PLARIUSMODIFIKASI101

5 Burung Ini Punya Metode Pertahanan Diri yang Unik

Monday, June 01, 2020
Burung adalah hewan yang mudah dikenali berkat kepalanya yang berparuh dan tubuhnya yang bersayap serta diselubungi oleh bulu. Dengan sayapnya pulalah, burung bisa terbang untuk bepergian maupun menghindari pemangsanya. Namun terbang sendiri bukanlah satu-satunya metode pertahanan diri yang dimiliki oleh burung. Burung-burung di bawah ini memiliki metode pertahanan unik yang mambuatnya sulit ditaklukkan oleh pemangsa maupun musuhnya.

1. Pura-Pura Pincang
Killdeer bird
Killdeer bird via audubon.org
Killdeer adalah nama dari sejenis burung yang banyak ditemukan di Amerika Utara. Burung ini memiliki kebiasaan membuat sarang di atas tanah. Oleh karena itu, telur dan anak burung killdeer pun rentan diserang oleh hewan-hewan pemangsa semisal rubah.

Killdeer sendiri memiliki cara yang kreatif untuk melindungi sarang dan anak-anaknya. Saat killdeer betina melihat ada hewan pemangsa yang mendekat, killdeer akan segera menjauh dari sarangnya. 
Kemudian saat ia sudah berada cukup dekat dengan pemangsa, killdeer akan membuat suara keras sambil menyeret salah satu sayapnya di atas tanah. Seolah-olah burung yang bersangkutan sedang cedera dan tidak bisa terbang.

Pemangsa yang ada di dekatnya spontan akan langsung mendekati killdeer tadi karena mengiranya sebagai mangsa yang tidak berdaya. Namun jika hewan pemangsa tadi masih saja mendekati sarang, killdeer tersebut yang akan mendekati hewan pemangsa untuk menarik perhatiannya.

Saat hewan pemangsa tadi sudah berada cukup jauh dari sarang, killdeer tersebut secara tiba-tiba akan segera terbang menyelamatkan diri. Di saat yang sama, anak-anak killdeer juga pergi meninggalkan sarangnya dan bersembunyi sementara di tempat yang lebih aman.

Biarpun kreatif, taktik ini juga berbahaya bagi induk killdeer karena bisa saja pemangsa langsung melompat ke arah killdeer dewasa sehingga ia tidak sempat terbang melarikan diri. Meskipun begitu, jika taktik ini dijalankan secara efektif, taktik ini membantu menjaga kelangsungan hidup anak-anak killdeer.

2. Memiliki Mata Palsu
Ferruginous pygmy owl
Ferruginous pygmy owl via ebird.org
Bukan hanya serangga macam ngengat yang memiliki mata palsu. Hewan macam burung hantu pun ternyata memiliki teknik pertahanan diri serupa. Burung hantu pigmi Ferruginous adalah contoh dari burung hantu tersebut.

Burung hantu memang terkenal sebagai hewan pemangsa. Namun reputasi tersebut juga menjadi senjata makan tuan. Saat burung hantu sedang beristirahat pada siang hari, burung-burung kecil akan beramai-ramai menyerang burung hantu supaya burung hantu tersebut pergi ke tempat lain dan tidak memangsa burung-burung kecil tadi di malam hari.

Bagi burung hantu yang berukuran besar, diserang oleh burung-burung kecil hanyalah gangguan yang tidak seberapa. Namun tidak demikian halnya dengan burung hantu kecil macam burung hantu pigmi Ferruginous ini. 

Kendati burung hantu pigmi Ferruginous hanya memiliki ukuran yang kecil, burung hantu tersebut sanggup menaklukkan hewan-hewan yang berukuran 2 kali lebih besar dibandingkan dirinya. Hal itulah yang menjadi penyebab kenapa burung-burung kecil tetap menganggap burung hantu ini sebagai ancaman.

Burung hantu pigmi Ferruginous memiliki metode pertahanannya sendiri supaya tidak diganggu oleh burung-burung kecil tadi. Di belakang kepalanya, terdapat pola yang bentuknya menyerupai sepasang mata. 

Hewan-hewan memiliki kebiasaan untuk menyerang lawannya dari arah belakang untuk menghindari resiko diserang balik. Namun karena burung hantu pigmi Ferruginous memiliki 2 mata palsu di belakang kepalanya, burung hantu ini pun nampak seolah-olah memiliki 2 wajah dan tidak bisa diserang tanpa ketahuan.

3. Memuntahkan Isi Perut
fulmar bird
fulmar bird via flickr.com
Fulmar adalah nama dari sejenis burung laut yang masih memiliki kekerabatan dengan burung albatros. Nama burung ini berasal bahasa Nordik “ful-mar” yang berarti “camar berbau”. Nama yang muncul bukan tanpa alasan karena burung ini memang memiliki aroma yang menyengat. 

