PLARIUSMODIFIKASI101

Museum Paling Unik Koleksi Benda Aneh dan Menyeramkan

Saturday, May 02, 2020
Jika mendengar kata museum, maka orang spontan akan membayangkan suatu bangunan yang bagian dalamnya penuh dengan benda-benda seni dan bernilai sejarah. Namun hal yang agak berbeda dapat ditemukan pada museum-museum ini. Pasalnya benda-benda koleksi yang dimiliki oleh museum ini bukanlah benda yang lazimnya dapat ditemukan di dalam museum. Berikut ini adalah museum dengan koleksi benda paling aneh dan #unik yang pernah ada.

Museum Boneka Berbicara

Museum Boneka Berbicara

Ventriloquist atau suara perut adalah suatu keterampilan di mana seseorang berbicara dengan memakai suara dari perutnya sambil menyamarkan gerak bibirnya sendiri. Keterampilan ini kerap digunakan oleh seseorang untuk membuat boneka yang sedang dipegangnya seolah-olah bisa berbicara sendiri.

Walaupun boneka ventriloquist kerap dianggap sebagai boneka yang lucu dan menghibur, tidak sedikit dari mereka yang beranggapan kalau boneka ventriloquist memiliki penampilan yang menyeramkan. 

Selain karena sejumlah boneka ventriloquist nampak seperti manusia dengan ekspresi yang kaku dan tidak pernah berkedip, kemunculan film-film horor yang menampilkan boneka ventriloquist jahat sebagai antagonisnya menjadi penyebab utamanya.

Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat William Shakespeare Berger untuk menjadi kolektor boneka ventriloquist. Sahabat anehdidunia.com saat koleksinya sudah demikian banyak, William kemudian mendirikan yayasan khusus untuk membantu merawat boneka-boneka yang sudah dikumpulkannya.

Sebuah museum khusus juga didirikan untuk menampung boneka-boneka milik William. Museum tersebut bernama Vent Haven Museum dan berlokasi di Fort Mitchell, Kentucky, AS. Selain bisa menjumpai ratusan boneka ventriloquist di dalamnya, pengunjung juga bisa mempalajari dasar-dasar mengenai keterampilan ventriloquist.

Museum Tengkorak

Museum Tengkorak

Di Philadelphia, AS, ada sebuah museum yang bakal membuat bulu kuduk anda berdiri. Pasalnya di dalam museum tersebut, ada lebih dari 3.000 tengkorak manusia yang terpajang di dindingnya. Dan tengkorak tersebut semuanya asli, alias benar-benar diambil dari orang-orang yang sudah meninggal!
Mutter Museum adalah nama dari museum dengan koleksi menakutkan tersebut. Museum ini sendiri didirikan dengan maksud memamerkan segala hal yang berkaitan dengan ilmu kedokteran.

Tengkorak-tengkorak yang terpajang di Mutter Museum dimaksudkan untuk menunjukkan seperti apakah kondisi tengkorak orang-orang yang pernah mengalami kecelakaan atau sakit semasa hidupnya. Mutter Museum juga memamerkan tengkorak dalam kondisi normal supaya pengunjungnya tahu, seperti apakah kondisi tengkorak seseorang yang normal dan bisa membandingkannya dengan tengkorak lain.

Banyak dari tengkorak yang dipamerkan di tempat ini sudah berusia satu setengah abad. Namun tengkorak bukanlah satu-satunya benda yang dipamerkan di tempat ini. Mutter Museum juga memiliki koleksi lebih dari 1.300 organ tubuh manusia yang sudah diawetkan dalam larutan khusus.

Museum Rambut

Museum Rambut

Rambut adalah salah satu bagian tubuh manusia yang memiliki daya tahan tinggi. Rambut yang sudah dipotong dari pemiliknya bisa tetap berada dalam kondisi utuh hingga bertahun-tahun kemudian. Penyebab kenapa rambut bisa begitu awet adalah karena tidak seperti bagian tubuh lainnya, rambut terbuat dari zat keratin yang juga dapat ditemukan pada kuku dan tanduk hewan.

Kemampuan rambut untuk bertahan lama lantas dimanfaatkan oleh seorang pria asal Turki untuk mendirikan museum yang khusus menampung rambut manusia. Museum dengan koleksi unik tersebut berada di sebuah gua yang terletak di Avanos, Turki. Namun selain benda koleksinya, museum ini juga memiliki asal-usul yang tidak kalah unik.

Semuanya bermula ketika kurator museum ini mengelola sebuah toko gerabah yang memiliki fungsi rangkap sebagai penginapan. Suatu hari, ia meminta salah seorang pengunjung wanitanya untuk meninggalkan kenang-kenangan supaya ia bisa senantiasa mengingat sang pengunjung tersebut.
Pengunjung wanita tadi lantas meninggalkan seikat rambut miliknya kepada sang pemilik penginapan. Sahabat anehdidunia.com sejak itulah, ia pun kemudian mendedikasikan hidupnya untuk mengumpulkan lebih banyak rambut manusia.

