PLARIUSMODIFIKASI101

Misteri Kematian Massal Keluarga di India, Hasil Bunuh Diri atau Korban Pembunuhan?

Sunday, May 17, 2020
Kasus kematian massal bakal senantiasa menarik perhatian orang-orang. Sebabnya adalah orang bakal menjadi terpancing untuk menerka-nerka penyebab kematian para korban dan bagaimana peristiwanya terjadi. Terlebih lagi jika mayat para korban ditemukan dalam kondisi yang janggal.

Kasus itulah yang menimpa keluarga Chundawat di Burari, India. Keluarga Chundawat merupakan keluarga besar beranggotakan 10 orang yang dikepalai oleh Narayan Devi (77 tahun). Di rumahnya, Narayan tinggal bersama anak, cucu, dan istri dari putra-putra Narayan.

Di mata para tetangganya keluarga Chundawat nampak seperti keluarga besar yang normal. Mereka sudah mendiami kompleks tempat mereka tinggal selama lebh dari 20 tahun dari membuka toko bahan makanan dan kayu triplek. Keluarga Chundawat juga diketahui tidak memiliki musuh dan bukan tipe keluarga yang hobi mencari masalah..

Namun kenormalan yang melekat pada keluarga Chundawat seketika berubah sejak tanggal 1 Juli 2018. Pada tanggal tersebut, toko tersebut tidak buka seperti biasanya. Padahal selama ini toko yang dikelola oleh keluarga Chundawat selalu buka pada jam yang sudah ditentukan. Namun pada tanggal tersebut, bagian depan toko justru masih berada dalam kondisi tertutup.

Beberapa jam berlalu, toko tersebut masih saja belum buka dan tidak ada orang yang keluar dari dalam bangunan. Tetangga sekitar Chundawat pun merasa bingung dan curiga. Salah seorang tetangga keluarga Chundawat yang bernama Gurcharan Singh memutuskan untuk masuk ke dalam rumah keluarga Chundawat dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah.

Apa yang ditemukan oleh Gurcharan di dalam sama sekali tidak ia duga. Seluruh anggota keluarga Chundawat yang berjumlah 11 orang nampak terikat dan tergantung dengan mata dan mulut yang tertutup. Mereka semua diketahui sudah berada dalam kondisi meninggal karena sama sekali nampak tidak bergerak.

Narayan Devi juga turut menjadi korban tewas yang ditemukan dalam rumah ini. Namun tidak seperti para korban lainnya, mayat Narayan ditemukan bukan dalam kondisi tergantung, melainkan terbaring di ruangan yang berbeda dari kesepuluh mayat lainnya. Narayan diduga tewas akibat dicekik hingga meninggal.

Gantung Diri Massal(?)
Gantung Diri Massal
Gantung Diri Massal via akurat.co
Polisi yang menerima kabar kematian massal keluarga Chundawat kemudian langsung bergegas menuju kediaman mereka. Saat mayat para korban diperiksa, kain yang digunakan untuk menutup mata para korban diketahui berasal dari kain sprei yang sama. Tangan para korban terikat dengan posisi di atas punggung. Para korban juga tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan saat diikat.

Selain Narayan, kesepuluh korban tewas ditemukan dalam ruangan yang sama. Tiga di antara mereka tergantung dengan kaki yang menyentuh lantai. Polisi juga tidak menemukan adanya bekas obat dalam darah para korban. Berdasarkan hasil penyelidikan tadi, para korban dinyatakan tewas akibat tercekik dan digantung.

Dengan melihat kondisi para korban saat ditemukan, polisi menduga kalau ini adalah pembunuhan yang dilakukan sedemikian rupa supaya terlihat seperti kasus bunuh diri massal. Dasarnya adalah jika para korban meninggal akibat melakukan bunuh diri massal, maka seharusnya tangan mereka yang sedang terikat berada di bagian depan tubuhnya, bukannya di bagian punggung.

Polisi pun kemudian melanjutkan penyelidikan dengan harapan bisa menemukan petunjuk baru yang mengarahkan mereka ke pelaku asli peristiwa ini. Namun semakin lama mereka melakukan penyelidikan, polisi malah justru dibuat semakin bingung akibat banyaknya hal-hal aneh yang mereka temukan.

Saat polisi mewawancarai para tetangga keluarga Chundawat, mereka mendapatkan informasi kalau putra Narayan yang bernama Lalit Bathia secara tiba-tiba menunjukkan perilaku aneh hanya beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.

Lalit yang selama diketahui memiliki sifat periang mendadak jadi sering terlihat murung. Ia juga kerap melakukan hal-hal yang tidak biasa semisal berdoa di depan pohon dan memberi makan hewan liar.

