PLARIUSMODIFIKASI101

Wisata Paling Aneh Anti Mainstream Yang Terakhir Serem Banget

Friday, January 31, 2020
Berlibur atau berwisata merupakan kegiatan yang lazim dilakukan bagi seseorang untuk melepas lelah setelah menjalani rutinitas yang menjemukan. Normalnya saat mendengar kata berwisata, maka orang akan langsung membayangkan tempat-tempat wisata populer semisal pantai atau taman ria.  Namun selain tempat-tempat wisata macam itu, ada juga wisata yang mengambil lokasi di tempat-tempat yang tidak umum. Berikut ini adalah beberapa contoh wisata anti mainstream yang benar-benar ada di dunia:

Wisata Kemiskinan

Wisata Kemiskinan

Kompleks pemukiman kumuh merupakan kawasan yang normalnya bakal dihindari oleh mereka yang berasal dari golongan menengah ke atas. Selain karena pemukiman kumuh identik dengan hal-hal yang bersifat kotor dan berantakan, tidak jarang pemukiman kumuh menjadi tempat berkumpulnya para pelaku tindak kejahatan. 

Namun penyelenggara wisata kemiskinan memandang kalau ada sisi lain dari pemukiman kumuh yang bisa dijelajahi. Sahabat anehdidunia.com oleh karena itulah, mereka menggelar wisata kemiskinan untuk memfasilitasi para turis yang ingin melihat langsung kondisi pemukiman kumuh. Beberapa kota yang memiliki jenis wisata macam ini adalah kota Manila (Filipina), Mumbai (India), Rio de Janeiro (Brazil), dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak turis yang menunjukkan ketertarikannya akan wisata kemiskinan sehingga pihak penyelenggara tur sampai merancang paket perjalanan khusus untuk menjawab keinginan para turis tersebut. 

Wisata kemiskinan sendiri bukanlah tanpa kontroversi. Mereka yang kontra menganggap kalau wisata macam ini merupakan cara bagi golongan yang lebih mapan untuk melihat langsung dan menikmati kehidupan orang-orang miskin. Namun mereka yang pro berpendapat kalau wisata macam ini justru bisa membantu meningkatkan kepekaan sosial dan kesadaran akan masih tingginya kesenjangan sosial di dunia.

Walaupun terlihat baru, wisata kemiskinan ternyata merupakan jenis wisata yang tergolong tua. Pada abad ke-19, sejumlah turis kaya asal London akan menempuh perjalanan jauh melintasi Samudera Atlantik untuk melihat langsung kawasan kumuh di New York dan San Fransisco, AS. Supaya para turis merasa kian puas, pihak penyelenggara tur bahkan sengaja menyewa aktor untuk berpura-pura menjadi anggota geng narkotik yang terlibat baku tembak.

Wisata Pemakaman

Wisata Pemakaman

Pemakaman atau kuburan identik dengan hal-hal menakutkan. Pasalnya di tempat inilah, orang-orang yang sudah meninggal dikebumikan. Normalnya orang hanya akan mengunjungi pemakaman jika di pemakaman tersebut terdapat kuburan dari orang yang sudah dikenalnya saat masih hidup. Namun tidak demikian halnya bagi peserta wisata atau ziarah pemakaman.  

Sesuai dengan namanya, wisata pemakaman memang merupakan perjalanan wisata yang mengambil tempat di kawasan pemakaman. Biasanya pemakaman yang dikunjungi oleh peserta wisata pemakaman adalah pemakaman tempat dikuburkannya orang-orang terkenal, misalnya makam para veteran perang atau tokoh bersejarah.

Bukan hanya makam veteran perang dan negarawan yang banyak dikunjungi oleh peserta wisata macam ini. Makam tempat dikuburkannya selebritis juga kadang-kadang menjadi objek kunjungan peserta wisata pemakaman. Taman pemakaman Pere Lachaise contohnya. Pemakaman tersebut banyak dikunjungi oleh orang-orang karena di makam inilah, penyanyi Jim Morrison dan penulis Oscar Wilde dikebumikan.

Walaupun wisata pemakaman terkesan angker, wisata macam ini ternyata tergolong populer di masa lampau. Sejak abad ke-19, penduduk Inggris kerap melakukan kunjungan dari makam ke makam. Namun menyusul timbulnya Perang Dunia I dan II yang berujung pada timbulnya begitu banyak korban jiwa, wisata pemakaman mulai kehilangan pamornya dan penduduk Inggris kini lebih memilih untuk menjauh dari pemakaman.

Wisata Senjata Api

Wisata Senjata Api Di Israel

Di era seperti sekarang, tidak sedikit kalangan sipil yang menunjukkan ketertarikan akan senjata api. Seringnya senjata api ditampilkan di film dan game menjadi salah satu penyebabnya. Namun karena di dunia nyata senjata api bisa disalahgunakan untuk melakukan tindak kejahatan, banyak negara yang melarang kepemilikan senjata api oleh warga sipil.

