PLARIUSMODIFIKASI101

Hal Mencengangkan yang Pernah Dilakukan Manusia Pada Jenazah Orang Lain

Saturday, November 30, 2019
Saat seseorang meninggal, maka jenazahnya biasanya akan dikuburkan sesudah menjalani ritual pemakaman. Dalam kasus lain, jenazah yang bersangkutan tidak dikubur di dalam tanah, melainkan dibakar. Namun selain 2 metode pemakaman tadi, masih banyak cara lain yang pernah dilakukan oleh manusia di berbagai belahan dunia untuk menghormati kerabatnya yang baru saja pergi untuk selamanya. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

Dijadikan Makanan Burung

Pemakaman Langit

Masyarakat tradisional Tibet di Cina selatan memiliki ritual pemakaman yang terbilang menyeramkan. Saat seseorang meninggal dunia, warga desa kemudian beramai-ramai akan membawa jasadnya ke atas gunung. Di sana, biksu akan menggelar semacam upacara pemakaman sambil membakar dupa.

Begitu ritualnya sudah selesai, tubuh jenazah kemudian akan dipotong-potong dan digeletakkan begitu saja di tanah. Sesudah beberapa lama, burung-burung vultur pemakan bangkai akan mendatangi onggokan mayat tersebut untuk memakannya. Sementara para biksu dan peserta pemakaman hanya akan menyaksikan burung-burung tersebut makan dengan lahap.

Menurut kepercayaan masyarakat Tibet, tubuh manusia pada dasarnya hanyalah semacam wadah. Jika seseorang meninggal dunia, maka itu berarti tubuhnya kini sudah menjadi wadah kosong yang ditinggalkan oleh jiwanya. Sebagai cara untuk mengembalikan “wadah” ini ke alam, tubuh jenazah yang bersangkutan pun dibiarkan menjadi makanan vultur.

Ritual pemakaman unik ini dikenal dengan istilah pemakaman langit (Sky Burial) dan hanya dilakukan jika orang yang bersangkutan meninggal bukan akibat penyakit menular yang berbahaya. Jika seseorang diketahui meninggal akibat penyakit berbahaya, maka jasad orang yang bersangkutan akan dibakar supaya penyakitnya tidak menyebar.

Burung-burung vultur biasanya hanya akan memakan bagian daging dari mayat dan membiarkan tulangnya begitu saja. Sahabat anehdidunia.com sebagai cara untuk memastikan agar setiap bagian dari tubuh jenazah dikembalikan ke alam, tulang belulang jenazah akan dihancurkan menjadi bubuk dan dijadikan campuran makanan burung lain.

Dijadikan Berlian



Penduduk Inggris pada abad ke-19 memiliki kebiasaan menciptakan benda bernilai dari sisa-sisa jenazah orang yang dicintainya sebagai cara agar bisa tetap dekat dengannya. Pada awalnya mereka menciptakan perhiasan yang terbuat dari rambut almarhum. Seiring dengan kian majunya teknologi, kini mereka yang ingin mempraktikkan kebiasaan serupa bisa membuat berlian yang berasal dari sisa-sisa jenazah orang yang dicintainya.

Tubuh manusia sebagian besarnya terbuat dari air, namun sebanyak 18 persennya terdiri dari karbon. Karbon adalah elemen kimia yang juga menjadi bahan penyusun berlian. Proses penciptaan berlian yang terbuat dari sisa-sisa jasad manusia dilakukan dengan meniru konsep penciptaan berlian yang terjadidi bawah permukaan Bumi.

Berlian terbentuk secara alamiah ketika timbunan karbon di bawah permukaan Bumi menerima suhu dan tekanan tinggi dalam jangka waktu yang lama. Konsep tersebut lantas ditiru oleh mereka yang ingin menciptakan berlian yang terbuat dari tubuh manusia.

Setelah tubuh seseorang dikremasi, abunya kemudian ditempatkan dalam perangkat khusus yang bisa memberikan suhu dan tekanan tinggi pada abu tadi. Sesudah beberapa minggu, bongkahan berlian yang tercipta kemudian diukir dan dipoles supaya terlihat cantik layaknya berlian-berlian yang ada di toko perhiasan.

Dijadikan Pupuk Kompos

Mayat Dijadikan Pupuk Kompos

Di banyak negara, seseorang yang baru meninggal akan dimakamkan dengan cara dikuburkan. Namun kian terbatasnya lahan pemakaman menyebabkan jumlah lahan yang bisa digunakan untuk menguburkan jenazah semakin lama semakin sedikit.

Katrina Spade lantas mencoba menawarkan solusi untuk mengatasi masalah kelangkaan tanah kuburan sambil memberikan manfaat bagi lingkungan. Solusinya adalah mengubah mayat seseorang menjadi pupuk kompos.

