PLARIUSMODIFIKASI101

Kisah Monster Gevaudan, Serigala Raksasa yang Meneror Daratan Perancis

Sunday, April 21, 2019
Jika membicarakan soal hantu atau monster gaib dari tanah Eropa, maka nama manusia serigala (werewolf) jadi salah satu nama yang paling banyak diingat. Begitu seringnya kisah mengenai manusia serigala diangkat di media film dan game menjadi salah satu penyebabnya. Dan seiring dengan kemajuan teknologi informasi, kini mereka yang tinggal jauh dari Eropa pun turut mengetahui perihal manusia serigala. Tak terkecuali oleh kita yang tinggal di Indonesia.

Kisah manusia serigala kerap dianggap sebagai kisah dongeng alias tidak benar-benar nyata. Namun lain halnya jika bicara soal kisah monster serigala raksasa pemakan manusia. Pasalnya kisah tersebut ternyata benar-benar pernah terjadi di Eropa beberapa abad silam. Tepatnya di Gevaudan, nama dari sebuah provinsi kecil di Perancis pada masa kerajaan.

Monster Gevaudan

Menurut catatan sejarah, Monster Gevaudan mulai beraksi meneror penduduk setempat pada abad ke-18. Kasus serangan Monster Gevaudan sekaligus menjadi kasus serangan serigala paling berdarah yang pernah terjadi sepanjang sejarah Perancis. Saking misterius dan mengerikannya kasus ini, pemerintah pusat Perancis pun sampai ikut penasaran dan memutuskan untuk ikut campur.

Kasus pertama serangan Monster Gevaudan terjadi pada tahun 1764. Awalnya seorang penggembala perempuan tengah mengurusi hewan ternaknya seperti biasa. Mendadak makhluk tersebut menampakkan diri ke hadapannya. Wanita tersebut jelas merasa panik, namun ia masih sanggup membela diri. Setelah beberapa kali mencoba menyerangnya, monster tadi akhirnya menyerah dan melarikan diri usai diserang oleh hewan-hewan ternak yang dijaga oleh sang wanita.

Menurut kesaksian sang wanita, makhluk yang menyerangnya digambarkan berpenampilan menyerupai serigala, namun berukuran besar, berbulu merah, bertelinga kecil, berekor panjang, dan memiliki bentuk kepala yang mirip anjing. Awalnya serangan tersebut diyakini tidak akan terjadi kembali. Namun kenyataannya, hanya berselang beberapa hari kemudian, seorang remaja berusia 14 tahun yang bernama Janne Boulet ditemukan tewas tidak jauh dari lokasi serangan sebelumnya. 

Yang tertinggal di lokasi kejadian hanyalah topi dan alas kaki Boulet, sementara tubuhnya sendiri tidak pernah ditemukan. Pihak berwajib meyakini kalau tubuh Boulet menghilang akibat dimakan oleh makhluk yang menyerangnya.

Boulet ternyata bukanlah korban terakhir. Di sepanjang musim panas tahun tersebut, kasus-kasus serangan oleh Monster Gevaudan terus berlanjut. Orang-orang yang sedang sendirian dan tinggal di kawasan pinggiran menjadi sasaran penyerangan yang paling sering. Wabah ketakutan pun mulai menyelimuti warga desa. Mereka mulai mempersenjatai diri mereka masing-masing dan melakukan penyisiran untuk membunuh setiap serigala yang mereka jumpai.

Bukan tanpa alasan mengapa kasus-kasus serangan Monster Gevaudan menimbulkan sensasi kepanikan bagi warga setempat. Pasalnya setiap kali beraksi, Monster Gevaudan selalu menimbulkan jejak kekacauan yang mengerikan. Sejumlah laporan menyatakan kalau bagian kepala dan leher menjadi bagian yang paling sering diserang oleh Monster Gevaudan. 

Teror Monster Gevaudan

Laporan tersebut sekaligus menunjukkan kalau Monster Gevaudan bukanlah makhluk yang menyerang secara membabi buta, tapi sengaja mengincar titik paling vital pada korban-korbannya. Sejumlah orang bahkan meyakini kalau Monster Gevaudan membunuh bukan untuk memakan, tapi untuk bersenang-senang semata.

Memasuki musim dingin tahun 1764, intensitas serangan Monster Gevaudan kian meningkat. Beragam spekulasi pun bermunculan mengenai identitas asli dari makhluk penebar teror tersebut. Sebagian menduga kalau Monster Gevaudan aslinya adalah sosok manusia serigala pemangsa manusia. 

