Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Marree Man, Ukiran Tanah Raksasa yang Bisa Terlihat dari Luar Angkasa

Anehdidunia.com - Padang pasir atau gurun bukan hanya bisa ditemukan di Benua Asia atau Afrika. Australia selaku negara tetangga Indonesia ternyata juga memiliki gurun di wilayahnya. Pasalnya wilayah tengah Australia kebetulan memang memiliki iklim yang gersang.

Di gurun Australia pulalah, terdapat suatu pemandangan yang masih mengundang tanda tanya hingga sekarang. Pemandangan tersebut adalah Marree Man (Pria Marree), gambar ukiran tanah raksasa yang menampilkan sesosok pria Aborigin yang sedang memegang benda menyerupai bumerang.

Keberadaan gambar ukiran tanah atau geolyph sudah lama diketahui oleh kalangan ilmuwan modern. Nazlca Lines (Garis-Garis Nazca) yang terletak di Amerika Selatan adalah contoh geolyph yang paling terkenal.

Namun berbeda halnya dengan Nazca Lines yang usianya sudah mencapai ratusan tahun, Marree Man memiliki usia yang jauh lebih muda. Pasalnya Marree Man baru ada sejak tahun 1998.

Meskipun Marree Man masih berusia muda, keberadaan Marree Man tetap menjadi sumber misteri. Pasalnya tidak ada orang yang tahu mengenai siapa identitas pembuat Marree Man. Demikian juga mengenai motif pembuatannya dan bagaimana cara ia membuat ukiran tanah raksasa ini.

Marree Man terletak di tengah-tengah negara Australia, tepatnya di wilayah negara bagian Australia Selatan. Kota yang lokasinya paling dekat dengan Marree Man adalah kota kecil bernama Marree yang jumlah penduduknya hanya sekitar 60 orang.

Dari kota Marree pulalah, ukiran raksasa tersebut mendapatkan namanya. Namun meskipun kota Marree merupakan kota yang lokasinya paling dekat dengan ukiran tanah raksasa tadi, jarak di antara kedua tempat tersebut sebenarnya terbilang jauh. Marree dan Marree Man dipisahkan oleh jarak 60 km.

Awal Mula Penemuan Marree Man

Awal Mula Penemuan Marree Man
Awal Mula Penemuan Marree Man via kumparan.com

Keberadaan Marree Man pertama kali diketahui oleh pilot pesawat charter Trevor Wright pada tanggal 26 Juni 1998. Saat ia sedang menerbangkan pesawatnya di dekat kota Marree, ia melihat penampakan Marree Man dari ketinggian.

Trevor lantas melaporkan pemandangan yang ia lihat tersebut. Sejak itulah, kemunculan Marree Man pun dengan cepat langsung menimbulkan kehebohan. Pasalnya Marree Man memiliki ukuran yang begitu besar.

Marree Man diketahui memiliki panjang mencapai 28 kilometer dan lebar 4,2 km. Celah menyerupai parit yang menyusun ukiran ini diketahui memiliki kedalaman 30 cm dan lebar 3.500 cm. Saking besarnya penampakan Marree Man, ukiran tanah raksasa ini dapat dilihat dari luar angkasa.

Para pakar meyakini bahwa Marree Man hanya bisa dibuat dengan memakai alat berat seperti bulldozer. Permasalahannya adalah sebelum Marree Man diitemukan, tidak ada yang pernah melihat alat-alat berat yang berlalu lalang di sekitar lokasi.

Satu-satunya petunjuk mengenai bagaimana pembuat Marree Man bisa mencapai lokasi sambil memindahkan alat beratnya hanyalah sebuah jalan kecil. Namun pada jalan tersebut, tidak ada jejak tapak kaki maupun kendaraan berat yang terlihat.

Tidak lama sesudah penemuan Marree Man muncul ke publik, terjadi fenomena lain yang tak kalah misterius. Kantor media setempat menerima surat-surat tanpa identitas yang diyakini berasal dari pembuat Marree Man.

Hal yang menarik dari surat tersebut adalah siapapun pengirim dan pembuat surat ini, mereka diyakini bukanlah orang asli Australia. Pasalnya ia menggunakan istilah-istilah yang jarang digunakan di Australia seperti mil, yard, dan inci. Ia juga menggunakan istilah-istilah seperti "Karang Penghalang Queensland" serta "teritori pribumi lokal" untuk menyebut nama-nama tempat di Australia.

Di lokasi Marree Man, polisi juga menemukan lubangg galian kecil berisi foto satelit Marree Man, bendera Amerika Serikat, serta selebaran yang merujuk kepada Branch Davidians. Branch Davidians (Cabang Daud) adalah sekte spiritual yang pernah bermarkas di suatu tempat di Waco, Texas. Pada tahun 1993, tempat tersebut pernah diserbu oleh aparat Amerika Serikat karena para anggota sektenya ketahuan menimbun senjata dan bom tanpa izin.

