Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kecil Banget Hewan Bertulang Belakang yang Ukurannya Mini Hanya Sebesar Serangga

Hewan bertulang belakang atau vertebrata adalah sebutan untuk hewan yang memiliki kerangka atau tulang di bagian dalam tubuhnya. Normalnya hewan-hewan vertebrata ukurannya jauh lebih besar dibandingkan serangga. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk hewan-hewan ini. Pasalnya bukannya berukuran besar, hewan-hewan berikut justru memiliki ukuran tubuh yang kecil layaknya serangga.

Katak Panah Beracun

Katak Panah Beracun
Katak Panah Beracun via greeners.co

Katak dikenal sebagai hewan pemakan serangga. Namun tahukah anda kalau ada katak yang ukurannya begitu kecil layaknya serangga? Katak panah beracun adalah nama dari katak mungil tersebut.

Katak panah beracun hanya memiliki panjang antara 2 hingga 4 cm. Ukurannya tersebut sekaligua menjadikan katak ini sebagai salah satu hewan amfibi paling kecil di dunia.

Layaknya katak-katak lain yang ukurannya lebih besar, katak panah beracun juga hidup sebagai hewan pemakan serangga. Namun karena katak panah beracun memiliki ukuran yang begitu kecil, maka katak panah beracun pun hanya bisa memakan serangga yang ukurannya lebih kecil lagi. Makanan utama katak panah beracun adalah semut dan rayap.

Meskipun kecil, katak panah beracun merupakan hewan yang cukup mudah dikenali. Pasalnya katak ini memiliki kulit yang amat berwarna warni. Karena warnanya pulalah, katak ini kadang-kadang dipelihara oleh pecinta hewan eksotis.

Katak panah beracun memiliki warna yang nampak indah bukan karena katak ini merupakan hewan yang gemar pamer, tapi untuk menunjukkan kalau katak ini mengandung racun yang amat berbahaya bagi musuhnya.

Berkebalikan dengan ukurannya yang mungil dan nampak tidak berbahaya, racun katak panah beracun amat mematikan dan bisa membunuh manusia. Untungnya, racun katak ini tidak akan membahayakan manusia selama racunnya tidak masuk ke dalam aliran darah.

Racun katak panah beracun sudah lama dimanfaatkan oleh suku pribumi di Hutan Amazon untuk melumuri ujung anak panah saat hendak berburu. Itulah sebabnya katak ini diberi nama katak panah beracun.

Ular Benang Barbados

Ular Benang Barbados
Ular Benang Barbados via idntimes.com

Ular adalah satu dari sedikit hewan bertulang belakang yang tidak memiliki kaki. Sebagai gantinya, ular bergerak dengan cara merayap memakai perutnya.

Ular terdiri dari beragam jenis dan ukuran. Namun dari sekian banyak ular tersebut, tidak ada ular yang ukurannya lebih kecil dari ular benang Barbados (Tetracheilostoma carlae).

Ular benang Barbados hanya dapat ditemukan di Pulau Barbados dan Anguila, dua pulau kecil yang terletak di Laut Karibia, dekat Benua Amerika. Panjang ular ini hanya sekitar 10 cm. Saat berada dalam posisi tergulung, ular ini nampak tidak lebih besar dari uang logam.

Ular benang Barbados tergolong sebagai spesies baru karena keberadaannya baru diketahui oleh ilmuwan pada tahun 2008. Karena berukuran kecil, ular benang pun hanya bisa memakan hewan-hewan yang juga kecil seperti rayap dan larva semut.

Ular benang Barbados memiliki bayi yang tergolong besar untuk ukurannya. Pasalnya bai ular yang baru menetas panjangnya mencapai separuh panjang induknya.

Kolibri Lebah

Kolibri Lebah
Kolibri Lebah via kompas.com

Kolibri adalah sejenis burung yang memiliki banyak kemiripan dengan lebah. Pasalnya seperti halnya lebah, kolibri memiliki kebiasaan memakan nektar bunga. Kolibri juga bisa mengepakkan sayapnya dengan amat cepat layaknya sayap lebah.

Kalau untuk kolibri lebah (Mellisuga helenae), kemiripannya bertambah satu lagi. Kolibri lebah memiliki ukuran yang amat kecil sehingga burung ini dari segi ukuran nampak tidak berbeda dengan lebah.

Kolibri lebah hanya memiliki panjang kurang lebih 6 cm alias lebih kecil dari telunjuk orang dewasa. Mereka hanya dapat ditemukan di Kuba, negara pulau yang bertetangga dengan Amerika Serikat.

