PLARIUSMODIFIKASI101

Cryptid Paling Terkenal dari Afrika

Tuesday, November 17, 2020

Benua Afrika kerap dijuluki sebagai Benua Hitam. Pasalnya di benua ini, ada banyak hal liar dan msiterius yang senantiasa membuat orang-orang dari luar Eropa merasa takjub. Cryptid atau hewan misterius adalah contoh dari hal misterius yang konon berada di benua ini. Berikut ini adalah 5 cryptid yang dipercaya menghuni alam liar Afrika.

Trunko

Trunko
Trunko via duniakriptiindonesia.com

Trunko adalah sebutan untuk cryptid yang pernah terdampar di pantai Margate, Afrika Selatan, pada tahun 1924. Menurut kesaksian seorang petani lokal yang bernama Hugh Ballance, pada awalnya ia melihat sepasang paus pembunuh nampak mengeroyok seekor makhluk laut raksasa yang berwarna putih.

Ballance bukanlah satu-satunya warga lokal yang menyaksikan peristiwa tersebut. Saat pergulatan antara ketiga hewan tersebut terus berlangsung, semakin banyak warga lokal yang berkumpul di pantai untuk menyaksikan sendiri peristiwa langka tersebut.

Pergumulan tersebut berlangsung selama 3 jam. Sesudah itu, kedua paus pembunuh tadi berenang menjauh, sementara makhluk putih tersebut mati dalam kondisi terapung. Pada malam harinya, bangkai makhluk tersebut terseret ke tepi pantai sehingga warga setempat kini bisa menyaksikan dari dekat seperti apa sosok makhluk misterius tersebut.

Makhluk yang bersangkutan dilaporkan memiliki panjang mencapai 12 meter. Ekornya dilaporkan menyerupai ekor udang, sementara di kepalanya terdapat gading layaknya gajah. Jika itu belum cukup aneh, kulit makhluk tersebut nampak dipenuhi oleh bulu berwarna putih.

Karena keberadaan gading itulah, makhluk yang bersangkutan kemudian dijuluki sebagai Trunko (dalam bahasa Inggris, “trunk” berarti “gading”). Bangkai tersebut teronggok selama 10 hari di pantai sebelum kemudian membusuk.

Ilmuwan di masa kini menduga kalau Trunko aslinya adalah bangkai ikan paus biasa. Apa yang nampak seperti gading aslinya adalah tulangnya, sementara bulu-bulu yang menyelubungi kulitnya aslinya adalah serat otot yang terurai.

J’ba Fofi

J’ba Fofi
J’ba Fofi via whatculture.com

J’ba Fofi adalah nama dari cryptid yang konon tinggal di dalam hutan Kongo, suatu negara di Afrika. Makhluk ini diceritakan memiliki penampilan menyerupai laba-laba, namun ukurannya setara atau bahkan lebih besar dibandingkan manusia. Oleh karena itulah, hewan tersebut diberi nama J’ba Fofi. Dalam bahasa Baka, “J’ba Fofi” berarti “laba-laba raksasa”.

J’ba Fofi diceritakan berburu dengan cara membuat lubang di tanah dan bersembunyi di dalamnya. Saat ada mangsa yang melintas, makhluk ini akan langsung melesat keluar dari lubang untuk menerkam mangsanya. 

J’ba Fofi diceritakan gemar menyantap hewan-hewan seperti burung dan rusa antelop. Namun menurut kesaksian sejumlah anggota suku Baka, J’ba Fofi juga mau menyantap manusia jika ada manusia yang tidak sengaja masuk ke dalam jebakan J’ba Fofi.

Laporan mengenai penampakan J’ba Fofi sudah ada sejak akhir abad ke-19. Adapun dari sekian banyak laporan penampakan tersebut, salah satu yang paling terkenal terjadi pada tahun 1938.

Di tahun tersebut, sepasang penjelajah yang bernama Reginald dan Margurite Lloyd mengaku berpapasan dengan makhluk menyerupai tarantula raksasa saat sedang menyusuri hutan Kongo. 

Saat mereka berdua menceritakan peristiwa yang mereka alami kepada suku Baka, mereka terkejut begitu mengetahui kalau suku Baka ternyata sudah lama mengetahui keberadaan makhluk misterius tersebut. Dari suku Baka pulalah, mereka baru mengetahui kalau makhluk tersebut bernama J’ba Fofi.

Kongamoto

Kongamoto
Kongamoto via pinebarrensinstitute.com

Kongamoto adalah crytid yang diceritakan memiliki penampilan menyerupai dinosaurus terbang. Makhluk ini sudah lama dikenal oleh suku Kaonde yang tinggal di Zambia dan Republik Demokratik Kongo.

Dalam bahasa Kaonde, “kongamoto” memiliki arti “mereka yang membalikkan perahu”. Nama itu sendiri diberikan karena setiap kali suku Kaonde mencoba menyeberangi rawa memakai perahu, mereka bakal diserang oleh Kongamoto. Jika perahu yang mereka tumpangi sampai terbalik, Kongamoto kemudian akan menyergap dan memakan para penumpang perahu yang tenggelam.

