PLARIUSMODIFIKASI101

Kasus Pembunuhan Sadis yang Dilakukan oleh Penganut Aliran Sesat

Sunday, May 10, 2020
Setiap tindak kejahatan semisal pembunuhan memiliki motif yang membuat pelaku tega merenggut nyawa orang lain. Dalam kasus-kasus tertentu, keterlibatan unsur gaib diduga memiliki kaitan dengan tewasnya seseorang akibat kondisi mayatnya yang tidak wajar. Berikut ini adalah 5 contoh kasus di mana korbannya diduga meninggal akibat dibunuh oleh penganut aliran sesat.

Rachael Runyan

Rachael Runyan via sltrib.com

Kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa Rachael Runyan adalah contoh nyata mengenai bagaimana bahayanya jika anak kecil dibiarkan menerima iming-iming permen dari orang yang tidak dikenal. Semuanya bermula ketika pada tanggal 26 Agustus 1982, Rachael tengah bermain dengan saudaranya di halaman sekolah di kota Sunset, Utah, AS.

Tidak jauh dari sana, seorang pria berkumis dengan perkiraan usia antara 25 hingga 35 tahun nampak mondar mandir di sana selama 15 menit. Ia terlihat berbicara dengan anak-anak yang ada di sana sebelum kemudian mendekati Rachael dan menawarinya permen. 

Rachael yang merasa senang karena menerima permen kemudian menurut saja saat pria tersebut memintanya naik ke dalam mobil. Sesudah itu, Rachael tidak pernah terlihat lagi. Keberadaannya baru diketahui 24 hari kemudian setelah mayatnya ditemukan dalam kondisi terpotong-potong di sebuah sungai.

Dugaan kalau pembunuhan ini dilakukan oleh penganut aliran ilmu hitam lantas muncul karena dalam 2 kesempatan berbeda, ayah Rachel menemukan bunga mawar hitam tergeletak di nisan anaknya. 

Kemudian sekitar 2,5 tahun pasca tewasnya Rachael, beredar sebuah surat tanpa identitas yang berisikan pesan kalau penulis surat ini sudah membunuh Rachael. Di bagian bawah surat yang sama, terdapat gambar salib dalam posisi terbalik dengan 3 angka 6 di sekelilingnya. Hingga sekarang, pelaku alsi pembunuhan Rachael masih belum diketahui.

Howard Green dan Carol Marron

Howard Green dan Carol Marron via facebook.com

Pada tanggal 16 Desember 1979, sepasang mayat ditemukan terbaring di tepi jalan Route 80 di Patterson, New Jersey, AS. Kedua mayat tersebut teridentifikasi sebagai Howard Green (53 tahun) dan Carol Marron (33).

Saat ditemukan, kondisi mayat mereka berdua sungguh menakutkan sekaligus membuat bingung. Pasalnya bagian kiri wajah mereka nampak hancur akibat dipukuli, sementara pada mata kanannya terdapat luka tusukan. Masing-masing korban nampak memegang rambut pada tangan kanannya. Kemudian saat mayat mereka berdua diperiksa, darah keduanya ternyata sudah disedot habis.

Dengan melihat kondisi korban, pelaku meyakini kalau pembunuhan ini dilakukan oleh lebih dari 1 orang. Polisi kemudian melakukan penggeledehan ke apartemen mereka berdua dengan harapan bisa mendapatkan petunjuk berharga mengenai siapa kira-kira pelaku pembunuhan sadis ini. Di sana, polisi menemukan benda-benda bertema ritual gaib.

Wartawan Muray Terry juga mengaku sempat menerima surat dari seseorang yang mengaku sebagai teman Carol. Menurut surat tersebut, Howard memiliki keinginan untuk bergabung dalam kelompok sekte bernama Ordo Templi Orientis. 

Salah satu orang yang diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan ini adalah mantan tetangga Howard dan Carol yang pindah ke tempat lain sekitar setahun sebelum mereka berdua ditemukan meninggal. Alasan kenapa polisi mencurigai orang tersebut adalah karena orang tersebut dilaporkan pernah memenggal tikus dan meminum darahnya. Namun keberadaan orang tersebut hingga sekarang masih belum diketahui.

Keluarga Evangelist

Keluarga Evangelist via miamighostchronicles.com

Saat Benito Evangelista baru tiba di AS pada awal abad ke-19, ia mengubah namanya menjadi Benny Evangelist. Di tanah barunya ini, Benny sehari-harinya bekerja sebagai tukang kayu. Namun saat sedang senggang, Benny diketahui menunjukkan ketertarikan akan hal-hal bertema gaib. 

Benny bahkan pernah menciptakan sekte keagamaan sendiri dengan nama Federasi Serikat Amerika. Ruang bawah tanahnya menjadi tempat di mana ia menggelar khotbah di hadapan para pengikut sektenya.

