Cinta

Kematian Misterius Kematian Koloni Hewan

15 Aug 2015

Kematian seringkali menyisakan berbagai misteri, termasuk berbagai kematian yang melanda koloni hewan diseluruh dunia. Untuk menyelidiki kematian koloni hewan ini, pemerintah setempat hingga para ahli melakukan penelitian. Namun tak semua kasus bisa terpecahkan. Berita unik kali ini akan mebahas tentang hewan hewan yang tiba tiba mati dan kematiannya masih menyisakan tanda tanya bagi para ahli umtuk menguak misteri yang terdapat di dalamnya. Berikut Kematian Misterius Kematian Koloni Hewan


120 Ribu Ekor Antelop Mati Di Kazakhtan


Hanya dalam waktu beberapa hari sekitar 120 ribu ekor Antelop di Kasakhtan mati secara misterius. Kondidi ini sangat memprihatinkan mengingat antelop merupakan salah satu jenisa hewan yang terancam punah. Kebanyakan antelop yang mati adalah induk dan anak anaknya. Sebelum mati, binatang antelop menunjukan beberapa gejala seperti terlihat depresi, diare dan mulut berbusa. Mereka juga mengalami masalah pernafasan dan berhenti makan. Ketika si induk mati, si anak akan menjadi tertekan dan akan ikut mati sehari atau dua hari kemudian. Jumlah Antelop yang mati menjadi setengah populasi di dunia yang hanya berjumlah 250 ribu ekor.

Penyebab kematian belum diketahui pasti. Sahabat anehdidunia.com bakteri pasteurellosis dan klostirida selalu ditemukan pada hewan yang mati. Bakteri ini secara alami ada dalam sistem antelop. Untuk bisa mematikannya harus ada sesuatu yang menyebabkan antelop mengalami penurunan daya tahan tubuh. Peneliti menduga bahwa iklim menjadi peyebab di tahun ini ada musim dingin dengan suhu amat rendah diikuti dengan musim semi yang basah. Kondisi ini dan kondisi lain menyebabkan melemahnya sistem kekebalan entelop. Akibatnya, bakteri yang secara alami ada dalam tubuh entelop berubah menjadi musuh memicu kematian massal.

Ratusan Merak Mati Di Pakistan


Petugas kementerian lingkungan hidup pakistan menemukan lebih dari seratus burung merak mati misterius. Diduga burung eksotis ini mati karena serangan jamur di musim panas. Meski demikian petugas belum menemukan penyebab pasti kematian mereka. Diduga penyakit karena jamur tersebut mudah masuk karena merak kelaparan, kepanasan dan tidak adanya air minum bersih karena kemarau panjang. Petugas juga menduga kematian merak merak ini karena penyakit New Castle. Sahabatanehdidunia.com penyakit New Castle adalah wabah mematikan bagi burung burung diseluruh dunia. Jika terkena penyakit ini, burung burung akan kehilangan nafsu makan, batuk, bersin, diare hingga akhirnya mati. Untuk mendapat jawaban pasti, peneliti terus melakukan observasi. Jenis Merak yang mati ini merupakan jenis fauna yang hampir punah di pakistan. Jumlahnya terus menurun hingga tersisa 30 ribu ekor.

100 Ribu Ekor Kelelawar Mati tiba Tiba Di Australia


Awal tahun 2014 lalu sekitar 100 ribu kelelawar tiba tiba jatuh dari angkasa dan mati di Australia. Diprediksi gelombang udara panas menjadi penyebab kematian ini. Australia memang tengah alami gelombang panas hingga 43 derajat celcius di beberapa wilayah. Para pakar kesehatan pun memperingatkan warga untuk tidak menyentuh kelelawar yang jatuh, karena khawatir tertular penyakit dan terkena gigitan hewan itu jika ia masih hidup. Setidaknya ada 16 orang harus menjalani terapi anti virus setelah melakukan kontak langsung dengan kelelawar ini. Beberapa kelelawar terlihat seperti sudah mati pedahal mereka masih hidup. Ketika seseorang berusaha memindahkan mereka, hewan ini akan menggigit atau mencakar yang bisa menyebabkan luka. Aroma bangkai koloni kelelawar ini mulai mengganggu masyarakat dan untuk mengatasinya, petugas mengerahkan petugas kebersihan untuk memungut ribuan bangkai kelalawar dari kawasan pemukiman.

