Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengidap Gangguan Tidur, Saat Terlelap Mereka Melakukan Hal Ini, Duh Kebayang Ga Sih?

Anehdidunia.com - Ada yang tidak bisa tidur atau susah tidur dan ada sejumlah orang memiliki kebiasaan untuk mengigau atau bahkan berjalan dalam tidur saat sedang terlelap. Namun selain hal-hal tadi, ternyata ada juga sejumlah orang yang bisa melakukan hal-hal yang normalnya hanya bisa dilakukan dalam kondisi terjaga. Berikut ini beberapa kejadian yang pernah terjadi saat mereka terlelap melakukan hal yang tidak terf=duga karena gangguan saat tidur.

Makan

Makan
Makan via nypost.com

SRED atau lengkapnya sleep-related eating disorder (gangguan makan terkait tidur) adalah suatu fenomena langka di mana seseorang makan saat ia sedang tidur. Bukan sebatas makan dan kemudian tertidur akibat kekenyangan, melainkan makan dalam kondisi benar-benar masih terlelap.

Pengidap SRED kerap mengkonsumsi makanan tanpa disadari olehnya sendiri. Sebagai akibatnya, tidak jarang seorang pengidap SRED pergi ke ranjang dalam kondisi bersih, namun kemudian terbangun dalam kondisi belepotan sirup.

Pengidap SRED juga bisa berjalan sambil tidur ke dapur untuk makan dan kemudian kembali ke ranjang dalam kondisi masih terlelap. Sahabat anehdidunia.com dalam kasus yang lebih berbahaya, pengidap SRED bisa menggunakan pisau atau bahkan menyalakan kompor saat masih tidur. Akibatnya, orang tersebut bisa menderita luka akibat terkena api kompor atau tertusuk pisau.

SRED memiliki dampak negatif yang berbahaya bagi kesehatan pengidapnya. Pasalnya jika pengidap SRED kerap memakan makanan yang mengandung kadar gula atau lemak tinggi, pengidap SRED bisa mengalami kegemukan atau gangguan kesehatan lainnya.

Supaya hal tersebut tidak sampai terjadi, sejumlah pengidap SRED sengaja menghilangkan makanan-makanan yang tidak sehat dari lemari es atau dapurnya. Namun tidak jarang tindakan pencegahan tersebut malah menjadi senjata makan tuan karena pengidap SRED kemudian malah meminum cairan berbahaya semisal pemutih.

Berhubungan S3ksu4l

Berhubungan Seksual
Berhubungan Seksual via dkoding.in

Sexsomnia adalah suatu kondisi di mana seseorang berhubungan badan dalam kondisi sedang tertidur. Karena dilakukan dalam kondisi terlelap, pengidap sexsomnia tidak sadar dan tidak bisa mengendalikan tindakan yang ia lakukan tersebut. Pengidap sexsomnia juga tidak bisa mengingat aktivitas seksual yang baru saja ia lakukan.

Karena pengidap sexsomnia melakukan hubungan badan tanpa bisa ia kendalikan, pengidap sexsomnia cenderung menjadikan siapapun sebagai lawan mainnya. Jika pengidap sexsomnia tersebut sudah menikah dan tinggal sekamar dengan suami atau istrinya, maka hal itu bukanlah masalah.

Namun lain halnya jika pengidap sexsomnia tersebut sedang bersama-sama dengan orang asing. Orang tersebut bisa mencoba meniduri orang lain yang kebetulan ada di dekatnya.

Kasus tersebut pernah menimpa Kenneth Ecott, seorang personil Angkatan Udara Inggris. Pada awalnya, ia dan teman-temannya menggelar acara minum-minum. Saat orang-orang sudah terlelap, Kenneth mendadak mencoba berhubungan seks dengan seorang gadis yang sedang berada dalam kondisi terlelap akibat mabuk.

Karena gadis tersebut merasa tidak terima dengan tindakan Kenneth, ia pun kemudian melaporkan tindakan Kenneth tersebut atas tuduhan pemerkosaan. Namun Kenneth masih beruntung. Setelah Kenneth berhasil membuktikan kalau dirinya memiliki gangguan sexsomnia, Kenneth dinyatakan tidak bersalah karena ia mencoba berhubungan badan dalam kondisi tidak sadar.

Menyetir Mobil

Menyetir Mobil
Menyetir Mobil via suara.com

Orang-orang selalu diwanti-wanti untuk beristirahat sejenak jika dirinya merasa terlalu mengantuk untuk mengemudikan mobil. Pasalnya jika seseorang sampai tertidur dalam kondisi sedang menyetir, orang tersebut bisa terkena kecelakaan karena tidak melihat sesuatu yang ada di depannya.

Orang yang tertidur sambil menyetir biasanya tidak akan bisa melaju terlalu jauh karena kendaraan yang dinaikinya keburu menabrak sesuatu atau terkena kecelakaan. Namun tidak demikian halnya dengan pengidap gangguan menyetir sambil tidur. Pasalnya mereka bisa membawa kendaraannya menempuh jarak jauh dengan selamat – dalam kondisi masih terlelap!

