PLARIUSMODIFIKASI101

Pelatih Sepak Bola Dengan Kebiasaan Unik di Pinggir Lapangan

Tuesday, October 27, 2020

Jika para pemain sepak bola diibaratkan sebagai tentara, maka pelatih atau manajer bisa digambarkan sebagai komandan yang selalu setia mengawasi dan memberi perintah kepada anak-anak buahnya. Tidak jarang pelatih suatu kesebalasan nampak menunjukkan sikap yang unik selama hal tersebut membuat dirinya merasa nyaman. Berikut ini adalah 5 pelatih sepak bola yang terkenal dengan kebiasaan uniknya di pinggir lapangan.

Memakai Syal

Roberto Mancini

Roberto Mancini adalah pelatih asal Italia dengan perjalanan karir yang berwarna-warni. Selain pernah menukangi tim-tim di negara asalnya, Mancini juga pernah melatih klub-klub yang ada di luar Italia seperti Manchester City (Inggris) serta Galatasaray. 

Di City, Mancini utamanya dikenang karena ia berhasil membawa rival sekota Manchester United  tersebut memenangkan Liga Inggris musim 2011/12 dengan cara yang amat dramatis. Saat timnya tertinggal 1-2 hingga menit ke-90 di pertandingan terakhir, City secara luar biasa berhasil mencetak 2 gol sekaligus di masa injury time sehingga City berhasil menempati posisi pertama di klasemen akhir musim.

Meskipun Mancini kerap mempersembahkan trofi liga dan piala domestik untuk tim-tim yang dinahkodainya, Mancini juga kerap dikritik karena tim-tim yang dilatihnya tidak ada yang bisa menjuarai kompetisi Eropa.

Di luar masalah trofi, Mancini terkenal suka memakai syal saat melakukan jumpa pers atau mengawasi para pemainnya di pinggir lapangan. Saat masih melatih City contohnya, Mancini kerap terlihat mengenakan syal berwarna putih dan biru muda.

Kebiasaan tersebut terus dilakukan Mancini setelah ia meninggalkan City. Saat ia melatih Galatasaray, ia mengenakan syal berwarna merah dan kuning. Saat Mancini kembali melatih Inter di tahun 2014, Mancini mengenakan syal berwarna biru dan hitam. 

Sejak tahun 2018, Mancini ditunjuk untuk menjadi pelatih tim nasional Italia. Lagi-lagi dia meneruskan kebiasaannya mengenakan syal setiap kali timnya bertanding. Kali ini syal yang dikenakannya berwarna biru, warna yang juga merupakan warna seragam tim nasional Italia.

Memakai Topi dan Jaket

Tony Pulis
Tony Pulis via laliga.id

Pelatih sepak bola umumnya mengenakan setelan jas dan kemeja layaknya pegawai kantoran saat menemani para pemainnya di hari pertandingan. Namun tidak semua pelatih mengenakan pakaian demikian saat timnya bertanding. Tony Pulis adalah contoh dari pelatih yang gaya berpakaiannya berbeda dari pelatih-pelatih kebanyakan.

Alih-alih mengenakan setelan jas, Tony Pulis dalam banyak kesempatan terlihat mengenakan topi baseball dan jaket olah raga. Dikombinasikan dengan kacamata yang biasa dipakainya, penampilan Pulis di pinggir lapangan pun selalu terlihat khas.

Menurut Pulis, ia pada awalnya mulai memiliki kebiasaan memakai topi di hari pertandingan saat ia masih melatih Gillingham. Karena sesudah itu Gillingham berhasil menorehkan hasil-hasil bagis di pertandingan berikutnya, Pulis pun meneruskan kebiasaannya tersebut, bahkan saat ia sudah tidak lagi melatih Gillingham.

Ciri khas dari Pulis bukan hanya terbatas pada gaya berpakaiannya. Ia juga terkenal karena kerap memainkan taktik bertahan dan bola-bola panjang di tim-tim yang dilatihnya. Meskipun taktik tersebut nampak membosankan, Pulis tetap bersikeras menggunakan taktik demikian karena taktik tersebut dianggap membawa hasil yang ia inginkan.

Perkataan Pulis tersebut jika disimak memang ada benarnya. Selama melatih Stoke, Crystal Palace, hingga West Brom, tidak ada satu pun timnya yang terdegradasi meskipun kualitas pemainnya tidak sebaik kualitas pemain di klub-klub rival.

Menggigit Sedotan

Jacksen F. Tiago
Jacksen F. Tiago via striker.id

Jacksen F. Tiago adalah nama yang tidak asing bagi anda yang gemar mengikuti Liga Indonesia. Pelatih asal Brazil ini sekarang diakui sebagai salah satu pelatih terbaik di Indonesia berkat tangan dinginnya. Saat melatih Persipura, ia berhasil membawa tim asal kota Jayapura tersebut menjuarai Liga Indonesia dan melaju jauh di Piala AFC.