Tetangga keluarga Chundawat juga menjelaskan kalau Lalit mengaku sempat bertemu dengan arwah mendiang ayahnya di dalam mimpi. Lalit bahkan mengaku kalau arwah mendiang ayahnya tersebut mencoba merasuki dirinya.

Buku Catatan yang Penuh Keanehan
Buku Catatan yang Penuh Keanehan
illustrasi Buku Catatan yang Penuh Keanehan via dailymail.co.uk
Polisi yang menerima informasi tersebut memutuskan untuk membuka koleksi buku harian dan catatan milik Lalit yang berjumlah 22 buku. Buku-buku catatan milik Lalit diketahui memuat tulisan-tulisan yang sudah ia buat selama 11 tahun terakhir. Dalam tulisannya, Lalit banyak mengeluh kalau keluarganya harus mengubah cara hidup mereka supaya bisa menjadi lebih baik.

Lalit juga menuliskan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh keluarganya. Mulai dari makanan yang harus mereka makan hingga bagaimana mereka sebaiknya berperilaku. Namun dari sekian banyak instruksi tersebut, yang paling menarik pehatian polisi adalah instruksi untuk melakukan ritual khusus.

Menurut klaim Lalit dalam tulisannya, ada 4 roh misterius yang sekarang sedang menempel pada keluarganya. Supaya keluarganya bisa terbebas dari roh-roh tersebut, Lalit pun berkeinginan supaya keluarganya melakukan ritual tertentu.

Setelah melakukan penelusuran mendalam terhadap buku-buku catatan Lalit, polisi akhirnya mendapatkan informasi penting yang nampaknya berkaitan langsung dengan kondisi mayat-mayat keluarga Chundawat saat ditemukan. Menurut pernyataan polisi, mereka menemukan instruksi mengenai cara mengikat tangan dan kaki saat melakukan ritual.

Dengan melihat hal-hal tersebut, maka Lalit diduga kuat menjadi dalang kematian massal sanak familinya sendiri. Namun polisi masih belum yakin apakah para anggota keluarga Chundawat tewas akibat melakukan bunuh diri massal secara sukarela atau karena dibunuh oleh Lalit.

Menurut kesaksian para tetangga dan rekaman kamera CCTV, sebanyak 2 orang anggota keluarga Chundawat sempat membeli kursi, kabel, dan benda-benda untuk keperluan ritual. Kursi dan kabel tersebut nantinya ditemukan di ruangan tempat keluarga Chundawat ditemukan tewas.

Meninggal Secara Tidak Sengaja?
Meninggal Secara Tidak Sengaja
dugaan ilustrasi karena bunuh diri via barisanberita.com
Dugaan kalau Lalit berhasil meyakinkan anggota keluarganya untuk melakukan ritual bunuh diri massal pun merebak. Namun ritual ini diduga tidak dimaksudkan untuk berujung pada kematian. Sebabnya adalah dalam catatan Lalit, ada instruksi agar parapeserta ritual membantu melepaskan ikatan satu sama lain saat ritualnya sudah selesai.

Dengan melihat hal-hal tadi, polisi menduga kalau keluarga Chundawat sebenarnya tidak berniat melakukan bunuh diri massal. Namun karena ritualnya berjalan tidak sebagaimana mestinya, mereka pun kehilangan nyawanya dalam ritual ini.

Tidak semua pihak bersedia menerima penjelasan dari polisi. Para kerabat dari keluarga Chundawat menduga kalau sanak familinya tewas akibat dibunuh secara misterius. Mereka membantah kalau keluarganya bakal nekat melakukan ritual berbahaya macam ini. Meskipun begitu, mereka tetap tidak memiliki dugaan mengenai siapakah kira-kira pelaku peristiwa ini dan motifnya jika keluarga Chundawat memang tewas akibat menjadi korban pembunuhan.

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah mengapa di saat anggota keluarga Chundawat yang lain tewas dalam kondisi terikat, Narayan justru ditemukan tewas akibat dicekik? Mungkinkah Narayan dibunuh oleh anggota keluarga Chundawat yang lain karena menolak pelaksanaan ritual ini? 

Atau mungkinkah sebenarnya Narayan memiliki andil dalam tewasnya keluarga Chundawat, namun kemudian dibunuh oleh pelaku aslinya? Pada akhirnya, kasus kematian massal yang menimpa keluarga Chundawat ini masih menjadi salah satu kasus paling misterius yang pernah terjadi di India selama beberapa tahun terakhir.

Sumber :
https://mysteriousuniverse.org/2019/12/a-mysterious-mass-death-a-strange-diary-and-an-unsolved-mystery/



close