Kisah Aksi Kriminal Paling Bodoh Di Dunia


“Tak Ada Pekerjaan Yang Mudah Di Dunia” ungkapan tersebut sepertinya cocok untuk menggambarkan kisah berikut ini. Kebanyakan orang mungkin berfikir menjadi perampok ataupun pencuri adalah perkerjaan yang mudah, karena hanya tinggal merampas dari orang lain. Padahal anggapan itu sebenarnya salah. Karena menjadi penjahat pun sebenarnya selain butuh keberanian juga butuh otak yang cukup encer untuk mengantisipasi segala kesalahan. Sebab kalau sampai bertindak ceroboh apalagi bodoh maka resikonya adalah berurysan dengan Polisi, masuk penjara hingga yang paling berat tentu aksi masa di lapangan yang bisa berujung kematian. Tapi namanya juga manusia kadang ada saja yang memaksakan diri jadi penjahat karena terlalu malas bekerja meski otak mereka pas-pasan. Penjahat seperti ini selain sering gagal dalam melancarkan akisnya kadang juga menghasilkan aksi konyol dan bodoh yang berujung pada terungkapkan kejahatan mereka. Kisah unik seperi ini tentu akan sangat sayang untuk dilewatkan, karena itu kali ini anehdidunia.com akan berbagi beberapa aksi penjahat paling bodoh di dunia ini dalam Kisah Aksi Kriminal Paling Bodoh Di Dunia, versi anehdidunia.com

Perampok Yang Meninggalkan Nomer Telpon

Perampok Yang Meninggalkan Nomer Telpon

Aksi kriminal bodoh yang pertama terjadi pada tahun 2008 yang lalu. Saat itu seeorang pemuda bernama Ruben Zarate (18), sepertinyatelah menyusun rencana yang cukup matang untuk merampok sebuah toko. Dengan berbekal sebuah pistol akhirnya pemuda tanggung ini bersahil masuk dan mengancam kasir untuk menyerahkan semua uang yang ada termasuk uang yang ada dalam brankas. Namun sayangnya perhitungan Ruben sedikit meleset karena yang bisa membuka brankas tersebut hanyalah manager toko yang kebetulan sedang tak ada ditempat.

Mendapati situasi pelik ini Runben tampaknya enggan menyerah karena sudah ngebet ingin memiliki semua uang yang ada di toko itu. Sahabat anehdidunia.com sampai akhirnya Ruben mendapat sebuah ide untuk meninggalkan nomer telponya dan meminta kasir untuk menghubunginya lagi saat manager toko telah kembali. Setelah mennyerahkan nomer teleponya Ruben kemudian kabur dengan membawa uang yang berhasil ia rampas dari kasir tadi. Setelah Ruben kabur, kasir yang kebetulan tak bodoh seperti Ruben, langsnung menghubungi Polisi. Dan setibanya Polisi di toko itu mereka langsnung meminta kasir untuk menghubungi Ruben agar datang. Setelah Ruben datang ia akhirnya berhasil dibekuk oleh Polisi, meski sebelumnya sempat melawan hingga terjadi sedikit baku tembak.

Log In Facebook Di Rumah Yang Dirampok

Log In Facebook Di Rumah Yang Dirampok

Kecanduan sosial media nampaknya tak hanya mengjangkiti anak muda saja. Hal ini terbukti dengan terungkapnya sebuah kasus pencurian akibat pelaku perampokan yang membuka Facebook menggunakan komputer di rumah yang dirampoknya. Aksi bodoh ini dilakukan oleh Trevor Jones (34) yang nampaknya tak tahan untuk membuka akun Facebook miliknya guna mengecek jumlah like dari postingan terbarunya. Tindakan sembrono Jones ini berbuah fatal karena Polisi yang meneriksa tempat kejadian perkara melihat kejanggalan pada komputer yang terlihat baru saja dinyalakan. Dan benar saja saat diperiksa ternyata komputer tersebut baru saja digunakan untuk mengakses sebuah akun facebook yang tak dikenali oleh pemilik rumah. akun tersebut kemudian di di identifikasi milik seorang pria bernama Trevor Jones yang kemudian akhirnya diketahui sebagi pelaku pembobol rumah tersebut. Kejadian yang terjadi pada tahun 2011 silam ini nampaknya memberikan pelajaran bahwa kecanduan sosial media memang berdampak buruk bagi seseorang.

Menelpon Dulu Sebelum Merampok

Menelpon Dulu Sebelum Merampok

Memastikan segala sesuatu berjalan dengan lancar dan tertata memang tindakan yang tepat. Hal inilah yang sepertinya ada di benak Albert Bailey dan seorang rekannya, ketika memutuskan untuk memastikan bank yang akan mereka rampok memiliki uang yang mereka inginkan. Dua remaja tanggung ini akhirnya memutuskan untuk menelpon terlebih dulu bank target mereka dan meminta kasir untuk menyiapkan uang sebesar $100.000.

