PLARIUSMODIFIKASI101

5 Peristiwa Unik yang Terjadi di Indonesia Akibat Wabah Covid-19

Wednesday, July 15, 2020
Wabah Covid-19 tengah menerpa Indonesia. Beragam cara pun dilakukan oleh pemerintah dan warga supaya jumlah korban akibat wabah ini tidak terus bertambah. Pada masa krisis ini pulalah, muncul otak-otak kreatif yang menggunakan caranya masing-masing untuk membantu menghambat penyebaran wabah ini. Berikut ini adalah beberapa peristiwa unik yang terjadi di Indonesia sejak wabah Covid-19 menerpa negara ini.

Menjamurnya Spanduk Dengan Tulisan Unik
Menjamurnya Spanduk Dengan Tulisan Unik
Spanduk Dengan Tulisan Unik via jatimtimes.com 
Spanduk atau baliho merupakan salah satu media tulisan yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi kepada orang-orang yang kebetulan lewat. Saat wabah Covid-19 marak seperti sekarang, spanduk berisi imbauan untuk menjaga kebersihan dan melakukan social distancing pun jadi marak dijumpai.

Diharapkan dengan memasang spanduk di lokasi-lokasi yang ramai dilewati orang, maka orang-orang akan mengikuti anjuran yang ditulis dalam spanduk sehingga kasus penyebaran virus corona bisa ditekan.

Namun layaknya kalimat “masuk kuping kiri keluar kuping kanan”, tidak jarang orang-orang yang melihat spanduk tersebut tidak tertarik untuk melaksanakan pesan-pesan yang ada di dalam spanduk. Entah karena pesan spanduk itu terlalu monoton, atau karena sedari awal orang tersebut memang tidak peduli dengan spanduk apapun yang dilewatinya.

Atas dasar itulah, di beberapa tempat spanduk-spanduk yang dipasang menggunakan pesan yang bernada unik dan terkesan nyeleneh. Sebagai contoh, ada spanduk berisi larangan mudik dengan tulisan “tidak menerima oleh-oleh Covid-19 dari kota” serta “mudik membawa sengara keluarga”

Ada juga spanduk berisi tulisan “maaf sayang, kalau kangen VC aja ya” supaya orang-orang yang masih ingin menjalin hubungan dekat dengan kekasihnya cukup melakukannya lewat alat komunikasi jarak jauh. Di daerah Jatirejo, bahkan ada spanduk yang berunsur ancaman, namun tetap ditampilkan secara jenaka dengan tulisan “ngeyel goreng”.

Munculnya Mesin ATM Khusus Beras
ATM Khusus Beras
ATM Khusus Beras via tribunnews.com
ATM atau Anjungan Tunai Mandiri bukanlah mesin yang asing bagi anda yang memiliki simpanan uang di bank. Berkat adanya ATM, seseorang bisa menyimpan ataupun menarik uang tanpa harus mengantri di kasir bank. Namun ATM ternyata bukan hanya bisa menyediakan uang. Sekarang ATM juga bisa digunakan untuk menarik beras.

Munculnya ATM beras ini merupakan tanggapan terhadap kian sulitnya seseorang memperoleh penghasilan akibat munculnya wabah Covid-19. Sahabat anehdidunia.com mereka yang bekerja di luar rumah dengan penghasilan harian merupakan salah satu golongan yang paling terpukul akibat wabah ini karena sejak wabah muncul, semakin sedikit orang yang berakticitas di luar rumah.

Untuk mengatasi hal tersebut, kepolisian di daerah Trenggalek pun kemudian meluncurkan program bagi-bagi beras. Selain membagikan beras dari rumah ke rumah, mereka juga membuat ATM khusus beras.

Untuk menarik beras dari ATM ini, calon penerima beras akan diberi kartu khusus. Saat hendak menarik beras, pemilik tinggal menempelkan kartunya pada mesin ATM. Mesin ATM beras tersebut secara otomatis akan mengeluarkan 1 kilogram beras yang kemudian bisa dibawa pulang oleh pemilik kartu. Masing-masing pemilik kartu diperbolehkan mengambil 3 kilogram beras. Para pemilik kartu ini umumnya berasal dari golongan bawah seperti penarik becak, tuna wisma, serta anak-anak jalanan.

Indonesia sendiri bukanlah satu-satunya negara yang menggunakan mesin ATM beras di tengah kemunculan wabah ini. Negara Vietnam diketahui juga menggunakan metode serupa untuk membantu mereka yang terdampak wabah dan kesulitan mencukupi kebutuhan pokoknya.

Lahirnya Bayi Dengan Nama Covid Corona
Lahirnya Bayi Dengan Nama Corona
Lahirnya Bayi Dengan Nama Corona via akurat.co
Dalam bahasa Latin, kata “corona” berarti “mahkota”. Nama itu digunakan untuk menyebut virus ini karena virus penyebab Covid-19 dilaporkan memiliki bentuk yang penuh dengan tonjolan sehingga nampak menyerupai mahkota. Namun akibat virus ini pulalah, nama “corona” yang awalnya terkesan indah sekarang memiliki citra yang negatif.

Meskipun begitu, tidak selamanya nama corona lantas menjadi nama yang sepenuhnya dihindari. Nama bayi lelaki buah hati dari seorang ayah bernama Yana dan istrinya yang bernama Siti ini dinamai Vairus Abdul Covid. Tentu nama tersebut lekat dengan apa yang sedang terjadi sekarang ini di mana Vairus diambil dari kata Virus sedangkan Covid adalah wabah yang sedang terjadi.