Ribuan Burung Mati Di Pantai Chili


Tahun 2012 Lalu sekitar 2000 ekor burung ditemukan mati di pantai pantai chili tengah. Bangkai burung ini berserakan di sepanjang pantai sepanjang 6 kilometer disekitar pantai santo Dominggo. Burung burung ini terdiri dari berbagai jenis burung termasuk burung Pelikan. Beberapa pihak menuding nelayan terlibat dalam hal ini. Menurut mereka jala jala dilemparkan para nelayan menyebabkan burung burung ini tersangkut jala. Para nelayan dituding tidak berbuat apa apa hingga mereka tenggelam. Sebelumnya dalam beberapa pekan terakhir, ribuan burung juga telah ditemukan mati di negara tetangga Peru. Kelompok kelompok pecinta lingkungan hidup menyalahkan eksplorasi minyak atas peristiwa tersebut.

Puluhan Ribu Bangkai Kepiting Di Inggris


Awal Januari 2011 ditemukan tumpukan bangkai kepiting di daerah pantai Thanet Coast Inggris. Diperkirakan sekitar 25 ribu kepiting jenis Necora mati di pantai ini. Anehnya, fenomena ini sudah menjadi misteri sejak 3 tahun berturut turut. Tahun sebelumnya jumlah kepiting yang mati di tempat ini lebih banyak lagi hingga mencapai jumlah 40ribu kepiting. Kali ini yang mati tidak hanya kepiting namun juga bintang laut. Para pakar lingkungan setempat melakukan penelitian terkait fenomena ini. Namun penelitian ini tidak menemukan kesimpulan apapun. Teori yang paling bisa menjelaskan fenomena kematian koloni hewan ini adalah koloni kepiting ini mengalami hiportemia, yaitu keadaan dimana tubuh tidak tahan akan keadaan udara dingin saat es mencair di daerah ini membuat suhu disekitar pantai anjlok hingga kepiting kepiting mengalami hiportemia.

Ratusan Kematian Pinguin Di Pantai Brazil


Menggenaskan lebih dari 500 ekor penguin secara misterius terdampar di pantai Tramandai di selatan Brazil pada minggu terakhir ini. Fenomena ini jelas membuat para ahli biologi laut dan dokter hewan kebingungan dan sedang melakukan penyelidikan penyebab pasti kematian burung-burung ini. Teka-teki yang membuat para ilmuwan kebingungan ini adalah mayat-mayat penguin yang ditemukan tewas ini terlihat cukup makan, tanpa terluka dan terkena minyak. Sebuah Pusat Studi Kelautan mengatakan bahwa mereka kemungkinan baru akan mendapatkan hasil dari otopsi yang dilakukan pada beberapa penguin pada bulan depan, yang diharapkan bisa mengungkap penyebab kematian massal ini.

Berdasarkan perhitungan para ilmuwan, ada 512 ekor penguin mati yang terdampar di pantai selatan negara bagian Rio Grande do Sul, diantara kota Tramandai dan Cidreira, sekitar 60 mil dari ibukota negara bagian, Porto Alegre. Burung-burung yang dikenal sebagai Penguin Magellan ini bermigrasi ke utara dari Argentina untuk mencari makanan di perairan hangat. Dan mereka biasanya melakukan perjalanan antara bulan Maret dan September. Sebuah teori yang paling masuk akal penyebab kematian massal adalah pinguin pinguin ini terkena virus saat saat melakukan perjalanan mereka dengan memakan ikan ikan kecil yang telah terkontaminasi virus.


referensi:
http://terbelit.blogspot.com/2013/01/7-misteri-kematian-hewan-massal.html
https://www.youtube.com/watch?v=SATZ2SLwv3U

Related Article

Paling Aneh