Sekarang, museum yang pertama kali berdiri pada tahun 1979 tersebut sudah memiliki lebih dari 16.000 koleksi rambut manusia yang semuanya berasal dari wanita. Koleksi rambut tersebut terpajang di bagian dinding gua dan dapat disaksikan oleh siapapun yang mengunjungi gua merangkap museum ini.

Banyaknya rambut yang dimiliki oleh museum ini lantas menjadikan museum yang bersangkutan sebagai museum dengan koleksi rambut terbanyak di dunia. Predikat yang bahkan sudah diakui dalam Guiness Book of World Records.

Pengelola museum juga memiliki kebiasaan menggelar kontes rambut terindah setiap tahunnya. Wanita pemilik rambut yang rambutnya berhasil keluar sebagai pemenang bakal diundang kembali ke penginapan dan diperbolehkan mengikuti kursus membuat kerajinan gerabah secara cuma-cuma.

Museum Penyiksaan

Museum Tuol Sleng

Kamboja adalah negara Asia Tenggara yang lokasinya diapit oleh Thailand dan Vietnam. Kurang dari setengah abad yang lalu, negara ini pernah memiliki sejarah kelam karena diperintah oleh rezim Khmer Merah pimpinan Pol Pot. Di bawah kepemimpinannya, jutaan orang menjadi korban penyiksaan dan pembantaian.

Museum Tuol Sleng yang terletak di kota Phnom Penh menjadi saksi bisu dari kekejaman Khmer Merah di masa lampau. Pada awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai sekolah. Saat Khmer Merah mulai berkuasa pada tahun 1975, bangunan tersebut diubah fungsinya menjadi penjara dan tempat menginterogasi orang-orang yang dianggap sebagai musuh negara.

Antara tahun 1975 hingga 1979, sebanyak lebih dari 15.000 perang dilaporkan pernah ditahan di tempat ini. Selama ditahan, mereka dirantai di dalam ruangan selnya dan tidak diperbolehkan berbicara satu sama lain. 

Jika penderitaan itu masih belum cukup, para tahanan juga kerap disiksa dan dipukuli oleh penjaga. Saat mereka mendapat giliran untuk diinterogasi, penyiksaan yang harus mereka terima hanya menjadi semakin parah. Para tahanan kerap disentrum, disiksa memakai batangan besi panas, atau disiksa memakai air hingga kesulitan bernafas.

Kekejaman yang berlangsung di dalam Tuol Sleng baru berakhir setelah rezim Khmer Merah mengalami keruntuhan di tahun 1979 akibat invasi militer Vietnam. Sekarang, bangunan Tuol Sleng dialihfungsikan menjadi museum yang mendokumentasikan kekejaman-kekejaman yang pernah berlangsung di tempat ini.

Di dalam Tuol Sleng, pengunjung bisa melihat ruangan-ruangan yang di masa lampau digunakan sebagai tempat untuk mengurung dan menyiksa tahanan. Sahabat anehdidunia.com foto para tahanan dan lukisan yang mengilustrasikan aneka metode penyiksaan juga dapat dijumpai di dalam museum ini. 

Jika itu masih belum cukup membuat anda ngeri, di Museum Tuol Sleng juga terdapat peta negara Kamboja yang dibuat dari tengkorak korban pembantaian. Kemudian saat malam tiba, arwah dari orang-orang yang pernah meninggal di tempat ini konon bakal bergentayangan.

Museum Alat Kelamin

Icelandic Phallological Museum

Icelandic Phallological Museum adalah salah satu museum dengan benda koleksi teraneh yang pernah ada. Bagaimana tidak, jika pada umumnya yang dipajang dalam museum adalah benda-benda hasil kerajinan manusia, maka yang dipajang dalam museum ini justru adalah alat kelamin jantan alias penis.

Ada sekitar 280 spesimen alat kelamin yang dapat ditemukan dalam museum ini. Supaya benda koleksinya tidak mengalami kerusakan akibat pembusukan, penis-penis yang terpajang dalam museum disimpan dalam wadah khusus berisi larutan pengawet.

Penis-penis yang ada dalam museum ini berasal dari 93 spesies makhluk hidup berbeda. Mulai dari ikan paus, anjing laut, hingga manusia. Tujuan didirikannya museum ini sendiri adalah sebagai bahan pembelajaran manusia di bidang phallology (ilmu yang khusus mempelajari segala hal terkait alat kelamin).

referensi:
https://www.nytimes.com/2009/06/22/arts/design/22private.html
https://listverse.com/2016/11/19/10-peculiar-museums-you-must-see-to-believe/ 
https://www.atlasobscura.com/places/tuol-seng


close