Jacksen juga terkenal karena saat mengawasi anak asuhnya dari bangku cadangan, ia kerap terlihat menggigiti sedotan. Menurut Jacksen, kebiasaan untuk menggigit sedotan itu bermula dari kebiasannya menggigit kuku setiap kali dirinya merasa tegang. Saking seringnya Jacksen menggigit kuku, ia sampai ditegur oleh ibunya sendiri pada tahun 2003. 

Suatu hari, saat Jacksen masih melatih Persebayan, ia melihat ada sedotan yang tidak terpakai di bangku cadangan. Jacksen lantas spontan mengambil sedotan tersebut dan menggigitnya supaya ia tidak perlu lagi menggigit kukunya sendiri. Lambat laun, Jacksen lebih suka menggigit sedotan saat menonton permainan tim asuhannya. 

Kebiasaan tersebut terus dibawa oleh Jacksen saat ia melatih Persipura. Sampai-sampai anggota tim Persipura yang lain sudah hafal dengan kebiasaannya dan langsung menawarkan sedotan setiap kali hendak bertanding. Jacksen bahkan mengaku kalau dalam sehari, ia bisa menggigit 3 sedotan sekaligus.

Membawa Tasbih

Kurban Berdyev
Kurban Berdyev via uefa.com

Kurban Berdyev mungkin bukanlah nama yang akrab bagi para pecinta sepak bola. Pasalnya pelatih asal Turkmenistan tersebut menghabiskan sebagian besar karir kepelatihannya di klub-klub sepak bola Rusia.

Meskipun begitu, bukan berarti Berdyev sama sekali tidak dikenal oleh khalayak sepak bola di luar Rusia. Pada tahun 2009 lalu, Berdyev sempat membuat publik terhenyak karena ia berhasil membawa Rubin Kazan mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 di Liga Champions.

Hebatnya lagi, kemenangan tersebut terjadi di Stadion Camp Nou yang notabene terkenal angker bagi tim-tim lawan. Barcelona yang saat itu masih dilatih oleh Pep Guardiola juga berstatus sebagai juara bertahan Liga Champions. Saat Barcelona ganti bertandang ke stadion milik Rubin, Barcelona lagi-lagi gagal mengalahkan Rubin.

Kebehatan Berdyev belum berhenti sampai di sana. Pada tahun 2014, ia berhasil membawa FC Rostov menjuarai Liga Rusia. Padahal sebelum itu, Rostov tidak dikenal sebagai tim kuat di Rusia. Pada tahun 2016, ia bahkan berhasil mengantar Rostov lolos ke fase grup Liga Champions.

Prestasi fenomenal Berdyev mungkin ada hubungannya dengan kepribadiannya yang tenang dan relijius. Sampai-sampai ia kerap terlihat memegang tasbih di pinggir lapangan. Berdyev mengaku kalau memegang tasbih di hari pertandingan membuatnya merasa lebih tenang. Ia bahkan mengaku gelisah ketika dalam satu kesempatan, ia lupa membawa tasbih di hari pertandingan. 

Duduk di Atas Ember

Marcelo Biels
Marcelo Biels via bolaskor.com

Ember adalah wadah yang digunakan untuk mengangkut benda semisal air. Namun jika anda bertanya kepada Marcelo Bielsa, anda akan menerima jawaban lain. Bagi Bielsa, ember juga bisa berfungsi sebagai tempat duduk.

Bielsa adalah pelatih asal Argentina yang dikenal dengan metode kepelatihannya yang fenomenal. Di setiap tim yang dilatihnya, Bielsa selalu menginstruksikan timnya untuk bermain menyerang dengan penuh semangat. Bahkan pelatih sekaliber Pep Guardiola menganggap Bielsa bak gurunya sendiri.

Sejak tahun 2018, Bielsa dipercaya untuk melatih Leeds United yang saat itu masih berada di kasta kedua Liga Inggris. Hasilnya, pada tahun 2020 ia berhasil membawa Leeds kembali promosi ke Liga Premier Inggris setelah sekian lama absen.

Selama berada di Leeds, Bielsa terkenal suka duduk di atas ember berwarna biru yang ditaruh dalam posisi terbalik. Bielsa tidak pernah mau menjelaskan kenapa ia suka duduk di atas ember. Ia hanya berkata kalau duduk di atas ember membuatnya merasa nyaman.

Namun kalau menurut salah satu pendapat, Bielsa mungkin lebih suka duduk di atas ember karena ia memilliki riwayat sakit pada punggungnya. Sebagai akibatnya, Bielsa pun lebih suka berjongkok atau duduk tanpa bersandar.

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Roberto_Mancini

https://en.wikipedia.org/wiki/Kurban_Berdyev

https://www.90min.com/posts/5142562-west-brom-boss-tony-pulis-reveals-why-he-wears-a-cap-for-every-match-and-the-unexpected-benefits

https://nasional.kompas.com/read/2011/03/21/12223845/Rahasia.di.Balik.Jimat.Jacksen?page=all

https://www.straitstimes.com/sport/football/football-marcelo-bielsa-pep-guardiolas-mentor-and-leeds-legend

https://www.goal.com/en/news/why-does-marcelo-bielsa-sit-on-a-bucket-on-the-sidelines/s5bd47734vis1siv3sg6mii41



close