Motivasi

Merek Produk Yang Menjadi Legenda Produk Indonesia

02 Sept 2016

Merek atau brand, bagi banyak orang hanya dianggap sebagai sebuah nama saja. Padahal, lebih dari sebuah nama, tujuan dari suatu produk diberikan merek selain agar orang-orang dapat membedakan produk tersebut dengan produk dari perusahaan lain, merek yang bagus dapat memudahkan seseorang mengingat produk tersebut. Bahkan di Indonesia, beberapa merek sering diucapkan untuk mewakili suatu produk secara keseluruhan atau bisa disebut merek tersebut menjadi nama general dari sebuah produk. Berikut ini merupakan daftar merek-merek yang sukses melekat di hati masyarakat Indonesia dan menjadi nama umum sebuah produk yang kami sajikan dalam merek produk yang menjadi legenda produk indonesia versi anehdidunia.com

Odol



Siapa yang hari ini masih menyebut pasta gigi dengan Odol? Entah  pasta gigi tersebut bermerek pepsodent, ciptadent, formula, close up, ataupun yang lain, faktanya kita seringkali menyebut pasta gigi dengan sebutan Odol. Odol sudah menjadi nama generik dari pasta gigi selama puluhan tahun di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari sejarah merek Odol di Indonesia sendiri. Odol sebenarnya merupakan sebuah merek pasta gigi asal Jerman yang diproduksi oleh perusahaan Dresden Chemical Laboratory Lingner atau yang sekarang dikenal sebagai Lingner Werke AG. Odol mouthwash pada tahun 1900 an merupakan merek ternama dan yang paling luas penggunaannya di hampir seluruh daratan Eropa. Merek Odol ini sampai ke Indonesia berkat peran para tentara penjajah Belanda yang membawanya kesini. Kepopuleran Odol itulah yang membuatnya sampai sekarang masih disebut-sebut sebagai kata ganti untuk pasata gigi, walaupun Odol sudah tidak beredar lagi di Indonesia.

Aqua

Tidak peduli apa merek air mineralnya, banyak orang akan menyebut air mineral dengan sebutan  Aqua. Faktanya merek inilah yang paling populer hingga sekarang ini. Entah itu Aguaria, Ades,  ataupun Prima, dan lainnya, Aqua lebih banyak disebut untuk mewakili mereka semua. Bukan tanpa sebab merek Aqua dipakai sebagai nama generik air mineral. Aqua-lah yang pertama kali mengenalkan orang Indonesia kepraktisan meminum air putih lewat air mineral kemasan. Orang tidak perlu lagi mendidihkan air  mnetah untuk sekedar melepaskan dahaga meminum air putih. Cukup dengan beberapa uang, kita bisa mendapatkan air mineral di warung-warung terdekat. Kepopuleran Aqua ini ditambah dengan tagline Aqua yang sering menyebut bahwa air mereka merupakan air yang diperoleh dari mata air pegunungan. Hal inilah yang menjadi alasan banyak orang teringat dengan Aqua dan dengan senang hati menyebut air mineral kemasan dengan Aqua.

Kodak
 

“You press the button, we do the rest” (Anda menekan tombol, sisanya kami yang kerjakan), itu tadi merupakan slogan dari kamera Kodak yang begitu memorable sampai saat ini. Entah itu kamera merek canon sekalipun, di jaman dulu kodak adalah sebutan untuk semua produk kamera. Walaupun perusahaan kodak sendiri sudah bangkrut sejak tahun 2012 lalu, nyatanya banyak orang-orang tua yang masih menyebut kamera dengan kodak. Bahkan untuk perlengkapan kameranya-pun juga diasosiakan dengan kodak. Menyebut roll film tak terlepas dari nama kodak. Biarpun ada nama-nama Fujifilm, Superia, Lucky, tidak menyurutkan orang untuk tidak menyebut roll film dengan kodak. Sejarah singkat tentang Kodak dimulai dari inovasi seseorang bernama George Eastman yang berasal dari Amerika Serikat. Inilah mengapa perusahaan Kodak dinamai Eastman Kodak Company. Kodak bermarkas di Rochester, New York.  Perusahaan ini mendominasi pada penjualan produk fotografi pada abad ke-20.