Di Cianjur, sepasang orang tua dikabarkan sengaja memberikan nama corona untuk bayi mereka yang baru lahir. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diberi nama lengkap Nara Fatimah Corona.

Ramdhan membantah kalau ia memberikan nama Corona untuk buah hatinya bukan karena ia ingin supaya bayinya juga bakal terjangkit virus. Ia sengaja memberikan nama Corona karena nama tersebut juga memiliki makna “mahkota”. Ramdhan berharap kalau anaknya ini kelak bisa menjadi anak yang berbakti dan bermanfaat bagi sesama.

Bidan Alit Sulastri yang membantu proses kelahiran bayi ini membenarkan kalau bayi tersebut memang diberi nama Corona. Ia menjelaskan kalau bayi tersebut langsung diberikan nama di puskesmas tempatnya dilahirkan. Alit sendiri menduga kalau nama Corona diberikan karena bayi ini lahir di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Pingsan Dikira Sakit Corona, Ternyata Gara-Gara Putus Cinta
pingsan Dikira Sakit Corona, Ternyata Gara-Gara Putus Cinta
pingsan Dikira Sakit Corona, Ternyata Gara-Gara Putus Cinta via cirebon.tribunnews.com
Salah satu dampak yang paling terasa dari kemunculan wabah ini adalah meningkatnya rasa takut masyarakat. Wajar-wajar saja, pasalnya kendati mereka yang terjangkit virus ini tetap berpeluang sembuh, virus ini tetap beresiko menewaskan korbannya. Terlebih lagi jika korban memiliki daya tahan tubuh yang lemah. 

Oleh akrena itulah, ketika seorang gadis di Garut mendadak pingsan, warga sekitar langsung merasa panik karena mengira gadis tersebut pingsan akibat sakit corona. Saking gemparnya, petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung lengkap sampai harus dipanggil ke lokasi untuk mengevakuasi gadis tersebut.

Belakangan diketahui kalau gadis tersebut pingsan bukan gara-gara sakit corona, melainkan gara-gara shock akibat baru saja diputuskan pacarnya. Setelah petugas memastikan kalau gadis tersebut memang tidak sedang mengidap penyakit berbahaya, gadis tersebut kemudian dijemput oleh orang tuanya dan diperbolehkan pulang.

Ricky Darajat selaku juru bicara penanganan wabah Covid-19 lantas meminta kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan tetap berada di rumah sambil menjadikan kasus gadis ini sebagai pelajaran. Selain untuk mencegah penyebaran virus corona, dengan tetap berada di rumah, maka orang tersebut tidak akan sampai menimbulkan kepanikan massal jika tiba-tiba saja kehilangan kesadaran.

Karantina di Rumah Angker
Karantina di Rumah Angker
Karantina di Rumah Angker via jateng.suara.com
Mudik atau pulang kampung merupakan aktivitas yang jamak terjadi setiap kali bulan Ramadhan tiba. Namun akibat munculnya wabah Covid-19, orang-orang kini tidak bisa lagi mudik ke kampung halamannya masing-masing demi mencegah semakin menyebarnya virus ini.

Meskipun begitu, tetap tidak sedikit yang ngotot untuk tetap melakukan mudik supaya bisa kembali bertemu dengan keluarga besarnya di kampung halaman. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah Sragen lantas memerintahkan supaya setiap pemudik yang baru saja datang agar segera diperiksa suhu tubuhnya dan kemudian diminta melakukan karantina mandiri selama 2 minggu di tempat tinggalnya masing-masing.

Namun ternyata masih saja ada pemudik yang enggan menjalani karantina mandiri. Mendengar hal tersebut, bupati Sragen lantas memerintahkan supaya pemudik bandel tersebut segera dikarantina di rumah angker yang konon dihuni oleh makhluk halus. Tujuannya untuk memberikan efek jera kepada sang pemudik ngeyel, sekaligus sebagai peringatan kepada pemudik lain agar bersedia mematuhi perintah karantina mandiri.

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, warga setempat juga memiliki caranya sendiri untuk mencegah penyebaran virus corona. Sejumlah pemuda di daerah tersebut berdandan seperti pocong sambil menjaga jarak satu sama lain supaya penduduk lain di daerah tersebut bersedia mematuhi imbauan social distancing. Saking uniknya cara yang mereka gunakan, media-media asing sempat memberitakan soal “pocong” asal Sukoharjo ini.

Sumber :
https://www.brilio.net/ngakak/15-spanduk-unik-peringatkan-bahaya-corona-kocak-tapi-mengena-2004090.html
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5016998/bantu-warga-terdampak-corona-polres-trenggalek-siapkan-atm-beras
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5016998/bantu-warga-terdampak-corona-polres-trenggalek-siapkan-atm-beras/2
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4992304/viral-gadis-di-garut-pingsan-dikira-corona-ternyata-diputusin-pacar
https://regional.kompas.com/read/2020/05/01/14142951/lahir-di-tengah-wabah-covid-19-bayi-di-cianjur-diberi-nama-corona?page=all
https://jateng.idntimes.com/news/jateng/bandot-arywono/ngeyel-tak-mau-karantina-pemudik-di-sragen-dikurung-di-rumah-hantu/4


close