PLARIUSMODIFIKASI101

Jimat Ini Terbuat dari Mayat Hewan dan Manusia

Wednesday, February 12, 2020
Jimat adalah sebutan untuk benda-benda yang diyakini mengandung kekuatan gaib dan mistis. Selain menggunakan benda-benda eksotis semisal batu akik atau senjata tradisional, jimat juga bisa dibuat dari bangkai atau mayat makhluk hidup. Berikut ini adalah beberapa contoh jimat yang menggunakan bahan baku macam itu.

Peti Berisi Katak

Peti Berisi Katak

Menurut mitos yang dipercaya oleh orang-orang Finlandia, peti yang diisi dengan katak memiliki banyak khasiat sihir. Untuk membuat benda ini, mula-mula kita harus menangkap katak yang berwarna kemerahan. Langkah berikutnya yang harus dilakukan bergantung dari untuk tujuan apakah katak tersebut hendak digunakan. Namun umumnya pada langkah terakhir, katak tadi kakinya akan diikat dan kemudian dimasukkan ke dalam kotak kayu.

Bagian atas peti kemudian ditutup sebelum kemudian 9 buah paku ditancapkan pada tutup peti hingga menembus ke bagian dasar peti. Paku-paku tadi juga tidak sembarang ditancapkan, tetapi ditancapkan dengan pola sedemikian rupa supaya paku terakhir bakal menembus bagian jantung katak.

Peti berisi katak tersebut selanjutnya dikuburkan di halaman gereja dan kemudian dibacakan dengan doa-doa seperti halnya yang dibacakan dalam pemakaman manusia. Sahabat anehdidunia.com orang-orang Finlandia percaya kalau peti berisi katak ini bisa melindungi orang-orang dari kekuatan jahat. 

Jika ada penyihir jahat yang mengirimkan sihir hitam, maka konon sihir tersebut akan dipantulkan kembali oleh peti katak ini. Meskipun begitu, tidak selamanya peti berisi katak ini hanya digunakan untuk keperluan perlindungan semata. Di tangan penyihir aliran hitam, benda yang sama konon juga bisa digunakan untuk keperluan yang tidak baik.

Tulang Penis Rakun

tulang penis rakun

Rakun adalah sejenis hewan menyerupai musang atau rubah yang tubuhnya berwarna kelabu dan memiliki pola berwarna hitam di sekitar matanya. Di habitatnya, rakun menyandang reputasi sebagai hewan yang lincah dan banyak akal. Rakun juga merupakan hewan yang dibenci oleh kalangan peternak karena hewan ini kerap memasuki peternakan untuk memakan anak-anak unggas yang ada di dalamnya.

Entah ada kaitannya atau tidak mengenai reputasinya sebagai hewan yang cerdik, rakun lantas digunakan sebagai bahan untuk membuat jimat. Untuk keperluan ini, mula-mula orang yang ingin membuat jimatnya akan membunuh rakun atau mencari rakun yang sudah mati. Jika sudah, bangkai rakun tadi kemudian akan dibedah supaya tulang penisnya bisa diambil.

Tulang penis tadi kemudian akan dibersihkan dan direbus hingga tidak ada lagi sisa-sisa serat daging yang menempel pada tulangnya. Jika tulangnya sudah bersih, tulang tersebut selanjutnya akan dijemur. Tulang penis ini selanjutnya sudah bisa digunakan sebagai jimat. 

Ada beberapa fungsi dari jimat tulang penis ini, namun jimat ini normalnya digunakan sebagai hadiah untuk kaum perempuan. Supaya penampilan tulangnya terkesan lebih mencarik, tidak jarang tulangnya ditambahi ikat pita merah atau ditambahi tali supaya bisa digunakan sebagai kalung.

Jimat tulang penis rakun bukan hanya bisa digunakan sebagai aksesoris. Jika tulang ini dikuburkan di bawah rumah, maka diharapkan gadis yang tinggal di rumahnya bakal jatuh hati kepada orang yang menguburkan tulangnya. Kemudian jika jimat tulangnya ditaruh di bawah bantal, jimat ini konon bisa menambah stamina dan gairah seksual orang yang sedang berada di ranjang.

Tulang Kodok

Tulang Kodok

Satu lagi jimat yang bahan pembuatnya berasal dari hewan amfibi. Di Inggris, seorang penyihir wanita dipercaya bisa berubah wujud menjadi kodok. Meskipun sepintas terdengar konyol, penyihir macam ini amatlah ditakuti pada masanya karena konon penyihir kodok memiliki kekuatan sihir yang sangat besar dan bisa melepaskan mantera sihir hanya dengan tatapan matanya.

Ada dua jalur ritual yang jika dijalani bakal mengubah seseorang menjadi penyihir kodok dan keduanya sama-sama bukanlah jalur yang menyenangkan untuk ditempuh. Masing-masing ritual memiliki langkah yang berbeda, namun keduanya sama-sama memerlukan tulang kerangka kodok supaya ritualnya bisa dijalani dengan sukses.

