PLARIUSMODIFIKASI101

Pengobatan Berbahaya yang Banyak Digunakan di Abad ke-20

Sunday, January 19, 2020
Kemajuan zaman menyebabkan teknik pengobatan turut mengalami perkembangan pesat. Meskipun begitu, kenyataannya hal tersebut tidak lantas membuat pengobatan yang ditemukan di era modern sudah pasti terbukti manjur. Ada pula metode-metode pengobatan yang ditemukan di abad ke-20, namun tidak lagi digunakan di masa kini karena terbukti malah membawa efek berbahaya bagi tubuh. Berikut ini adalah contoh dari metode pengobatan dan kesehatan di abad ke-20 yang kini sudah ditinggalkan.

Air Minum Radioaktif

Air Minum Radio Aktif

Di masa kini, manusia bakal menghindari benda-benda yang mengandung muatan radioaktif karena zat radioaktif bisa memicu timbulnya gangguan-gangguan kesehatan yang berbahaya semisal kanker. Namun kurang lebih seabad sebelumnya, kondisinya berbeda karena radioaktif pada masa itu justru dianggap sebagai zat yang tidak berbahaya dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Akibat pola pikir macam itu, produk-produk berupa air minum yang dicampur dengan zat radioaktif pun banyak dibeli oleh masyarakat karena dipercaya bisa menyembuhkan aneka macam penyakit seperti masalah pencernaan, radang sendi, dan lain-lain. Sahabat anehdidunia.com contoh merek air radioaktif terkenal yang sempat banyak dijual di Amerika Serikat (AS) adalah  Radium Ore Revigator (ROR), di mana produk tersebut pada dasarnya adalah pendingin air yang dilengkapi dengan zat radioaktif radon. 

Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat akhirnya sadar akan bahaya dari zat radioaktif jika sampai masuk ke dalam tubuh. Eben Beyers menjadi contoh hidup mengenai bahaya dari mengkonsumsi zat radioaktif. Sejak permulaan tahun 1900-an, pria yang berprofesi sebagai konglomerat baja tersebut secara teratur mengkonsumsi air radioaktif setelah menerima saran dari dokternya. Sebagai akibatnya, memasuki tahun 1930 Beyers menderita aneka macam kanker. Tulangnya juga mengalami perapuhan sehingga sebagian rahangnya hancur dan tulang tengkoraknya berlubang.

Saat Byers akhirnya meninggal dengan kondisi yang demikian mengenaskan, publik akhirnya sadar akan bahaya zat radioaktif. Sejak itulah, air radioaktif tidak lagi diproduksi. Lembaga perlindungan lingkungan setempat juga melakukan aneka prosedur untuk menjauhkan masyarakat dari zat-zat radioaktif.

Obat Bius untuk Bayi

Obat Bius untuk Bayi

Memiliki bayi merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Namun merawat bayi sendiri merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuat frustrasi. Pasalnya tidak jarang bayi menangis dan bertingkah laku rewel di saat orang tuanya sedang sibuk melakukan pekerjaan lain.

Untuk mereka yang tinggal pada akhir abad ke-19 hingga permulaan abad ke-20, sirup penenang adalah solusinya. Apa yang disebut sebagai sirup penenang ini sendiri aslinya adalah minuman yang dicampur dengan obat bius morfin dan dilarutkan dalam alkohol. Selain untuk menenangkan bayi yang rewel, minuman ini juga diklaim bisa digunakan untuk mengobati diare, sakit gigi, dan penyakit ringan lainnya. 

Karena minuman ini terbukti efektif, minuman ini sempat banyak diminati oleh kalangan ibu-ibu. Namun seiring berjalannya waktu, dampak negatif dari sirup ini akhirnya mulai nampak. Banyak bayi yang meninggal setelah terlalu sering mengkonsumsi sirup ini. Sahabat anehdidunia.com sementara dalam kasus lain, banyak akan kecil yang menderita ketergantungan akan sirup ini. Akibat dampak-dampak negatif tersebut, sirup ini pun sejak tahun 1930-an ditarik dari peredaran.

Merokok untuk Kesehatan

Iklan Lucky Strike Merokok Baik Untuk Kesehatan

Sudah tidak terhitung banyaknya artikel dan laporan yang membahas mengenai bahaya dari merokok. Meskipun merokok dalam jangka panjang terbukti bisa menimbulkan aneka penyakit semisal kanker paru-paru, nyatanya tetap banyak orang yang merokok hingga sekarang. Pasalnya merokok dianggap bisa membantu memberikan rasa nikmat dan tenang bagi penggunanya.