Becky Mason adalah seorang wanita asal Inggris yang memiliki gangguan demikian. Pada tahun 2012 lalu, Becky pada awalnya meminum beberapa gelas anggur bersama dengan teman-temannya sebelum kemudian pergi tidur.

Tak lama kemudian, hal yang sungguh aneh terjadi. Dalam kondisi masih tertidur dan masih mengenakan baju tidur, Becky turun dari ranjangnya, kemudian pergi menaiki mobilnya dan menempuh jarak sejauh 8 kilometer menuju kantornya.

Becky baru terbangun saat satpam kantor tersebut menghampirinya. Dalam kondisi bingung, Becky kemudian kembali ke rumahnya sambil menaiki mobil. Namun di tengah jalan, mobilnya malah menabrak lampu jalan.

Becky beruntung karena ia masih selamat usai kejadian tersebut. Supaya kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari, Becky sekarang selalu menitipkan kunci mobilnya pada teman sekamarnya sebelum pergi tidur.

Memanjat ke Atas Menara Derek

Memanjat ke Atas Menara Derek
Memanjat ke Atas Menara Derek via pixabay.com

Suatu malam di tahun 2005, seorang warga lokal melihat seorang gadis sedang berjalan di atas menara derek setinggi 40 meter. Mengira kalau gadis tersebut mencoba melakukan aksi bunuh diri, pria tersebut spontan menghubungi layanan darurat.

Saat petugas tiba di lokasi, petugas merasa kaget karena gadis tersebut nampak berada dalam kondisi terlelap. Khawatir kalau mencoba menyelamatkan gadis tersebut bakal membuatnya terbangun dalam kondisi panik, petugas pun mencoba mencari solusi lain.

Petugas akhirnya menemukan kalau gadis tersebut sedang membawa telepon genggamnya dalam kondisi masih terlelap. Maka, petugas pun kemudian memutuskan untuk menghubungi orang tua sang gadis.

Tindakan mereka terbukti sebagai tindakan jitu. Orang tua sang gadis kemudian menelepon putrinya supaya terbangun pelan-pelan. Mereka juga meminta supaya anaknya tetap tenang saat didekati oleh petugas. Maka, sesudah berjuang selama 2,5 jam, petugas akhirnya berhasil menurunkan sang gadis dengan selamat.

Gadis tersebut diduga bisa sampai ke atas karena saat masih berada dalam kondisi terlelap, ia keluar dari kamarnya, berjalan hingga berpapasan dengan derek, lalu kemudian menaiki derek hingga tiba di puncaknya.

Usai diturunkan dari derek, gadis tadi sempat dibawa ke rumah sakit. Namun ia langsung diperbolehkan pulang setelah perawat tidak menemukan adanya luka pada gadis tersebut.

Membunuh

Membunuh
Membunuh via kompas.com

Brian Thomas adalah seorang pria asal Inggris yang ditangkap oleh polisi pada tahun 2009 atas tuduhan membunuh istrinya sendiri. Naasnya, Brian justru tidak sadar akan pembunuhan yang ia lakukan tersebut.

Sebelum melakukan pembunuhan ini, Brian memang diketahui mengidap depresi dan kerap bertindak di luar kendali saat sedang tidur. Supaya istrinya aman, Brian dan istrinya pun memiliki kebiasaan untuk tidur di kamar terpisah setiap malam.

Brian juga mengkonsumsi obat secara rutin untuk mengatasi masalah depresi yang menimpanya. Namun karena obat tersebut membuat Brian mengalami kurang gairah, Brian pun memutuskan untuk berhenti meminum obatnya. Tanpa tahu kalau keputusannya tersebut kelak bakal menjadi keputusan fatal.

Kejadiaan naas yang menimpa istri Brian bermula ketika Brian pergi berlibur sambil ditemani oleh istrinya. Saat Brian sedang tidur bersama dengan istrinya dalam mobil van, Brian bermimpi kalau ia diserang oleh sekelompok berandalan.

Brian spontan menyerang berandalan tersebut dengan cara mencekiknya. Namun ternyata di dunia nyata, yang sedang dicekik oleh Brian adalah istrinya sendiri. Begitu Brian terbangun dari tidurnya, Brian yang panik langsung menghubungi layanan nomor darurat.

Namun mereka terlambat. Istri Brian sudah berada dalam kondisi tak bernyawa saat mereka tiba di lokasi. Brian pun harus pasrah saat polisi meringkus dirinya atas tuduhan menghabisi nyawa isirtinya sendiri.

Sumber :
https://listverse.com/2019/01/04/10-things-sleepwalkers-do-other-than-walk-in-their-sleep/
https://www.theguardian.com/uk/2005/jul/06/3