Berita Aneh Unik

Pengemis Terkaya Di Dunia Dengan Harta Melimpah

03 May 2015

Pengemis adalah seorang yang mendapat penghasilan dengan meminta minta di tempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mendapatkan belas kasihan dari orang lain yang biasanya berupa uang. Beberapa dari mereka memang sudah tua, dan tidak bisa berbuat banyak, hanya dengan meminta minta untung menyambung hidup yang tentu saja itu akan memuat kita terenyuh, dan berusaha untuk memberi mereka sesuatu. Berbeda dengan pengemis diatas, beberapa dari mereka menganggap mengemis adalah profesi mencari uang dengan mudah, memupuk kekayaan dengan mengemis dilakukan dengan berbagai cara ada yang berpura pura cacat, bahkan adapula pengemis muda dan berbadan tegap. Sahabat anehdidunia.com berikut ini adalah pengemis paling kaya di dunia


Simon Wright Pengemis Berpenghasilan Rp 750 Juta


Sahabat anehdidunia.com penampilan Simon Wright memelas, pakaiannya compang-camping dan lusuh. Ia duduk di trotoar depan Bank  NatWest di Putney High Street, London. Di sampingnya ada anjingnya yang kurus, juga kantung tidur yang kotor. Tangan pria paro baya ini memegang kertas yang ditulis tangan "tunawisma". Mengharap belas kasihan. Namun, para pejalan yang kasihan, yang memberikannya "sekadar" uang receh tak tahu, dari mengemis, Simon menghasilkan uang lebih dari 50.000 poundsterling atau Rp 754 juta tiap tahun.

Simon juga bukan gelandangan. Ia tinggal di sebuah flat mahal dan nyaman berharga 300 ribu poundsterling atau Rp 4,5 miliar di London Barat. Mengemis bagi dia bukan keterpaksaan, tapi pekerjaan. Saat hari berakhir, jelang malam, ia akan mengambil kertas yang ditulis tangan "tunawisma" dan kembali ke rumahnya yang nyaman. Penduduk lokal mengatakan, Simon kerap menukarkan uang receh ke penjual lotre taruhan atau toko permainan. Sekali tukar, yang ia dapat sangat lumayan, antara 200 sampai 300 poundsterling atau Rp 3 juta sampai 4,5 juta.

Saat kedoknya terbongkar, pengadilan melarang Simon mengemis di mana pun di Kota London selama 2 tahun. Jaksa publik, Oliver Strebel, yang membawa kasusnya ke pengadilan mengatakan, "Simon mendapatkan banyak uang saat mengemis." "Ia menggunakan kertas yang mengatakan bahwa dia tunawisma. Orang-orang, yang tertipu, memberinya uang. Simon lalu mengambil uang dari gelas plastiknya dan menukarnya di penjual lotre dan tempat permainan," Putney High Street di barat daya London, tempat Simon beroperasi, memang tempat menarik bagi pengemis. Ada 9 peminta-minta yang biasa menodongkan tangan di sana. Tapi, setelah penangkapan Simon, semua menghilang.

Gary Thompson Pengemis Berpenghasilan 1,2 Milyar


Sahabat anehdidunia.com Gary Thompson adalah pemuda asal Texas, yang rela mengemis dan berkeliaran di seputar jalanan di Lexington untuk memperoleh uang dari orang yang merasa kasihan melihat kondisi fisiknya. Di dalam sebuah video di Youtube seperti dilansir Dailymail, Rabu 27 Februari 2013, terlihat bagaimana Thompson berakting dengan begitu meyakinkan untuk menyentuh hati para pejalan kaki yang lewat. Dia duduk di kursi roda kemudian melakukan trik seolah-olah tangannya cacat. Tidak hanya itu, Thompson pun juga berpura-pura memiliki kesulitan berbicara dan tidak mengerti apa yang diucapkan oleh orang-orang kepadanya.

Aktingnya ini ternyata sukses membuat orang-orang bersimpati melihat kondisi memprihatinkan yang dialami Thompson. Dari hasil mengemis yang sudah dia lakoni selama setahun, dia berhasil meraup 100.000 US Dollar atau kurang lebih setara Rp 1 Milyar. Aksinya ini berhasil tertangkap kamera stasiun televisi berita, LEX 18. Kepada stasiun televisi tersebut Thompson mengakui semua tipu muslihat yang telah dia lakukan selama ini, bahkan mengaku bahwa dirinya tidak mengalami cacat sama sekali. "Saya memang ahli dalam melakukan hal ini. Saya normal dan tidak mengalami cacat apa pun. Namun dengan berpura-pura cacat mental, itu sangat membantu saya mendapat uang," ujarnya kepada.

Thompson juga mengaku untuk memperkuat akting cacatnya, dia mengarang cerita bahwa dirinya mengalami cacat fisik akibat kecelakaan motor dan orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut tidak memberinya ganti rugi. Padahal menurut Thompson, dia mendapat ganti rugi senilai 2,4 juta US Dollar atau Rp23 miliar. Namun semua uang itu sudah dihabiskannya semua. Ketika ditanya oleh stasiun televisi LEX 18 apakah dia akan berhenti melakukan aksi tipu muslihatnya itu. Thompson malah tertawa dan mengatakan tidak berencana untuk berhenti dalam waktu dekat. Dia bahkan sama sekali tidak merasa menunjukkan rasa penyesalan karena telah menipu orang-orang. Atas aksinya ini, Thompson kemudian ditangkap polisi dan dinyatakan bersalah atas tindak penipuan yang dilakukannya.

Ken Johnson Punya Rumah Seharga 8 Milyar


Ken Johnson, 52, Pengemis Terkaya di dunia, Penghasilan Rp 418 JUTA/tahun. Dia selalu duduk di dekat toko Myer di Sydney’s CBD (Central Business Discrict), 16 jam sehari. Berbekal papan disampingnya, ia bisa mengumpulkan uang mencapai 418 juta dalam setahun dari para dermawan. Tulisan yang dibawanya berbunyi ”Butuh bantuan untuk biaya hidup keluarga dan beli obat. Pembayaran penuh sangat membosankan. Tinggalkan saya sendirian jika anda orang yang tidak sopan dan kasar”.

Dengan cara bertahan dalam kegiatan monoton itulah Pria asal Newcastle ini menghidupi dirinya di George and Market St. Pada hari biasa, ia mendapat uang antara 600 ribu hingga 1,2 juta rupiah sehari. Jika beruntung, 3,3 juta rupiah bisa masuk kantong dalam sehari. “Saya kecewa jika mengemis sepanjang Jumat dan hanya mendapat 2 juta rupiah,” katanya. Ia menambahkan ia pulang saat sudah mendapat cukup uang atau memang ingin pulang, tapi di hari baik ia selalu duduk lebih lama dari hari biasa. Ketika Sunday Telegraph menemuinya, hari sedang baik. Dalam 20 menit, ia mendapat sekitar 250 ribu rupiah.


referensi:
http://news.liputan6.com/read/605883/pengemis-hasilkan-rp-754-jutatahun-tinggal-di-flat-rp-45-m
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/394118-pengemis-palsu-di-as-ini-dapat-rp969-juta-setahun
http://unikboss.blogspot.com/2010/09/ken-johnson-pengemis-terkaya-di-dunia.html

Related Article

Paling Aneh