Hal tersebut lantas menjadi faktor di balik munculnya wisata senjata api di AS. Bagi mereka yang tinggal di negara-negara yang melarang kepemilikan senjata api, mereka hanya perlu pergi ke AS jika ingin tahu seperti apa rasanya memegang dan mengoperasikan senjata api sungguhan. Kebetulan AS memang memperbolehkan warga sipilnya memiliki senjata api karena hal tersebut dijamin dalam Amademen Konstitusi AS.

Hawaii dan Las Vegas merupakan 2 tempat wisata senjata api terpopuler di AS. Mereka yang mengunjungi tempat wisata senjata api tidak melulu warga luar AS semata. Ada juga warga AS yang sengaja mengunjungi tempat wisata senjata api karena mereka tidak memilki uang untuk membeli senjata api, atau hanya sekedar penasaran akan jenis senjata api tertentu.

Di Hawaii, ketika ada turis yang berminat untuk ikut serta dalam wisata senjata api, mereka akan diantar masuk ke dalam bangunan yang berisikan senjata api beserta papan-papan latihan tembak. Sesampainya di dalam, para turis bisa mencoba menembakkan sendiri senjata-senjata api tersebut ke papan latihan tembak yang sudah disediakan.

Wisata Narkotik

Wisata Narkoba

Di banyak negara termasuk Indonesia, narkotik merupakan komoditas yang dilarang karena bisa menyebabkan penggunanya kecanduan dan tidak bisa lagi bertingkah secara normal. Meskipun dilarang, tetap saja ada orang yang penasaran dan ingin tahu seperti apa rasanya mengkonsumsi narkotik.

Bagi mereka yang ingin tahu rasanya menggunakan narkotik namun tidak mau berurusan dengan polisi, maka solusinya adalah pergi ke negara-negara yang memproduksi narkotik. Kolombia adalah salah satu negara yang paling terkenal dengan wisata narkotiknya. Sahabat anehdidunia.com mereka yang mengunjungi Kolombia bukan hanya berasal dari negara yang melarang narkotik, tetapi juga dari negara yang melegalkan narkotik namun memasang harga jual amat tinggi (misalnya Australia).

Narkotik sendiri sebenarnya tergolong ilegal di Kolombia. Itulah sebabnya penjaja kokain biasanya menawarkan narkotik kepada turis asing secara sembunyi-sembunyi. Namun polisi setempat biasanya hanya akan melakukan pembiaran kepada para penjaja narkotik karena mereka sendiri menerima uang sogokan dari para pengedar narkotik.

Selain Kolombia, Belanda merupakan negara lain yang terkenal sebagai tujuan wisata narkotik jenis mariyuana. Mereka yang tertarik untuk menghisap mariyuana bisa mampir ke kedai-kedai kopi di ibukota Amsterdam. Mariyuana sendiri sebenarnya masih tergolong ilegal di Belanda. Namun praktik perdagangan mariyuana tetap berlangsung di Belanda karena polisi setempat cenderung bersikap toleran jika mariyuana yang dijual jumlahnya tidak terlampau banyak.

Wisata Bunuh Diri

Wisata Anti MainStream

Dari sekian banyak wisata anti mainstream yang ada di berbagai belahan dunia, wisata bunuh diri bisa bisa dikategorikan sebagai jenis wisata yang paling ekstrim. Swiss adalah negara di mana wisata ekstrim ini bisa ditemukan. Di negara yang juga terkenal dengan cokelat dan gunung-gunung bersaljunya ini, para turis bisa meminta bantuan lembaga setempat supaya dirinya disuntik mati.

Mungkin anda bakal terheran-heran. Jika seseorang sudah memiliki niat bunuh diri dari awal, kenapa ia harus repot-repot pergi ke Swiss dan tidak melakukannya saja sendiri? Jawabannya adalah karena mereka yang ingin mengakhiri hidupnya dengan cara macam ini ingin supaya dirinya meninggal dengan kondisi yang tidak sesakit mungkin. Lalu ketika ia sudah meninggal, maka mereka yang membantu proses bunuh dirinya di Swiss akan membantu melaksanakan pesan terakhirnya serta memakamkannya secara layak.

Wisata macam ini tak pelak langsung memancing pro kontra. Mereka yang kontra beranggapan kalau pihak-pihak yang terlibat dengan wisata bunuh diri pada dasarnya sudah melakukan tindak pembunuhan. Namun mereka yang pro berpendapat kalau bunuh diri juga merupakan bagian dari hak individu. Mereka juga mencontohkan kalau sejumlah peserta wisata bunuh diri adalah orang-orang yang sudah sekarat dan sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi sebagai pendamping hidupnya. Serem Banget

referensi:
https://edition.cnn.com/2014/08/20/health/suicide-tourism-switzerland/index.html
https://listverse.com/2018/10/20/10-unconventional-types-of-tourism/
https://www.telegraph.co.uk/travel/destinations/europe/netherlands/amsterdam/articles/everything-you-need-to-know-about-smoking-marijuana-in-the-netherlands/


close