Keberadaan Kongamoto pada akhirnya turut diketahui oleh mereka yang tinggal di luar Afrika. Pada tahun 1923, Frank H. Melland dalam bukunya menulis kalau saat ia sedang berada di Afrika, tidak ada penduduk asli yang bersedia mengantarkannya ke tempat di mana Kongamoto dipercaya bersembunyi di sana.

Melland kemudian menunjukkan gambar Pterodactyl (sejenis dinosaurus terbang) ke hadapan suku Kaonde. Begitu melihat gambar tersebut, orang-orang Kaonde tersebut berkata kalau Kongamoto memiliki wujud yang serupa dengan Pterodactyl. 

Tahun 1958, seorang wartawan sains yang bernama Maurice Burton menulis kalau warga lokal meyakini keberadaan makhluk buas yang bernama Kongamoto. Menurut deskripsi mereka seperti yang ditulis oleh Burton, Kongamoto memiliki wujud menyerupai kadal raksasa dengan sayap kelelawar. Kongamoto juga diceritakan memiliki pola hidup nokturnal atau aktif pada malam hari.

Emela-Ntouka

Emela-Ntouka
Emela-Ntouka via genesispark.com

Emela-ntouka adalah nama dari cryptid yang konon menghuni pedalaman Kongo. Cryptid ini dilaporkan memiliki cula layaknya badak, namun dengan ekor yang panjang dan tubuh yang seukuran gajah. Karena penampilannya itu, Emela-ntouka diyakini masih memiliki keterkaitan dengan Triceratops, dinosaurus bercula dan bertanduk yang sekarang sudah punah.

Emela-ntouka diceritakan kerap berendam di dalam air layaknya kuda nil. Menurut tulisan yang dibuat oleh Lucien Blancou pada tahun 1954, Emela-ntouka berukuran lebih besar dibandingkan lembu dan menghuni rawa-rawa di Likouala, Kongo. 

Meskipun memiliki pola makan ala herbivora, Blancou menjelaskan kalau Emela-ntouka memiliki sifat yang agresif dan tidak segan-segan menyerang hewan besar lain yang kebetulan memasuki wilayahnya. Entah itu kuda nil, lembu, atau bahkan gajah.

Sebelumnya pada tahun 1933, J.E. Hughes dalam bukunya yang berjudul Eighteen Years on Lake Bangweulu menjelaskan kalau penduduk setempat pernah membunuh hewan besar yang memiliki ciri-ciri serupa dengan Emela-ntouka. 

Tahun 1980 hingga 1981, regu penjelajah yang dipimpin oleh ilmuwan Roy Mackal melakukan penjelajahan di pedalaman Kongo untuk menemukan cryptid Afrika lain yang bernama Mokele-mbembe. Mereka gagal menemukan cryptid yang dimaksud. Namun dalam ekspedisi yang sama, mereka justru berhasil mendapatkan informasi baru mengenai laporan kemunculan Emele-ntouka.

Mokele-mbembe

Mokele-mbembe
Mokele-mbembe via greenlane.com

Dari sekian banyak cryptid yang diduga menghuni Afrika, Mokele-mbembe adalah salah satu yang paling terkenal. Saking terkenalnya cryptid ini, orang-orang Eropa sampai bersusah payah melakuakan ekspedisi di belantara Kongo demi menemukan cryptid yang diyakini merupakan sisa-sisa dinosaurus yang lolos dari kepunahan.

Mokele-mbembe adalah nama dari cryptid yang dideskripsikan berukuran raksasa serta memiliki ekor dan leher yang panjang layaknya Brontosaurus. Informasi mengenai Mokele-mbembe pertama kali diketahui oleh orang Eropa ketika pada tahun 1909, pakar hewan Carl Hagenbeck merilis buku berjudul Beasts and Men.

Dalam bukunya, Hagenbeck menulis kalau masih ada dinosaurus berleher panjang yang menghuni pedalaman Afrika. Kendati Hagenbeck tidak mencatumkan bukti ilmiah untuk mendukung klaimnya tersebut, media-media setempat tetap mempercayai klaim dari Hagenbeck sehingga dimuilah “demam Mokele-mbembe”.

Saking tingginya minat khalayak untuk membuktikan keberadaan Mokele-mbembe, pada tahun 1980 dan 1981 ilmuwan Roy Mackal sempat melakukan penjelajahan di pedalaman Kongo. Ia gagal menemukan cryptid raksasa tersebut, namun ia juga mendapatkan banyak informasi dan laporan kesaksian dari penduduk asli setempat.

Tahun 1992, beredar video udara yang dibuat oleh rombongan asal Jepang. Di dalam video tersebut, sosok yang dipercaya sebagai Mokele-mbembe nampak sedang menyembul di permukaan air. Namun mereka yang skeptis menduga kalau sosok dalam video tersebut aslinya adalah buaya, gajah, atau perahu. 


Sumber :

http://karlshuker.blogspot.com/2010/09/behold-trunko.html

https://medium.com/inside-the-simulation/jba-fofi-giant-spider-of-the-congo-e45995cb2dba

https://face2faceafrica.com/article/kongamato-the-real-batmen-of-east-africa

https://cryptidz.fandom.com/wiki/Emela-Ntouka

https://www.livescience.com/38871-mokele-mbembe.html

   




close