Kolibri lebah memiliki paruh yang panjang supaya bisa memakan nektar yang ada di dalam mahkota bunga. Bunga yang kerap disinggahi oleh kolibri lebah biasanya memiliki mahkota berbentuk corong.

Saat sedang makan, kolibri lebah bisa terbang di tempat layaknya lebah sungguhan atau helikopter. Selain nektar, kolibri juga mau memakan hewan kecil semisal laba-laba.

Karena berukuran kecil, kolibri lebah pun menghasilkan telur yang ukurannya tak kalah kecil. Telur kolibri lebah ukurannya hanya sebesar biji kopi. Kolibri lebah menaruh telunya di dalam sarang yang terbuat dari serat tanaman dan bentuknya menyerupai gelas.

Ikan Gobi Filipina

Ikan Gobi Filipina
Ikan Gobi Filipina via koran-jakarta.com

Dari tadi kita membahas soal hewan darat. Sekarang mari kita bahas soal hewan bertulang belakang yang hidup di air dan ukurannya lebih kecil daripada serangga.

Di Filipina, ada ikan dengan ciri-ciri demikian. Ikan gobi Filipina (Pandaka pygmaea) adalah nama dari ikan tersebut. Oleh penduduk Filipina, ikan ini lebih dikenal dengan nama "tabios" serta "bia".

Tidak berlebihan untuk menyebut gobi Filipina sebagai salah satu ikan terkecil di dunia. Bagaimana tidak, ikan ini panjangnya hanya sekitar 1 cm.

Selain berukuran kecil, ikan ini juga memiliki tubuh yang bening dan kulit yang berbintik. Sebagai akibatnya, ikan ini pun amat sulit dilihat karena nampak serupa dengan perairan di sekelilingnya.

Ikan gobi Filipina hidup di rawa, hutan bakau, dan muara sungai. Makanan utama gobi Filipina adalah plankton.

Karena ukurannya yang kecil dan statusnya sebagai fauna asli Filipina, pemerintah Filipina memberlakukan hewan ini sebagai bagian dari kebanggaan nasionalnya. Gambar ikan ini dapat dijumpai di perangko resmi dan uang logam. Kemudian hingga tahun 1994, ikan ini berstatus sebagai ikan nasional negara Filipina.

Kelelawar Hidung Babi

Kelelawar Hidung Babi
Kelelawar Hidung Babi via prabunews.com

Kolibri lebah bukanlah satu-satunya hewan terbang dan bertulang belakang yang lebih kecil dari serangga. Kelelawar hidung babi (Craseonycteris thonglongyai) adalah spesies kelelawar terkecil di dunia yang ukurannya tidak berbeda jauh dari serangga.

Kelelawar hidung babi diberi nama demikian karena hewan ini memiliki moncong yang besar layaknya moncong babi. Mereka hanya dapat ditemukan di Myanmar dan Thailand.

Dengan panjang tubuh hanya sekitar 3 cm, kelelawar hidung babi pun dinobatkan sebagai spesies kelelawar terkecil di dunia. Bukan hanya itu, hewan terbang ini juga diyakini sebagai salah satu hewan mamalia terkecil di dunia.

Karena ukurannya yang begitu kecil, kelelawar ini juga dijuluki sebagai kelelawar lebah. Dan seperti kelelawar lainnya, kelelawar hidung babi adalah hewan pemakan serangga. Hewan yang dimakannya terdiri dari lalat, laba-laba, kepik, dan serangga kecil lainnya.

Kelelawar hidung babi mendapatkan mangsanya dengan cara mencaploknya sambil terbang. Mereka mencari makan pada sore dan pagi hari. Pada periode lainnya, kelelawar ini akan bersembunyi di dalam gua kapur.

Kelelawar hidung babi hanya menghabiskan waktu kurang dari 1 jam setiap harinya untuk mencari makan. Pasalnya akibat ukurannya yang kecil, kelelawar ini rentan diserang oleh hewan lain. Untungnya karena kelelawar ini berukuran kecil, mereka tidak membutuhkan terlalu banyak makanan.

Kelelawar hidung babi sayangnya memiliki nasib yang kurang baik di alam liar. Akibat banyaknya aktivitas pembakaran hutan, semakin sedikit area hutan yang bisa digunakan oleh kelelawar ini untuk mencari makan. Jika tidak ada upaya perbaikan, populasi kelelawar ini dikhawatirkan bakal mengalami kepunahan.

Sumber :
https://nationalzoo.si.edu/animals/poison-frogs
https://en.wikipedia.org/wiki/Barbados_threadsnake
https://en.wikipedia.org/wiki/Bee_hummingbird
https://en.wikipedia.org/wiki/Dwarf_pygmy_goby
https://en.wikipedia.org/wiki/Kitti's_hog-nosed_bat