PLARIUSMODIFIKASI101

Pembunuh Berantai Yang Terlupakan Sempat Heboh Di Jamannya

Thursday, October 18, 2018
Kejahatan atau kriminal akan selalu ada pada zaman apapun. Dari zaman dulu sampai sekarang, ada saja orang yang melakukan kejahatan, seperti mencuri, merampok, atau bahkan membunuh. Bahkan, ada pula yang membunuh lebih dari satu orang, sehingga disebut pembunuh berantai. Pembunuh berantai ini juga ada di segala zaman, bahkan sampai detik ini. Ada yang namanya selalu dikenang seperti Jack The Ripper, namun ada pula yang terlupakan, meskipun nama mereka sempat bikin heboh pada zamannya. Berikut ini adalah para pembunuh berantai yang terlupakan.

Wild Bill Longley

Wild Bill Longley

Bill dikenal sebagai penembak paling mematikan di Amerika pada zaman dulu, yang kita kenal dengan era Wild West atau era koboi. Terlahir pada tahun 1851 di Austin County, Texas, Bill adalah dalang di balik pembunuhan 32 orang. Sasarannya biasanya adalah orang berkulit hitam, agar nanti setelah dibunuh dia bisa mengambil kudanya. Sayangnya, kasus pembunuhan yang dilakukan olehnya akhirnya dibiarkan, karena korbannya sendiri adalah mantan budak. Pada tahun 1870, Bill pun bergabung dengan kepolisian. Seorang atasannya yang berpangkat sersan, menggambarkan dirinya sebagai orang yang gemar berbohong, namun memiliki keahlian menembak yang baik.

Akhirnya, semua kejahatan dari Bill terkuak, dan dia dihukum gantung untuk menebus perbuatannya membunuh 32 orang. Meski demikian, Bill ternyata tak merasa takut atau bahkan menyesali perbuatannya. Sahabat anehdidunia.com hal ini terlihat dari suratnya yang ditulis untuk saudaranya, yang berbunyi: “Aku sama sekali tak takut dengan ini semua. Akhirnya besok aku akan berada di tempat yang lebih baik.” Menurut ayah dari Bill, hukuman gantung Bill hanyalah bohong belaka, karena ada pamannya yang kaya raya yang menyuap Sheriff sebesar USD 4 ribu agar melakukan hukuman gantung palsu. Namun, pada tahun 2011, tuduhan bahwa hukuman gantung hanya bohong belaka akhirnya runtuh. Menurut ahlis sejarah, sisa jenazah yang berada di pemakaman dipastikan adalah mayat dari Bill.

Mary Ann Cotton

Mary Ann Cotton

Dari Amerika Serikat, kita beralih ke Inggris. Selain Jack The Ripper, seorang pembunuh berantai lainnya juga sempat jadi perbincangan. Bahkan, pembunuh berantai itu adalah seorang wanita, yang bernama Mary Ann Cotton. Sahabat anehdidunia.com meski wanita, ternyata wanita yang tampak lemah ini adalah pelaku dari pembunuhan 21 orang, termasuk di antaranya ada 3 suami dan 11 anaknya sendiri. Metode yang digunakan oleh Mary cukup kejam. Dia meracuni semua korbannya dengan racun arsenik, lalu kemudian mengklaim asuransi dari korbannya.

Pihak kepolisian mulai merasa curiga saat suatu hari anak tiri dari Mary meninggal, namun Mary malah ke kantor asuransi, bukannya memanggil dokter terlebih dulu. Kecurigaan itu makin menguat setelah ditemukan fakta orang yang dekat dengan Mary meninggal akibat penyakit Gastroenteritis, yang merupakan penyakit perut.

Mary pun berhasil ditangkap, dan pengadilan memutuskan untuk menghukumnya dengan hukuman gantung. Pada tahun 1873, sang algojo, William Ong Calcraft, menjadi algojo yang bertugas untuk menghukum mati Mary. Namun, William diketahui mengganti tali gantungnya dengan yang lebih pendek. Gara-gara itu, Mary yang seharusnya langsung meninggal karena lehernya patah malah jadi mendapatkan siksaan dulu berupa leher tercekik sebelum meninggal.

Servant Girl Annihilator

Servant Girl Annihilator

Teror dari pembunuh berantai yang dikenal dengan nama Servant Girl Annihilator ini terjadi pada tahun 1884 sampai 1885 di kota Austin, Texas, Amerika Serikat. Korban dari Servant Girl Annihilator ini biasanya adalah wanita. Yang dilakukan Servant Girl Annihilator adalah membawa paksa wanita itu ketika sedang tidur, lalu kemudian wanita itu dibunuh dengan cara dimutilasi. Diketahui, total ada 8 orang korban dari Servant Girl Annihilator ini, 7 di antaranya adalah wanita, dan satu orang pria. Semua korban tersebut dibunuhnya dengan menggunakan kapak. Dari 8 korban itu, ada 6 korban yang ditemukan dengan kondisi telinganya tertusuk benda tajam. Karena pembunuhannya yang sadis itu, New York Times menyebut pelakunya sebagai orang gila yang gemar membunuh wanita.

Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Servant Girl Annihilator ini sempat membuat polisi bingung, karena sedikitnya informasi terkait sang pelaku. Polisi pun menanyai sekitar 400 orang laki-laki yang dianggap sebagai pelakunya. Dari situ, ada satu rumor dari kalangan orang kulit hitam, bahwa pelakunya adalah ahli voodoo, karena bisa masuk ke rumah, menculik wanita, dan keluar tanpa diketahui orang lain, termasuk anjing peliharaan, yang biasanya menyalak saat ada orang asing.
Hingga saat ini, identitas dari Servant Girl Annihilator masih belum diketahui, dan tetap menjadi misteri.

Amelia Dyer

Amelia Dyer

Namanya dikenal pada era Victoria, karena Amelia merupakan seorang peternak bayi yang gila, dan pembunuh dengan korban yang sangat banyak. Mirisnya lagi, semua korban dari Amelia adalah bayi. Diketahui, Amelia bertanggung jawab atas meninggalnya 400 bayi selama 30 tahun. Dalam iklan di sebuah Koran, dia mengiklankan tentang dirinya yang menawarkan jasa perawatan dan adopsi bayi. Sahabat anehdidunia.com dalam pertemuannya dengan berbagai klien, dia meyakinkan para klien bahwa ia adalah seorang yang terhormat, menikah, dan bahwa ia akan menyediakan rumah yang aman dan penuh cinta bagi para bayi. Namun kenyataannya, Amelia malah membunuh bayi yang seharusnya dia rawat dengan cara mencekiknya atau memberinya racun, lalu membuang bayinya.

Amelia berpikir bahwa dia bisa terus lolos dari kejahatan yang sudah dilakukannya. Namun ternyata dia salah. Pada tahun 1896, ditemukan mayat bayi berusia 15 bulan di Sungai Thames. Mayat bayi itu dibungkus dengan kertas parsel berwarna coklat bertuliskan nama Amelia dan alamatnya. Polisi pun menyerbu alamat yang diduga merupakan alamat rumah Amelia. Namun, karena identitas dan alamat Amelia sering berganti-ganti, polisi butuh waktu lama sampai bisa menangkapnya.

Amelia Dyer pun akhirnya ditahan pada tanggal 4 April 1896 dan didakwa atas tuduhan pembunuhan. Setelah melalui proses pengadilan, Amelia dinyatakan bersalah atas apa yang telah diperbuatnya. Dia mendekam di penjara sampai akhirnya dihukum gantung pada tanggal 10 Juni 1896. Pada saat itu, Amelia merupakan kriminal wanita paling tua yang pernah dihukum mati.

The Bloody Benders

The Bloody Benders

Jika para pembunuh berantai di atas bekerja sendirian, maka beda halnya dengan pembunuh berantai yang satu ini. Pembunuh berantai yang dinamakan dengan The Bloody Benders ini adalah satu keluarga, yang terdiri dari John dan Elvira, sepasang suami istri, dan dua anaknya yaitu John Jr. dan Kate. Mereka dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan 11 orang yang terjadi di Kansas, Amerika Serikat, pada awal tahun 1870-an. Rumah kayu yang mereka tinggali dipakai sebagai toko bahan makanan. Namun toko bahan makanan itu hanya sebagai kedok saja, karena di bagian belakang rumahnya justru jadi tempat penumpukan mayat.

Menurut para penyelidik yang mengurus kasus ini, korban dari keluarga Bender kebanyakan adalah traveler atau musafir. Mereka mengundang traveler itu ke rumahnya, lalu dia pun dibunuh dan dikubur di belakang rumahnya. Diperkirakan mereka sudah mencuri barang senilai total USD 4.500 dari para korbannya. Rumah mereka pun dimodifikasi agar memiliki pintu rahasia untuk menyimpan mayat sementara sampai halaman mereka (yang penuh dengan mayat) nantinya bisa digunakan lagi untuk mengubur mayat yang lebih baru.

Namun, kejahatan mereka terbongkar pada tahun 1872, di mana para penyelidik berhasil menemukan mayat korban pembunuhan yang dilakukan oleh keluarga Bender ini. Sebanyak 8 mayat ditemukan di halaman rumah mereka, dan yang membuat miris adalah salah satunya adalah gadis berusia 8 tahun. Di tempat lain yang tak jauh dari rumah mereka juga ditemukan 3 mayat. Sejak itu, keluarga Bender tak pernah terlihat lagi.

Itulah para pembunuh berantai yang dulu sempat bikin heboh, namun kini terlupakan. Ada yang berakhir di tiang gantung, ada juga yang tak ketahuan nasibnya.

Sumber:
http://listverse.com/2018/09/20/10-twisted-19th-century-serial-killers-everyone-forgets/