Honda
 

Di Jawa Tengah ada Honda merek Suzuki atau Honda merek Yamaha. Lho kok bisa? Ya, orang Jawa Tengah telah menjadikan Honda sebagai nama generik dari sepeda motor itu sendiri. Honda dalam arti sebenarnya adalah sebuah merek untuk sepeda motor yang menjadi pionir di Indonesia. PT Astra Honda Motor atau yang awalnya bernama Federal Motor didirikan di Indonesia  pada tahun 1971. Ketika itu mereka hanya sebagai perakit, dengan komponennya didatangakan dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down). Sepeda motor pertama mereka, yaitu Honda s 90 Z memiliki banyak sekali penggemar. Sepeda motor 4 tak dengan kapasitas mesin 90cc ini dulu meledak di pasaran. Pada tahun pertama, hanya diproduksi sebanyak 1500 unit, kemudian melonjak tajam pada tahun berikutnya dengan produksi mancapai 30 ribu unit. Kepopuleran Honda inilah yang membuat Honda juga dikenal luas sekaligus membuat nama Honda digunakan untuk menyebut sepeda motor secara keseluruthan. Jadi jangan bingung kalau ada yang menyebut sepeda motor dengan Honda lagi ya.

Sanyo
 

Apa kata ganti yang pas untuk meyebut pompa air agar lebih singkat dan lebih mudah diucapkan? Jawabannya adalah Sanyo. Ya, nama Sanyo sebagai produsen pompa air begitu melekat di benak masyarakat Indonesia. Maka tak heran menyebut pompa merek lain sebagai Sanyo merupakan hal yang lazim di Indonesia ini. Dengan jargon Sanyo, “Rajanya Pompa Air”, Sanyo menjadi pemimpin di pasar pompa air Indonesia. Padahal, Sanyo sebenarnya merupakan perusahaan elektronik yang tidak hanya memproduksi pompa air. Selain pompa air yang begitu ikonik, Sanyo juga memproduksi barang elektronik lain, seperti: tv, mesin cuci, setrika, dan masih banyak lagi.  Sanyo didirikan oleh Toshio Lue pada 1 April 1949 di Moriguchi, Osaka, Jepang. Perusahaan ini baruk masuk ke Indonesia pada tahun 1970-an dan merupakan produsen elektronik pertama dari Jepang yang beroperasi di Indoensia.

Supermi


 

Silahkan tanya kakek-nenek anda mi instan apa yang paling terkenal di jamannya? Tanpa ragu mereka pasti akan menjawab “Supermi”. Walaupun nama Supermi belakangan ini tidak sepopuler merek lain seperti Indomie dan Mie Sedaap, dahulu Supermi adalah rajanya mi instan di Indonesia. Menyebut mi instan merek lain sebagai supermi-pun bukan hal aneh dan lazim dilakukan. Pemakaian Supermi sebagai nama generik dari mi instan tak bisa dilepaskan dari kiprah supermi di kancah persaingan mi instan. Supermi merupakan pionir atau produsen mi instan pertama di Indonesia. Supermi pertama kali diluncurkan pada tahun 1968 oleh Sudono Salim. Dari tahun 1968-1980 Supermi diproduksi oleh PT Lima Satu Sankyuu. Kemudian hingga tahun 1990-an diproduksi oleh PT Supermi Indonesia. Dan sampai saat ini Supermi diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Supermi sampai saat ini masih ikut meramaikan pasar persaingan mi instan bersama dengan kedua saudaranya yaitu: Indomie dan Sarimi. Kesuksesan produk-produk diatas dalam memimpin pasar masing-masing serta membuat produk mereka bisa terus diingat oleh masyarakat luas diraih bukan tanpa perjuangan. Butuh usaha keras dan biaya yang tidak sedikit agar masyarakat mengenal dan mau menggunakan produk-produk diatas. Dan…seperti kata Al Ries dan Jack Trout, “It’s better to be first, than to be better”.

Sumber:
Kertajaya, Hermawan. 2004. Hermawan Kertajaya on Brand. PT. Mizan Pustaka. Bandung.
http://www.datdut.com/ini-5-sejarah-singkat-merek-produk-legendaris-di-indonesia/


Related Article

Paling Aneh