Kalau kita mundur hingga ke permulaan abad ke-20, alasan lain kenapa rokok banyak dikonsumsi adalah karena rokok justru dianggap bisa membawa dampak positif bagi penggunanya. Menurut keyakinan pada masa itu, menghisap asap rokok bisa menyembuhkan asma dan aneka gangguan pernapasan.

Dengan bermodalkan keyakinan tersebut, perusahaan-perusahaan rokok di masa itu kerap memasang iklan yang menampilkan dokter beserta tulisan mengenai dampak positif rokok bagi kesehatan. Perusahaan rokok Lucky Strike bahkan sempat mempromosikan rokok sebagai cara untuk melindungi tenggorokan dari batuk-batuk dan radang.

Pandangan positif kalangan medis terhadap rokok tidak lagi berlanjut setelah pada tahun 1953, tiga orang ilmuwan yang bernama Wynder, Graham, dan Croninger merilis hasil penelitian mereka. Berdasarkan penelitian tersebut, merokok terbukti bisa menimbulkan kanker bagi penggunanya.

Begitu laporan tersebut dirilis, kalangan dokter beramai-ramai menghentikan kebiasaannya merokok. Kalangan awam juga mulai banyak yang berhenti mengkonsumsi rokok. Meskipun begitu, masih tetap banyak yang merokok hingga sekarang. Untuk mengatasinya, sekarang iklan rokok diharuskan mencantumkan dampak negatif rokok bagi kesehatan.

Diet Memakai Narkoba

Methamphetamine Obat Diet

Shabu atau metamfetamin di masa kini dikategorikan sebagai obat terlarang. Namun di Amerika Serikat pada tahun 1950-an, obat ini justru banyak digunakan sebagai campuran dalam obat diet seperti Obetrol, Dexamyl, dan Eskatrol.

Pada masa itu, bubuk amfetamin yang salah satunya mencakup metamfetamin merupakan komponen yang banyak digunakan dalam obat-obatan. Sahabat anehdidunia.com dari sekian banyak produk kesehatan yang menggunakan amfetamin dalam campurannya, sebanyak 33 persen di antaranya digunakan sebagai obat penurun berat badan.

Kaum perempuan menjadi konsumen utama obat penurun berat badan berbahan amfetamin dengan jumlah mencapai 85 persen. Namun seiring dengan kian banyaknya khalayak yang mengkonsumsi obat berbahan amfetamin, dampak negatif dari obat ini pun mulai terungkap.

Jika obatnya dikonsumsi dalam jangka panjang, maka konsumennya akan mengalami ketergantungan. Lambat laun, obat ini pun mulai disalahgunakan sebagai obat terlarang. Melihat hal tersebut, sejak tahun 1970-an pemerintah AS menetapkan kalau amfetamin tidak boleh lagi diproduksi secara bebas. Pasca keluarnya kebijakan tersebut, para produsen obat diet mulai mengeluarkan versi baru yang tidak lagi menggunakan amfetamin dalam produknya.

Lilin untuk Membersihkan Telinga

Lilin Membersihkan Telinga

Bagi banyak orang, memegang lilin yang sedang berada dalam kondisi menyala bukanlah hal yang menyenangkan. Selain bisa meninggalkan bekas kotor pada tangan, tetesan dari lilin yang meleleh akibat panas juga bisa menimbulkan rasa perih dan bahkan luka bakar pada kulit.

Namun di masa lalu, ternyata banyak orang yang sengaja menempelkan lilin menyala pada tubuhnya atas alasan kesehatan. Tidak tanggung-tanggung, mereka nekat menempelkan lilin yang sedang menyala pada salah satu telinganya sambil berbaring. 

Kegiatan berbahaya ini dilakukan karena adanya kepercayaan bahwa jika seseorang menempelkan batangan lilin yang menyala pada lubang telinga, kotoran dan lilin pada saluran telinga akan tertarik keluar akibat tekanan negatif yang ditimbulkan oleh batang lilin.

Alasan lain mengapa praktik tersebut banyak dilakukan adalah karena adanya hasil penelitian di tahun 1996 yang mengklaim bahwa metode ini efektif dalam membantu membersihkan kadar lilin yang ada di dalam rongga telinga.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan lain justru menemukan kalau praktik ini tidak terbukti bisa membantu membersihkan rongga telinga. Justru kadar lilin yang ada dalam rongga telinga bisa bertambah. Atau dalam kasus lain, api maupun lelehan dari lilin bisa menimbulkan cedera pada pelakunya.

Sumber :
https://listverse.com/2017/11/22/10-terrible-ideas-in-medicine-from-the-past-100-years/



close