Fakta Rahasia Mengejutkan Soal Perang Korea
Korea Utara dan Korea Selatan adalah dua negara yang saling bertetangga. Meskipun saling bertetangga, kedua negara memiliki hubungan yang buruk akibat Perang Korea yang pernah terjadi puluhan tahun silam. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik seputar perang tersebut.
Perang Korea Melibatkan Negara dari Semua Benua
![]() |
| Perang Korea Melibatkan Negara dari Semua Benua via kompas.com |
Jika bicara soal Perang Korea, maka orang awam umumnya hanya tahu kalau perang ini terjadi antara negara Korea Utara melawan Korea Selatan. Kalaupun ada negara lain yang terlibat, pesertanya hanya sebatas Amerika Serikat dan China.
Padahal kenyataannya, Perang Korea adalah salah satu perang yang melibatkan paling banyak negara. Pasalnya perang ini diikuti oleh negara dari semua benua (kecuali Antartika yang tidak memiliki penduduk asli).
Dari Asia, selain duo Korea, negara seperti China dan Thailand terlibat dalam perang ini. Dari Eropa, ada Inggris, Perancis, beserta sejumlah negara Eropa Barat lainnya. Di Oseania, ada Australia dan Selandia Baru yang mengirimkan pasukannya.
Dari Afrika, ada Ethiopia yang menyumbangkan pasukannya untuk membantu pihak Korsel. Kemudian di Amerika Selatan, ada Kolombia yang pasukannya juga membantu Korsel. Kalau di Amerika Utara, jelas ada keterlibatan Amerika Serikat.
Perang Korea bisa diikuti oleh begitu banyak negara sebagai dampak dari munculnya resolusi PBB. Saat Korut menginvasi Korsel, Amerika Serikat beserta sekutunya spontan langsung melakukan rapat darurat PBB.
Berdasarkan hasil rapat, PBB meminta sejumlah negara anggotanya untuk mengirimkan pasukan supaya pasukan komunis Korut tidak sampai menguasai seluruh Semenanjung Korea. Perang Korea pun kemudian berlanjut sebagai perang antara pasukan komunis (Korut dan China) melawan pasukan antikomunis (Kosel dan negara-negara anggota pasukan PBB).
Perang Korea Menewaskan 1/5 Populasi Penduduk Korea Utara
![]() |
| Perang Korea Menewaskan 1/5 Populasi Penduduk Korea Utara via sejarahmiliter.com |
Saat Perang Korea masih berlangsung, AS dan sekutunya melakukan segala cara untuk mengalahkan musuhnya. Termasuk dengan menggunakan cara yang paling brutal sekalipun.
Selama perang berlangsung, AS dilaporkan menjatuhkan 635.000 ton bom beserta lebih dari 32.000 ton bom api (napalm). Kebijakan pemboman besar-besaran ini dilakukan atas perintah dari presiden AS pada waktu itu, Harry Truman.
AS nekat melakukan pemboman besar-besaran karena AS ingin menghancurkan wilayah Korut hingga tidak bisa lagi dihuni manusia. Pabrik, sawah, hingga rumah-rumah penduduk semuanya jadi sasaran bom AS jika kebetulan daerah tersebut memiliki pengawalan yang lemah.
Tindakan AS ini pada gilirannya membuat wilayah Korut luluh lantak. Banyak bangunan dan rumah penduduk yang hancur hingga rata dengan tanah.
Karena rumah mereka hancur dan mereka tidak bisa lagi bekerja dengan aman, bencana kelaparan pun melanda penduduk Korut. Sebanyak 20 persen warga sipil Korut dilaporkan sampai meninggal, baik karena terkena senjata musuh ataupun karena kelaparan dan jatuh sakit.
Dahsyatnya pemboman yang dilakukan AS juga berakibat pada masih tingginya sentimen dendam warga Korut kepada AS. Itulah sebabnya kendati Perang Korea sudah lama berhenti, pemerintah Korut masih bisa berkuasa hingga sekarang dengan cara menyebarkan berita negatif seputar AS.
Perang Korea Secara Resmi Masih Berlangsung Hingga Sekarang
![]() |
| Perang Korea Secara Resmi Masih Berlangsung Hingga Sekarang via bisnisnews.id |
Perang Korea kerap diceritakan sebagai perang yang berlangsung dari tahun 1950 hingga 1953. Padahal faktanya, Perang Korea secara resmi masih berlangsung hingga sekarang.
Tahun 1953 kerap digambarkan sebagai akhir dari Perang Korea karena di tahun tersebut, kedua belah pihak setuju untuk berhenti melanjutkan kontak senjata. Namun hingga sekarang, pihak Korut dan Korsel sama-sama belum menandatangani perjanjian damai.
