PLARIUSMODIFIKASI101

Cerita Mistis Legenda Hantu Perang Dunia II Paling Menakutkan

Wednesday, October 24, 2018
Perang Dunia II menyisakan banyak kisah pilu, karena akibat perang tersebut, banyak orang yang jadi korban. Diketahui ada jutaan manusia jadi korban dari Perang Dunia II, baik dari pihak militer, maupun dari pihak sipil. Ternyata, selain menyisakan kisah pilu para korban perang, Perang Dunia II juga menyisakan kisah-kisah mistis, yang di luar nalar kita. Kisah mistis itu biasanya berupa penampakan hantu, atau kejadian supranatural lainnya. Berikut ini adalah kisah mistis dari zaman Perang Dunia II.

Pesawat Hantu Pearl Harbour

Pesawat Hantu Pearl Harbour

Banyak saksi yang melihat adanya penampakan pesawat tempur hantu yang melintasi udara setelah pemboman Pearl Harbour oleh Jepang pada tanggal 7 Desember 1941. Pesawat itu tampak terbang, kemudian menghilang tanpa jejak. Kisah ini terjadi satu tahun setelah kejadian Pearl Harbour. Kala itu, tanggal 8 Desember 1942, pihak Angkatan Darat AS mendeteksi adanya pesawat masuk di radar mereka, dan pesawat itu mengarah ke Jepang. Dua pilot pun dikerahkan untuk menyelidiki kemunculan pesawat misterius tersebut. Saat kembali ke pangkalan, para penerbang mengaku melihat jet tempur AS P-40 dalam kondisi rusak parah, yaitu penuh lubang peluru,dan instrumen pendaratan hilang. Bahkan tak cuma pesawatnya saja, pilotnya juga dalam kondisi berlumuran darah segar. Pilot itu sempat mengangkat kepalanya, tersenyum lemah, dan melambai pada dua koleganya.

Pesawat itu lalu terjun bebas dari langit. Saat menyelidiki lokasi jatuhnya pesawat, mereka menemukan bangkai kapal terbang. Tapi, sama sekali tak ada pilot di dalamnya. Dari catatan penerbangan yang ditemukan di dalam kokpit, pesawat itu diduga terbang dari Mindanao, 1.300 mil dari lokasi temuan bangkai. Sejumlah orang menduga, pesawat itu ditembak setahun sebelumnya dalam serangan Pearl Harbour. Pertanyaannya, mengapa sang pilot menerbangkan pesawat yang rusak itu mengarah ke posisi lawan? Dan, mengapa ia nekat menerbangkan kapal terbang yang tak punya instrumen pendaratan? Lalu, siapa pilot yang dilihat oleh dua pilot AS tersebut? Tak ada yang tahu jawabannya.

Penampakan Konvoi Kematian

Penampakan Konvoi Kematian

Kali ini terjadi pada tahun 1945. Pada saat itu, Sekutu berhasil mengusir Jepang dari pulau Kalimantan. Meski demikian, tawanan perang yang ditangkap Jepang tak begitu saja diserahkan, namun mereka malah dipaksa untuk berbaris menempuh jarak 160 mil, dari Sandakan menuju Ranau. Barisan itu terus berlangsung selama 1 bulan. Mereka berbaris dalam kondisi lemah, kurang makan dan kelelahan di tengah cuaca terik selama sebulan penuh. Dengan bertelanjang kaki mereka melintasi bukit dan lembah. Tentu saja, satu persatu dari mereka tumbang, dan meninggal dunia karena tak mendapatkan perawatan. Karena itulah, barisan ini disebut dengan konvoi kematian atau barisan kematian.

Pada tahun 2010, pensiunan tentara Inggris, Mayor John Tulloch, sedang napak tilas ke rute maut para tawanan. Sejumlah foto ia abadikan dari sana. Salah satu dari gambar tersebut menampilkan foto yang bisa dibilang mengerikan. Di dalam foto itu terdapat bayangan samar berupa kerangka bungkuk berwarna putih seperti asap yang berbaris. Menurutnya, bayangan putih dalam foto itu hanya sebuah ilusi optik, yang dihasilkan dari refleksi handuk bermotif yang ada di dashboard mobil di mana dia mengambil gambar. Meski demikian, John tetap menganggap foto itu bukan kebetulan belaka. Dia juga memperlihatkan foto itu pada beberapa orang, dan sebagian tak berani melihat fotonya karena dianggap menyeramkan.

Jimat Nazi

Jimat Nazi Spear of Destiny

Mantan militer Amerika Serikat, bersama dengan rekannya, berbicara mengenai sejarah Perang Dunia II, yang menjadi topik favorit mereka pada tahun 1999. Setelah itu, temannya itu meminjamkan buku tentang Nazi yang melakukan perburuan pada satu artefak atau jimat yang bisa membantu mereka memenangkan perang. Jimat itu disebut Spear of Destiny, atau Tombak Takdir, yang menusuk dada Yesus saat penyalibannya. Dikatakan siapa pun yang bisa mendapatkan tombak itu, akan meraih kekuatan yang tak terbatas seperti Dewa.