Dengan begitu keduanya tinggal datang ke bank dan mengambil uang lalu segera pergi. Sebuah rencana yang terdengar sangat matang dan enak untuk dieksekusi. Pegawai bank di Fairfield, Connecticut yang menerima telpon dari kedua remaja ini awalnya mengira itu hanyalah telpon iseng, namun sesuai prosedur, mereka tetap menghubungi polisi. Sahabat anehdidunia.com tak disangka beberpa saat kemudian, Bailey dan rekannya masuk ke dalam bank sambil membawa sebuah catatan yang isinya kurang lebih pernyataan untuk menyerahkan sejumlah uang. Untungnya saat itu Polisi telah bersiaga di tempat kejadian perkara dan segera menangkan keduanya tanpa perlawanan. Peristiwa unik yang terjadi pada 23 Maret 2010, sekaligus menjadi akhir dari hari-hari Bailey dan rekanya menghirup udara bebas, karena kini keduanya harus mendekam di penjara selama 9 tahun.

Selfie Dengan Barang Bukti

Selfie Dengan Barang Bukti

Saat memiliki hal atau benda baru, biasanya orang saat ini akan melakukan selfie. Hal ini pula yang dilakukan seorang pria bernama Peter Cavanagh (26) saat baru saja mendapatkan segepok uang dari hasil transaksi narkoba yang ia lakukan. Sayangnya tanpa diketahui Peter sebelumnya dua orang klient yang membeli heroin darinya beberapa waktu sebelumnya telah tertangkap. Sedangkan Peter yang kala itu sudah dalam kereta dari West Country menuju London sebenarnya sudah lolos dari kejaran polisi. Selama beberapa waktu Peter juga berhasil lolos dari kejaran Polisi hingga barang bukti uang yang ada ditanganya elah ia setor pada bossnya. Tapi apesnya beberapa waktu kemudian ia akhirnya tertangkap dan dalam ponsel milik Peter ditumukanlah foto-foto narsis dirinya saat sedang menciumi uang hasil transaksi narkoba sebesar 30 ripu pounds di dalam kereta. Sahabat anehdidunia.com berkat bukti ini Peter akhirnya berhasil dijebloskan kedalam penjara. Tak hanya sampai disitu kejadian yang terjadi pada tahun 2013 ini juga menjadi awal mula terbongkarnya jaringan geng Peter yang rata-rata berisikan anak muda dibawah usia 25 tahun.

Merampok Rumah Yang Penuh Polisi

Merampok Rumah Yang Penuh Polisi

Selain rencana yang matang, salah satu kunci lain agar sebuah aksi kriminal dapat berjalan dengan mulus adalah dengan mmenemukan target yang tepat. Karena kalau sampai salah target bisa-bisa bukan hanya tak akan dapat untung dan bisa masuk penjara. Seperti yang dialami oleh seorang perampok bernama Darren Kimpton asal Northamton Inggris. Sahabat anehdidunia.com maksud hati ingin merampok sebuah rumah, Darren justru langsung berurusan dengan pihak yang berwajib, karena rumah yang ia bobol ternyata dipenuhi oleh Polisi. Rupanya rumah yang dijadikan target oleh Darren, beberapa jam sebelumnya telah terlebih dulu dirampok oleh orang lain. Jadi saat itu pihak Kepolisian tengan memeriksa TKP guna menemukan barang bukti kejaratan. Tanpa mengetahui hal ini Darren yang ternyata menderita rabun ini, langsung masuk kerumah dengan cara membobol jendela.

Asi Darren ini otomatis langsung disambut oleh Polisi yang ada di dalam rumah dan kemudian menangkap rampok kurang beruntung ini. Setelah diperiksa ternyata sebelum masuk kerumah itu, Darren sebelumnya juga sudah berusaha merampok rumah lain di lingkungan yang sama hanya saja sayangnya ia keburu ketahun oleh pemilik rumah dan akhirnya kabur. Pengakuan Darren ini diperkuat dengan cocoknya darah yang berceceran di TKP pertama dengan darah Darren yang saat ditangkap memang memiliki luka yang mengeluarkan darah. Dan akibat aksi bodohnya ini, Darren akhirnya bukanya mendapatkan uang justru akhirnya malah masuk penjara.

Sahabat anehdidunia.com itulah beberapa Aksi kriminal terbodoh di dunia ini. Dari kisah di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa menjadi penjahat sekalipun tetap haruslah pintar karena kalau tidak maka akan berakhir seperti kisah aksi kriminal konyol dalam kisah di atas.

Referensi:
http://www.therichest.com/rich-list/most-shocking/15-dumbest-criminals-to-ever-walk-the-face-of-the-earth/
http://www.mbakbro.com/2015/02/Daftar-5-Penjahat-Paling-Bodoh-dan-Konyol.html

Berita Aneh Unik