Spade tidak main-main dengan idenya tersebut. Ia bahkan sudah mendirikan bangunan khusus untuk mengubah mayat manusia menjadi kompos. Bangunan tersebut pada dasarnya adalah sejenis menara yang bagian dalamnya penuh dengan serpihan kayu untuk membantu proses penguraian mayat menjadi kompos.

Penguraian dimulai ketika petugas memasukkan mayat ke dalam timbunan serpihan kayu. Penyejuk udara kemudian menghisap masuk udara dan mengalirkannya ke seluruh bagian dalam menara. Air dan gula juga dialirkan ke dalam timbunan kayu supaya bakteri pengurai yang ada di dalamnya bisa bekerja secara optimal.

Sesudah beberapa bulan, jenazah tersebut sudah nampak berubah wujud menjadi gumpalan tanah. Jika keluarga jenazah bersedia, mereka diperbolehkan membawa pulang sebagian gumpalan tanah kompos tersebut. 

Spade dan rekannya sudah melakukan percobaan penguraian dengan memakai bangkai hewan. Jika tidak ada kendala, rencananya menara yang mengubah jasad manusia menjadi kompos bakal mulai dibuka untuk umum pada tahun 2023 di Seattle, AS.

Dijadikan Kembang Api

Kembang Api

Acara pemakaman kerap dianggap sebagai acara yang penuh dengan nuansa kesedihan dan kemuraman. Wajar saja karena siapapun pasti merasa berat jika harus berpisah dengan orang yang sudah begitu akrab dengannya. Namun bagi sebagian orang, pemakaman tidak harus selalu digelar dengan nuansa penuh duka.

Sebagai cara untuk mengenang orang yang baru saja meninggal sekaligus memberi semangat kepada mereka yang baru ditinggalkan, sejumlah perusahaan pemakaman di AS membuka jasa mengubah abu jenazah menjadi kembang api.

Aktor terkenal Johnny Depp adalah contoh dari orang yang melaksanakan pemakaman dengan cara meluncurkan kembang api yang mengandung abu sahabatnya, Hunter S. Thompson. Dibandingkan dengan acara pemakaman biasa, acara pemakaman Thompson terbilang megah dan meriah karena pemakaman ini menelan biaya hingga jutaan dollar.

Sejak Depp melaksanakan pemakaman dengan metode macam itu, kian banyak orang yang tertarik untuk melakukan pemakaman dengan cara meluncurkan kembang api. Bagi mereka, pemakaman ini sekaligus menjadi cara untuk memberikan penghormatan terakhir secara spektakuler pada orang yang baru saja meninggal.

Karena roket kembang api memiliki ukuran yang kecil, satu roket kembang api hanya bisa memuat abu jenazah yang ukurannya sesendok. Jadi keluarga atau sahabat dari jenazah bisa menyisihkan sebagian kecil dari abu jenazah tersebut untuk dijadikan kembang api yang diluncurkan ke udara, kemudian menyimpan sisanya supaya mereka senantiasa memiliki kenangan akan almarhum.

Dijadikan Makanan Manusia

Suku Wari Amazon

Mendengar kata kanibalisme, maka orang akan selalu membayangkannya secara negatif. Pasalnya manusia normalnya tidak akan memakan daging sesamanya sendiri. Namun sejumlah suku tradisional diketahui masih menjalankan kanibalisme. Menariknya, daging manusia yang mereka makan bukan hanya yang berasal dari pihak musuh, tetapi juga daging sesama anggota suku mereka sendiri. 

Pada akhir dekade 1980-an, pakar antropologi Aparecida Vilaca melakukan ekspedisi ke dalam hutan Amazon di Brazil untuk menyelidiki praktik kanibalisme yang dilakukan oleh suku pribumi Wari. Mereka diketahui mempraktikkan 2 tipe kanibalisme: eksokanibalisme (memakan daging manusia yang berasal dari pihak musuh atau luar suku) serta endokanibalisme (memakan daging manusia anggota sukunya sendiri).

Untuk kasus kanibalisme yang pertama, suku yang bersangkutan akan melakukannya secara gegap gempita layaknya pesta. Namun untuk kasus kanibalisme yang kedua, para anggota suku Wari akan melakukannya sebagai cara untuk berkabung. 

Saat anggota suku mereka ada yang meninggal, tubuhnya akan dipotong-potong dan kemudian diolah menjadi makanan. Sahabat anehdidunia.com para anggota suku kemudian memakan dagingnya secara beramai-ramai dalam suasana muram. Selain di pedalaman Brazil, endokanibalisme diketahui juga pernah dipraktikkan di Australia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Sumber :
https://www.cracked.com/article_16858_the-6-coolest-things-you-can-do-with-your-dead-body.html
https://listverse.com/2019/09/05/top-10-ways-to-dispose-of-your-body-after-death/
https://www.wired.com/2016/10/inside-machine-will-turn-corpse-compost/


close