Malamnya, mantan militer AS itu sedang membaca buku yang dipinjamkan temannya. Setelah itu, dia pun meletakkan bukunya di bawah bantal, dan dia pun memutuskan untuk tidur. Namun, waktu tidurnya pun terganggu karena ada kejadian aneh. Tengah malam, dia terbangun karena mendengar suara langkah kaki berat berjalan di antara ranjang-ranjang barak. Begitu langkah kaki misterius itu melewatinya, dia menyatakan bahwa tirai kompartemennya mengarah padanya, dan terasa angin yang begitu dingin menusuk tulang. Langkah kaki tersebut kembali melewati dirinya, membuka pintu dan menutupnya lagi. Setelah itu, keadaan jadi normal kembali.

Esok harinya, ia mengembalikan buku itu ke temannya dan menceritakan apa yang terjadi. Rekannya menertawakannya, tapi beberapa minggu kemudian, dia mengalami hal yang sama. Menurut mantan militer AS itu, yang datang padanya mungkin adalah Hitler sendiri, yang menaruh dendam pada tentara AS karena telah mengalahkan Jerman. Namun semua itu hanya berupa dugaan semata.

Hotel Berhantu

Diplomat Hotel

Awal tahun 1900-an, terdapat sebuah biara di Baguio City, Filipina. Biara tersebut dihuni oleh para pendeta dan biarawati. Selama Perang Dunia II, tentara Jepang menyerang biara tersebut, dan memenggal semua penghuni biara itu. Gara-gara serangan tentara Jepang itu, biara berubah jadi sanatorium. Setelah perang usai, sanatorium itu dialihfungsikan jadi sebuah hotel, bernama Diplomat Hotel. Yang namanya hotel bekas tempat orang meninggal, tentu membuat hotel itu angker. Terbukti, beberapa tamu melaporkan penampakan aneh, berupa bayangan hitam. Mereka kadang juga melihat sosok hantu perempuan berpakaian putih. Tak hanya itu, mereka juga mendengar ada teriakan dan suara benturan pada tengah malam, yang membuat tidur mereka jadi terganggu. Karena terlalu angker, hotel ini akhirnya ditutup, dan jadi lokasi yang tepat bagi pemburu hantu atau mereka yang ingin menguji nyalinya karena cerita horor hantu yang diceritakan.

Kapal Alkimos

Kapal Alkimos

SS Alkimos adalah kapal yang dibuat oleh Amerika Serikat sebagai kapal perang untuk Perang Dunia II. Kapal ini dijual ke Norwegia, dan digunakan sebagai alat transportasi senjata selama perang berlangsung. Tahun 1944, seorang operator radio bernama Maude E. Steane yang bekerja di kapal itu dibunuh oleh kru lainnya. Setelah membunuh Maude, kru tersebut akhirnya bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Insiden ini disembunyikan oleh Norwegia, dan mengklaim bahwa korban terkena tembakan musuh. Akhirnya, kapal ini pun dijual ke perusahaan pelayaran Yunani. Sejak itu, kejadian aneh terus terjadi. Tahun 1963, kapal tersebut menabrak karang di lepas pantai Australia, dan dibawa ke Fremantle untuk diperbaiki. Saat berada di sana, Alkimos tiba-tiba terbakar dan akhirnya harus dibawa ke Hong Kong untuk mendapatkan perbaikan lain.

Saat akan meninggalkan Fremantle, masalah lain muncul, yaitu dereknya tersangkut dan tak bisa dilepas. Fremantle pun meninggalkan pengawas di kapal tersebut untuk berjaga-jaga. Selama berada di atas kapal, pengawas tersebut mengalami kejadian yang aneh dan tak masuk logika, termasuk mendengar suara ketukan, langkah kaki, dan bunyi-bunyi lainnya, padahal saat itu dia sedang sendirian di sana. Selama bertahun-tahun, kapal tersebut berusaha untuk diperbaiki oleh beberapa perusahaan, namun kapal tersebut selalu mendatangkan petaka bagi kru yang bekerja di perusahaan itu. Mungkin dari awal, kapal tersebut memang sudah terkutuk. Akhirnya, SS Alkimos kini ditinggalkan dan perlahan kapal tersebut tenggelam ke dalam air. Bangkainya masih bisa dilihat hingga saat ini, menyembul dari permukaan air.

Itulah beberapa kisah mistis yang terjadi pada zaman Perang Dunia II. Ternyata, kisah mistis yang menyeramkan juga terjadi pada semua zaman, tanpa kecuali. Mana kisah mistis yang paling membuat kalian merinding?

referensi 
https://www.liputan6.com/global/read/2953919/5-kisah-hantu-dan-legenda-mistis-perang-dunia
https://www.ranker.com/list/creepy-ww2-ghost-stories/jenniferlennon