Pada tanggal 3 Juli 1929, seorang agen properti mendatangi kediaman Benny di kota Detroit. Namun saat ia turun ke ruang bawah tanah, ia sungguh terkejut begitu menemukan Benny sudah berada dalam kondisi terpenggal.

Agen tersebut kemudian langsung menghubungi polisi. Saat polisi melakukan penggeledahan, polisi menemukan mayat istri Benny yang juga berada dalam kondisi terpenggal. Selain Benny dan istrinya, keempat anak Benny juga ditemukan tewas akibat diserang berkali-kali memakai benda tajam.

Salah satu orang yang diduga menjadi pelaku di balik aksi penyerangan ini adalah bekas sahabat Benny yang bernama Aurelius Angelino. Seperti Benny, Aurelius juga menunjukkan ketertarikan akan hal-hal bertema gaib.

Sekitar 10 tahun sebelum Benny ditemukan meninggal, Aurelius diketahui pernah membunuh kedua anaknya sendiri dengan memakai kapak. Aurelius kemudian ditangkap dan ditahan di rumah sakit jiwa, namun ia berhasil melarikan diri pada tahun 1923 dan tidak pernah ditemukan kembali.

Keluarga Jamison

keluarga Jamison via thecurrenttahtahs.com


Pada tanggal 8 Oktober 2009, keluarga Jamison yang terdiri dari Bobby Dale Jamiso (44), Sheri Jamison (40), dan Madyson Jamison (6) dinyatakan hilang. Sembilan hari kemudian, mobil pickup milik mereka berhasil ditemukan dalam kondisi terbengkalai. 

Saat mobil tersebut diperiksa, polisi menemukan anjing milik keluarga Madison yang sudah berada dalam kondisi kelaparan. Polisi juga menemukan benda-benda berharga milik keluarga Madison seperti dompet, telepon seluler, dan tas berisi uang senilai 32.000 dollar. 

Hal tersebut lantas menimbulkan pertanyaan. Jika keluarga Madison menghilang karena ingin memulai kehidupan baru, maka seharusnya mereka menghilang sambil tetap membawa barang berharga mereka. Demikian pula jika mereka menghilang akibat menjadi korban perampokan.

Saat polisi melakukan pemeriksaan di kediaman milik keluarga Madison, hal yang mereka temukan di sana juga tidak kalah aneh. Di dinding bangunannya, mereka menemukan tulisan “witches don’t like there black cat killed” (penyiir tidak suka di sana kucing hitam mati). Sebelum menghilang, keluarga Madison dilaporkan juga sempat menemui pastor dan mengaku kalau mereka sedang diganggu oleh kawanan hantu.

Empat tahun kemudian, nasib keluarga Madison akhirnya diketahui setelah 2 orang pemburu menemukan mayat mereka di tempat terpencil. Tidak diketahui apakah keluarga Madison meninggal akibat bunuh diri atau dibunuh karena mayat mereka sudah berada dalam kondisi membusuk. 

Bayi X

Ilustrasi babyx via listverse.com

Pada tanggal 17 November 1989, sebuah tong berisi mayat bayi ditemukan di dekat kota Rupert, Idaho, AS. Kondisi mayat tersebut sungguh mengerikan karena mayatnya berada dalam kondisi terpotong-potong dan organ-organ dalamnya ada yang menghilang. Polisi lantas memberikan nama “Bayi X” untuk mayat bayi ini karena identitas bayi ini masih belum diketahui.

Bayi X diperkirakan baru berusia beberapa minggu saat meninggal. Jika perkiraan tersebut benar, maka berarti Bayi X lahir pada masa-masa perayaan Halloween. Dikombinasikan dengan kondisi mayatnya yang berada dalam kondisi memilukan, dugaan pun timbul kalau Bayi X tewas akibat menjadi korban ritual ilmu hitam.

Peristiwa tewasnya bayi ini konon disaksikan oleh seorang bocah 9 tahun yang bernama Timothy. Pada bulan November 1990, Timothy mengaku sempat melihat seorang bayi dibunuh, dibakar, dan kemudian dimasukkan ke dalam tong. Namun polisi memutuskan untuk tidak menyeriusi klaim kesaksian Timothy karena pengakuannya kerap bertolak belakang satu sama lain.

Menurut dugaan lain, Bayi X aslinya meninggal akibat radang paru-paru dan kemudian mayatnya dibakar supaya kematiannya tidak diketahui oleh orang lain. Apapun itu, peristiwa asli terkait kematian Bayi X masih tetap belum diketahui hingga sekarang dan kasusnya menjadi salah satu kasus kematian bayi paling menakutkan yang pernah ada.

Sumber :
https://listverse.com/2014/11/29/10-unsolved-murders-with-strange-links-to-the-occult/


close