hal tersebut juga berlaku untuk sektor taman hiburan. Di kaki Gunung Fuji, pernah berdiri taman hiburan yang bernama Gulliver’s Kingdom (Kerajaan Gulliver).

Taman hiburan tersebut memperoleh namanya dari Gulliver, tokoh utama dalam dongeng hasil karya Jonathan Swift. Di dalam dongengnya, Gulliver yang aslinya manusia normal diceritakan terdampar di negeri liliput sehingga dirinya seolah-olah nampak seperti raksasa di negeri tersebut.

Di taman hiburan Gulliver’s Kingdom sendiri, terdapat patung raksasa Gulliver sepanjang 5 meter sehingga pengunjung taman ini seolah-olah nampak seperti liliput di hadapan Gulliver. Bagi sebagian orang, keberadaan patung sebesar itu mungkin justru malah bakal menimbulkan kesan menakutkan.

Namun kisah menyeramkan terkait Gulliver’s Kingdom belum berhenti sampai di sana. Taman hiburan ini dibangun tepat di dekat Hutan Aokigahara, hutan yang kerap digunakan sebagai tempat untuk bunuh diri. 

Gulliver’s Kingdom juga berlokasi di dekat desa Kamikuishiki. Sahabat anehdidunia.com desa tersebut di masa lalu pernah digunakan oleh kelompok teroris lokal Aum Shinrikyo sebagai markas rahasia dan gudang senjata kimia. Menurut pengakuan warga sekitar dan pengunjung taman, aroma gas kimia masih sering tercium dari permukaan tanah di taman hiburan tersebut.

Nasib suram sendiri pada akhirnya menimpa Gulliver’s Kingdom setelah taman hiburan tersebut dihancurkan pada tahun 2007. Kendati taman hiburan tersebut sekarang sudah tidak ada, namun jejak-jejaknya masih dapat ditelusuri dalam wujud foto. 

Joyland, AS

Joyland Amusement Park

Saat Joyland pertama kali dibuka pada tahun 1942, Joyland menjadi salah satu taman hiburan terbesar di AS bagian barat. Selain memiliki wahana-wahana permainan seperti roller coaster dan bianglala, Joyland juga kerap digunakan untuk menggelar acara-acara luar ruangan seperti konser, karnaval, dan festival.

Namun di taman hiburan ini pulalah, pernah terjadi peristiwa-peristiwa tragis. Pada tahun 1982, seorang pegawai Joyland yang bernama Michael King ditusuk oleh 4 orang pemuda yang masuk ke taman hiburan saat sudah tutup. Sahabat anehdidunia.com polisi berhasil menangkap keempat pelaku, namun hanya 2 orang yang dihukum karena 2 orang lainnya masih di bawah umur.

Pasca peristiwa tersebut, Joyland tetap beroperasi seperti biasa. Namun tragedi masih belum berhenti. Pada tahun 2004, giliran seorang teknisi taman hiburan yang kehilangan nyawanya setelah ia ditabrak roller coaster. Sesudah itu, Joyland dilanda masalah sengketa dan krisis keuangan sebelum akhirnya benar-benar ditutup.

Magic Harbor, AS

Magic Harbor, AS

Sepintas, Magic Harbor merupakan tempat yang menyenangkan karena taman hiburan ini penuh dengan aneka wahana hiburan seperti roller coaster, bumper car, mesin ding dong, labirin, dan masih banyak lagi. Namun kombinasi dari masalah keuangan, pergantian kepemilikan, dan kasus-kasus kematian yang terjadi di Magic Harbor menyebabkan taman hiburan ini gagal memenuhi kesuksesan yang diharapkan.

Tahun 1976, Harry Koch selaku pemilik Magic Harbor tewas setelah dirinya ditembak oleh Franklin Loftis. Dalam peristiwa tersebut, putra angkat Koch juga turut menjadi korban tewas. Awalnya pelaku pembunuhan ini tidak diketahui hingga beberapa tahun kemudian sebelum Loftis akhirnya dinyatakan bersalah. Loftis diketahui melakukan pembunuhan karena ia ingin mendapatkan gaji yang lebih layak.

Sesudah itu, Magic Harbor sempat ditutup sebelum kemudian dibeli oleh Geoffrey Thompson, pengusaha taman hiburan asal Eropa. Namun tragedi kembali terjadi saat Magic Harbor berada di bawah pengelolaan Thompson. Pada tahun 1984, Sherri Lynn Depew yang baru berusia 13 tahun tewas setelah ia terlempar dari roller coaster.

Peristiwa tersebut menyebabkan reputasi Magic Harbor tercemar sehingga taman hiburan itu pun kian sepi hingga akhirnya benar-benar ditutup pada tahun 90-an. Sesudah itu, Magic Harbor dibeli oleh perusahaan perkemahan dan seluruh wahananya dihancurkan.

Taman Hiburan Pripyat, Ukraina

Taman Hiburan Pripyat, Ukraina

Dibandingkan taman-taman hiburan lainnya, Taman Hiburan Pripyat bisa dibilang memiliki nasib yang paling tragis karena taman hiburan ini harus ditutup sebelum sempat dibuka secara resmi. Taman hiburan ini awalnya bakal dibuka untuk umum pada tanggal 1 Mei 1986. 

Namun hanya 5 hari sebelum Taman Hiburan Pripyat benar-benar dibuka, peristiwa besar terjadi. Reaktor nuklir Chernobyl yang berlokasi tidak jauh dari sana mengalami kebocoran sehingga penduduk Pripyat dan sekitarnya terpaksa mengungsi.

Ada rumor yang mengatakan bahwa taman hiburan ini sebenarnya sempat dibuka untuk umum selama sehari pada tanggal 27 April 1986. Namun alasan kenapa taman hiburan tersebut dibuka adalah untuk memberi kesenangan sementara kepada penduduk sekitar. Pasalnya sesudah itu, mereka diperintahkan untuk pergi meninggalkan tempat tinggalnya dan tidak pernah kembali akibat adanya ancaman radiasi dari reaktor terdekat.

Taman Hiburan Pripyat beserta wahana-wahana penyusunnya masih ada hingga sekarang. Namun karena tidak ada lagi yang mengelola taman hiburan ini, taman hiburan itupun nampak berada dalam kondisi terbengkalai. Sahabat anehdidunia.com sekarang, taman hiburan ini dikunjungi oleh turis yang ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi Pripyat setelah ditinggalkan oleh penduduknya.

referensi:
https://www.urbex.nl/pripyat/
https://listverse.com/2019/09/21/abandoned-amusement-theme-parks/
https://www.facebook.com/groups/50422812298/permalink/10155325525192299/


close