Sebagian lain mengajukan pendapat yang lebih logis dengan menyatakan kalau Monster Gevaudan mungkin aslinya adalah sejenis serigala biasa yang kebetulan saja berukuran lebih besar dibandingkan serigala normal. Ada juga yang berteori kalau kasus-kasus serangan Monster Gevaudan aslinya merupakan hasil kerja beberapa ekor serigala.

Kabar mengenai teror Monster Gevaudan akhirnya sampai juga ke telinga Raja Louis XV. Informasi mengenai makhluk itu sendiri pertama kali diketahui oleh raja setelah rombongan pimpinan Jacques Portefaix diserang oleh Monster Gevaudan dan kemudian melaporkannya kepada raja. 

Merasa takjub dengan cerita tersebut, Raja Louis kemudian memberikan dana bantuan kepada korban serangan Monster Gevaudan yang masih hidup. Untuk menumpas Monster Gevaudan, Raja Louis mengirimkan dua pemburu serigala profesional pada bulan Februari 1765 ke daerah yang menjadi lokasi penampakan sang monster.

Menurut perkiraan mereka, Monster Gevaudan aslinya adalah sejenis serigala abu-abu Eurasia. Aneka jebakan pun dipasang supaya bisa menangkap monster tersebut. Bulan demi bulan berlalu, ratusan ekor serigala di daerah tersebut berhasil dibunuh. Namun laporan serangan Monster Gevaudan masih saja terus bermunculan. Karena monster tersebut tidak kunjung berhasil dibunuh, raja memutuskan untuk mengganti dua pemburu tadi dengan Francoise Antoine, Letnan Perburuan kepercayaan raja.

Dalam petualangannya, Antoine berhasil membunuh beberapa ekor serigala. Tiga di antaranya adalah serigala abu-abu yang berukuran besar pada musim gugur 1765. Yang terbesar dilaporkan memiliki panjang 1,6 meter dan tinggi hampir 80 cm. Antoine mengira kalau serigala inilah identitas asli dari Monster Gevaudan. Sekembalinya ke istana, ia menerima sejumlah gelar dan hadiah. Sementara bangkai serigala besar tadi diawetkan dan dipamerkan.

Kehidupan warga Gevaudan pasca tewasnya serigala tadi kembali berlangsung normal. Namun ternyata mimpi buruk mereka masih jauh dari kata usai. Hanya tiga bulan setelah serigala besar tadi tewas, kasus serangan Monster Gevaudan kembali muncul. Sesudah itu monster tersebut terus beraksi hingga tahun 1767.

Monster Gevaudan Perancis

Merasa muak karena harus senantiasa hidup di bawah bayang-bayang ketakutan, sebanyak lebih dari 300 warga Gevaudan lantas mempersenjatai diri mereka untuk memburu monster yang sudah meneror mereka. Menurut salah satu cerita, monster tersebut baru berhasil dibunuh setelah salah seorang anggota rombongan yang bernama Jean Chastel menggunakan peluru perak pada senjatanya. Cerita inilah yang diperkirakan menjadi sumber legenda kalau manusia serigala lemah terhadap peluru perak.

Mayoritas laporan saksi menunjukkan kalau Monster Gevaudan nampaknya adalah sejenis serigala. Apa yang membuatnya berbeda jika dibandingkan dengan serigala biasa adalah ukurannya yang jauh lebih besar. Sejumlah saksi menyebut kalau makhluk ini berukuran sebesar kuda kecil. Monster Gevaudan juga dipercaya memiliki kulit atau bulu yang amat tebal. Hal itulah yang menyebabkan monster ini amat sulit untuk dibunuh karena kulitnya nyaris tidak bisa ditembus oleh peluru. 

Dalam rentang waktu tiga tahun, Monster Gevaudan bertanggung jawab atas setidaknya 100 kasus penyerangan hewan liar. Mayat sejumlah korban serangan monster ini diketahui sudah berada dalam kondisi tidak utuh. Saat perut monster yang sama diperiksa, anggota rombongan menemukan bagian-bagian tubuh manusia yang kondisinya sudah tercerna sebagian.

Monster Gevaudan sekarang memang sudah tidak pernah menampakkan diri lagi di tanah Perancis. Kendati begitu, kisah menyeramkan terkait monster ini tak pelak menjadi cerita yang senantiasa menarik untuk dibahas. Tak terkecuali hingga sekarang. Sejumlah novel bergenre horor semisal La BĂȘte du GĂ©vaudan dan Wolves: An Old Story Retold mengangkat cerita mengenai monster ini sebagai sumber inspirasi utamanya. Sebuah museum di Sagues, Perancis, juga memiliki dokumentasi khusus yang fokus membahas makhluk ini.

Sumber :
http://www.theoccultmuseum.com/beast-of-gevaudan-the-true-story-behind-the-legendary-werewolf/


close