Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peraturan Nyleneh Negara Di Dunia Tentang Industri Film Dewasa

Industri film dewasa adalah salah satu bagian dari perindustrian film dunia yang dilarang keras dilaksanakan di Indonesia. Bagi negara yang masih memegang teguh adat ketimuran seperti Indonesia, mendukung atau memproduksi film dewasa secara legal sama halnya dengan mencoreng ideologi negara. Hal ini cukup beralasan, karena film dewasa yang pastinya menampilkan adegan-adegan intim orang dewasa tersebut dikhawatirkan dapat merusak moral anak bangsa.


Berbeda halnya dengan Indonesia, ada beberapa negara lain di dunia yang secara sah dan legal mengizinkan produksi film dewasa. Seperti Jepang dan Amerika Serikat misalnya, dua negara tersebut adalah sebagian dari beberapa negara yang meraup keuntungan besar dari rumah produksi film dewasa. Namun meski diizinkan secara terang-terangan, bukan berarti negara-negara yang melegalkan film dewasa tersebut tidak memiliki peraturan. Berikut adalah ulasan terkait peraturan nyleneh negara di dunia tentang industri film dewasa versi anehdidunia.com.


Australia


Australia adalah salah satu negara di dunia yang melegalkan industri film dewasa diproduksi dan diedarkan secara bebas. Bahkan tak hanya film saja, segala hal yang berbau “asusila” di negara tempat asal hewan kanguru dan koala tersebut seperti poster, foto dan lain sebagainya tidak dilarang. Asalkan rumah produksi dan bintang film dewasa harus mematuhi satu peraturan nylenehyang diberlakukan pemerintah Australia. Pemerintah mewajibkan bintang film dewasa tersebut harus memiliki bra ukuran besar. Itu artinya bintang film dewasa yang memiliki ukuran payudara kecil dilarang keras membintangi film dewasa. Menurut pemerintah larangan nyleneh tersebut diberlakukan karena jika ada film dewasa yang menggambarkan aktornya memiliki “aset” berukuran kecil itu sama halnya dengan mendukung pedofilia! Australia memang dikenal sebagai negara yang anti terhadap pedofilia.


Brazil


Pesona keeksotisan wanita Brazil memang sudah tak diragukan lagi. Negara ini memang terkenal karena penduduk wanitanya yang berparas cantik dan bertubuh seksi. Maka tak heran juga jika di negara ini bisnis prostitusi adalah hal yang lumrah dan resmi serta menjadi salah satu tujuan wisata seks turis mancanegara. Bahkan di negara yang berada di wilayah Amerika Selatan ini industri film dewasa bebas diproduksi alias legal. Tidak pernah ada larangan dari pemerintah terkait keberadaan bisnis prostitusi maupun produksi film dewasa karena industri panas ini justru mampu menyumbang devisa bagi negara Brazil. Akan tetapi ada satu peraturan yang wajib ditaati oleh aktor film dewasa yakni semua pemain yang membintangi film dewasa wajib menggunakan pengaman alias kondom! Larangan ini dibuat dengan alasan menekan jumlah penderita HIV/AIDS. Dan bagi rumah produksi atau aktor yang bandel dan menghiraukan larangan ini maka siap-siap saja izin produksinya dicabut pemerintah.


Swedia


Satu negara yang berada di wilayah Eropa Utara ternyata cukup longgar dengan keberadaan industri film dewasa. Negara yang dimaksud adalah Swedia, mungkin tak hanya cukup longgar saja melainkan sangat longgar. Bagaimana tidak? negara yang beribukota Stockholm ini nyatanya secara terbuka dan legal membebaskan penayangan film dewasa untuk ditonton segala usia! Yup, di negara tersebut anak dibawah umur tidak dilarang untuk menyaksikan film-film beradegan panas! Peraturan tersebut terdengar sangat nyleneh kala beberapa negara lain berusaha mati-matian melindungi warga negara yang terhitung dibawah umur untuk menyaksikan hal-hal berbau asusila justru Swedia terang-terangan tidak memberikan larangannya. Namun beberapa orang yang pro dengan peraturan pemerintah ini menganggap bahwa anak usia dibawah umur diizinkan melihat film dewasa sebagai sarana pendidikan seks sejak dini!


Jepang


Sudah bukan rahasia lagi jika Jepang adalah negara yang sangat terbuka melegalkan industri film dewasa. Industri film dewasa di Negeri Sakura ini merupakan yang terbesar di dunia. Tiap tahunnya saja ribuan film dewasa berhasil diproduksi dan didistribusikan ke beberapa negara lain di dunia. Tak heran jika pemerintah Jepang juga mendapatkan banyak keuntungan dari industri haram ini. Kelonggaran dan legalitas yang dimiliki rumah produksi dan aktor film dewasa tak lantas mereka bisa memproduksi seenaknya saja. Pemerintah Jepang sejak lama memberlakukan peraturan nyleneh yakni dalam film dewasa seluruh tubuh pemain film boleh diumbar asalkan bagian intimnya tetap disensor! Mungkin bagi penikmat film dewasa, peraturan ini terkesan “nanggung”. Namun faktanya peraturan ini resmi diberlakukan pemerintah dan siapapun yang berani melanggar akan memperoleh sanksi!


Amerika Serikat


Sebagai negara yang warga negaranya berasal dari berbagai macam suku bangsa atau multicultural, Amerika Serikat adalah negara yang terkenal bebas dan terbuka menerima hal-hal yang di negara lain mungkin dianggap tabu. Seperti misalnya adalah industri film dewasa, di negara ini industri tersebut sama halnya dengan di Jepang yakni legal dan resmi. Bahkan di Amerika Serikat ada ajang penghargaan khusus layaknya Academy Awards namun khusus industri film dewasa. Namun bagi rumah produksi dan aktor pemain film dewasa ada beberapa peraturan wajib yang harus dipatuhi ketika menjalani syuting. Peraturan tersebut diantaranya adalah dilarang menampilkan adegan yang menggambarkan pemerkosaan, dilarang melibatkan aktor anak-anak dan dilarang menampilkan gaya ala hewan! Jika ada yang berani mencuri-curi adegan yang sudah dilarang dan disisipkan di tengah-tengah film maka pihak berwenang siap memberikan sanksi atau bahkan menutup rumah produksi tersebut.

Itulah peraturan nyleneh tentang industri film dewasa di beberapa negara di dunia. Cukup membuat geleng-geleng kepala namun faktanya hingga saat ini kelima negara diatas masih memberlakukan peraturan tersebut dan masih terus giat memproduksi film dewasa. Sebagai warga negara Indonesia yang dikenal santun dan penuh kearifan, ada baiknya selalu menaati peraturan pemerintah yang bertujuan positif. Jangan sampai hanya karena mengutamakan hal-hal yang tidak penting justru berimbas buruk terhadap moral generasi bangsa.

Sumber referensi:
http://terselubung.in
http://kumpulan-berita-unik.blogspot.co.id/