Selain burung fulmar itu sendiri, telur burung fulmar juga memiliki bau yang tidak kalah menyengat. Bau yang dihasilkan oleh telur burung fulmar memiliki ketahanan yang luar biasa. Spesimen telur yang disimpan di dalam museum selama beratus-ratus tahun dikabarkan masih tetap memiliki bau yang menyengat!

Bau menyengat sendiri bermanfaat bagi burung fulmar supaya hewan-hewan mamalia lebih enggan menyerang burung fulmar. Namun memiliki bau menyengat tidak berguna jika yang menjadi musuhnya adalah sesama burung laut yang berukuran lebih besar, karena burung tidak memiliki indra penciuman yang tajam.

Untuk mengatasi hal ini, burung fulmar pun memiliki metode pertahanan tambahan yang tidak kalah menjijikan. Saat ada hewan pemangsa yang mendekat, burung fulmar akan memuntahkan cairan minyak dari perutnya. 

Saat cairan ini menempel pada bulu burung, bulu tersebut akan menjadi lengket dan kusut sehingga bulunya tidak bisa lagi digunakan untuk melindungi pemiliknya dari air. Jika ada burung yang nekat berenang dengan minyak yang masih menempel, burung tersebut bisa mati akibat tenggelam atau kedinginan.

Burung fulmar sendiri memiliki bulu khusus yang tahan terhadap cairan minyak tadi. Hal ini sangatlah penting karena anak burung fulmar yang baru menetas tidak bisa langsung mengenali induknya dan akan meludahi induknya secara sepontan. 

4. Menyamar Jadi Pohon
Potoo bird
Potoo bird via wikipedia.org
Banyak burung yang memiliki bulu berwarna hijau atau cokelat. Warna macam ini membantu burung berkamuflase dengan tanaman di sekitarnya. Namun dari sekian banyak kamuflase pohon yang dimiliki oleh burung, kamuflase milik potoo adalah salah satu yang terbaik.

Potoo adalah nama dari sejenis burung malam yang habitatnya berada di Amerika Tengah dan Selatan. Berkat kamuflasenya yang luar biasa dan kebiasaannya untuk aktif pada malam hari, burung ini pun juga dijuluki sebagai “burung siluman” (ghost bird).

Meskipun dijuluki seperti itu, potoo bukanlah burung yang berbahaya bagi manusia karena burung ini hanya memakan serangga dan kelelawar pada malam hari. Sementara pada siang hari, burung ini akan diam tak bergerak sambil bertengger pada batang pohon.

Karena potoo memiliki penampilan yang begitu mirip dengan batang pohon, manusia dan hewan yang kebetulan berada di dekatnya tidak akan menyadari kalau ada hewan lain yang sedang bertengger di dekatnya. Kalaupun penyamarannya berhasil dibongkar, potoo masih bisa menyelamatkan diri dengan cara terbang ke tempat yang aman.

5. Bulu Beracun
Pitohui bird
Pitohui bird via jalaksuren.net
Pitohui adalah nama dari burung berwarna mencolok yang berasal dari Pulau Papua. Warna mencolok yang dimiliki oleh burung ini bukan semata-mata untuk keindahan, tetapi juga untuk memperingatkan musuhnya kalau burung ini mengandung racun pada bagian bulu dan kulitnya.

Pitohui mendapatkan racunnya dari kumbang-kumbang makanannya yang juga mengandung racun. Saking banyaknya kandungan racun yang dimilikinya, burung ini hanya bisa dimakan oleh manusia jika bulu dan bulunya sudah dihilangkan, dan dagingnya dipanggang sambil dibaluri dengan arang.

Berkat racun yang dimilikinya, pitohui tidak bisa disentuh sembarangan. Menurut pengakuan ilmuwan yang pernah memegang burung ini, memegang pitohui bakal menimbulkan bersin-bersin dan rasa nyeri seperti terbakar. Pitohui betina juga mengoleskan racunnya pada telur dan anak-anaknya supaya mereka aman dari pemangsa.

Pitohui sendiri ternyata bukanlah satu-satunya burung asal Papua yang bulunya mengandung racun. Burung-burung dari spesies lain semisal burung ifrita bertudung biru juga diketahui memiliki kemampuan serupa. Dengan melihat masih banyaknya kawasan pedalaman Papua yang sulit dijamah oleh manusia, tidak menutup kemungkinan kalau masih ada spesies burung beracun di Papua yang belum diketahui oleh manusia.

Sumber :
https://listverse.com/2010/12/23/10-birds-with-truly-odd-defenses/



close