Pada bulan Januari 1999, di dekat bagian hidung sosok dalam ukiran raksasa, pihak berwenang menemukan bendera Amerika Serikat terkubur di dalam tanah. Bendera tersebut juga dilengkapi dengan simbol Olimpiade dan kalimat "Sebagai bentuk penghormatan atas tanah yang dulunya pernah mereka kenali. Pencapaiannya dalam upaya penelusuran ini sungguh luar biasa, bakal senantiasa menjadi sumber rasa takjub dan kekaguman".

Polisi mencoba merangkaikan petunjuk-petunjuk tadi, namun upaya mereka menemui jalan buntu. Sebagian orang bahkan berpendapat bahwa petunjuk-petunjuk tadi aslinya hanyalah petunjuk palsu yang sengaja ditanam supaya polisi tidak bisa menemukan pembuat asli Marree Man.

Teka-Teki Pembuat Asli Marree Man

Teka-Teki Pembuat Asli Marree Man
Teka-Teki Pembuat Asli Marree Man via tribunnews.com

Lantas, siapakah kira-kira pembuat asli Marree Man? Ada beragam teori yang mengapung terkait pertanyaan ini. Menurut salah satu teori, pembuat asli Marree Man tidak lain adalah penduduk kota Marree itu sendiri. Mereka membuat Marree Man supaya makin banyak orang yang mengetahui keberadaan kota mereka.

Teori tersebut terbilang cukup masuk akal. Pasalnya sejak penemuan Marree Man, kota kecil tersebut menjadi jauh lebih sibuk dari biasanya. Banyak wisatawan yang singgah di kota tersebut supaya mereka kemudian bisa diberangkatkan menuju lokasi Marree Man.

Menurut teori lain, Marree Man aslinya adalah hasil karya alien atau makhluk luar angkasa. Kendati terdengar mengada-ada, tetap ada yang meyakini teori ini. Pasalnya jika Marree Man adalah buatan manusia modern, bagaimana bisa ukiran tanah sebesar itu dibuat dalam waktu yang begitu singkat tanpa meninggalkan jejak sama sekali?

Menurut teori ketiga, Marree Man adalah hasil karya dari seniman Australia yang bernama Bardius Goldberg. Bardius sebelum ini pernah berkata bahwa ia merasa tertarik untuk membuat karya seni yang bisa dilihat dari luar angkasa.

Saat keberadaan Marree Man menimbulkan kehebohan di pubik, Bardius tidak pernah membenarkan ataupun menolak kalau ia merupakan pembuat asli Marree Man. Bardius sendiri sekarang sudah meninggal dunia. Mungkinkah Bardius mengetahui sesuatu mengenai asal muasal asli pembuatan Marree Man, namun ia tidak pernah bisa mengatakannya karena ada rahasia besar yang terlibat?

Sekarang, Marree Man menjadi daya tarik baru di kawasan terpencil Australia Selatan. Ukiran tanah raksasa ini sekarang menjadi salah satu ukiran tanah raksasa terbesar yang ada di Bumi.

Namun tidak seperti Nazca Lines yang masih berada dalam kondisi awet meskipun sudah berusia ratusan tahun, Marree Man belakangan sedang berada dalam kondisi terancam. Akibat terpapar oleh aneka macam fenomena alam seperti panas dan angin kencang, ukiran tanah raksasa ini perlahan-lahan mengalami pengikisan.

Pada tahun 2013, NASA bahkan memperingatkan bahwa Marree Man sekarang sudah sulit dilihat dari luar angkasa. Mendengar hal tersebut, warga lokal berbondong-bondong pergi menuju lokasi Marree Man dan menanam benih pohon di bagian parit ukirannya. Mereka berharap kelak pohon akan mengisi bagian parit Marree Man sehingga Marree Man tetap bisa dilihat dari ketinggian di masa depan, namun dalam kondisi sudah terisi oleh pohon.

Apapun nasib Marree Man di masa depan, ukiran tanah raksasa ini nampaknya bakal tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan dalam waktu dekat. Siapa pembuat asli Marree Man? Bagaimana cara ia membuat Marree Man tanpa ketahuan?

Dan yang lebih penting, apa tujuan ia membuat ukiran tanah yang begitu besar hingga bisa dilihat dari angkasa? Mungkinkah supaya Marree Man bisa digunakan sebagai metode untuk berkomunikasi dengan mereka yang tinggal di luar angkasa? Apapun itu, pembuat asli Marree Man sudah berhasil membuat orang-orang merasa takjub sekaligus dipenuhi rasa penasaran.

Sumber :
https://www.ancient-origins.net/unexplained-phenomena/mysterious-marree-man-australia-003642
https://en.wikipedia.org/wiki/Marree_Man