Sebagai akibatnya, hubungan Korut dan Korsel pun hingga sekarang masih tetap tegang. Daerah perbatasan kedua negara masih berada dalam kondisi ditutup dan dijaga ketat. Kemudian di antara perbatasan kedua negara, terdapat padang ranjau yang siap merenggut nyawa siapapun yang nekat melintas.
Masih adanya bayang-bayang ketakutan kalau perang bakal kembali meletus menyebabkan pihak Korut dan Korsel sama-sama memberlakukan kebijakan wajib militer bagi warganya. AS juga menempatkan pasukannya di Korsel supaya AS bisa memberikan bantuan sesegera mungkin kalau-kalau perang kembali meletus.
Di pihak Korut, masih adanya pasukan AS di Korsel justru menyebabkan pemerintah Korut menduga kalau AS dan Korsel ingin kembali menyulut perang di kemudian hari. Atas alasan tersebut, Korut pun memiliki persediaan senjata nuklirnya sendiri.
Amerika Serikat Nyaris Menjatuhkan Bom Atom di Korea Utara dan China
![]() |
| Amerika Serikat Nyaris Menjatuhkan Bom Atom di Korea Utara dan China via keepo.me |
Jika bicara soal bom atom dan perang, maka orang-orang seketika akan teringat akan Hiroshima dan Nagasaki. Pasalnya kedua kota tersebut pernah dijatuhi bom atom pada tahun 1945. Jatuhnya bom atom sekaligus memaksa Jepang menyerah pada Perang Dunia Kedua.
Hingga sekarang, pemboman Hiroshima dan Nagasaki menjadi satu-satunya contoh peristiwa di mana bom atom pernah digunakan dalam perang. Namun tahukah anda kalau di masa Perang Korea, AS pernah berniat menjatuhkan kembali bom atom?
Pasukan koalisi PBB dalam Perang Korea dipimpin oleh Douglas MacArthur, jenderal AS yang berjasa besar dalam mengalahkan Jepang pada Perang Dunia Kedua. Dalam Perang Dunia Kedua, MacArthur menyandang reputasi sebagai sosok yang agresif dan bersedia menggunakan segala cara untuk memenangkan perang.
Di bawah kepemimpinannya, pasukan Korut yang tadinya hampir berhasil menguasai seluruh Semenanjung Korea berhasil dipaksa mundur hingga ke wilayah China.
Namun MacArthur merasa belum puas. Ia kini berencana menjatuhkan bom atom ke wilayah Korut dan China. MacArthur berharap bom atom tersebut akan membuat pihak komunis merasa ketakutan dan akhirnya mengaku kalah.
Namun keinginan MacArthur pada akhirnya gagal terlaksana karena ditolak oleh presiden AS, Harry Truman.
Menurut Truman, jika bom atom sampai dijatuhkan, China mungkin tidak akan menyerah, tetapi justru malah akan semakin agresif karena kini wilayahnya ikut menjadi sasaran serangan AS. Ketika MacArthur dan Truman sama-sama tidak mau mengalah, Truman pun memecat MacArthur pada tahun 1951.
Korea Selatan Membantai Ratusan Ribu Rakyatnya Sendiri Dalam Perang Korea
![]() |
| Korea Selatan Membantai Ratusan Ribu Rakyatnya Sendiri Dalam Perang Korea via sindonews.com |
Saat Perang Korea masih berlangsung, banyak warga sipil Korsel yang meninggal. Mereka meninggal bukan hanya karena dibunuh oleh pasukan komunis Korut, tetapi juga karena dibunuh oleh militer negaranya sendiri.
Sebelum pasukan koalisi PBB datang membantu Korsel, sebagian besar wilayah Korsel berhasil dikuasai oleh Korut. Dalam periode tersebut, banyak warga Korsel yang kemudian bekerja sama dengan Korut.
Saat pasukan koalisi PBB akhirnya tiba, pasukan Korut terpaksa mundur keluar dari wilayah Korsel. Namun pemerintah Korsel masih belum merasa tenang. Mereka curiga kalau masih ada sisa-sisa antek komunis yang bersembunyi di wilayah Korsel.
Atas sebab tersebut, pemerintah Korsel pun membentuk pasukan khusus untuk mencari antek komunis di wilayah Korsel. Mereka melakukan razia massal dan membantai siapapun yang diduga sebagai antek komunis.
Sebanyak 100.000 warga Korsel dilaporkan tewas dalam pembantaian ini. Sedihnya, banyak di antara mereka yang aslinya bukan antek komunis, namun terpaksa membantu pihak Korut di masa lampau karena takut dibunuh.
Sumber :
https://listverse.com/2023/04/17/10-dark-facts-of-the-korean-war-they-dont-teach-you-in-school/
https://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Command