Dalam jalur ritual yang pertama, mula-mula seorang penyihir harus menangkap kodok jenis Natterjack dan kemudian mengikatkannya pada bra alias penutup dada. Sahabat anehdidunia.com jika itu masih belum cukup menjijikan, kodok tersebut harus tetap berada di sana hingga mati dan membusuk dengan sendirinya. 

Saat bangkai kodok tersebut sudah selesai terurai dengan hanya menyisakan kerangka, penyihir tadi harus membawa kerangka kodok tersebut ke sungai dan memegangnya di atas air. Pada tahap ini, konon sesosok makhluk gaib akan menampakkan diri di hadapan sang penyihir dan memberikannya kekuatan baru. Sejak itu, penyihir yang bersangkutan menjelma menjadi penyihir kodok.

Dalam jalur ritual kedua, sang penyihir harus menaruh bangkai kodok pada sarang semut supaya bangkai tersebut habis disantap oleh semut hingga tinggal menyisakan tulangnya. Dari sana, sang penyihir  kemudian menempuh langkah yang serupa dengan ritual pertama. Ia membawa kerangka kodok tadi ke sungai dan menunggu hingga ada makhluk gaib (Setan) yang datang untuk memberinya kekuatan.

Bangkai Kucing

Bangkai Kucing

Bagi kita yang hidup di masa kini, kucing dipandang sebagai hewan yang menggemaskan. Namun tidak demikian halnya dengan orang-orang Eropa yang hidup di masa berada-abad yang lalu. Pasalnya alih-alih menganggap kucing sebagai hewan yang lucu, kucing – utamanya kucing hitam – justru dipandang sebagai hewan pembawa nasib buruk. 

Kucing juga memiliki reputasi negatif pada masa itu karena kaum penyihir konon gemar memelihara kucing. Hal inilah nampaknya yang menjadi penyebab mengapa kemudian ada yang nekat membuat jimat dengan bangkai kucing sebagai bahan pembuatnya. Praktik ini jamak dilakukan oleh orang-orang Inggris di Abad Pertengahan.

Untuk membuat jimat bangkai kucing ini, mula-mula seseorang akan menangkap kucing dan membunuhnya sedemikian rupa supaya kucing tersebut terlihat seolah-olah mati akibat diterkam. Sesudah itu, bangkai kucing tadi dimasukkan ke dalam drum berisi garam. 

Saat bangkai kucing tersebut sudah mengering, bangkai kucing tadi dibawa masuk ke dalam rumah. Bangkai yang bersangkutan kemudian dipaku pada dinding. Dengan cara ini, rumah yang bersangkutan dipercaya akan aman dari serangan penyihir dan ilmu hitam.

Tidak jarang bangkai kucing tersebut dipaku pada dinding rumah bersama-sama dengan bangaki hewan lain yang juga sudah dikeringkan, misalnya bangkai burung atau tikus. Saat bangkai-bangkai tersebut dipajang di tempat yang sama, konon penghuni rumah yang dipasangi dengan bangkai ini juga bakal terhindari dari wabah penyakit dan nasib buruk.

Hand of Glory

Hand of Glory

Sejauh ini kita sudah mengetahui jimat-jimat yang terbuat dari hewan. Namun jimat yang satu ini bisa dibilang sebagai yang paling menyeramkan karena bahan pembuatnya berasal dari... mayat manusia. Hand of Glory (Tangan Keagungan) adalah nama dari jimat tersebut. Sesuai namanya, jimat ini memang berwujud tangan manusia.

Hand of Glory sendiri biasanya diambil dari mayat korban hukuman mati. Saat korban sudah tewas namun masih terikat di tiang gantungan, tangannya kemudian akan dipotong. Tangan tersebut lalu dimasukkan dalam wadah berisi garam dan potasium nitrat hingga mengering. Sementara lapisan lemaknya diambil untuk diolah menjadi lilin.

Jika tangan tadi sudah selesai dikeringkan, lilin berbahan lemak tadi selanjutnya dipasang pada bagian ujung jari. Hasilnya, terciptalah Hand of Glory. Jika lilin pada ujung jari dinyalakan, nyala apinya konon bakal membuat orang-orang yang ada di suatu rumah tertidur pulas. Oleh karena itulah, Hand of Glory pun menjadi jimat yang lazim digunakan oleh kalangan pencuri di Eropa pada abad ke-19.

referensi:
https://www.edp24.co.uk/news/norwich-castle-reveals-spells-potions-charms-and-ritual-marks-hidden-in-homes-across-norfolk-1-4433725
https://listverse.com/2019/11/22/magical-objects/
https://finlandtoday.fi/frog-in-a-coffin-and-other-finnish-folk-magic/



close